Share

Bab 66

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2025-12-04 21:38:04

Liora menutup map catatan perlahan. “Togar tidak dikendalikan secara penuh sejak awal, dia diaktifkan dengan ritusl,” ucapnya tanpa nada, seolah sedang membaca hasil autopsi dingin.

“Aktivasi gagal,” Harris menambahkan datar. “Itulah kenapa darahnya hidup.”

Liora mengangguk. “Qi Iblis yang kita lihat pada Togar bukan berasal dari tubuhnya sendiri. Itu dari ritual liontin terakhir.”

Harris diam beberapa detik, mendengarkan suara rumah tua itu, gemeretak kecil dari kayu, angin yang masuk lewat ve
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 225

    Namun Harris menjawab datar. “Tidak bisa.”Senyum itu membeku, mata Arman langsung menggelap. “Aku sudah berlutut, aku sudah membunuh. Mengapa kau tak menyembuhkanku? Atau kau sebenarnya tak mampu?”Nada suaranya mengandung ancaman.Harris mencibir. “Luka sepele seperti itu? Aku bisa menyembuhkannya dalam setengah jam.”“Lalu kenapa kau tidak melakukannya?” Arman bertanya dengan kesal.Harris berkata datar, namun sorot matanya semakin dingin. “Karena aku tidak mau.”Arman tertegun, wajahnya berubah merah.Harris tersenyum tipis. “Aku hanya bilang bisa menyembuhkan. Aku tak pernah berjanji akan melakukannya. Semua yang kau lakukan hanya anganmu sendiri.”BAAM!Arman membeku, kemarahan meledak di matanya. “Kau… mempermainkanku?!”Harris menatapnya dingin. “Ya, bisa dibilang begitu.”Semua orang tersedak.Ia mempermainkan Grandmaster setengah langkah secara terang-terangan?!Benar-benar gila!Namun Harris sudah memutuskan sejak awal. Ia melihat niat membunuh tersembunyi di mata Arman. Ti

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 224

    Namun Arman mengabaikan mereka, fokusnya kembali pada Harris. Ekspresinya berubah. “Hah?” Ia menatap tajam. “Menarik… bocah, kau bahkan tidak mundur selangkah pun menghadapi auraku. Kau punya kemampuan.”Aura menekan Arman Arkana sama sekali tidak menggoyahkan Harris.Tubuhnya berdiri tegak seperti tiang baja, tak bergeser setapak pun. Namun sorot matanya berubah dingin.Ia menoleh ke arah Reynard yang pucat, masih ditopang Kirana dan Bianca. Raut wajahnya mengeras. Upaya Reynard tadi untuk melindunginya jelas menambah rasa hormat Harris. Kini pria itu justru terluka akibat tekanan Arman.Harris tidak akan mengabaikan ini. Hari ini, Arman sudah masuk daftar targetnya.Sementara itu Arman tidak menyadari perubahan suasana. Melihat Harris diam saja, amarahnya melonjak. “Bocah! Aku bicara padamu! Kau tuli?!”Harris akhirnya menoleh. Ia menarik napas pelan, lalu berkata dengan suara datar. “Dalam satu menit, kau akan berlutut di hadapanku, meminta maaf pada Paman Reynard. Dalam tiga menit

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 223

    Harris menjawab datar. “Benar.”Satu kata sederhana.Harris melangkah mendekat, Pedang Palung Merah menggantung di tangannya. “Barusan kau lolos. Aku ingin lihat, apakah keberuntunganmu ada di kedua kalinya?”Aura membunuh menguar dari tubuhnya.Wusss—Udara bergetar tipis. Semua orang merinding, jantung mereka seperti meloncat ke tenggorokan.Namun tepat saat itu, sebuah suara tua menggema keras di seluruh aula.“Beraninya kau, bocah!”Bentakan keras itu mengguncang seluruh aula.Brak!Pintu utama terbuka lebar. Para anggota keluarga Arkana otomatis menyingkir, membentuk jalur. Seorang lelaki tua berjubah abu-abu berjalan masuk perlahan. Wajahnya penuh keriput, namun sorot matanya tajam, napasnya stabil, aura yang dipancarkan begitu berat.Damian langsung tersentak. “Leluhur… Anda?”Reynan di sudut ruangan ikut gemetar, tubuhnya menegang tanpa sadar.Orang tua itu adalah Arman Arkana.Usianya lebih dari dua abad. Tingkat kultivasinya sudah menyentuh setengah langkah Grandmaster, jauh

