Share

Bab 9

Author: macaroonie
last update publish date: 2026-05-26 19:31:41
Memiliki reputasi buruk, tidak membuat Bita serta-merta menjauhi Vino. Sikap buruk Vino terhadapnya hanya menjahilinya sampai kesal, yang untungnya masih bisa ditolerir Bita.

Namun Bita merasa harus mulai menjaga jarak setelah kejadian tadi malam.

"Bita!"

Bita yang berniat memutar balik badannya sewaktu menemukan Vino menunggu di parkiran, harus menekan keinginannya untuk kabur lantaran Vino lebih dulu mengetahui keberadaannya.

Bahu gadis itu terkulai lemah. "Aku pulang dulu," pamitny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 135

    "Panas banget ini telinga," gerutu Vino pelan sambil mengusap daun telinganya. Ia lalu menekan dadanya sekilas. "Jantung juga ikut-ikutan dugem." Vino mendorong pintu toilet dan begitu saja langkahnya terhenti. Menemukan di depan wastafel, Fero tengah membilas kedua tangannya. Mendengar pintu terbuka, Fero lekas mendongak. Ada sedikit keterkejutan yang melintas di wajahnya begitu melihat Vino berdiri di ambang pintu. Namun hanya sesaat. Fero kembali menunduk, melanjutkan bilasannya seolah tak terjadi apa-apa. Di ambang pintu, satu sudut bibir Vino perlahan terangkat. Menarik. Dengan langkah santai laki-laki itu berjalan mendekat dan berdiri di wastafel sebelah, membuka keran, lalu membasahi kedua tangannya. Suara air mengalir memenuhi keheningan beberapa detik.

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 134

    "Pegel juga dibonceng naik motor lo," keluh Vino begitu turun dari vespa tua milik Martin. Martin yang baru saja mematikan mesin motornya menoleh. Dilihatnya Vino sedang meregangkan badan seolah baru menempuh perjalanan berjam-jam. Sontak ia mendecak. "Salah siapa gue suruh naik motor lo sendiri kagak mau?" Vino mengangkat bahu santai. "Nggak ah. Hemat. BBM lagi naik." "Tau BBM lagi naik, malah seenaknya ngabisin bensin orang!" sembur Martin yang masih kesal mengingat bensin motornya yang baru dua hari lalu diisi penuh ludes tak bersisa. Vino hanya membalas dengan tawa. "Tin!" Seseorang memanggil Martin dari kejauhan, membuat kepala Martin tertoleh. "Dicari Pak Ega!"

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 133

    Suara dering ponsel dari dalam tasnya terdengar. Bita segera merogoh tasnya. Nama Tante Sandra muncul di layar."Halo, Tan.""Kamu masih sama Vino?"Bita melirik sekilas ke arah Vino yang baru selesai menyampirkan handuk di belakang pintu. Laki-laki itu berjalan mendekat sambil memperhatikannya."Iya, Tan.""Ini Tante udah di depan kos. Orang tua kamu ternyata jadi pulang lebih cepat."Bita langsung membelalak. "Hah? Bukannya katanya pulangnya sore?""Iya. Katanya khawatir sama kamu. Makanya Tante buru-buru jemput sebelum mereka sampai."Di saat yang sama, sisi ranjang di sebelah Bita sedikit berdecit. Vino ikut duduk di sampingnya.Meski tak ikut bicara, laki-laki itu tampak mendengarkan percakapan mereka."Makanya cepetan keluar," lanjut Tante Sandra. "Keburu orang tua kamu datang. Nanti kamu malah nggak bisa ketemu lagi sama kesayangan kamu itu.""Dih..." Bita langsung mengernyit. "Kesay

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 132

    Bita menautkan alis sebelum akhirnya terkekeh kecil. Ujung jarinya iseng menyentuh daun telinga Vino."Telinga kamu merah. Kayak orang salting.""Khuk... khuk!" Vino mendadak terbatuk-batuk."Eh!" Bita langsung bangkit panik. Matanya berkeliling mencari sesuatu. "Minum! Minum!"Masih terbatuk, Vino mengangkat telunjuknya lemah ke arah sudut kamar. "Di—uhuk—situ."Bita segera menghampiri dispenser, mengisi gelas plastik disana dengan air putih, lalu kembali dengan langkah tergesa. "Nih. Pelan-pelan." Ia membantu Vino meminum air itu sampai batuknya mereda.Setelah gelas diletakkan di lantai, Bita kembali mengusap pelan punggung Vino. "Hati-hati kalau makan."Vino mengangguk kecil sebelum kembali menyuapkan nasi ke mulutnya. "Gue cuma ... gerah aja" katanya di sela kunyahan. Ia mengusap tengkuknya asal. "Makanya telinga gue merah.""Oh..." Bita mengangguk pelan. Tatapannya sempat kembali jatuh pada telinga Vino ya

