Compartir

Putus

Autor: NaoMiura
last update Fecha de publicación: 2026-09-22 20:00:43

Pada saat yang sama, pintu ruang marketing terbuka. Flora keluar sambil membawa beberapa dokumen. Langkahnya langsung terhenti ketika melihat mereka.

Di dalam pancangan Flora, Naomi dan Leon berdiri berhadapan di tengah lorong. Dan dari ekspresi Leon, jelas sekali pria itu sedang memohon sesuatu. Flora mengernyit.

“Naomi?”

Naomi menoleh ke sumber suara.

Flora berjalan mendekat.

“Ada apa?” tanya Flora.

Naomi menatap Flora. Kemud

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bilur Bulir Bertaut   Putus

    Pada saat yang sama, pintu ruang marketing terbuka. Flora keluar sambil membawa beberapa dokumen. Langkahnya langsung terhenti ketika melihat mereka.Di dalam pancangan Flora, Naomi dan Leon berdiri berhadapan di tengah lorong. Dan dari ekspresi Leon, jelas sekali pria itu sedang memohon sesuatu. Flora mengernyit.“Naomi?”Naomi menoleh ke sumber suara.Flora berjalan mendekat.“Ada apa?” tanya Flora.Naomi menatap Flora. Kemudian ia melirik Leon. Seolah memberi tahu bahwa dia malas menjawab dan meminta jawaban pada Leon saja.“Kalau kamu ingin tahu, tanya dia.” ujar Naomi.Flora melihat Leon. “Apa yang terjadi?”Leon diam.“Leon?” suara Flora terdengar menuntut jawaban.Leon tetap diam.Flora mulai merasa tidak nyaman.Naomi kemudian berkata pelan, “Kalau dia tidak mau bicara, mungkin kamu bisa bertanya pada Maya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Berakhir

    “Dia belum masuk kerja.” ujar Claudia.“Dia sedang cuti.”“Aku tahu.” Claudia menatapnya lekat-lekat. “Tapi Leon juga kelihatan seperti orang kehilangan arah.”Mareeq tidak menjawab. Dia memilih kembali fokus membaca dokumen di depannya. Penolakan halus yang seharusnya Claudia pahami.“Sepertinya mereka bertengkar.” ujar Claudia mengamati reaksi Mareeq.Mareeq tidak menghiraukan Claudia. “Mungkin.”Claudia tersenyum kecil. “Sepertinya kamu tahu kenapa.”“Itu urusan mereka.”Claudia menyilangkan tangan. “Apa yang terjadi?”Mareeq terdiam. Lalu menarik napas pelan dan memandang Claudia. “Aku tidak tahu apa-apa.”Claudia tidak percaya. “Jangan bohong.”Mareeq menggeleng. “Claudia, aku tidak punya hak untuk menceritakan masalah pribadi mereka.”Claudia semakin me

  • Bilur Bulir Bertaut   Kebungkaman Mareeq

    “Kamu tahu di mana rumah Naomi?”Flora mengernyit. “Rumah?” Flora menggeleng. “Aku tahunya Naomi tinggal di apartemenmu.”Jawaban itu membuat Leon menundukkan kepala. Suasana menjadi semakin canggung. Mereka menyadari satu hal di sini. Mereka yang merasa dekat dengan Naomi, tidak ada satu pun yang tahu di mana rumah Naomi. Tidak tahu keluarga Naomi.Tidak lama kemudian, pintu ruangan kembali terbuka. Mareeq datang. Ia langsung melihat Leon.Langkahnya sempat berhenti sepersekian detik. Namun hanya itu. Mareeq tidak menunjukkan reaksi apa pun. Ia berjalan melewati Leon dan Flora seperti biasa.“Pagi.” sapa Flora.“Pagi.” balas Mareeq.Mareeq berlalu dari pandangan mereka. Leon memperhatikannya. Mareeq pasti tahu keberadaan Naomi.“Mareeq.” panggil Leon.Mareeq berhenti. Ia menoleh. “Ya?”“Naomi menghubungimu?” tanya Leon

