LOGINCarsein terdiam.Kali ini, ia tidak memiliki jawaban yang bisa segera digunakan untuk membela dirinya. Angin dingin menyusup melalui celah jendela, tetapi ia hampir tidak merasakannya. Pikirannya masih tertuju pada Latici, pada sikap dingin perempuan itu, pada tatapannya yang tidak lagi menuntut apa pun darinya, dan pada kenyataan bahwa Laticia kini dapat berdiri di hadapannya tanpa menunjukkan sedikit pun rasa sakit.Dahulu, Carsein mungkin akan merasa lega melihat Laticia tidak membuat keributan.Sekarang, ketenangan itu justru membuatnya takut.Selena menundukkan kepala kembali.“Maaf, Yang Mulia. Saya seharusnya tidak mengatakan hal seperti itu.”Carsein menggeleng pelan. “Tidak. Kau tidak perlu meminta maaf.”Ia lalu menatap pintu yang sebelumnya dilewati Laticia. Setelah beberapa saat, Carsein melangkah masuk ke dalam istana, tetapi kali ini langkahnya tidak setegas sebelumnya. Selena mengikuti dari belakang, sementara para pengawal berjalan dalam jarak tertentu.Tidak ada seora
Nada bicaranya tetap tenang, tetapi kalimat itu membuat Carsein semakin sulit menjawab. Laticia dapat melihat bagaimana jemari pria itu mengepal samar di sisi tubuhnya. Ia tidak tahu apakah Carsein merasa bersalah, khawatir, atau hanya tidak mampu memahami sikap Laticia.Dahulu, jika Carsein membawa Pricilla ke hadapannya, Laticia pasti akan bertanya mengapa. Ia akan menuntut penjelasan, memaksa Carsein menyadari luka yang telah ditimbulkannya. Namun, sekarang, Laticia tidak lagi membutuhkan pengakuan dari pria itu.Ia tidak perlu bertanya mengapa Carsein memilih Selena.Ia hanya perlu melihat bagaimana Carsein melindungi perempuan tersebut, bagaimana ia berbicara dengan hati-hati, dan bagaimana tatapannya terus kembali kepada Selena seolah-olah takut sesuatu akan terjadi padanya.Semua itu sudah cukup.Laticia tersenyum tipis, kemudian berbalik untuk pergi. Di belakangnya, Carsein masih berdiri dalam keheningan, sementara Selena tetap menundukkan wajahnya dengan sempurna.Selena masi
Keesokan harinya, suasana di istana kembali berubah ketika kabar mengenai kedatangan Kaisar menyebar di antara para pelayan dan penjaga.Carsein akhirnya kembali ke ibu kota, tetapi kali ini ia tidak datang sendirian. Di belakang rombongan kereta kekaisaran, seorang perempuan berjalan dengan langkah hati-hati, dikelilingi oleh beberapa pengawal yang diperintahkan untuk menjaganya sepanjang perjalanan. Kedatangannya segera menarik perhatian orang-orang di halaman utama, menimbulkan bisikan yang menyebar dari satu sudut ke sudut lainnya."Kaisar tiba!""Kaisar sudah kembali!"Laticia sedang berada di koridor ketika mendengar suara itu sekaligus suara roda kereta berhenti di halaman. Ia tidak perlu bertanya siapa yang datang. Sejak pagi, ia sudah mengetahui bahwa Carsein akan kembali, dan ia juga tahu siapa yang akan dibawanya bersamanya.Namun, ketika akhirnya melihat sosok Kaisar turun dari kereta, diikuti oleh seorang perempuan bergaun sederhana dengan wajah yang menunduk, Laticia tet
Ruangan tersebut mendadak terasa lebih sunyi. Api kecil di perapian berderak, sementara angin sore menyentuh tirai jendela dan membuat kainnya bergerak perlahan. Laticia berdiri dengan tenang di balik meja, seolah-olah keputusan yang baru saja diucapkannya bukanlah sesuatu yang dapat mengubah nasib banyak orang.“Dia sendiri yang menyerahkan aset-aset itu kepadaku,” lanjut Laticia. “Dia yang datang membawa tawaran. Dia yang bersumpah akan memberikan semuanya jika aku bersedia menyelamatkan dirinya dan ayahnya. Jika Carsein mengetahui bahwa kekayaan keluarga Valcren telah berpindah tangan, siapa yang menurutmu akan menjadi orang pertama yang harus memberikan penjelasan?”Zion terdiam sebentar, lalu menjawab, “Pricilla.”“Benar.” Laticia tersenyum tipis. “Dia tidak bisa mengatakan bahwa aku mencurinya. Semua dokumen akan menunjukkan bahwa pemindahan itu dilakukan berdasarkan persetujuannya. Dia juga tidak bisa menyangkal bahwa dirinya telah menjadikan aset-aset tersebut sebagai pembayar
