공유

96. Ide Absurd

작가: Dinis Selmara
last update 게시일: 2025-11-17 23:00:43
Flashback

Abra berjalan mendahului tanpa menoleh, langkahnya panjang dan penuh ketegasan. Serayu hanya bisa mengikutinya dari belakang seperti anak koas tersesat yang tak tahu akan dibawa ke mana. Setiap kali tumit Abra mengetuk lantai koridor, jantungnya ikut bergetar. Ia bahkan sempat berpikir, lebih baik tadi jatuh pingsan saja setelah kecelakaan daripada menghadapi ini.

Abra membuka pintu ruangan pribadinya—ruangan dokter senior yang luas, rapi, dan terlalu dingin untuk ukuran pendingin ru
Dinis Selmara

Back to real life setelah inih yah ...

| 90
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (19)
goodnovel comment avatar
Gen Zee
jangan kepanjangan dong flashback nya kak penulis
goodnovel comment avatar
Siska Anggraini
oooh ngono toh kejadiannya
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
ouhh ternyata IHH ternyata jalan hidup Serayu juga bikin nyesek ya. kalian cocok .
댓글 더 보기

최신 챕터

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   286. Salah Sangka

    Ezra menatap kemesraan kecil itu dalam diam.Cara Abra merangkul Serayu. Cara wanita itu bermanja pada suaminya. Bahkan langkah mereka yang berjalan berdampingan saja terasa terlalu menyakitkan untuk dipandang lama-lama.Perasaannya salah.Dan Ezra tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengakhirinya. Lucu sekali, pikirnya pahit.Sekalinya jatuh cinta… ia justru jatuh pada seseorang yang tidak mungkin ia miliki.“Dokter Ezra," panggil seseorang.Ezra tetap menatap punggung Serayu yang semakin menjauh di lorong tanpa berkedip. Sampai sebuah lambaian tangan di depan wajahnya menyadarkannya.“Hellooo… dr. Ezra.”Suara riang bercampur heran itu membuat Ezra tersentak kecil lalu menoleh pada Amalia yang berdiri di sampingnya sambil mengangkat alis.“Ah… iya, Dok?” kejut Ezra.“Melamunin apa?” tanya Amalia sambil melirik ke lorong yang kini sudah kosong.Ezra tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. Ia melihat lucunya raut heran di wajah Amalia.“Nggak ada.”Tatapan Amalia masih terlihat cur

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   285. Peringatan

    “Dokter Ezra,” sapa Abra.Ezra cepat mengulurkan tangan, menjabat tangan Abra yang juga terulur menyambutnya. Sentuhannya sopan, tetapi entah kenapa terasa penuh tekanan.Abra bahkan bertindak seolah dialah tuan rumah di ruangan itu.“Silakan duduk.”Ezra menurut.“Bagaimana kabar Anda?” tanya Abra.Harusnya terdengar santai, tapi entah mengapa Ezra merasa terintimidasi oleh tatapannya.“Baik, Dok,” jawabnya hati-hati. “Bagaimana dengan dr. Abra?”“Luar biasa bahagia.”Tidak ada senyum saat Abra mengatakannya.Hanya tatapan dingin yang membuat dada Ezra semakin sesak.“Bu Riani, Mama saya, ingin membuat janji temu dengan dr. Ezra. Bisa?”Mendengar topik itu, ketegangan di dada Ezra perlahan melonggar.“Oh… tentu, Dok,” jawabnya cepat. “Dengan senang hati.”“Asisten Bu Riani akan menghubungi Anda.” Abra menyandarkan tubuhnya santai di kursi. “Nanti akan ada pertemuan dengan dr. Sebastian. Dokter yang sebelumnya menangani Bu Riani.” Ezra mengangguk fokus mendengarkan. “Anda bisa mempela

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   284. Perhatian Suami

    Serayu memukul pelan dada Abra mendengar ucapan suaminya. “Siapa juga yang tebar pesona,” protesnya. “Aahh… ternyata memang istri saya yang mempesona.” Abra mengeratkan pelukannya. Pria itu tak henti-hentinya mengecup puncak kepala kesayangannya. “Aduuhh… nggak tahan sama gombalannya,” kata Serayu, mendongak untuk mencubit gemas dagu suaminya. “Nanti show me hasil kontrol kemarin,” pinta Abra tiba-tiba seraya mengusap perut kesayangannya. Serayu langsung berusaha duduk perlahan. Ia meraih tas di atas nakas di samping ranjang lalu mengeluarkan ponselnya. “Ini,” katanya memperlihatkan potret hasil USG. “Mau kirim ke Mas, tapi lupa,” ringisnya. Abra menerimanya. Tatapan pria itu langsung melembut begitu melihat hasil USG bayi mereka. Senyum kecil tak lepas dari wajahnya. “Catatan dokternya nanti aja pas di rumah. Semuanya sehat. Baby-nya pasti tampan seperti papanya,” goda Serayu sambil bersandar lagi di dada Abra. Abra melebarkan senyumnya mendengar itu. Matanya mas