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 131

    Berbekal informasi dari Martin bahwa Vino tidak masuk kampus dan masih berada di kos, keesokan paginya Bita kembali datang. Bita mengangkat tangan, lalu mengetuk pintu pelan. Dari dalam terdengar gerutuan kesal. "Nggak gue kunci, Tin!" Bita menggigit bibir, menahan senyum lalu kembali mengetuk. Kali ini suara Vino terdengar lebih keras. "Gue pukul juga lo, Tin!" Disusul derap langkah yang menghentak mendekat. Brak. Pintu terbuka lebar. Wajah kusut dengan rambut berantakan langsung menyembul dari balik pintu. "Awas aja lo—" Ucapan Vino terhenti di tenggorokan. Matanya berkedip pelan. "...Ta?" Bita terkikik kecil sambil menunjuk wajah Vino. "Baru bangun, ya? Itu ilernya masih ada." Spontan Vino langsung mengusap sudut bibirnya. Bita tak mampu lagi menahan tawa. "Bercanda!" Vino langsung menatapnya tak percaya. "Pinter boh

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 130

    Tanpa perlu menoleh, Martin sudah tahu siapa yang baru saja membuka pintu kamar kosnya."Dari sini ke rumah lo bukannya nggak nyampe setengah jam?" celetuknya santai sambil terus memainkan ponsel. "Kok dua jam baru balik? Gue sampe batal ke bar demi nemenin lo. Jangan-jangan malah nongkrong tanpa ngajak gue."Mendapati tidak adanya sahutan, Martin akhirnya menoleh.Vino sudah menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan membelakangi Martin."Lo tidur?""Berisik."Martin mendecak. "Orang ditanya juga. Sensi amat."Ia merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan beberapa permen."Oh iya. Tadi gue beli minum. Gara-gara nggak ada receh, kembaliannya dikasih permen." Martin mengulurkan satu bungkus kecil ke arah Vino. "Nih. Permen mint kesukaan lo. Mau nggak?"Belum sempat Martin menarik tangannya kembali, Vino sudah menyambarnya.Martin memperhatikan wajah sahabatnya yang kusut. "Balik-balik muka lo kenapa le

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 5

    Menatap iris jelaga Vino yang bisa membawa siapapun tenggelam ke dalam gelapnya, Bita menggelengkan kepala. "Aku nggak bisa," tolak Bita. Bita tidak bisa mempercayakan dirinya pada Vino sepenuhnya. Mengingat reputasi Vino yang gemar mempermainkan perempuan, bukan tidak mungkin Bita akan jadi sal

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 6

    "Bita." Ketukan pelan di kaca balkon membuat Bita yang hampir terlelap seketika terjaga. Kamar mereka memang saling berhadapan dengan jarak balkon yang cukup dekat, membuat Vino sering kali menyeberang dengan mudah jika ada perlu. Bita menghela napas, bangkit dari ranjang untuk menggeser pintu

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 4

    "Ati-ati, Mas!" Vino berseru pendek sembari melambaikan tangan, menatap sedan hitam Aksa yang mulai bergerak membelah jalanan kampus. Bita yang masih termenung setengah mati akibat pembicaraan tadi hanya sanggup memandangi mobil itu sampai tidak terlihat, lalu melangkah gontai memasuki koridor fa

  • Bimbingan Panas Sahabatku   Bab 3

    "Kamu ngapain?!"Saat keluar dari rumahnya, Bita dikejutkan dengan kedatangan Vino. Pasalnya pria itu tidak datang dengan motor yang biasanya mereka pakai untuk berangkat sekolah. Melainkan Toyota Sedan warna hitam yang sangat Bita kenali milik siapa terparkir didepan rumah.Vino menyandarkan pung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status