分享

Bab 146

作者: Lalapoo
last update publish date: 2026-07-10 23:44:32

Suasana Istana Kekaisaran sudah tidak lagi setenang biasanya.

Sejak Ratu meninggalkan ibu kota menuju Utara, istana seolah kehilangan porosnya. Para pejabat masih menjalankan tugas masing-masing, para pelayan tetap berlalu-lalang di sepanjang koridor, dan sidang kerajaan tetap berlangsung sebagaimana mestinya. Namun semua orang merasakan satu hal yang sama, setiap hari keadaan semakin kacau.

Tumpukan laporan memenuhi meja kerja kaisar. Dokumen yang biasanya selesai diperiksa dalam hitungan jam
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (8)
goodnovel comment avatar
bakso mercon
ha..ha .itu yg kamu ingin kaisar.makan tuh selir busuk tercinta mu.mau muntah darah siapa yg perduli!!
goodnovel comment avatar
Sharira Nalanda
update lanjutannya jangaan lama2 thor
goodnovel comment avatar
Rina Damayanti
bagus ulet bulu komporin teroooosss biar puyeng tu kaisar....
查看全部評論

最新章節

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 172

    Malam itu, Carsein tidak dapat memejamkan mata. Ucapan Pricilla terus berputar di dalam benaknya. Berkali-kali ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa Laticia tidak mungkin melakukan hal yang melanggar kehormatannya sebagai seorang ratu. Ia mengenal perempuan itu lebih baik daripada siapa pun.Namun setiap kali keyakinan itu mulai muncul, bayangan yang ia lihat di taman kembali menghantuinya. Laticia dan Lereg duduk berhadapan, makan malam bersama. Bahkan Laticia sempat tersenyum.Senyum yang sudah sangat lama tidak pernah ia tunjukkan kepadanya. Carsein menghela napas kasar. Ia bangkit dari kursinya, berjalan menuju jendela ruang kerjanya, lalu memandang halaman istana yang masih diterangi cahaya obor."Mustahil..." gumamnya pelan. "Laticia bukan wanita seperti itu."Akan tetapi, keraguan yang telah ditanamkan Pricilla perlahan menggerogoti pikirannya. Bagaimana jika selama berada di Utara, hubungan mereka benar-benar berubah? Bagaimana jika Laticia tidak lagi memiliki tempat untuknya di

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 171

    Langit malam menyelimuti taman Istana Kekaisaran dengan cahaya bulan yang lembut. Di sebuah gazebo yang menghadap danau, Laticia dan Lereg duduk berhadapan. Di atas meja kayu terbentang beberapa laporan, peta wilayah, serta catatan mengenai distribusi pangan dan persediaan senjata.Makan malam yang tersaji di antara mereka hanyalah pelengkap. Sejak tadi, pembicaraan keduanya tidak pernah keluar dari urusan pemerintahan."Kalau kementerian logistik tidak mampu memenuhi tenggat tujuh hari, gudang di Utara bisa menjadi cadangan terakhir," ujar Lereg sambil menunjuk salah satu titik pada peta.Laticia menggeleng pelan."Jangan." Lereg mengangkat pandangan. "Mereka harus belajar bertanggung jawab atas pekerjaannya sendiri. Kalau Utara terus membantu, mereka tidak akan pernah berubah."Lereg tersenyum tipis."Kalau begitu aku akan menunggu keputusanmu."Belum sempat Laticia menjawab, suara langkah kaki terdengar semakin mendekat.Bruk.Carsein berhenti tepat di depan gazebo. Tatapannya lang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 170

    Tatapannya kembali beralih kepada para pejabat."Mulai hari ini, setiap kementerian bertanggung jawab penuh atas bidangnya masing-masing. Besok pagi, aku ingin kalian kembali ke ruangan ini.""Bukan membawa daftar masalah. Tetapi membawa rencana, solusi, dan waktu pelaksanaannya."Ia berhenti sejenak, memastikan setiap orang mendengar ucapannya dengan jelas."Siapa pun yang datang dengan alasan, tanpa penyelesaian, lebih baik menyerahkan jabatannya hari itu juga."Suara Laticia menggema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Tak seorang pun memiliki keberanian untuk membantah.Baru hari itu mereka benar-benar menyadari bahwa Ratu Laticia telah kembali. Namun perempuan yang kini berdiri di hadapan mereka bukan lagi sosok yang diam-diam membereskan semua kekacauan dari balik layar.Ia akan memastikan setiap orang yang menyandang jabatan di Kekaisaran Ascham benar-benar layak berada di kursinya. Dan bagi mereka yang tidak mampu Laticia sendiri yang akan menying

