Share

Bab 07

Author: Desus25
last update publish date: 2026-02-08 04:31:02

Seminggu sudah setelah Satya pamit, sampai sekarang pemuda itu belum menampakkan batang hidungnya, Ayunda terus didesak untuk segera pergi dari kampungnya oleh semua warga. Mereka tidak peduli seberapa keras usaha Ayunda untuk tetap bertahan, yang mereka inginkan tentu harus terkabulkan.

Mereka takut Ayunda akan membawa bencana, makanya mereka terus mendesak ketua RT untuk mengusir Ayunda. Sekarang Ayunda bahkan tidak tahu harus mengadu pada siapa?

“Apa sudah ada kabar dari suami kamu Ayunda?" Tanya Pak RT untuk kesekian kalinya.

“Saya tidak tahu kapan dia pulang." Jawab Ayunda.

“Ya kamu telepon dia, tanya kapan pulang? Saya sudah lelah terus menerus didesak warga." Kata Pak RT, seminggu terakhir hidupnya serasa tidak nyaman, karena warga silih berganti datang ke rumahnya hanya untuk menanyakan kapan Ayunda akan pergi dari kampung ini.

“Saya tidak punya nomor teleponnya." Kata Ayunda, Pak RT menghela nafasnya.

“Kalian suami istri tapi tidak punya nomor telepon masing-masing?" Tanya Pak RT tak percaya.

“Kan sudah saya bilang dari awal, saya sama dia itu tidak saling mengenal, jadi mana mungkin punya nomor hp satu sama lain.” Ujar Ayunda membela diri.

"Terserah, intinya baik suami kamu pulang atau tidak, besok kamu harus meninggalkan kampung. Kalau kamu masih tetap keras kepala, jangan salahkan saya kalau nanti warga yang bertindak." Ucap Pak RT.

Setelah mengatakan itu Pak RT pamit pulang, bukannya dia jahat tapi desakan warga membuatnya mau tidak mau melakukan hal ini. Pak RT hanya takut nanti warga marah, mengusir Ayunda dengan cara yang lebih buruk lagi.

Ayunda menghela nafasnya, ia masuk ke kamar untuk membereskan semua barang-barang yang akan dibawanya nanti, berat sekali rasanya harus meninggalkan rumah peninggalan sang Ayah. Tapi mau bagaimana lagi? Semua sudah terlanjur mencapnya sebagai pelaku pasangan mesum, tidak ada satupun dari mereka percaya kalau malam itu tidak terjadi apapun kepadanya dan Satya.

"Kamu mau kemana beresin baju segala? Oh aku lupa, kamu ‘kan di usir dari kampung ini.” Ujar Siska, ia cekikikan senang karena akhirnya Ayunda akan meninggalkan rumah ini.

"Sekalipun aku di usir dari rumah ini, aku nggak akan ngebiarin kalian hidup nyaman di rumah ini. Apalagi kalau sampai kalian menjualnya, aku tidak akan tinggal diam.” Kata Ayunda menatap Siska dengan tajam.

"Seharusnya kamu pergi dari rumah ini dari dulu, kamu nggak malu apa jadi bahan omongan warga? Calon suaminya malah menikahi adiknya.” Ujar Siska membahas kejadian masa lampau.

Dulu Ayunda memang sempat menikah dengan Rendy, suami Siska sekarang. Hubungannya dengan Rendy bisa dibilang cukup lama, sebab mereka mulai berpacaran saat lulus SMA. Tapi memang mereka tidak berjodoh, saat mendekati hari pernikahan, Rendy jujur dan mengatakan kalau ia dan Siska memiliki hubungan di belakangnya.

Waktu itu perasaan Ayunda sangat hancur, mengetahui fakta kalau calon suaminya ada main dengan adik tirinya. Dan yang paling menyakitkan adalah saat Rendy mengatakan kalau hubungan mereka sudah melewati batas, Siska mengaku hamil dan meminta pertanggungjawaban. Namun setelah menikah ternyata Siska berbohong, ia tidak hamil sama sekali. Itu hanya akal-akalannya saja agar Rendy meninggalkannya.

“Maafkan aku, aku tidak bisa melanjutkan pernikahan kita. Aku akan menikahi Siska nanti." Kata Rendy waktu itu, jadi hari bahagia yang seharusnya jadi milik Ayunda, di rebut oleh Siska.

"Harusnya yang malu itu kamu, bisa-bisanya kamu rebut calon suami kakak tiri kamu sendiri. Aku sih nggak papa ya di tinggal cowok modelan Rendy, untung aku nggak jadi nikah sama dia.” Ujar Ayunda, kalau mau sudah dari dulu Ayunda menyebarkan berita kalau Rendy dan Siska adalah pelaku pasangan mesum sesungguhnya.

"Mana kamu ngerebutnya pake badan lagi, gak malu apa?" Kata Ayunda sarkas.

“Kamu bilang apa? Rendy itu cinta sama aku, bukan karena fisik tapi dia tulus." Siska tidak terima, ia memang menggoda Rendy terlebih dahulu, tapi pria itu menyambutnya dengan baik jadi sekalian saja mereka melakukannya.

