Share

Bab 120

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2026-01-01 21:41:43

‘Jamuan, aku tidak akan membiarkan kejadian itu terulang kembali.” gumam.

Tatapan mata Harris tenang bagaikan air danau, sorot matanya dingin dan tajam, seperti pisau yang baru diasah.

Saat itu, Sera jatuh dari gedung ini. Dipaksa. Didorong hingga tulangnya hancur, harapannya patah, dan napasnya terhenti di tengah malam yang gemerlap. Semua bermula dari jamuan makan ini. Kali ini, Harris tidak datang untuk mengenang, ia datang untuk mengakhiri segalanya.

Sera sama sekali tidak menyadari badai y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 243

    Clarentine dan Felix hanya bisa menatap dengan mata terbuka lebar, napas mereka tertahan, jantung mereka berdegup tidak beraturan saat rasa tak percaya berubah menjadi keterkejutan yang sulit dijelaskan. Mereka tahu Harris kuat, namun yang barusan terjadi sudah melampaui logika mereka.Pemandangan di hadapan mereka terasa tidak masuk akal.Semuanya hanya bisa berdiri kaku, napas mereka tertahan saat menyaksikan puluhan pengawal yang tadi menyerbu kini tergeletak tanpa daya. Awalnya mereka yakin Harris akan berada di posisi yang mustahil untuk bertahan, tetapi hasil yang terjadi justru berbalik sepenuhnya, melampaui semua dugaan yang sempat terlintas.Dalam satu rangkaian gerakan yang bahkan tidak sempat mereka tangkap, lebih dari lima puluh orang tumbang bersamaan.Kekuatan itu terlalu jauh dari batas kewajaran.Felix menelan ludah, pandangannya masih terpaku pada sosok yang berdiri tenang di tengah arena. “Ini… tidak masuk akal,” gumamnya pelan, seolah mencoba meyakinkan dirinya send

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 242

    “Siapa pun yang bisa membunuhnya, aku beri satu miliar!”Kalimat itu jatuh seperti pemicu.Dalam sekejap, sorot mata para pengawal berubah. Keserakahan menggantikan kewaspadaan, napas mereka menegang, dan pandangan mereka mengunci Harris dengan intensitas yang nyaris liar.Satu miliar!Angka itu cukup untuk mengubah siapa pun.Bukan hanya para pengawal, bahkan para penonton di sekitar ikut terdiam, sebagian tanpa sadar menelan ludah, membayangkan nilai yang barusan disebutkan.Seandainya tatapan bisa melukai, Harris sudah terkoyak saat itu juga.Detik berikutnya, tanpa aba-aba, lebih dari lima puluh pengawal bergerak bersamaan. Mereka menerjang seperti kawanan predator, langkah mereka berat dan cepat, sorot mata penuh ambisi, seolah Harris adalah satu-satunya target yang harus dihancurkan.Pemandangan itu membuat suasana semakin mencekam.Clarentine dan Felix membeku di tempat, wajah mereka pucat, tubuh mereka menegang tanpa berani bergerak.“Ini sudah berakhir…” bisik Clarentine, sua

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 241

    Harris mendengarkan tanpa reaksi, lalu tersenyum tipis, bukan karena tertarik, melainkan karena merasa muak. “Aku justru ingin melihat bagaimana mereka mencobanya.”Ia melangkah maju, berhenti tepat di depan Hendra, jarak mereka begitu dekat hingga tekanan itu terasa jelas.“Kalau aku tidak salah ingat, kau juga terlibat,” lanjutnya, suaranya tetap rendah. “Motor itu rusak karena ulahmu, jadi kau yang harus bertanggung jawab lebih dulu.”Wajah Hendra berubah pucat, kepercayaan diri yang tadi muncul runtuh seketika, digantikan ketakutan yang sulit disembunyikan.“Aku…” Ia belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Harris sudah bergerak.BRAKK! KRAKKK!Kakinya terangkat dan menghantam dada Hendra dengan keras, membuat tubuh pria itu terlempar ke belakang. Tulang rusuknya patah dalam satu benturan, sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah.Tubuhnya kejang beberapa saat, napasnya tersendat, lalu perlahan berhenti bergerak.Hendra mati di tempat.Seluruh arena mendadak sunyi.Tidak ada ya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 240

