Home / Young Adult / Bilur Bulir Bertaut / Obrolan di Meja Tamu

Share

Obrolan di Meja Tamu

Author: NaoMiura
last update publish date: 2026-06-05 20:00:46

Mereka pun berfoto bersama pengantin. Kemudian mereka menuju area makan. Rupanya beberapa eja sudah disiapkan untuk tim marketing.

Area meja bundar di bagian belakang gedung cukup lengang. Tim pemasaran berhasil menguasai satu meja besar. Begitu duduk, suasana langsung ramai.

Topik pembicaraan berpindah-pindah mulai dari pekerjaan, pernikahan Fadlan, hingga cerita masa kuliah yang entah bagaimana selalu muncul setiap kali ada acara seperti ini. Naomi duduk di antara Flora dan sa

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bilur Bulir Bertaut   Pantai

    Naomi kembali menonton. Kali ini ia duduk sedikit lebih tegak agar tidak mengantuk. Dia menikmati sisa film yang diputar.Ketika film selesai, lampu studio menyala perlahan. Naomi berdiri sambil meregangkan tubuh."Bagus."Mareeq mengambil tas Naomi yang tadi diletakkan di samping kursi. "Filmnya atau tidurnya?""Tidurnya. Baru kali ini aku tertidur saat menonton film." ujar Naomi dengan tawa ringan.Mareeq tertawa. Mereka berjalan keluar dari studio. Di lorong bioskop, Naomi tiba-tiba berhenti. Ia menatap punggung Mareeq."Mareeq.""Hm?" Mareeq berhenti dan berbalik."Terima kasih."Mareeq mengangguk. "Saama-sama."Naomi kemudian meraih tasnya dari tangan Mareeq. Mareeq menggandeng tangan Naomi keluar dari bioskop. Meskipun ruangan sudah terang, namun kondisi bioskop yang berundak bisa membuat Naomi terjatuh. Naomi tersenyum kecil. Mereka kemudian berjalan menuju tempat parkir.Naomi duduk di kursi penumpa

  • Bilur Bulir Bertaut   Bioskop

    Naomi menatap Mareeq. "Bisakah kamu meninggalkan Freya?""Aku tidak meninggalkannya.""Mengatakan bahwa dia bukan anak kandungmu. Mengatakan bahwa kamu akan memiliki anak lain. Bukankah itu akan menyakiti hatinya?"Mareeq tidak menjawab."Aku tidak memikirkan bagiamana perasaan Raya, tapi aku memikirkan bagaimana perasaan Freya nanti."Naomi mengucapkan kalimat itu perlahan, seolah sedang mencoba mendengar bagaimana bunyinya."Naomi." Mareeq berhenti sebentar.Naomi langsung menatapnya."Jangan khawatirkan apa pun. Pilih saja apa yang menurutmu terbaik." Mareeq berbicara dengan tenang. "Apa pun pilihanmu. Aku akan tetap ambil bagian untuk membesarkan Nunu.""Aku tahu. Kamu akan selalu berusaha bertanggung jawab."Naomi menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca."Pikirkan saja dengan baik-baik. Aku akan menunggu." ujar Mareeq. "Aku akan mengatakan pada Raya apa yang terjadi. Jangan khawatirkan Freya. Aku ti

  • Bilur Bulir Bertaut   Foto Hitam Putih

    Suara itu terus terdengar. Cepat dan teratur. Naomi tanpa sadar menggenggam sisi ranjang. Air mata akhirnya jatuh dari sudut matanya."Suara yang sangat indah, bukan? Sapaan dari si kecil." ujar dokter mencairkan suasana yang membeku."Detak jantungnya sangat bagus, iramanya teratur. Bayinya tumbuh dengan sangat baik di dalam sana."Dokter melanjutkan pemeriksaan sambil menjelaskan kondisi kehamilan Naomi. "Sejauh ini perkembangannya baik. Ukurannya juga sesuai dengan perkiraan usia kehamilan."Naomi mengangguk. Naomi menatap monitor sekali lagi. Kali ini ia tidak merasa sesesak sebelumnya. Masih takut. Masih bingung. Tetapi suara detak jantung itu membuat semuanya terasa sedikit berbeda.Setelah pemeriksaan selesai, dokter mempersilakan kembali ke meja. Naomi duduk kembali dan merapikan bajunya. Mareeq membantu Naomi turun dari ranjang periksa.Dokter memberikan beberapa catatan. Dia mengingatkan Naomi mengenai vitamin, makanan, istirahat,