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   283. Milik Abra

    Cengkeraman itu tidak keras, tetapi tatapan Abra membuat Serayu ciut seketika. “Kamu milik saya, Rayu,” ucap Abra nadanya penuh penekanan. Tatapannya turun perlahan dari mata Serayu menuju bibir ranum wanita itu. Sorot matanya malam ini sangat posesif. Sebelum Serayu sempat membalas, Abra sudah lebih dulu menyambar bibir mungil itu. Kecupan itu dalam dan menuntut, membuat Serayu terkesiap. Jemari wanita itu refleks mencengkeram bagian depan jas Abra saat pria itu menyesap bibirnya. Serayu memejamkan mata, larut dalam pagutan mereka. Sampai seketika … Klik! Suara pintu yang terbuka membuat Serayu tersentak kecil. Abra sudah mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamar hotel tanpa memutus ciuman mereka. Pintu kembali tertutup di belakang mereka. Kini tubuh Serayu bersandar pada dinding dekat pintu, sementara Abra masih berada begitu dekat di hadapannya. Napas keduanya sedikit tidak teratur. “Tidak ada yang boleh mengganggu milik saya,” gumam Abra di dekat bibir istrinya. “Saya akan

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   282. Makan Malam Keluarga Besar

    “Hanya itu saja?” ulang Abra. Serayu terdiam sesaat dengan raut wajah yang mudah sekali ditebak oleh Abra. Pria itu tahu betul kalau istrinya sedang menyembunyikan sesuatu. Tatapan Abra datar. “Talk to me later,” katanya. Serayu menelan ludahnya melihat perubahan raut wajah itu. “Kita bicara lagi nanti saat saya pulang,” lanjut Abra, kali ini lebih tegas. Serayu hanya mampu mengangguk menurut. Hening sesaat mengisi panggilan video mereka, lalu Abra kembali bersuara, “besok ada acara makan malam keluarga besar,” katanya. “Mama dan Papa nggak datang. Papa lagi di luar kota dan Mama nggak mau pergi.” Abra berhenti sejenak lalu menambahkan, “Mama juga nggak ngizinin kamu datang.” Serayu diam saja mendengarnya. “Nggak apa-apa, Mas–” “But, I’ll pick you up,” pangkas Abra. “Besok saya masih ada meeting sama klien sebelum pulang. Nanti saya hubungi lagi.” Serayu kembali mengangguk kecil. “Tidurlah, Sayang.” Nada suara Abra melunak sepenuhnya kali ini. Serayu tersenyum tipis sambil m

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   281. Tidak Pulang

    Serayu menatap Ezra yang tengah menempelkan telunjuknya ke bibir sendiri memberi isyarat agar ia diam. Napas Serayu tercekat. Suara langkah terdengar semakin dekat dari luar ruangan. Beberapa detik kemudian pintu terbuka dan dua perawat masuk sambil membawa baki perlengkapan medis. Keduanya sibuk mengambil beberapa alat dari rak penyimpanan tanpa menyadari keberadaan Serayu dan Ezra yang berdiri di sudut ruangan. Di tengah ketegangan itu, Ezra justru memanfaatkan kesempatan untuk memandang wajah Serayu lebih lama. Tatapan pria itu terlalu tenang untuk situasi seperti ini. Sementara Serayu justru merasa jantungnya nyaris meloncat keluar. Begitu kedua perawat itu selesai dan kembali keluar dari ruangan, pintu tertutup rapat. Serayu langsung cepat menjauh dari Ezra. “Setelah ini yang akan kita bicarakan hanya untuk urusan pekerjaan,” katanya tegas meski suaranya sedikit bergetar. “Tidak akan ada percakapan seperti tadi lagi. Permisi.” Tanpa menunggu jawaban, Serayu segera keluar

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   46. Tamu Tak Diundang

    “Kenapa kamu bawa Dokter Abra?” bisik Mia pelan. Serayu cepat-cepat menggeleng, memberi isyarat bahwa ia tidak mengajaknya. Ia bahkan tidak tahu kalau lelaki itu mengikutinya ke kafe. Percakapan yang biasanya santai kini berubah jadi kaku dan formal. Abra dengan percaya diri, mulai membahas tentan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   44. Tak Lagi Hangat

    Aileen menoleh ke sana kemari mencari Abra, hingga pandangannya jatuh pada sosok lelaki itu di halaman depan rumah. Langkahnya melambat saat melihat Serayu juga berada di sana. Keningnya berkerut—dari jauh, terlihat jelas keduanya sedang berbicara serius.Ia memilih menjaga jarak agar bisa mendengar

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   41. First Kiss

    Serayu membeku saat tatapan Abra sedekat dan sedalam itu. “Mas…,” bisiknya lirih, mendorong dada Abra pelan. Namun lelaki itu tetap di tempatnya, menatap pahatan indah di hadapannya. Tangan Abra terulur, mengusap pipi Serayu yang bersemu merah. Jarak di antara mereka perlahan memudar, hingga napas

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   42. Kucing-kucingan

    Bulu kuduk Serayu meremang mendengar ucapan Abra bahwa ia menunggunya di rumah. Belum lagi tatapan lelaki itu—tajam, namun entah mengapa seolah menghipnotis. “Tidak perlu menunggu, Mas. Sa–saya sudah siapkan semua keperluan Mas sampai besok. Pakaian, sarapan, tinggal dihangatkan saja—” “Saya menun

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status