Share

96. Ide Absurd

Penulis: Dinis Selmara
last update Tanggal publikasi: 2025-11-17 23:00:43
Flashback

Abra berjalan mendahului tanpa menoleh, langkahnya panjang dan penuh ketegasan. Serayu hanya bisa mengikutinya dari belakang seperti anak koas tersesat yang tak tahu akan dibawa ke mana. Setiap kali tumit Abra mengetuk lantai koridor, jantungnya ikut bergetar. Ia bahkan sempat berpikir, lebih baik tadi jatuh pingsan saja setelah kecelakaan daripada menghadapi ini.

Abra membuka pintu ruangan pribadinya—ruangan dokter senior yang luas, rapi, dan terlalu dingin untuk ukuran pendingin ru
Dinis Selmara

Back to real life setelah inih yah ...

| 90
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (19)
goodnovel comment avatar
Gen Zee
jangan kepanjangan dong flashback nya kak penulis
goodnovel comment avatar
Siska Anggraini
oooh ngono toh kejadiannya
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
ouhh ternyata IHH ternyata jalan hidup Serayu juga bikin nyesek ya. kalian cocok .
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   287. Bermanja Ria

    Tiga hari ke depan jadwal Abra benar-benar padat. Ada diklat kedokteran berskala nasional yang melibatkan banyak rumah sakit besar dan Abra menjadi salah satu pembicara utamanya. Waktunya penuh, bahkan di akhir pekannya. Serayu menatap layar ponsel Abra beberapa saat hingga akhirnya mengembalikannya. “Saya belanja sendiri aja,” rajuknya. Nada suaranya terdengar kecewa meski berusaha agar terdengar biasa saja. Setelah itu Serayu langsung berbaring dan masuk ke dalam selimut membelakangi Abra tanpa bicara lagi. Abra mengembuskan napas pelan. Ia tahu istrinya sedih. Dan itu membuatnya semakin bersalah, padahal permintaan istrinya sederhana saja. Abra ikut naik ke atas ranjang lalu mendekat dari belakang. Tangannya perlahan melingkari tubuh Serayu dengan hati-hati. “Maafkan saya,” bisiknya pelan di dekat telinga istrinya. Serayu diam beberapa saat lalu akhirnya bersuara, “Sedih…” Serayu mengakui. “Padahal pengen pilih sama Mas juga.” Kalimat itu membuat dada Abra mengencang. Pri

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   286. Salah Sangka

    Ezra menatap kemesraan kecil itu dalam diam. Cara Abra merangkul Serayu. Cara wanita itu bermanja pada suaminya. Bahkan langkah mereka yang berjalan berdampingan saja terasa terlalu menyakitkan untuk dipandang lama-lama. Perasaannya salah. Dan Ezra tidak tahu harus mulai dari mana untuk mengakhirinya. Lucu sekali, pikirnya pahit. Sekalinya jatuh cinta… ia justru jatuh pada seseorang yang tidak mungkin ia miliki. “Dokter Ezra," panggil seseorang. Ezra tetap menatap punggung Serayu yang semakin menjauh di lorong tanpa berkedip. Sampai sebuah lambaian tangan di depan wajahnya menyadarkannya. “Hellooo… dr. Ezra.” Suara riang bercampur heran itu membuat Ezra tersentak kecil lalu menoleh pada Amalia yang berdiri di sampingnya sambil mengangkat alis. “Ah… iya, Dok?” kejut Ezra. “Melamunin apa?” tanya Amalia sambil melirik ke lorong yang kini sudah kosong. Ezra tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. Ia melihat lucunya raut heran di wajah Amalia. “Nggak ada.” Tatapan Amalia masih

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   285. Peringatan

    “Dokter Ezra,” sapa Abra. Ezra cepat mengulurkan tangan, menjabat tangan Abra yang juga terulur menyambutnya. Sentuhannya sopan, tetapi entah kenapa terasa penuh tekanan. Abra bahkan bertindak seolah dialah tuan rumah di ruangan itu. “Silakan duduk.” Ezra menurut. "Bagaimana kabar Anda?” tanya Abra. Harusnya terdengar santai, tapi entah mengapa Ezra merasa terintimidasi oleh tatapannya. “Baik, Dok,” jawabnya hati-hati. “Bagaimana dengan dr. Abra?” “Luar biasa bahagia.” Tidak ada senyum saat Abra mengatakannya. Hanya tatapan dingin yang membuat dada Ezra semakin sesak. “Bu Riani, Mama saya, ingin membuat janji temu dengan dr. Ezra. Bisa?” Mendengar topik itu, ketegangan di dada Ezra perlahan melonggar. “Oh… tentu, Dok,” jawabnya cepat. “Dengan senang hati.” “Asisten Bu Riani akan menghubungi Anda.” Abra menyandarkan tubuhnya santai di kursi. “Nanti akan ada pertemuan dengan dr. Sebastian. Dokter yang sebelumnya menangani Bu Riani.” Ezra mengangguk fokus mendengarka