  • Bilur Bulir Bertaut   Detak

    Naomi tertawa kecil karena bingung. "Di mana adeknya?"Anak itu menunjuk perut Naomi. "Aku mau elus adek bayi."Naomi terdiam. Mareeq yang sejak tadi melihat ponselnya pun perlahan mengangkat wajah. Dia tertarik dengan obrolan di sampingnya.Naomi menatap anak kecil itu. Anak itu pun mengulurkan tangannya, lalu dengan sangat hati-hati menyentuh perut Naomi. Tangannya hanya menempel sebentar."Adek bayinya masih sekecil ini." anak kecil itu menunjukkan dengan jarinya seolah ukuran bayi itu sangat kecil. "Adek bayi di perut mama cewek. Adek bayi di perut kakak itu cowok."Naomi menahan napas. Dia membayangkan bayi yang akan dia miliki itu berjenis kelamin cowok. Tentu saja itu hanya celetukan anak kecil. Tapi, Naomi bahagia mendengarnya."Menurutmu bayinya cowok?" tanya Naomi."Hmm." anak kecil itu mengangguk."Bagaimana kamu tahu?" tanya Naomi penasaran."Pokoknya cowok. Aku tahu." anakkecil itu sangat yakin.Naomi

  • Bilur Bulir Bertaut   Gadis Kecil dan Mainan

    Sabtu siang, Naomi sudah berdandan dan menunggu Mareeq menjemputnya. Leon yang awalnya bersikeras ingin mengantar Naomi pun memilih pergi betemu dengan teman-temannya.Naomi sengaja memakai blouse longgar berwarna lembut dengan celana panjang, rambutnya dibiarkan tergerai sederhana. Di tangannya hanya ada tas kecil berisi dompet, ponsel, dan beberapa dokumen pemeriksaan sebelumnya.Sebuah pesan masuk dari Mareeq. Dia memberi tahu bahwa dia sudah ada di area parkir. Naomi bergegas turun.Begitu melihat kedatangan Naomi, Mareeq menurunkan kaca jendela."Sudah lama menunggu?" tanya Naomi.Mareeq menggeleng. "Baru saja datang.Naomi pun duduk di kursi penumpang bagian depan. Dia sempat menghembuskan napas dengan keras."Aku merasa gugup." ujar Naomi."Kenapa?" tanya Mareeq."Entah. Mungkin karena tidak tahu apa yang akan terjadi."Mareeq hanya tersenyum. "Ingin makan dulu?""Aku rasa aku tidak akan bisa menelan

  • Bilur Bulir Bertaut   Gosip Tim Sebelah

    Beberapa saat kemudian, tanpa menghentikan bacaannya, Mareeq melirik ke arah kaca jendela di sisi penumpang. Dari pantulan samar di kaca, ia melihat sepasang mata yang kini sudah terbuka. Sudut bibir Mareeq terangkat membentuk senyum kecil. Mareeq menyelesaikan ayat yang sedang dibacanya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia menutup aplikasi di ponselnya dan menoleh langsung ke arah Naomi."Sudah bangun?"Naomi tersenyum tipis, masih memeluk jaket yang menyelimutinya. "Maaf... aku nggak sengaja ketiduran.""Tidurmu nyenyak."Naomi mengangguk pelan."Lama?" tanya Naomi."Hampir setengah jam."Naomi tampak sedikit malu. Dia pun menyadari jaket yang menyelimutinya. Dia teringat dengan jaket Mareeq yang masih dia bawa dan belum sempat dikembalikan.Naomi mengangkat jaket itu untuk menunjukkan pada Mareeq. "Baunya bikin nyaman.""Mau dibawa?" Mareeq menawari."Aku sudah membawa satu.""Bawa satu lagi tidak masala

  • Bilur Bulir Bertaut   Validasi di Sudut Sepi

    Undangan ramah itu muncul lancar dari mulut Naomi. Naomi ingin menunjukkan bahwa jika ada hal yang harus dibicarakan, itu harus dilakukan di tempat terbuka di mana siapa pun bisa melihat. Tidak perlu tempat tersembunyi seperti parkiran lagi. Mareeq mengangguk pelan, tampak sedikit terkejut dengan

  • Bilur Bulir Bertaut   Bisa dalam Perayaan

    Angin di rooftop berembus cukup kencang, menerbangkan beberapa helai rambut Naomi yang tampak kusut, seiring dengan pikirannya yang kalut. Di sini, jauh dari aroma sushi dan tatapan tajam di ruang kantor. Naomi akhirnya bisa menarik napas panjang, meski dadanya masih terasa sesak.Flora du

  • Bilur Bulir Bertaut   Parade Sushi

    Naomi melangkah masuk ke ruangan, atmosfer berat menyergapnya. Aroma cuka beras yang tajam bercampur dengan kesegaran ikan mentah langsung memenuhi indra penciumannya. Di meja tengah, dokumen-dokumen yang biasanya berserakan telah disingkirkan, digantikan oleh parade sushi mewah yang tertata sang

  • Bilur Bulir Bertaut   Traktir

    Pintu kaca berbunyi klik saat Naomi melangkah masuk ke ruangan. Ia mengenakan kemeja berwarna pastel yang membuatnya tampak lebih segar dari biasanya. Baru saja ia meletakkan tas di kursinya, sebuah suara ceria menginterupsi ritual pagi itu."Selamat ulang tahun, Naomi!" seru Flora sambil

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status