Home / Romansa / Boss Mafia Tak Terjamah / 65. Dapat Julukan Baru

Share

65. Dapat Julukan Baru

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-02-11 22:19:17

Tiga hari telah berlalu sejak Maximus diselamatkan oleh Zetha dan Luciano Sky. Selama itu pula Jordan hampir tidak pergi keluar dari kediaman, bahkan sekadar latihan beladiri di hutan belakang.

Hanya Marco yang bolak-balik pergi ke perusahaan yang dahulunya milik Rollo Connor, kini sudah berganti nama menjadi Jola Company.

Jordan berdiri di depan jendela dalam kamar Maximus. Di bagian sudut, tirai tipis bergoyang pelan tertiup angin, sementara Maximus masih terbaring di ranjang, terlelap di b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Freyaa
Terima kasih banyak atas supportnya kakak
goodnovel comment avatar
Freyaa
Siapa lagi kalau bukan Zero haha
goodnovel comment avatar
Freyaa
Woi, kaye kakakkk bukan Faye hahaha ... ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Boss Mafia Tak Terjamah   74.

    Langit Swedia Utara perlahan mulai mengikis pekatnya malam, menyisakan bias kelabu di balik jendela kaca kediaman Jola yang membeku.Di dalam kamarnya yang temaram, setelah memastikan Lagertha dan Joshua masih terlelap dalam damai, Jordan berdiri sendiri di dekat jendela. Matanya menatap lurus ke arah hutan pinus yang masih tampak seperti barisan pasukan penjaga bayangan.Di sela-sela jari tangan Jordan, sebuah rosario kecil berkalung kayu salib tampak melingkar. Kebiasaan yang hampir tak pernah Jordan tinggalkan, meskipun sekarang ia sudah memilih menjalani kehidupan dunia mafia ini bersama Lagertha, yaitu berdoa pagi.“Tuhan... lindungi mereka dari badai yang kubawa,” gumam Jordan sangat pelan, nyaris tanpa suara, memanjatkan doa untuk dua orang kesayangannya.Bagi dunia luar, nama Jordan mungkin kini tak ubahnya bagaikan monster kejam yang ditakuti. Namun di hadapan sisa-sisa imannya yang tetap mengakar kuat dalam dirinya, Jordan adalah seorang pria yang mencoba bertahan hidup meng

  • Boss Mafia Tak Terjamah   73.

    Jordan semakin mengunci kedua tangan Zero di balik punggung pria itu dengan cengkeraman kuat, memastikan Zero tidak bisa bergerak bebas.Udara malam di dalam hutan terasa dingin membeku, namun ketegangan di antara mereka jauh lebih panas dari pada bara api.Dengan napas memburu dan rahang mengeras, Jordan melontarkan interogasinya."Kenapa kau menyiksa Kaye... dan sengaja melemparkan berita itu agar aku dituduh sebagai monster yang kejam?!" desis Jordan tajam, matanya menatap lekat-lekat wajah Zero menoleh menyeringai sinis padanya.Maximus yang memegang needle di leher Zero ikut menegang, menunggu jawaban dari sang ninja. Ujung needle telah menggores kulit leher Zero yang merembaskan sedikit darah, namun pria itu justru terkekeh rendah, sama sekali tidak merasa terancam meski posisinya sedang dikunci."Monster?" ulang Zero dengan nada mencemooh yang tenang, "Aku tidak pernah membuatmu jadi monster, Jordan. Aku hanya menyingkirkan salah satu hama yang dulu ikut andil menghancurkan hid

  • Boss Mafia Tak Terjamah   72. Adu Domba

    Malam di Las Vegas menyuguhkan gemerlap lampu neon yang menyilaukan mata, sangat kontras dengan ketegangan mencekam di dalam sebuah gudang logistik terbengkalai di pinggiran kota.Atas perintah langsung dari Mister Bough, Tiger mengawal sendiri pengiriman paket narkotika bernilai jutaan dolar untuk klien yang sering rewel dan terakhir kali memprotes pada Mister Bough jika kualitas vitamin mereka menurun sangat tidak bagus.Namun, baru saja koper-koper berisi barang haram tersebut diserahkan dan diterima oleh klien utama mereka, suasana berubah drastis dalam hitungan detik.Cklek! Cklek! Cklek!Puluhan laras senjata api dari berbagai sudut mendadak menodong kepala Tiger dan anak buahnya. Sebelum Tiger sempat menarik pelatuk senjatanya, tubuhnya sudah ditendang hingga tersungkur ke lantai beton yang dingin.Pria yang bertindak sebagai klien, yang baru saja menerima koper. perlahan merapikan jas rapi yang ia kenakan. Pria itu menyeringai tipis, lalu membuka penyamarannya. Elias, tangan k

  • Boss Mafia Tak Terjamah   71.