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 222

    Kartu tersembunyi keluarga Arkana akhirnya muncul.Pria berjubah gelap itu sejak awal dipelihara secara diam-diam oleh keluarga Arkana sebagai senjata pembunuh. Spesialisasinya jelas, menyelinap, menunggu, lalu menghabisi target dalam satu momen mematikan. Level kekuatannya bahkan tak kalah dari kepala keluarga sendiri.Dan yang paling mengerikan, mereka semua berada di Fase Fondasi tingkat akhir.Sejak awal, Damian memang tidak hanya membawa elit keluarga Arkana. Ia juga sudah menyiapkan kartu pamungkas ini untuk menunggu di balik bayangan.Artinya, keluarga Arkana tidak datang dengan lima ahli Fase Fondasi.Mereka membawa enam.Satu orang sudah bersembunyi lama di aula keluarga Adiwangsa, menunggu kesempatan. Inilah alasan Damian tetap memerintahkan lima ahli menyerang langsung meski tahu tiga puluh enam elit mereka tak mampu mengimbangi Harris.Semua itu hanya umpan.Tujuan sebenarnya membuka celah, lalu menghabisi Harris dalam satu tusukan fatal.Damian menyeringai puas dalam hati

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 221

    Di sudut ruangan, Kirana bersama Reynan dan Bianca langsung mundur. Wajah mereka pucat, mata penuh keterkejutan.Hanya dari aura saja sudah membuat mereka hampir tak sanggup berdiri. Jika benar-benar bertarung, kekuatan mereka pasti jauh lebih mengerikan.Tak jauh dari sana, senyum sinis muncul di bibir Damian. Tatapannya dingin dan penuh niat membunuh.Dia tahu Harris kuat, fakta bahwa Harris menahan Pukulan Dominion sudah cukup membuktikan itu. Karena itulah dia pergi tadi untuk mengumpulkan seluruh elit keluarga Arkana.Sekarang, mangsanya sudah terjebak.Namun reaksi Harris jauh di luar dugaan. Ia berdiri santai, menatap kerumunan itu seolah sedang menilai barang dagangan.“Keluarga Arkana, keluarga kultivator kelas menengah. Sayang sekali, setelah hari ini, kalian akan lenyap.” Nada suaranya datar, namun ucapannya seperti vonis.Semua orang tertegun.Damian langsung murka. “Kau mau menghancurkan keluarga Arkana? Bermimpilah! Aku ingin melihat kau masih bisa bicara saat berlutut!”

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 220

    “Keluarga…?” Suara Harris rendah.Itu titik sensitifnya.Damian tetap mengancam. “Bebaskan dia! Atau seluruh keluargamu mati!”Krek!Suara tulang patah kembali terdengar.Semua orang menoleh.Harris mencekik leher Sebastian, lalu mematahkannya.Sunyi total.Tubuh Sebastian lemas dengan mata terbelalak.Harris melemparkannya ke depan Damian.Bruk!Tubuh itu jatuh tepat di kakinya.“Karena kau menginginkannya, aku kembalikan anakmu.” Suaranya Arka terdengar sangat tenang.Seluruh aula membeku.Hari pertunangan berubah menjadi hari kematian.Damian terpaku, lalu berlutut di samping mayat anaknya. “Nak! Bangun!”Tak ada jawaban.Dia mengangkat kepala, matanya memerah penuh kebencian. “Kau membunuh anakku!”Harris tetap tenang. “Yang membunuh, akan dibunuh.”Damian tertawa marah. “Bagus… bagus sekali!”Namun dia tidak menyerang.Dia mengangkat tubuh anaknya. “Keluarga Arkana, pergi.”Beberapa orang ragu. “Tuan, kita biarkan saja?”“Aku bilang pergi!”Dia berjalan keluar.Saat melewati Har

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 187

    “Kalau mereka datang, bagus. Aku akan memusnahkan mereka!”Darion dan Bram menatapnya dengan wajah pucat. Mereka mempertimbangkan kemungkinan yang tak pernah terlintas, bahwa pria ini benar-benar mampu.Keringat dingin bercampur ketakutan membuat tubuh mereka gemetar.“Si… siapa sebenarnya kau?”“H

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 186

    Darion terdiam sesaat, lalu ia meledak tertawa. “Dengar itu, Tetua Kedua? Bocah ini menyuruh kita bunuh diri!”Bram ikut tersenyum mengejek. “Hebat sekali! Kakiku sampai gemetar ketakutan!”Tawa mereka menggema.Harris tak menanggapi, oa berjongkok di depan Reno. “Bertahan, aku obati dulu.”Ia memb

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 185

    Namun saat itu, telinganya menangkap suara sangat pelan dari arah kamar mandi.Ia tersenyum miring. “Ah… jadi masih ada satu lagi.”Ia menatap Reno dengan mata dingin. “Kalau kau tak patuh, aku akan membunuh orang tuamu. Dan adikmu yang bersembunyi di kamar mandi.”Ia tertawa pelan. “Berapa umurnya

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 184

    Kediaman keluarga Kurniawan.Rumah itu sederhana, Ayah Reno pekerja pabrik dan Ibunya operator jalur perakitan. Hidup mereka pas-pasan namun cukup untuk membesarkan dua anak.Kini aula rumah itu kacau, perabot terbalik dan darah berceceran. Kedua orang tua Reno terbaring tak sadarkan diri di lantai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status