Share

Bab 17

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-22 20:52:40

Nada suara Lereg tetap datar membuat suasana di sekitar mereka terasa semakin dingin.

Tidak ada amarah di wajah lelaki itu. Tidak ada pula kepanikan atau keterkejutan setelah serangan mendadak yang baru saja terjadi.

Grand Duke berdiri di tengah jalan yang dipenuhi darah dengan ekspresi setenang biasanya, seolah pemandangan mayat dan pedang berlumuran darah adalah sesuatu yang sudah terlalu sering ia lihat.

Namun ketenangan itu justru terasa menekan. Karena semua orang yang berada di sana tahu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Wini Wini Sri Wahyuni
seruuu banett
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 170

    Tatapannya kembali beralih kepada para pejabat."Mulai hari ini, setiap kementerian bertanggung jawab penuh atas bidangnya masing-masing. Besok pagi, aku ingin kalian kembali ke ruangan ini.""Bukan membawa daftar masalah. Tetapi membawa rencana, solusi, dan waktu pelaksanaannya."Ia berhenti sejenak, memastikan setiap orang mendengar ucapannya dengan jelas."Siapa pun yang datang dengan alasan, tanpa penyelesaian, lebih baik menyerahkan jabatannya hari itu juga."Suara Laticia menggema di seluruh ruang rapat. Tak seorang pun berani mengangkat kepala. Tak seorang pun memiliki keberanian untuk membantah.Baru hari itu mereka benar-benar menyadari bahwa Ratu Laticia telah kembali. Namun perempuan yang kini berdiri di hadapan mereka bukan lagi sosok yang diam-diam membereskan semua kekacauan dari balik layar.Ia akan memastikan setiap orang yang menyandang jabatan di Kekaisaran Ascham benar-benar layak berada di kursinya. Dan bagi mereka yang tidak mampu Laticia sendiri yang akan menying

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 169

    Ucapan Laticia membuat tak seorang pun bergerak dan tak seorang pun mengangkat kepala. Beberapa saat kemudian, Jenoch melangkah maju lebih dulu. Ia berlutut di hadapan Laticia, diikuti para kesatria dan seluruh pelayan yang berada di aula."Kami bersumpah akan tetap berada di sisi Yang Mulia.""Sampai akhir."Suara itu disusul oleh yang lain hingga memenuhi seluruh aula."Kami bersumpah setia kepada Yang Mulia Ratu."Sudut bibir Laticia terangkat membentuk senyum tipis. Permainan telah dimulai. Dan kali ini ia tidak akan menghadapinya sendirian.***Keesokan paginya, aula rapat Kekaisaran Ascham kembali dipenuhi para pejabat tinggi, menteri, panglima, dan para bangsawan yang memiliki kedudukan penting di pemerintahan.Suasana ruangan jauh lebih tegang dibanding biasanya. Semua orang mengetahui bahwa untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menghilang dari ibu kota, Ratu Laticia akan kembali menghadiri sidang kekaisaran.Di kursi utama, Carsein duduk dengan wajah serius. Di sisi ka

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 168

    Pricilla mengepalkan kedua tangannya di balik lengan gaunnya. Semakin lama, ia merasa Laticia perlahan kembali mengambil sesuatu yang selama ini ia yakini telah menjadi miliknya.Perhatian Carsein, kepercayaan Carsein. Bahkan kini harga diri Carsein sendiri. Sementara itu, Laticia yang masih berdiri di balik pintu Istana Ratu mendengar samar percakapan tersebut. Namun wajahnya tetap tenang. Tidak ada sedikit pun perubahan dalam ekspresinya.Ucapan Carsein tidak lagi mampu menggoyahkan hatinya. Yang ia nilai sekarang bukanlah kata-kata. Melainkan tindakan.Di sisi lain, Carsein terus melangkah menyusuri koridor utama hingga seorang asistennya segera menghampiri dan membungkukkan badan."Yang Mulia."Carsein menghentikan langkahnya."Panggil seluruh pejabat istana."Asisten itu mengangkat kepala."Termasuk para bangsawan yang terlibat dalam urusan pemerintahan beberapa bulan terakhir."Mata sang asisten membelalak."Yang Mulia... maksud Anda...""Kita akan mengadakan rapat." Nada suara