    Berhari-hari telah berlalu, namun Jordan tetap tidak merasakan sedikit pun keberadaan Zero mendatangi kediamannya maupun berkeliaran di dalam hutan belakang kediaman Jola.Ninja itu seolah menguap ditelan bumi.Meskipun begitu, Jordan tidak ingin lengah. Ia memanfaatkan waktunya untuk berlatih fisik jauh lebih keras dari biasanya."Kenapa sih kau berlatih sekeras ini? Lihat, tanganmu sampai tergores begini!" omel Lagertha lembut sambil meringis pelan saat mengoleskan cairan antiseptik ke lengan Jordan.Akibat latihan keras dan meniru gerakan tupai serta hewan-hewan yang Jordan itu, lengan Jordan juga sedikit mengalami keseleo. Imbasnya, ia agak kesulitan untuk menggendong Joshua.Sementara itu, sang bayi tampan sedari tadi hanya memandangnya dari kereta bayi dengan tatapan polos nan tajam. Kelopak mata bulat Joshua hampir tak berkedip dan bibir mungilnya menolak tertawa renyah karena belum mendapatkan perhatian dari Jordan."Sayang, tolong ambilkan kain gendongan. Aku mau menggendong

  • Boss Mafia Tak Terjamah   70.

    Setelah makan malam, Jordan melakukan rutinitasnya seperti biasa, berpatroli mengelilingi kediaman Jola. Namun, begitu langkah kakinya tiba jauh ke dalam pekatnya hutan belakang, ia hanya merasakan kesunyian yang ganjil.Tak ada tanda-tanda Zero sedang bersembunyi di atas dahan. Hanya ada suara jangkrik dan binatang malam yang aktif berceloteh, saling bersahutan di sekelilingnya."Ada apa?"Suara berat itu memecah lamunan Jordan. Maximus rupanya berjalan menyusul, mengikuti Jordan dari belakang. Langkah Maximus yang besar kini berhenti tepat di samping Jordan."Gak ada apa-apa. Hanya saja, kesunyiannya terasa lebih mencekam dari biasanya," elak Jordan.Sampai detik ini, Jordan memang belum menceritakan tentang keberadaan Zero pada Maximus ataupun siapa pun di rumah ini.Langkah kaki Jordan kembali bergerak santai, berjalan beriringan kembali ke kediaman dengan Maximus yang matanya tetap waspada, memindai hutan gelap di sekeliling mereka."Lagertha tadi pagi nanya tentang mobil sport i

  • Boss Mafia Tak Terjamah   69

    Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan. Angin dini hari berembus pelan, membuat dedaunan berdesir lembut di tengah sunyinya hutan. "Apakah kau tak memiliki tempat tinggal? Atau Mister Bough memang tak mampu membayarmu, sampai setiap malam kau datang berkeliaran di hutan ini?" tegur Jordan dingin. Di atas salah satu dahan pohon besar, Zero yang sejak tadi berbaring malas membuka sebelah matanya memandang Jordan di bawahnya. Senyum tipis muncul di balik topeng yang menutupi wajah pria itu. Dengan gerakan ringan, Zero melompat turun dan mendarat tepat tiga langkah di depan Jordan. "Kenapa?" tanyanya santai, "Kau berniat memberiku kamar di kediamanmu untukku tinggal?" Zero memiringkan kepala, "Aku juga tidak keberatan jika kau memintaku tidur sekamar dengan Lagertha, istri kesayanganmu itu." tambahnya dengan nada mencemooh. Jordan tersenyum sinis dan jari-jemarinya terkepal kuat pada sisi tubuh. "Teruslah bermimpi sampai ..." kalimat Jordan terputus dan tubuhnya sudah b

  • Boss Mafia Tak Terjamah   9. Keturunan Ninja

    Langley mengambil pisau yang terselip di samping pahanya dan langsung melemparkannya ke arah Jordan. Namun ... Maximus yang sudah terlatih merasakan bahaya, menoleh dan menangkap pisau dengan telapak tangannya yang langsung dia genggam erat selama beberapa detik. Lalu membalikkan dan melemparkan p

  • Boss Mafia Tak Terjamah   8. Pembebasan

    Jordan kembali mendapat hadiah cambukan ke dua puluh tujuh. Ya, pria malang itu telah berada di penjara batu dalam pulau selama lima tahun. Langley semakin menggila mencambuki punggung Jordan. Tetapi Jordan sudah tidak berteriak lagi juga tidak melantunkan firman Tuhan. Sebaliknya Jordan justru te

  • Boss Mafia Tak Terjamah   7. Putri Sang Bos Mafia

    "Papa!" Lagertha meloncati beberapa anak tangga dan berlari masuk ke ruangan makan sambil memanggil Papanya yang sedang duduk hendak sarapan. "Och, pakaian apa yang kamu pakai, Young Lady?!" protes Priskila pada putrinya yang memakai pakaian serba mini, hanya terlihat menutupi bagian penting pad

  • Boss Mafia Tak Terjamah   6. Pembunuh Kejam

    "Aku hanya ingin anak darimu, Sayang!" bisik sang pria sembari meraba celah lembut pada sela paha wanita yang duduk di sampingnya. Tangan sang pria menyentak hingga robek penutup tipis yang menghalangi jemarinya dari memasuki celah lembut wanitanya. "Och ...!"Sang wanita menjerit tertahan namun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status