  • Bilur Bulir Bertaut   Kesalahan dan Kebebasan

    Naomi menatap lantai. Killa bersandar di sandaran kursi melihat sahabatnya itu murung. Dia tidak ingin menyalahkan sahabatnya itu.“Setidaknya dia yang membuat kesalahan.” ujar Killa.Naomi mengangkat wajah. Dia tidak mengerti apa yang dikataka Killa. Kenapa seolah bersyukur Leon selingkuh.Killa melanjutkan dengan gaya ceplas-ceplosnya, “Kalau bukan karena itu, kamu mungkin akan terus terjerat dengannya.”Naomi terdiam. Tepat. Killa mengenalnya cukup baik. Naomi memang bingung bagaimana cara mengakhiri hubungan ini."Segera putus darinya dan jangan mau diajak balikan."Naomi tersenyum kecil. “Aku memang ingin putus.”“Bagus.” Jawaban Killa terlalu cepat sampai Naomi tertawa kecil“Kamu tidak pernah menyukai Leon.”"Aku yang heran sama kamu. Apa yang kamu sukai darinya?"Naomi kembali tertawa. Namun setelah itu Killa menjadi lebih serius.“Ta

  • Bilur Bulir Bertaut   Sahabat

    “Kakak panggil?” tanyanya.“Iya.”Anak-anak lainnya ikut datang. Naomi memandangi wajahnya satu per satu. Dalam sesaat Naomi dikerumuni oleh anak-anak kecil.“Mau es krim?” tanya Naomi.Mata anak-anak langsung berbinar.“Mau!” teriak mereka hampir serempak.Naomi tertawa kecil. Ia kemudian mengeluarkan uang tunai yang baru saja diambilnya dari ATM.“Kakak kasih masing-masing selembar uang.” ujar Naomi mengeluarkan dompetnya.Naomi membuka dompet dan mengeluarkan lembaran uang berwarna biru. Anak-anak langsung terdiam. Mereka saling tatap.“Lima puluh ribu?” suara salah satunya tidak percaya.“Iya.” Naomi membagikan uang itu satu per satu.“Sekarang kalian beli es krim dari kakek yang di sana.” Naomi menunjuk penjual es krim yang tadi diperhatikannya.“Semua harus beli dari kakek itu, ya.”

  • Bilur Bulir Bertaut   Pada Sebuah Taman

    Naomi melanjutkan. “Aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya dengan baik-baik.”Mareeq tidak langsung menjawab. Dia benar-benar mencerna apa yang dikatakan Naomi. Entah kenapa mendengar kata mengakhiri ini membuat Mareeq bahagia. Licik memang, tapi itu yang diinginkan Mareeq.Naomi menatap mangkuk di depannya. "Aku tidak bisa marah dengan perselingkuhan itu. Apa yang kita lakukan bahkan lebih jahat lagi." Ia menarik napas panjang. “Aku juga tidak bisa membenci dia.”Mareeq mendengarkan tanpa menyela.“Aku tidak mencintai Leon seperti seharusnya." Naomi tersenyum pahit. "Selama ini aku bertahan karena aku merasa bersalah."Mareeq tetap diam.“Jadi ketika aku melihat dia bersama Maya kemarin...” Naomi berhenti sebentar. “Aku memang sakit hati.”Matanya mulai berkaca-kaca. “Tapi mungkin itu juga menjadi akhir yang selama ini tidak berani aku buat sendiri.”Mareeq me

  • Bilur Bulir Bertaut   Tantangan Pertama

    "Siapa ayah anak itu?"Naomi tidak menatap pria di hadapannya. Dia membuang muka ke arah lain dan menggigit bibirnya sendiri menahan mengatakan sepatah kata pun. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sangat bingung. Ini di luar kendalinya."Tolong jawab jujur." Pintanya dengan lembut."Ini anakmu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status