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 169

    Ucapan Laticia membuat tak seorang pun bergerak dan tak seorang pun mengangkat kepala. Beberapa saat kemudian, Jenoch melangkah maju lebih dulu. Ia berlutut di hadapan Laticia, diikuti para kesatria dan seluruh pelayan yang berada di aula."Kami bersumpah akan tetap berada di sisi Yang Mulia.""Sampai akhir."Suara itu disusul oleh yang lain hingga memenuhi seluruh aula."Kami bersumpah setia kepada Yang Mulia Ratu."Sudut bibir Laticia terangkat membentuk senyum tipis. Permainan telah dimulai. Dan kali ini ia tidak akan menghadapinya sendirian.***Keesokan paginya, aula rapat Kekaisaran Ascham kembali dipenuhi para pejabat tinggi, menteri, panglima, dan para bangsawan yang memiliki kedudukan penting di pemerintahan.Suasana ruangan jauh lebih tegang dibanding biasanya. Semua orang mengetahui bahwa untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menghilang dari ibu kota, Ratu Laticia akan kembali menghadiri sidang kekaisaran.Di kursi utama, Carsein duduk dengan wajah serius. Di sisi ka

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 168

    Pricilla mengepalkan kedua tangannya di balik lengan gaunnya. Semakin lama, ia merasa Laticia perlahan kembali mengambil sesuatu yang selama ini ia yakini telah menjadi miliknya.Perhatian Carsein, kepercayaan Carsein. Bahkan kini harga diri Carsein sendiri. Sementara itu, Laticia yang masih berdiri di balik pintu Istana Ratu mendengar samar percakapan tersebut. Namun wajahnya tetap tenang. Tidak ada sedikit pun perubahan dalam ekspresinya.Ucapan Carsein tidak lagi mampu menggoyahkan hatinya. Yang ia nilai sekarang bukanlah kata-kata. Melainkan tindakan.Di sisi lain, Carsein terus melangkah menyusuri koridor utama hingga seorang asistennya segera menghampiri dan membungkukkan badan."Yang Mulia."Carsein menghentikan langkahnya."Panggil seluruh pejabat istana."Asisten itu mengangkat kepala."Termasuk para bangsawan yang terlibat dalam urusan pemerintahan beberapa bulan terakhir."Mata sang asisten membelalak."Yang Mulia... maksud Anda...""Kita akan mengadakan rapat." Nada suara

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 167

    Langkah Carsein terhenti. Koridor utama istana yang semula hanya dipenuhi suara langkah kaki para pelayan kembali diliputi keheningan. Cahaya matahari sore yang masuk melalui jendela-jendela tinggi memantulkan warna keemasan di lantai marmer, tetapi kehangatan itu sama sekali tidak mampu mengurangi jarak yang kini terbentang di antara keduanya.Carsein menatap Laticia tanpa berkedip. Selama beberapa saat, ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Dahulu, setiap kali ia membutuhkan sesuatu, Laticia akan langsung mengerti bahkan sebelum ia mengatakannya. Tidak pernah ada penolakan. Tidak pernah ada syarat. Perempuan itu selalu menyelesaikan semuanya dengan tenang, seolah memang itulah tugasnya sebagai seorang ratu.Namun sekarang Laticia tidak lagi berdiri di hadapannya sebagai wanita yang akan menerima semua permintaannya begitu saja.Ia telah berubah dan perubahan itu begitu jelas hingga Carsein tidak bisa lagi berpura-pura tidak menyadarinya."Aku tahu," ucapnya akhirnya dengan su

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 27

    Carsein menatap Laticia lama setelah percakapan mereka terhenti. Ruang kerja itu terasa begitu sunyi sampai suara napas keduanya terdengar jelas di tengah keheningan. “Aku tidak akan merugikanmu.” Akhirnya Carsein membuka suara.Nada bicaranya rendah dan berat, seolah dirinya sedang menahan sesuat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 5

    Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 4

    Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang d

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 3

    “Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status