Share

Bab 24

Author: Lalapoo
last update publish date: 2026-05-25 19:56:27

Pricilla langsung menundukkan kepalanya lebih dalam. Jemarinya yang sejak tadi berada di atas perutnya perlahan mengepal, sementara suasana aula terasa semakin menyesakkan setelah ucapan Laticia barusan.

“Maafkan saya, Yang Mulia.”

Suaranya terdengar kecil dan hati-hati, jauh berbeda dibanding beberapa saat lalu ketika dirinya masih berani menyela pembicaraan di tengah aula rapat.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar memedulikan permintaan maaf itu sekarang.

Semua perhatian tertuju pada Carse
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 26

    Carsein berdiri membelakanginya beberapa saat sambil mengatur napasnya yang sedikit kasar. Bahunya naik turun pelan sebelum akhirnya lelaki itu berbalik perlahan. “Apa yang kau lakukan di aula tadi?” Suara itu terdengar rendah dan berat.Laticia mengernyit kecil. Pergelangan tangannya masih terasa nyeri akibat cengkeraman Carsein sebelumnya, namun wanita itu tidak menunjukkannya sedikit pun.“Anda membawa saya ke sini hanya untuk menanyakan itu?”“Jangan menghindari pertanyaanku.”Nada suara Carsein berubah semakin menekan sekarang. Tatapan matanya tidak lepas sedikit pun dari wajah Laticia, seolah berusaha membaca apa yang sebenarnya sedang dipikirkan wanita tersebut.Namun Laticia justru terlihat semakin tenang.“Saya hanya mengatakan apa yang seharusnya saya katakan.”Carsein tertawa kecil pelan, akan tetapi tidak ada sedikit pun humor dalam tawanya.“Kau mempermalukanku di depan semua orang.”Untuk sesaat, Laticia hanya diam menatap lelaki di hadapannya itu. Tatapan matanya terli

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 25

    Carsein menatap Laticia tajam. Tatapan mata biru lelaki itu terasa jauh lebih dingin dibanding sebelumnya, sampai membuat suasana aula perlahan berubah semakin menyesakkan.Tidak ada seorang pun yang berani mengangkat kepala sekarang. Para bangsawan hanya diam sambil menundukkan pandangan, berharap ketegangan di antara pasangan kekaisaran itu tidak menyeret mereka ke dalam masalah.“Kau semakin berani.”Suara Carsein terdengar rendah dan berat memenuhi ruangan besar tersebut.Namun Laticia tidak menjawab.Wanita itu tetap berdiri tegak di tempatnya dengan ekspresi tenang yang justru terasa asing sekarang. Tidak ada lagi emosi yang meledak-ledak seperti dulu. Tidak ada tatapan penuh harap yang selama ini selalu Carsein lihat setiap kali dirinya bersikap dingin.Dan entah kenapa perubahan itu mulai membuat Carsein merasa tidak nyaman.“Entah apa yang terjadi padamu sampai kau menjadi seperti ini, Laticia.”Nada suara lelaki itu terdengar lebih pelan sekarang, tetapi tekanan dalam setiap

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 24

    Pricilla langsung menundukkan kepalanya lebih dalam. Jemarinya yang sejak tadi berada di atas perutnya perlahan mengepal, sementara suasana aula terasa semakin menyesakkan setelah ucapan Laticia barusan.“Maafkan saya, Yang Mulia.”Suaranya terdengar kecil dan hati-hati, jauh berbeda dibanding beberapa saat lalu ketika dirinya masih berani menyela pembicaraan di tengah aula rapat.Tidak ada seorang pun yang benar-benar memedulikan permintaan maaf itu sekarang.Semua perhatian tertuju pada Carsein dan Laticia yang saling menatap dari ujung meja bundar besar tersebut.“Cukup, Laticia.” Akhirnya suara Carsein terdengar memecah keheningan.Nada bicaranya rendah, nyaris datar, tetapi justru itulah yang membuat seluruh ruangan terasa semakin dingin. Beberapa bangsawan bahkan mulai menundukkan kepala lebih dalam karena tahu sang kaisar sedang menahan amarahnya.“Sebenarnya apa yang kau inginkan sampai datang ke tempat ini?”Laticia tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap lelaki itu beberap