“Terserah, mau tulus ataupun modus kalian sudah menikah sekarang. Aku juga bersyukur karena tidak menikah dengan Rendy, ternyata dia orangnya pemalas. Hanya mengandalkan wanita untuk bekerja." Ucap Ayunda, Rendy tidak bekerja dan setiap harinya selalu ada di rumah ataupun pergi bermain bersama dengan teman-temannya.

Siska yang menunjang kehidupan rumah tangga mereka, dulu Siska tergiur untuk mendekati Rendy karena pria itu punya karir pekerjaan yang bagus, serta punya masa depan yang cerah. Tapi setelah menikah dengannya, Rendy dipecat dan sampai sekarang belum menemukan pekerjaan yang cocok dengannya. Mungkin bukan belum menemukan, tapi standart Rendy yang tidak mau bekerja selain menjadi manager, seperti jabatannya dulu. Ia terlalu gengsi mengambil pekerjaan yang jabatannya di bawah manager.

"Dia bukannya malas, tapi emang belum nemuin kerjaan yang cocok." Siska semakin tidak terima.

“Apapun itu tetap saja dia bukan pria yang bertanggung jawab, untung aku terselamatkan darinya. Terimakasih ya, sudah mengambil sampah itu dariku.” Kata Ayunda, suaranya lembut tapi kata-kata sangat tajam.

"Kau!” Tuding Siska, Ayunda tidak menanggapi ia mendorong Siska keluar dari kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya.

Siska menggedor-gedor pintu kamarnya dan berteriak-teriak, Ayunda tidak mempedulikannya. Ia harus segera mengamankan sertifikat rumah, kalaupun ia meninggalkan rumah ini setidaknya Rina tidak akan bisa menjualnya, karena tanpa sertifikat maka pembeli pun enggan membeli.

"Maafkan aku Ayah, aku harus pergi dari rumah ini. Tapi aku janji akan kembali, setelah semuanya berlalu.” Ayunda memeluk bingkai foto keluarga satu-satunya yang ia punya. Disana ada Ayah dan ibunya, sedangkan Ayunda masih kecil. Senyuman mereka merekah, pertanda kalau waktu itu mereka sangat bahagia.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Bukan Preman Biasa   Bab 08

    Warga datang berbondong-bondong menuju ke rumah Ayunda, mereka sepakat untuk mengusir Ayunda. Jika gadis itu masih menolak, mereka akan tetap memaksa Ayunda untuk pergi, kalau perlu dengan cara kasar sekalipun.“Ayunda, keluar kamu!" Teriak salah satu warga, yaitu Bu Ningsih.“Jangan sembunyi, kami tahu kalau kamu ada di dalam rumah." Teriak yang lainnya. Tidak lama kemudian pintu rumah Ayunda terbuka, bukan Ayunda yang membukakan pintu melainkan Rina dan juga Siska, mereka sudah menunggu warga sedari tadi. Ingin melihat bagaimana Ayunda dipermalukan sekali lagi.“Mana Ayunda? Jangan-jangan dia sembunyi lagi." Kata Bu Ningsih.“Tenang Ibu-ibu, Bapak-bapak. Ayunda tidak lari, dia ada di rumah dan sedang berkemas. Seperti yang kalian mau, Ayunda akan segera meninggalkan kampung kita." Ujar Rina, ia menunjukkan wajah sedihnya, seolah sangat berat kehilangan Ayunda."Baguslah kalau dia tahu diri, kita-kita disini tidak mau ketiban sial gara-gara si Ayunda.” Rina mengangguk, suasana semak

  • Bukan Preman Biasa   Bab 07

    Seminggu sudah setelah Satya pamit, sampai sekarang pemuda itu belum menampakkan batang hidungnya, Ayunda terus didesak untuk segera pergi dari kampungnya oleh semua warga. Mereka tidak peduli seberapa keras usaha Ayunda untuk tetap bertahan, yang mereka inginkan tentu harus terkabulkan. Mereka takut Ayunda akan membawa bencana, makanya mereka terus mendesak ketua RT untuk mengusir Ayunda. Sekarang Ayunda bahkan tidak tahu harus mengadu pada siapa?“Apa sudah ada kabar dari suami kamu Ayunda?" Tanya Pak RT untuk kesekian kalinya. “Saya tidak tahu kapan dia pulang." Jawab Ayunda.“Ya kamu telepon dia, tanya kapan pulang? Saya sudah lelah terus menerus didesak warga." Kata Pak RT, seminggu terakhir hidupnya serasa tidak nyaman, karena warga silih berganti datang ke rumahnya hanya untuk menanyakan kapan Ayunda akan pergi dari kampung ini.“Saya tidak punya nomor teleponnya." Kata Ayunda, Pak RT menghela nafasnya.“Kalian suami istri tapi tidak punya nomor telepon masing-masing?" Tanya

