Share

Bab 138

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-07-08 21:15:02

Pagi itu, salju masih turun pelan menutupi halaman Kastil Rudwick. Di depan kastil, rombongan kekaisaran sudah bersiap untuk berangkat. Para ksatria berdiri rapi, sementara kereta kekaisaran menunggu di depan tangga utama. Para pelayan sibuk menyiapkan semuanya, tetapi suasana tetap tenang.

Carsein berdiri di depan kereta sambil menatap Laticia. Wanita itu mengenakan mantel putih tebal dan berdiri beberapa langkah darinya. Di sisi lain, Pricilla sudah lebih dulu naik ke dalam kereta dengan bant
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 140

    Dan Lereg berhenti bertanya.Tangannya menarik kain gaun ke pinggang. Laticia mengangkat pinggulnya secara naluriah, membantunya, dan kain sutra itu berkerut di perutnya. Lereg menatap paha-pahanya yang terbuka kulit pucat yang berkilau oleh cahaya api perapian, otot-ototnya yang sedikit tegang karena dingin dan keinginan."Buka," desah Laticia, suaranya tidak lagi seperti ratu.Seperti wanita yang menginginkan sesuatu dan tidak malu untuk mengatakannya. Lereg tidak menunggu untuk diperintah dua kali.Sabuk terbuka. Kancing-kancing terlepas. Kain celana meluncur ke lantai ruang kerja dengan suara lembut, dan ia kembali menindih Laticia dengan tubuh yang kini setengah telanjang kulitnya yang hangat menempel di kakinya yang terbuka.Laticia mendesah."Ini..." bisiknya, matanya memejam. "Sial."Lereg mendorong masuk.Laticia nyaris berteriak tangannya mencengkeram sandaran sofa hingga kain pelapisnya berkerut. Lereg menutup mulutnya dengan ciumannya, menelan suara-suara yang keluar dari

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 139

    Badai salju datang tanpa peringatan.Angin menderu di luar tembok kastil seperti gerombolan serigala yang mengaum meminta masuk. Salju menumpuk di ambang jendela, menghalangi cahaya matahari, dan suhu turun begitu drastis hingga embun membeku di bagian dalam kaca.Selama dua hari pertama, tidak ada seorang pun yang keluar.Pedagang tidak datang. Kurir tidak melewati jalanan. Desa-desa di lembah menyalakan api unggun di tengah rumah mereka dan berdoa agar persediaan kayu cukup. Wilayah itu sepi, bukan sepi yang damai, melainkan sepi yang berat. Sepi yang membuat dinding-dinding kastil terasa semakin sempit."Badai seperti ini memang sering terjadi di musim ini," kata Lereg suatu pagi, berdiri di depan jendela ruang kerjanya dengan secangkir teh yang masih mengepul. "Biasanya berlangsung tiga sampai lima hari. Kadang lebih."Laticia duduk di sofa di belakangnya, selimut bulu domba melingkari bahunya."Kau tidak khawatir?" tanyanya.Lereg menoleh, dan senyumnya pelan."Tentang badai?""T

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 138

    Pagi itu, salju masih turun pelan menutupi halaman Kastil Rudwick. Di depan kastil, rombongan kekaisaran sudah bersiap untuk berangkat. Para ksatria berdiri rapi, sementara kereta kekaisaran menunggu di depan tangga utama. Para pelayan sibuk menyiapkan semuanya, tetapi suasana tetap tenang.Carsein berdiri di depan kereta sambil menatap Laticia. Wanita itu mengenakan mantel putih tebal dan berdiri beberapa langkah darinya. Di sisi lain, Pricilla sudah lebih dulu naik ke dalam kereta dengan bantuan para pelayan karena kehamilannya. Laticia melihat semua itu, tetapi wajahnya tetap tenang, seolah tidak lagi peduli.Tak lama kemudian, Carsein berjalan mendekati Laticia dan berhenti tepat di depannya. Angin dingin berembus pelan, sementara keduanya hanya saling diam."Lati."Laticia mengangkat pandangannya perlahan."Ya, Yang Mulia?"Carsein menghela napas pelan. Entah mengapa, setiap kali Laticia memanggilnya dengan sapaan formal seperti itu, ia selalu merasa jarak di antara mereka bertam

