Share

Bab 118

Auteur: Skyy
last update Date de publication: 2025-12-30 23:13:04

Di balik gedung-gedung tinggi, jaringan politik, dan keluarga-keluarga besar Arcapura, mengalir sesuatu yang tidak pernah dibicarakan secara terbuka, energi spiritual. Sebagian kecil manusia mampu merasakannya. Lebih sedikit lagi yang sanggup mengendalikannya.

Mereka disebut praktisi.

Di negeri ini, tokoh-tokoh besar tidak pernah berdiri sendirian. Di belakang mereka selalu ada orang-orang seperti itu dan penjaga bayangan, eksekutor senyap, atau keluarga yang memang sejak awal hidup di dunia te
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 245

    Namun Harris sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut. Pikirannya masih tertahan pada rasa familiar yang terus mengganggu sejak tadi.Ia menatap pemuda itu beberapa saat sebelum akhirnya bertanya langsung. “Siapa namamu? Rasanya kita pernah bertemu sebelumnya.”Pemuda berjubah putih itu tampak sedikit terkejut, tetapi segera tersenyum lagi sambil memberi salam kecil. “Maaf, aku lupa memperkenalkan diri.” Ia menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Rudolf, murid Sekte Cakrawala Arunika. Aku turun gunung beberapa bulan lalu untuk mencari pengalaman di dunia fana. Kalau kita pernah bertemu sebelumnya, mungkin itu kebetulan.”“Rudolf…” Harris tanpa sadar mengulang nama itu pelan.Detik berikutnya, matanya langsung berubah. “Tunggu,” ujarnya cepat sambil menatap pemuda itu lebih dalam. “Kakakmu bernama Evelyn?”Kini giliran Rudolf yang benar-benar terkejut, matanya langsung membelalak. “Kau mengenal kakakku?” tanyanya spontan. “Tapi itu tidak mungkin. Hubungan kami bahkan tidak diketahui bany

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 244

    Tatapan Harris langsung berubah tajam saat belati itu menghantam tanah di depannya. Kepalanya menoleh cepat, sorot matanya menyapu arah datangnya serangan tanpa melewatkan satu sudut pun. “Siapa itu?”Suasana di sekitar langsung berubah tegang. Tak seorang pun menyangka masih ada orang yang berani menyerang Harris dalam situasi seperti ini, terlebih setelah semua yang baru saja terjadi di arena balap itu.Detik berikutnya, sosok berpakaian hitam muncul dari kejauhan. Seluruh tubuhnya tertutup jubah gelap, wajahnya tersembunyi di balik tudung lebar, sementara langkahnya bergerak sangat cepat hingga hanya menyisakan bayangan samar di pandangan orang biasa.Dalam beberapa tarikan napas, ia sudah berdiri di hadapan semua orang.“Richard tidak bisa mati.”Suara berat dan serak terdengar dari balik tudung, dingin dan penuh tekanan, seolah tidak memberi ruang untuk penolakan.Harris sedikit mengernyit. Ia bisa merasakan dengan jelas energi yang mengalir dari tubuh pria itu. Tekanannya jauh l

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 243

    Clarentine dan Felix hanya bisa menatap dengan mata terbuka lebar, napas mereka tertahan, jantung mereka berdegup tidak beraturan saat rasa tak percaya berubah menjadi keterkejutan yang sulit dijelaskan. Mereka tahu Harris kuat, namun yang barusan terjadi sudah melampaui logika mereka.Pemandangan di hadapan mereka terasa tidak masuk akal.Semuanya hanya bisa berdiri kaku, napas mereka tertahan saat menyaksikan puluhan pengawal yang tadi menyerbu kini tergeletak tanpa daya. Awalnya mereka yakin Harris akan berada di posisi yang mustahil untuk bertahan, tetapi hasil yang terjadi justru berbalik sepenuhnya, melampaui semua dugaan yang sempat terlintas.Dalam satu rangkaian gerakan yang bahkan tidak sempat mereka tangkap, lebih dari lima puluh orang tumbang bersamaan.Kekuatan itu terlalu jauh dari batas kewajaran.Felix menelan ludah, pandangannya masih terpaku pada sosok yang berdiri tenang di tengah arena. “Ini… tidak masuk akal,” gumamnya pelan, seolah mencoba meyakinkan dirinya send