  • Bukan Preman Biasa   Bab 06

    “Heh, Ayunda! Kamu nggak malu apa masih tinggal disini?" Ujar Bu Ani, dia menatap Ayunda dengan tatapan mencibir. "Kenapa harus malu?” Tanya Ayunda. "Ya harusnya kamu malu dong, sudah ketahuan berbuat mesum, dinikahkan paksa lagi.” Kata Bu Ani. "Saya nggak merasa tuh, makanya saya nggak malu.” Jawab Ayunda. "Kamu ini ya! Gara-gara kamu kampung kita pasti kena sial. Kamu harus pergi dari kampung ini, dasar wanita gak benar." Kata Bu Ani pedas. “Gak usah ikut campur urusan orang, Bu. Mendingan Ibu urus aja si Mely, jangan-jangan nanti dia ketahuan hamil di luar nikah lagi." Ucap Ayunda pedas, menghadapi orang seperti Bu Ani ini harus bisa lebih pedas kata-katanya. “Apa katamu? Kamu mau bilang kalau anakku perempuan gak benar gitu?" Teriak Bu Ani, ia tidak terima kalau anaknya dihina seperti itu. “Kenyataannya seperti itu, makanya tanya dong Bu kalau anaknya pulang pagi itu ngapain?” Kesal Ayunda, ia memilih untuk meninggalkan Bu Ani yang berteriak memakinya, mengatai peremp

  • Bukan Preman Biasa   Bab 05

    Ayunda membuka amplop uang dari Satya, setelah dihitung-hitung totalnya ada lima juta. Ayunda menyimpannya dan tidak berani untuk menggunakannya, ia masih belum percaya kepada Satya bisa saja itu memang benar hasil malak orang.“Aku harus cari tahu, pekerjaan dia sebenarnya apa? Aku tidak bisa tenang sebelum mengetahuinya.” Ujar Ayunda pelan, tampang Satya tidak mendukung kalau dia benar-benar orang baik.Suara ketukan pintu terdengar, Ayunda membuka pintu kamarnya dan mendapati Ibu tirinya yang berdiri di luar pintu.“Ada apa?" Tanya Ayunda ketus, mereka tidak pernah akur sekalipun.“Ada pak RT." Jawab Rina.“Mau ngapain Pak RT kesini?" Tanya Ayunda lagi.“Mana Ibu tahu, kamu tanya sendiri aja sama Pak RT." Ujar Rina tak kalah ketus. Dia pergi dari sana, kembali ke kamarnya.Ayunda menutup pintu kamar dan menemui Pak RT yang menunggunya di ruang tamu, ternyata bukan hanya ada Pak RT tapi juga beberapa orang warga yang ikut.“Ada apa ya pak RT?" Tanya Ayunda sopan, ia menjadi khawati

  • Bukan Preman Biasa   Bab 04

    Sepanjang perjalanan pulang, Ayunda terus menundukkan kepalanya. Setiap berpapasan dengan warga, mereka berbisik-bisik membicarakannya. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakannya di depan Ayunda. Mereka seakan yang paling tahu dengan hidupnya, mereka membicarakannya tapi tidak tahu bagaimana kejadian aslinya.“Eh ada Neng Ayunda, baru pulang kerja ya?" Sapa Ibu-ibu yang sedang berkumpul di salah satu rumah.“Iya, Bu." Jawab Ayunda mencoba bersikap ramah.“Suaminya kemana? Kok nggak di jemput?" Tanya Bu Rahma.“Iya, padahal kamu sudah menikah loh. Harusnya kamu minta suami kamu antar jemput, jangan sukanya malakin orang di pasar." Celetuk Bu Ani.“Ya wajar malakin orang di pasar, dia akan aslinya preman." Timpal Bu Ningsih, mereka tertawa sangat keras sekali, seolah hal itu adalah bahan bercandaan yang sangat menyenangkan.“Jangan begitu Ibu-ibu, kita ‘kan nggak tahu kejadiannya seperti apa? Kita hanya melihat suami Ayunda diberikan uang sama pelanggan di pasar, siapa tahu itu upahn

  • Bukan Preman Biasa   Bab 03

    “Kenapa manyun aja?" Tanya Yuda, teman kerja Ayunda di toko kue dan roti.“Diem deh, aku lagi badmood." Kata Ayunda, hari ini moodnya benar-benar hancur. “Badmood kenapa sih? Biasanya kamu yang paling semangat.” Kata Yuda sembari membereskan roti di rak."Pokoknya ada-lah yang bikin kesel." Jawab Ayunda. Ia kembali teringat akan kejadian semalam, rasanya seperti mimpi buruk.Ayunda tidak tahu harus berbuat apa, semua warga tahu kalau sekarang dia sudah menikah. Tidak membiarkan Satya tinggal di rumahnya, pasti akan menimbulkan masalah lain. “Dengar-dengar semalam ada kejadian heboh ya di kampung kamu?" Ujar Yuda, ia sangat penasaran dengan gosip yang beredar. Ia yang hanya tahu sepenggal kisahnya tidak mengetahui siapa dan apa yang sebenarnya terjadi.“Ya." Jawab Ayunda tidak berniat memberikan keterangan lebih lanjut.“Katanya ada yang digerebek terus langsung dinikahin, kamu tahu siapa?" Tanya Yuda.Ayunda tidak menjawab, tentu saja dia sangat mengetahuinya karena dia yang menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status