Pricilla menatap ayahnya melalui jeruji besi. Ada keraguan yang sejak tadi ia tahan, tetapi akhirnya tidak mampu lagi ia pendam.“Ayah, apakah Ratu benar-benar bisa melakukan segalanya?”Count Seymour mengangkat pandangan. Pertanyaan itu terdengar sederhana, tetapi ia tahu Pricilla tidak sedang membicarakan kemampuan Laticia sebagai seorang ratu. Ia ingin mengetahui seberapa besar pengaruh perempuan itu, seberapa jauh ia dapat bergerak, dan apakah benar Laticia mampu menyelamatkan Pricilla dari keputusan Carsein.Count Seymour menyandarkan punggungnya pada dinding batu sebelum menjawab dengan tenang, “Kaisar bahkan masih bisa bertahan di atas takhtanya sampai detik ini. Kau pikir itu karena siapa?”Pricilla terdiam.“Jangan mengira Carsein mempertahankan kekuasaannya hanya karena dia seorang Kaisar.” Tatapan Count Seymour mengeras. “Ada banyak orang yang ingin melihatnya jatuh. Ada banyak bangsawan yang menunggu kesempatan untuk menarik dukungan mereka. Namun, selama bertahun-tahun, R
Pricilla terdiam.“Jangan mengira karena kau berhasil membuatnya menerima kesepakatan, kau sudah memegang kendali atas dirinya.” Count Seymour menurunkan suaranya. “Perempuan itu mungkin menerima aset-aset tersebut, tetapi bukan berarti dia akan melakukan segala sesuatu sesuai keinginanmu.”“Saya tahu.”“Tidak. Kau belum benar-benar memahaminya.” Count Seymour menggeleng. “Kalau kau memahaminya, kau tidak akan datang ke sini dengan wajah seperti itu.”Pricilla menundukkan pandangan. Ia tidak ingin mengakui bahwa perkataan ayahnya benar. Sejak awal, ia memang mengira Laticia akan mudah diarahkan setelah mengetahui bahwa aset Valcren berada di bawah namanya. Pricilla berpikir bahwa kekayaan tersebut dapat menjadi tali yang mengikat sang ratu pada kesepakatan mereka.Namun, yang terjadi justru sebaliknya.Laticia telah mengambil seluruh aset itu tanpa memberikan kepastian yang benar-benar dapat dipegang Pricilla. Ia bahkan mengubah arah kesepakatan dan melibatkan Zion, lalu membuat Prici
“Aku setuju bercerai.”Suara itu memecah keheningan ruang makan yang luas, menggema di antara dinding marmer dan langit-langit tinggi yang biasanya terasa begitu megah.Laticia Valcren de Ascham, Ratu Kekaisaran Ascham, duduk dengan punggung lurus. Tatapannya terarah lurus ke depan, pada suaminya—Ka
Laticia menatap Carsein tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun. Wanita itu perlahan mendongakkan wajahnya, menahan tekanan dari tatapan dingin sang kaisar yang berdiri tepat di hadapannya.“Urusan wilayah utara sudah Anda serahkan pada saya,” ucapnya tenang. “Dan sekarang Anda berpikir saya diam
Lereg menatap Laticia cukup lama. Tatapan birunya tajam dan berat, seolah sedang mencoba membaca isi pikiran wanita di hadapannya.“Apakah Anda secara tidak langsung sedang menyuruh saya memberontak?” Suara rendah itu memecah keheningan ruangan.Namun Laticia hanya tersenyum kecil. Ia duduk tenang d
“Apa kau kerasukan setan?”Laticia tertegun sebelum perlahan menghela napas, ekspresinya tetap tenang.“Yang Mulia,” ucapnya pelan, “saya serius.”Tatapan Carsein langsung berubah tajam. Ia melepaskan tangannya dari bahu Pricilla lalu berjalan mendekati Laticia perlahan.Langkahnya berhenti tepat di