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 137

    Keheningan jatuh di antara mereka. Namun kali ini bukan keheningan yang canggung. Ia mengandung sesuatu yang lebih berat, sesuatu yang berdenyut di udara seperti petir yang menunggu untuk menyambar.Laticia tidak melepas tangan Lereg. Sebaliknya, ia menariknya perlahan.Sangat dekat hingga dada mereka hampir bersentuhan. Lereg menelan ludah. Ia bisa mencium aroma kulit Laticia campuran dari sesuatu yang lebih alami, lebih murni. Sesuatu yang membuat ia tak kuasa menahan diri lebih dari ini."Laticia..." bisiknya, namun tidak ada kata-kata yang mengikuti.Karena Laticia sudah menciumnya lagi.Kali ini bukan kelembutan. Ada kelaparan di sana dan sesuatu yang tersembunyi terlalu lama di balik mahkota dan tanggung jawab dan pernikahan yang dingin. Bibirnya menekan dengan urgensi yang membuat Lereg tersentak. Desahan yang keluar dari tenggorokan Lereg terdengar hampir seperti rintihan.Tangannya yang tadinya bertumpu di sisi pohon kini bergerak sendiri.Menyentuh leher Laticia, jari-jariny

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 136

    Laticia tidak menjawab. Ia hanya memandang Carsein beberapa detik, kemudian kembali mengalihkan tatapannya kepada hamparan mawar yang bermekaran di balik dinding kaca.Sikap itu sudah menjadi jawaban.Carsein akhirnya berbalik. Bersama Pricilla, ia meninggalkan rumah kaca tanpa mengucapkan sepatah kata lagi dan pintu kaca tertutup perlahan di belakang mereka.Suara langkah kaki keduanya semakin menjauh, hingga akhirnya benar-benar menghilang, menyisakan keheningan panjang di tengah rumah kaca yang dipenuhi aroma mawar.Di meja makan itu kini hanya tinggal dua orang. Laticia yang masih memandang bunga-bunga.. Dan Lereg yang sejak awal memilih diam, menyaksikan seluruh pertengkaran itu tanpa sekali pun ikut campur.Ia tahu. Kadang-kadang, luka yang paling dalam bukanlah luka yang membuat seseorang menangis. Melainkan luka yang membuat seseorang mampu tersenyum sambil mengatakan kebenaran yang paling menyakitkan.Lereg memecah keheningan lebih dahulu."Apakah kau ingin aku meminta dapur

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 135

    Kalimat itu meluncur begitu saja dengan pelan dan lembut. Tanpa sedikit pun nada meninggi, tapi karena disampaikan dengan begitu tenang, seluruh isi rumah kaca seakan kehilangan suara.Tangan Pricilla yang semula bertumpu di atas meja perlahan menegang. Senyumnya menghilang dan wajahnya yang semula merona kini berubah pucat sedikit demi sedikit. Ia tentu mengerti jika Laticia tidak sedang berbicara tentang sepotong steik. Wanita itu sedang berbicara tentang Carsein.Ema yang berdiri di belakang Laticia spontan menundukkan kepalanya lebih dalam, berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya. Bahkan beberapa pelayan yang sedang menuangkan minuman ikut menghentikan gerakan mereka sesaat.Sementara Lereg yang duduk tidak jauh dari sana perlahan mengangkat pandangan. Tatapannya bergantian mengarah kepada Laticia, kemudian Pricilla, tetapi ia memilih tetap diam.Carsein sendiri tampak membeku.Pricilla menarik napas pelan. Ia berusaha mempertahankan ketenangan yang mulai runtuh."Yang Mu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 56

    Nada suaranya tenang. Tidak terdengar kecewa ataupun menyindir. Tapi berhasil membuat Carsein perlahan menghentikan gerakan tangannya dan menatap wanita di depannya lebih lama.Tatapan matanya bergerak pelan pada wajah Laticia yang terlihat begitu tenang di bawah cahaya lampu keemasan ruang santai

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 50

    Carsein menatap Laticia cukup lama tanpa mengatakan apa pun. Tatapan mata birunya terlihat berat dan tajam, seolah sedang menahan sesuatu yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya.Sementara itu, Laticia tetap duduk tenang di sampingnya. Wanita itu bahkan tidak terlihat gentar sedikit pun meski d

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 49

    Carsein menghela napas panjang pelan seolah sedang menahan kesabarannya sendiri. Tatapan matanya tetap tertuju pada Laticia yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan ekspresi tenang seperti biasa.“Apakah sekarang kau senang memperbesar masalah?” Nada suaranya rendah, namun cukup membuat seluruh ru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 47

    Melisa terlihat ragu.Wanita itu berdiri beberapa langkah dari meja kerja sambil menggenggam jemarinya sendiri pelan. Tatapan matanya tidak lepas dari wajah Laticia yang sejak tadi terlihat terlalu tenang setelah percakapannya dengan sang kaisar.Melisa merasa semakin khawatir karena dirinya mengen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status