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 242

    “Siapa pun yang bisa membunuhnya, aku beri satu miliar!”Kalimat itu jatuh seperti pemicu.Dalam sekejap, sorot mata para pengawal berubah. Keserakahan menggantikan kewaspadaan, napas mereka menegang, dan pandangan mereka mengunci Harris dengan intensitas yang nyaris liar.Satu miliar!Angka itu cukup untuk mengubah siapa pun.Bukan hanya para pengawal, bahkan para penonton di sekitar ikut terdiam, sebagian tanpa sadar menelan ludah, membayangkan nilai yang barusan disebutkan.Seandainya tatapan bisa melukai, Harris sudah terkoyak saat itu juga.Detik berikutnya, tanpa aba-aba, lebih dari lima puluh pengawal bergerak bersamaan. Mereka menerjang seperti kawanan predator, langkah mereka berat dan cepat, sorot mata penuh ambisi, seolah Harris adalah satu-satunya target yang harus dihancurkan.Pemandangan itu membuat suasana semakin mencekam.Clarentine dan Felix membeku di tempat, wajah mereka pucat, tubuh mereka menegang tanpa berani bergerak.“Ini sudah berakhir…” bisik Clarentine, sua

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 241

    Harris mendengarkan tanpa reaksi, lalu tersenyum tipis, bukan karena tertarik, melainkan karena merasa muak. “Aku justru ingin melihat bagaimana mereka mencobanya.”Ia melangkah maju, berhenti tepat di depan Hendra, jarak mereka begitu dekat hingga tekanan itu terasa jelas.“Kalau aku tidak salah ingat, kau juga terlibat,” lanjutnya, suaranya tetap rendah. “Motor itu rusak karena ulahmu, jadi kau yang harus bertanggung jawab lebih dulu.”Wajah Hendra berubah pucat, kepercayaan diri yang tadi muncul runtuh seketika, digantikan ketakutan yang sulit disembunyikan.“Aku…” Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Harris sudah bergerak.BRAKK! KRAKKK!Kakinya terangkat dan menghantam dada Hendra dengan keras, membuat tubuh pria itu terlempar ke belakang. Tulang rusuknya patah dalam satu benturan, sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah.Tubuhnya kejang beberapa saat, napasnya tersendat, lalu perlahan berhenti bergerak.Hendra mati di tempat.Seluruh arena mendadak sunyi.Tidak ada ya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 240

    Kaki Nicholas dihantam langsung oleh motor yang melayang itu. Darah langsung mengalir, wajahnya berubah pucat pasi dalam sekejap. Tubuhnya terpental, lalu jatuh bersamaan dengan motor yang menindihnya.Ia tidak bisa bergerak.“AAARGH! Kakiku—! Kakiku patah!”Jeritannya pecah, penuh rasa sakit.Dengan panik, ia memukul-mukul badan motor yang menekan kakinya, mencoba mendorongnya menjauh.Namun percuma.Bobot kendaraan itu terlalu besar untuk bisa digeser dengan kekuatannya.Sementara itu, Harris tetap berdiri di tempat. Wajahnya tanpa ekspresi.Siapa pun yang berniat membunuhnya, harus siap menerima konsekuensinya.Harris bukan orang yang akan menahan diri.Beberapa orang tanpa sadar menarik napas tajam saat melihat kondisi Nicholas yang terkapar mengenaskan. Wajah-wajah di sekitar dipenuhi keterkejutan dan kebingungan.Apa yang sebenarnya terjadi?Bagaimana mungkin seseorang berani menyerang putra keluarga Wijaksana secara terang-terangan, dan dengan cara sekejam itu?Apakah dia sudah

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 138

    Namun Kayla tetap berdiri di tempatnya. “Aku tidak akan membiarkanmu maju.”Sikap keras kepala Kayla membuat kepala Harris Gunawan terasa berdenyut. Ia tahu gadis itu tidak bermaksud buruk. Bahkan, mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Justru karena itulah Harris berada dalam dilema, ia tak mun

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 137

    Amarah Reno akhirnya meledak.Selama ini ia memang selalu mengalah, menuruti setiap keinginan Vina demi menjaga hubungan mereka. Namun kali ini berbeda. Menyangkut Harris, ia tidak mau mundur setapak pun.“Harris Gunawan adalah bosku,” ucapnya lantang. “Dia saudaraku seumur hidup. Dalam keadaan apa

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 128

    Mata Simon melebar. Dingin merayap dari tengkuk ke tulang belakangnya. Belum sempat ia berteriak, Harris mengangkat tangan. Energi asing langsung menembus tubuh Simon.Di kehidupan lamanya, Harris bukan hanya sosok ahli medis pewaris Gunawan, ia juga sosok pembunuh bayaran yang menguasai teknik ter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 116

    Liora menyelesaikan kalimatnya dengan suara bergetar. “Tidak ada lagi pintu.”Mereka berdiri di sana, dua dokter di hadapan sesuatu yang belum lahir, tapi sudah cukup kuat untuk menekuk dunia di sekitarnya.Liora menatap Harris, suaranya nyaris berbisik. “Kau memilih yang mana?”Harris menutup mata

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status