    Kaki Nicholas dihantam langsung oleh motor yang melayang itu. Darah langsung mengalir, wajahnya berubah pucat pasi dalam sekejap. Tubuhnya terpental, lalu jatuh bersamaan dengan motor yang menindihnya.Ia tidak bisa bergerak.“AAARGH! Kakiku—! Kakiku patah!”Jeritannya pecah, penuh rasa sakit.Dengan panik, ia memukul-mukul badan motor yang menekan kakinya, mencoba mendorongnya menjauh.Namun percuma.Bobot kendaraan itu terlalu besar untuk bisa digeser dengan kekuatannya.Sementara itu, Harris tetap berdiri di tempat. Wajahnya tanpa ekspresi.Siapa pun yang berniat membunuhnya, harus siap menerima konsekuensinya.Harris bukan orang yang akan menahan diri.Beberapa orang tanpa sadar menarik napas tajam saat melihat kondisi Nicholas yang terkapar mengenaskan. Wajah-wajah di sekitar dipenuhi keterkejutan dan kebingungan.Apa yang sebenarnya terjadi?Bagaimana mungkin seseorang berani menyerang putra keluarga Wijaksana secara terang-terangan, dan dengan cara sekejam itu?Apakah dia sudah

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 239

    Sebelum melompat, Harris sudah mengarahkan lajunya menjauh dari kerumunan. Jika tidak, ledakan itu bisa menyeret banyak orang.Meski begitu, wajah para penonton tetap pucat.Bencana!Ini benar-benar bencana!Namun di tengah kekacauan itu, sosok yang seharusnya paling tidak mungkin selamat justru mendarat ringan.Harris menjejak tanah dengan stabil, napasnya tenang, tubuhnya sama sekali tidak terluka.Sunyi.Semua orang terpaku.Tatapan mereka tertuju pada satu titik, dipenuhi ketidakpercayaan.Apa yang baru saja terjadi?Dia… melompat dari motor?Di kecepatan lebih dari tiga ratus kilometer per jam?Dan masih bisa mendarat tanpa cedera?Nalar mereka menolak menerima kenyataan di depan mata.Bahkan lebih dari itu, Harris tampak santai, seolah semua barusan hanyalah gerakan biasa.Tak seorang pun mampu berkata apa-apa.Kirana akhirnya menghela napas panjang. Bahunya sedikit turun, ketegangan di wajahnya perlahan mereda. Ia tahu Harris kuat, namun tidak pernah menyangka sekuat ini.Di sa

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 238

    NGOOOONG—-!Kawasaki Ninja H2R itu meraung lebih liar dan kembali berakselerasi, menebas lintasan dengan gelombang angin kencang.Tiga ratus sepuluh.Tiga ratus dua puluh.Lalu akhirnya—Tiga ratus dua puluh lima kilometer per jam.Setelah menyentuh angka tersebut, jarum kecepatan berhenti naik. Seluruh bodi motor mulai bergetar halus, mengeluarkan suara berat seolah mesin sedang dipaksa melampaui batas.Harris langsung memahami, inilah batas maksimum kendaraan ini. Ia pun berhenti memaksa laju motor dan mencoba menurunkan kecepatan.Namun… saat ia mengendurkan gas, tidak ada respons. Ia mengganti gigi, tetap tidak ada perubahan. Ia menekan rem namun tidak bereaksi.Motor itu menolak berhenti.Sorot mata Harris langsung menajam.Apakah ia merusak kendaraan ini? Pikiran itu muncul sesaat, namun segera ia singkirkan.Kerusakan mekanis tidak mungkin muncul dengan pola seaneh ini. Ini bukan kerusakan alami—sabotase.Dalam sekejap, satu wajah muncul di benaknya. Pria pendek, gemuk, berminy

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 189

    Kayla langsung berdiri. “Jaga bicaramu!”Namun Arkan hanya tertawa sinis. “Menarik sekali. Perguruan Bela Diri Amethys sekarang sampai harus menjual harga diri demi pria seperti ini?”Mata Harris menyipit, udara di sekitar meja berubah.Wajah Nadira memucat. Urat di jemarinya menegang. “Aku tidak—”

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 185

    Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 183

    Tak lama kemudian, Harris membantu Keira naik ke lantai atas. Kondisi Kepala keluarga Adhyra ternyata jauh lebih sederhana dibandingkan Fisik Sembilan Bara Primordial milik Keira. Dengan penyaluran energi spiritual yang stabil, pernapasan pria tua itu kembali normal. Wajahnya yang pucat berangsur p

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 165

    Di aula keluarga Nasution, suasana membeku total. Semua orang terpaku. Mulut mereka terbuka, tetapi tidak ada suara yang keluar.Kepala keluarga Arkana menghormati Harris Gunawan?Bahkan mengatakan dirinya tidak layak menjadi temannya?Bagaimana mungkin?Dari ujung sambungan telepon, suara Arman ke

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status