LOGINSaat melihat sosok Lin Chen berdiri di depan sana, kedua pemuda langsung melesat ke arahnya.
"Tolong kami, Senior!" Teriak panik salah satu pemuda. Namun Lin Chen hanya berdiri dan melihat mereka mendekat. Dia tidak tahu apa masalah mereka. Dan dia tidak ingin terlibat kedalam konflik merekaBomm! Bomm! Ledakan menggema dan mengguncang udara. Lebih dari 50 kultivator melepaskan serangan ke arah Gerbang Klan Lin dengan berbagai serangan. Semuanya bercampur menjadi gelombang penghancur. Namun Formasi pelindung hanya bergetar ringan. Riak cahaya menyebar dan menelan semua serangan itu. Pria paruh baya langsung terkejut. "Mustahil." Ucapnya. "Formasi ini tidak mungkin sekuat ini." Tambahnya. Lin Chen tersenyum tenang dan menatap semua musuh. "Kalian selesai menyerang?" Tanyanya. Tidak ada yang menjawab. Lin Chen kembali membuka mulut. "Kalau sudah selesai." "Giliranku." Ucapnya. Whush... Aura Dewa Emas bintang 9 meledak keluar. Ledakan aura mengguncang udara. Langit berubah redup. Lebih dari 50 kultivator langsung berubah raut wajah. "Dewa Emas bintang 9!" Teriak salah 1 pria. "Bagaimana mungkin?" Ucap pria lain. Lin Chen tidak menjawab. Dia hanya melambaikan lengan bajunya. Bomm! Gelombang Energi Qi langsung menyap
Setelah semuanya selesai, Lin Chen meninggalkan Paviliun dan pulang ke Klan Lin.Lin Chen tetap duduk tenang dan Kereta kuda mulai bergerak meninggalkan Paviliun Merak Langit.Yu Jing mengendalikan kuda dengan tenang.Ren Die duduk di sampingnya dan sesekali melihat jalan utama Kota Giok.Suasana terlihat tenang.Namun tidak lama kemudian Ren Die membuka mulut."Tuan."Panggilnya."Silakan."Jawab Lin Chen dari dalam kereta."Ada banyak orang mengikuti kita."Ucap Ren Die.Yu Jing ikut mengangguk."Aku juga merasakan aura mereka.""Ada yang berasal dari Dewa Emas bintang 5.""Ada juga Dewa Emas bintang 7."Tambahnya.Lin Chen menuangkan secangkir Arak Kehidupan dan meminumnya."Biarkan saja."Jawabnya tenang.Yu Jing sedikit terkejut."Tuan tidak khawatir?"Tanyanya."Mereka hanya ingin memastikan siapa pembeli Buah Abadi."Jawab Lin Chen."Selama mereka belum bertindak, abaikan."Lanjutnya."Baik Tuan."Jawab Yu Jing.Kereta kuda terus bergerak.Di sisi lain jalan.Lebih dari 30 kult
Item-item yang dilelang itu adalah senjata, pil obat, teknik kultivasi, dan bahan langka mulai dilelang.Namun Lin Chen tetap tidak bergerak.Waktu berlalu hingga sesi pertama berakhir.Pria tua itu tersenyum."Selamat kepada semua pembeli.""Dan sekarang kita memasuki sesi kedua."Ucapnya.Item yang muncul mulai lebih berharga.Harga awal juga meningkat drastis.5.000 koin emas.8.000 koin emas.12.000 koin emas.Bahkan ada item yang mencapai 30.000 koin emas.Ren Die mulai terkejut."Pelelangan ini benar-benar menghabiskan banyak uang."Ucapnya.Yu Jing tertawa kecil."Orang-orang kaya memang berbeda."Jawabnya.Lin Chen tetap tenang.Perhatiannya hanya tertuju pada daftar item terakhir.Satu jam berlalu dan lelang sesi kedua akhirnya selesai.Pria tua di atas panggung mengambil napas panjang.Kemudian senyum di wajahnya menjadi lebih lebar."Sekarang kita memasuki sesi terakhir."Ucapnya.Kalimat itu langsung menarik perhatian banyak orang.Suasana aula berubah lebih serius.Semua
6 bulan kemudian.Setelah 6 bulan berlalu, perubahan besar kembali terjadi di Klan Lin.Di mana Lin Chen dan semua orang menerobos lagi.Tapi Lin Chen hanya menerobos hingga Dewa Hitam bintang 5 tahap sempurna.Adapun Yu Jing, Lian Hua dan 50 Murid yang lain, mereka menerobos hingga Dewa Emas bintang 7 tahap sempurna.Sedangkan ke 150 Murid baru itu menerobos ke Dewa Emas bintang 3 hingga bintang 4.Hal itu membuat semua orang sangat bersemangat.Bagaimana tidak?Mereka baru 6 bulan mengikuti Lin Chen.Tapi pemuda itu membuat mereka menerobos dari bintang 1 hingga bintang 3 dan 4.Bahkan di Sekte pun mereka tidak mendapatkan kesempatan itu.Selain itu, dia juga memberikan teknik yang lebih baik dari yang mereka miliki.Sehingga kemampuan semua orang meningkat drastis.Sore harinya, Lin Chen sedang menikmati Arak Kehidupan di Halaman Belakang.Tapi ketenangannya itu terganggu dengan kedatangan Yu Jing."Tuan, Ada undangan pelelangan untuk Tuan."Yu Jing melapor dan memberikan undangan.