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   284. Perhatian Suami

    Serayu memukul pelan dada Abra mendengar ucapan suaminya. “Siapa juga yang tebar pesona,” protesnya. “Aahh… ternyata memang istri saya yang mempesona.” Abra mengeratkan pelukannya. Pria itu tak henti-hentinya mengecup puncak kepala kesayangannya. “Aduuhh… nggak tahan sama gombalannya,” kata Serayu, mendongak untuk mencubit gemas dagu suaminya. “Nanti show me hasil kontrol kemarin,” pinta Abra tiba-tiba seraya mengusap perut kesayangannya. Serayu langsung berusaha duduk perlahan. Ia meraih tas di atas nakas di samping ranjang lalu mengeluarkan ponselnya. “Ini,” katanya memperlihatkan potret hasil USG. “Mau kirim ke Mas, tapi lupa,” ringisnya. Abra menerimanya. Tatapan pria itu langsung melembut begitu melihat hasil USG bayi mereka. Senyum kecil tak lepas dari wajahnya. “Catatan dokternya nanti aja pas di rumah. Semuanya sehat. Baby-nya pasti tampan seperti papanya,” goda Serayu sambil bersandar lagi di dada Abra. Abra melebarkan senyumnya mendengar itu. Matanya mas

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   283. Milik Abra

    Cengkeraman itu tidak keras, tetapi tatapan Abra membuat Serayu ciut seketika. “Kamu milik saya, Rayu,” ucap Abra nadanya penuh penekanan. Tatapannya turun perlahan dari mata Serayu menuju bibir ranum wanita itu. Sorot matanya malam ini sangat posesif. Sebelum Serayu sempat membalas, Abra sudah lebih dulu menyambar bibir mungil itu. Kecupan itu dalam dan menuntut, membuat Serayu terkesiap. Jemari wanita itu refleks mencengkeram bagian depan jas Abra saat pria itu menyesap bibirnya. Serayu memejamkan mata, larut dalam pagutan mereka. Sampai seketika … Klik! Suara pintu yang terbuka membuat Serayu tersentak kecil. Abra sudah mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamar hotel tanpa memutus ciuman mereka. Pintu kembali tertutup di belakang mereka. Kini tubuh Serayu bersandar pada dinding dekat pintu, sementara Abra masih berada begitu dekat di hadapannya. Napas keduanya sedikit tidak teratur. “Tidak ada yang boleh mengganggu milik saya,” gumam Abra di dekat bibir istrinya. “Saya akan

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   282. Makan Malam Keluarga Besar

    “Hanya itu saja?” ulang Abra. Serayu terdiam sesaat dengan raut wajah yang mudah sekali ditebak oleh Abra. Pria itu tahu betul kalau istrinya sedang menyembunyikan sesuatu. Tatapan Abra datar. “Talk to me later,” katanya. Serayu menelan ludahnya melihat perubahan raut wajah itu. “Kita bicara lagi nanti saat saya pulang,” lanjut Abra, kali ini lebih tegas. Serayu hanya mampu mengangguk menurut. Hening sesaat mengisi panggilan video mereka, lalu Abra kembali bersuara, “besok ada acara makan malam keluarga besar,” katanya. “Mama dan Papa nggak datang. Papa lagi di luar kota dan Mama nggak mau pergi.” Abra berhenti sejenak lalu menambahkan, “Mama juga nggak ngizinin kamu datang.” Serayu diam saja mendengarnya. “Nggak apa-apa, Mas–” “But, I’ll pick you up,” pangkas Abra. “Besok saya masih ada meeting sama klien sebelum pulang. Nanti saya hubungi lagi.” Serayu kembali mengangguk kecil. “Tidurlah, Sayang.” Nada suara Abra melunak sepenuhnya kali ini. Serayu tersenyum tipis sambil m

  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   34. Tak Tahu Diri

    Abra membawa Aileen kembali ke rumah sakit dengan wajah tegang dan langkah tergesa. Sejak Aileen sempat tak sadarkan diri, kekhawatiran jelas tergambar di matanya. Ada ketakutan yang tak bisa disembunyikan—seolah ia takut kehilangan sesuatu yang berharga. Itulah sudut pandang Serayu dari tempatnya d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   37. Salah Paham

    Tidak mudah melacak kejadian itu. Tidak ada rekaman CCTV yang bisa membantu, sementara beberapa ruko yang memilikinya pun tidak menyorot hingga ke jalan raya. Abra juga sudah memastikan hari itu—dibantu juga dengan beberapa pengendara yang sempat menolong, motor pelaku tidak memiliki plat nomor dan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   38. Ketahuan

    Sedanu dan Serayu pindah—kini keduanya duduk di taman rumah sakit. Ruang koas mulai ramai, membuat mereka memilih tempat yang lebih tenang.“Tolong, dr. Sedanu, jangan begini. Saya dan Mas Abra baik-baik saja,” ucap Serayu, tidak sepenuhnya berbohong. Memang, akhir-akhir ini sikap Abra tak sekaku se

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • (Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan   21. Lelaki Menyebalkan

    “Dia wanita yang sangat saya syukuri hadir di hidup saya. Menjadi warna baru dalam hidup saya. Yang selalu saya nantikan kehadirannya, tawanya, rajuknya, juga bujuk rayunya.”Abra tersenyum tipis di akhir kalimatnya, membuat rahang Aileen menegang.“Bohong,” lirih wanita itu, suaranya bergetar. “Kam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status