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 167

    Langkah Carsein terhenti. Koridor utama istana yang semula hanya dipenuhi suara langkah kaki para pelayan kembali diliputi keheningan. Cahaya matahari sore yang masuk melalui jendela-jendela tinggi memantulkan warna keemasan di lantai marmer, tetapi kehangatan itu sama sekali tidak mampu mengurangi jarak yang kini terbentang di antara keduanya.Carsein menatap Laticia tanpa berkedip. Selama beberapa saat, ia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Dahulu, setiap kali ia membutuhkan sesuatu, Laticia akan langsung mengerti bahkan sebelum ia mengatakannya. Tidak pernah ada penolakan. Tidak pernah ada syarat. Perempuan itu selalu menyelesaikan semuanya dengan tenang, seolah memang itulah tugasnya sebagai seorang ratu.Namun sekarang Laticia tidak lagi berdiri di hadapannya sebagai wanita yang akan menerima semua permintaannya begitu saja.Ia telah berubah dan perubahan itu begitu jelas hingga Carsein tidak bisa lagi berpura-pura tidak menyadarinya."Aku tahu," ucapnya akhirnya dengan su

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 166

    Derap roda kereta perlahan memasuki halaman utama Istana Kekaisaran. Puluhan kesatria kekaisaran telah berbaris rapi di sepanjang jalan menuju tangga utama istana. Para pelayan, pejabat, hingga dayang istana berdiri menundukkan kepala, menyambut kepulangan wanita yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pembicaraan di seluruh penjuru kekaisaran.Ratu telah kembali.Di puncak anak tangga, Carsein berdiri dengan jubah kebesarannya. Wajahnya tetap tenang, tetapi sejak fajar ia telah beberapa kali keluar masuk halaman istana hanya untuk memastikan laporan terakhir mengenai perjalanan Laticia.Kini, penantian itu akhirnya berakhir.Kereta berhenti.Seorang kesatria membuka pintu dengan hormat.Laticia turun lebih dahulu. Gaun yang dikenakannya bergerak lembut tertiup angin musim dingin. Wajahnya tetap tenang, tanpa sedikit pun menunjukkan keraguan meski kini kembali menginjakkan kaki di tempat yang pernah hampir merenggut nyawanya.Tatapan Carsein langsung tertuju kepadanya. Entah menga

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 165

    Pricilla membeku di tempatnya. Selama ini ia hanya mengetahui bahwa hubungan kedua kekaisaran cukup baik. Namun ia tidak pernah menyangka perempuan yang selama ini ia anggap hanya duduk diam sebagai ratu ternyata menjadi orang yang membangun fondasi hubungan tersebut.Carsein kembali melanjutkan langkahnya."Nanti, ketika Kaisar Barat tiba orang pertama yang akan beliau cari bukanlah aku." Ia berhenti sesaat. "Melainkan Laticia."Karena bagi dunia luar Ratu Kekaisaran bukan sekadar pendamping seorang kaisar. Ia adalah wajah diplomasi kekaisaran. Dan tidak ada seorang pun di istana ini yang mampu menggantikannya.Sepeninggal Carsein, koridor istana kembali dipenuhi kesunyian.Pricilla masih berdiri di tempat yang sama. Kedua tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya meninggalkan bekas kemerahan di telapak tangan. Wajahnya yang biasanya selalu dihiasi senyum lembut kini dipenuhi amarah yang sulit disembunyikan.Dadanya naik turun menahan emosi.Setiap ucapan Carsein terus berpu

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 49

    Carsein menghela napas panjang pelan seolah sedang menahan kesabarannya sendiri. Tatapan matanya tetap tertuju pada Laticia yang berdiri tidak jauh dari pintu dengan ekspresi tenang seperti biasa.“Apakah sekarang kau senang memperbesar masalah?” Nada suaranya rendah, namun cukup membuat seluruh ru

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 43

    Semua orang terdiam setelah mendengar jawaban Laticia sebelumnya. Tidak ada yang menyangka sang ratu akan menanggapi penolakan itu dengan begitu tenang, seolah semua hal yang terjadi hanyalah bagian biasa dari hidupnya di dalam istana.Dan justru ketenangan itu terasa jauh lebih menekan dibanding k

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 37

    Suasana di sekitar mereka langsung berubah canggung begitu nama Grand Duke Lereg disebutkan.Beberapa bangsawan yang berdiri tidak jauh dari sana saling melirik kecil sambil berpura-pura tetap melanjutkan percakapan masing-masing. Bahkan seorang viscount tua buru-buru meneguk wine-nya terlalu cepat

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 32

    Jenoh sedikit menundukkan kepala sebelum akhirnya berkata pelan,“Menurut pelayan istana utama… keputusan itu berubah mendadak setelah rapat siang tadi.”Laticia langsung terdiam dan tanpa sadar, dirinya kembali mengingat tatapan Carsein di aula rapat tadi.Tatapan dingin penuh tekanan saat dirinya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status