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 23

    Krieeet—Pintu aula rapat terbuka perlahan dan dalam sekejap, seluruh percakapan di dalam ruangan langsung terhenti. Semua mata tertuju pada sosok wanita yang melangkah masuk dengan tenang ke dalam aula besar itu.Laticia.Tidak ada ekspresi berlebihan di wajahnya, namun justru ketenangan itulah yang membuat kehadirannya terasa semakin menekan.Satu per satu para bangsawan dan pejabat langsung berdiri dari kursi mereka. Kursi-kursi bergeser pelan memenuhi ruangan sebelum akhirnya semua orang membungkukkan tubuh hormat kepada sang ratu.Karena bagaimanapun juga meski posisinya terus digoyahkan, Laticia tetaplah ratu kekaisaran. Tidak ada seorang pun yang bisa menyangkal hal itu di depan umum.Namun di antara semua orang yang berdiri ada dua orang yang tetap duduk di tempat mereka.Carsein dan Pricilla. Tatapan mata Laticia bergerak perlahan ke arah kursi utama di ujung aula.Carsein duduk santai di sana dengan satu tangan bertumpu di sandaran kursinya. Tatapan mata biru lelaki itu lang

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 22

    Laticia melangkah masuk ke dalam istana utama tanpa memperlambat langkahnya sedikit pun.Gaun panjang berwarna gelap yang dikenakannya bergerak pelan menyapu lantai marmer sementara suara langkah sepatu para pengawal terdengar samar di sepanjang lorong besar istana.Di belakangnya, Jenoh mengikuti dengan tenang sambil membawa beberapa dokumen tipis di tangannya.Suasana di sekitar mereka terasa berbeda pagi itu.Para pelayan yang berpapasan langsung menundukkan kepala dengan gugup. Beberapa pejabat istana bahkan buru-buru minggir dari jalur langkah sang ratu begitu melihat ekspresi wajahnya yang terlalu tenang.Karena semua orang tahu Laticia jarang sekali datang langsung ke istana utama tanpa alasan. Dan lebih jarang lagi dirinya terlihat seperti sekarang.Tenang, justru terasa menekan. Langkah wanita itu akhirnya berhenti di depan ruang keuangan kekaisaran.Pintu besar ruangan tersebut terbuka lebar memperlihatkan suasana sibuk di dalamnya. Para pegawai keuangan tampak mondar-mandir

  • Bercerai Dari Kaisar!   Bab 21

    Semua orang di ruangan itu perlahan berlutut hampir bersamaan.“Kami tidak akan menyesalinya, Yang Mulia Ratu.” Suara mereka terdengar rendah namun tegas memenuhi ruangan yang sejak tadi dipenuhi ketegangan.Laticia terdiam menatap mereka satu per satu.Tatapan matanya perlahan berhenti pada Ema yang masih terlihat pucat sejak kejadian kemarin. Gadis itu memang penakut dan sering panik untuk hal-hal kecil, tetapi sampai sekarang dirinya tetap bertahan di sisi Laticia tanpa pernah meminta pergi.Lalu ada Isabel dan Liana.Dua dayang yang selama ini paling sering berada di dekatnya.Isabel masih muda dan cenderung pendiam, sementara Liana jauh lebih dewasa dan tenang dibanding yang lain. Wanita itu sebenarnya adalah seorang countess dari keluarga Ernest, meski gelarnya hampir tidak pernah dibicarakan di lingkungan bangsawan ibu kota.Bukan karena keluarganya lemah.Namun karena dirinya hidup terlalu sederhana dibanding para wanita bangsawan lain.Suaminya hanyalah seorang pejabat istana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status