Mendengar kalimat itu, Yu Jing dan Lian Hua langsung merasa lega. "Terima kasih Tuan." Ucap keduanya bersamaan. Namun Lin Chen kembali bertanya. "Berapa jumlah mereka sekarang?" Tanyanya. Yu Jing segera menjawab. "150 orang." Lin Chen sedikit terkejut. "150 orang?" Ulangnya. "Benar Tuan." Jawab Yu Jing. "80 orang berasal dari Sekte Gunung Pedang." "70 orang berasal dari Sekte Lembah Perawan." Tambah Lian Hua. Lin Chen tersenyum tipis. Jumlah itu jauh lebih banyak dari perkiraannya. Namun baginya itu bukan masalah. Bahkan dia memang berencana membangun kekuatannya sendiri. Kehadiran 150 orang justru membantu rencananya. "Bagaimana karakter mereka?" Tanyanya.
Lin Chen kemudian membentuk mereka menjadi 2 Regu. Tujuan awal dia membeli mereka adalah karena hal itu. Regu 1 dipimpin oleh Yu Jing, sedang Regu 2 dipimpin oleh Lian Hua. Setelah pembentukan Regu selesai, Lin Chen memberikan cincin penyimpanan pada kedua Kedua Regu itu. Dia menyuruh mereka membagikannya dan meningkatkan kekuatan. Dia juga memberitahu mereka kalau dia memiliki 2 orang anak. Satu perempuan dan satunya laki-laki. Setelah semuanya selesai, mereka membubarkan diri dan meninggalkan Lin Chen sendirian. "Entah seperti apa perubahan kedua anak ini." Lin Chen juga bangkit dan meninggalkan Aula Utama. Dia pergi ke rumah Utama dan langsung ke Dunia Jiwa. Setibanya di sana, pemuda ini masuk ke Aula Utama untuk mencari kedua anaknya. "Ayah." Dan benar saja. Lin Yao dan Li
Di Istana Dewa Galaksi. Whush... Robekan ruang juga terbentuk di sana dan sosok Lin Chen muncul di depan Istana. Dari jauh, dia melihat Istana itu dijaga ketat oleh prajurit dan puluhan Naga raksasa. Kemunculannya langsung menarik perhat
Di Kota Langsa.Whush... Whush...Lin Chen dan Ketua Mao muncul di atas Kota itu.Lin Chen kemudian menyapu pandangannya dan mencari telik sandi musuh."Kalian berada di sana rupanya."Gumamnya tersenyum."Laporkan pada Jenderal yang memimpin pasukan Siluman.""Aku memberinya waktu hingga besok pag
Sementara itu di Gerbang Barat.Bomm Bomm!Ledakan demi ledakan juga menggema di sana.Di mana Lin Chen telah membunuh para Jenderal dan Komandan Iblis.Sehingga saat ini yang tersisa hanyalah pasukan biasa tanpa komando."Kaisar Es Membekukan Langit!"Di saat pasukannya bertempur dengan pasukan Ib
Whush...Lin Chen melesat menembus langit malam seperti seberkas cahaya biru.Kecepatannya begitu tinggi hingga awan-awan di jalurnya terbelah menjadi dua.Di bawahnya, pegunungan, sungai, dan hutan silih berganti dilewati dalam waktu singkat.Menurut laporan telik sandi, kelompok pasukan berikutny







