Bukan Preman Biasa

Bukan Preman Biasa

last updateHuling Na-update : 2026-02-02
By:  Desus25 In-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Hindi Sapat ang Ratings
6Mga Kabanata
14views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"Kamu bukan hanya sekedar tanggung jawabku, tapi kamu adalah wanita yang berharga untukku, jadi izinkan aku untuk membahagiakanmu mulai dari sekarang." Satya Aditama.

view more

Kabanata 1

Bab 01

“Hai kalian, sedang apa berduaan ditempat sepi seperti ini?" Teriak seorang warga, ia menyoroti pasangan yang seperti tengah berbuat mesum.

Teriakannya mengundang beberapa warga lain untuk datang, pasangan tersebut sepertinya terkejut dan buru-buru membenarkan posisi masing-masing.

"Kalian berbuat mesum, ya?” Tuding warga lainnya, si wanita menggelengkan kepala. Ia jelas ketakutan melihat warga-warga yang terlihat sangat marah.

"Sudah bawa saja mereka ke balai warga, biar Pak RT yang memutuskan harus diapakan mereka ini.” Kata warga.

"Tidak! Kalian salah paham, kita nggak ngelakuin apa-apa.” Ujar si wanita.

Namun sepertinya warga tidak ada yang mau mendengarkan, mereka berdua digiring menuju balai warga. Malam itu kampung menjadi gaduh, dari satu cerita menyebar ke banyak warga, banyak orang-orang berbondong-bondong ingin melihat siapa pelaku pasangan mesum tersebut.

Sesampainya di balai warga, mereka diinterogasi. “Saya hanya sedang berteduh karena hujan deras Pak RT, tiba-tiba saja dia datang.” Ujar si wanita yang bernama Ayunda Larasati.

"Lalu kenapa posisi kalian saat ditemukan seperti itu?” Tanya Pak RT.

"Saya terpeleset saat hendak pergi, dia hanya berniat menolong saja. Saya juga nggak kenal dia siapa?” Jawab Ayunda, ia melirik ke arah pria yang dari tadi diam saja. Seharusnya pria ini juga membantunya menjelaskan.

“Apakah benar begitu?" Kali ini Pak RT bertanya kepada pemuda tersebut.

“Ya. Tapi kalau kalian semua tidak percaya, saya bisa apa? Saya juga tidak punya bukti untuk membenarkan ucapan saya." Jawab si pria, semua orang meragukan ucapannya. Lihat saja gayanya yang urakan, wajah tampang preman dan juga auranya yang sangar.

Ayunda melotot mendengar jawaban pria tersebut, ingin rasanya dia menghajar wajahnya. Bagaimana dia bisa membuktikan bahwa semua tuduhan itu tidak benar? Sedangkan pria ini malah membuat semuanya menjadi kacau.

“Boleh saya lihat KTP-nya?" Pinta Pak RT, pria itu mengambil dompet di sakunya, memberikan kartu tanda penduduk kepada Pak RT.

“Satya Aditama, kamu bukan warga disini." Kata Pak RT.

"Saya lagi main kesini, kebetulan rumah teman saya nggak jauh dari sini.” Jawab Satya.

"Pak RT, saya sama dia benar-benar tidak melakukan apapun. Saya hanya berteduh, dan dia hanya berniat menolong.” Kata Ayunda, tatapannya mengiba berharap kalau ketua rukun tersebut memberikan keputusan yang tepat.

"Alah itu cuma alasan saja, lebih baik kita nikahkan saja mereka. Mereka ngomong kayak gitu karena ketahuan aja, coba kalau tidak ketahuan mereka pasti sudah berbuat mesum." Kata warga yang pertama kali menemukan mereka.

“Benar itu Pak RT, jangan sampai kampung kita terkena sial karena perbuatan mereka." Sahut yang lainnya setuju. Mereka percaya kalau ada yang melakukan perbuatan tercela, maka kampung mereka akan terkena sial.

Suasana menjadi gaduh, mereka menuntut Ayunda dan Satya untuk dinikahkan. Tentu hal itu membuat Ayunda tidak terima, bagaimana bisa dia menikah dengan pria yang tak dikenalnya.

"Saya nggak mau dinikahkan sama dia, kenal juga nggak. Kalian jangan main-main sama hidup orang, ya." Teriak Ayunda, diantara mereka yang bersuara ada Ibu tiri dan juga adik tiri dan suaminya yang menonton.

Mereka hanya diam dan tidak membela Ayunda, memangnya apa yang bisa Ayunda harapkan dari mereka? Tentu mereka sangat senang dengan kejadian ini, karena pada dasarnya mereka sangat membenci Ayunda.

"Kalian hanya melihat dan mendengar sepenggal cerita, apa kalian tahu semua ceritanya dari awal?" Tanya Ayunda, ini menyangkut hidupnya. Tidak ada yang bisa mengatur hidupnya, Ayunda yang harus menentukan hidupnya sendiri.

“Kalau saya memang harus bertanggung jawab untuk menikahinya, saya siap melakukannya." Ujar Satya, Ayunda menoleh dan menatapnya tajam.

“Nah itu laki-lakinya siap tanggung jawab, berarti memang benar mereka mau berbuat mesum tadi." Sahut warga, suasana kembali riuh. Mereka tetap pada keputusan yang menginginkan keduanya menikah malam itu juga.

“Tidak! Aku tidak mau!” Ujar Ayunda keras, ia marah, benci dan kesal. Semua perasaan itu membuncah dalam dadanya, membuatnya menangis untuk pertama kalinya setelah kehilangan sang ayah untuk selamanya.

Hidup Ayunda menjadi berantakan setelah Ayahnya meninggalkan dunia, Ibu dan adik tirinya sama sekali tidak pernah akur dengannya. Sekarang dia menghadapi masalah ini sendirian, tidak ada yang mau membelanya.

"Pak RT, saya sebagai orang tua Ayunda menerima apapun keputusannya. Kalau memang Ayunda harus dinikahkan malam ini, saya akan menerimanya. Saya juga malu memiliki anak sepertinya, ini mencoreng nama baik keluarga saya dan almarhum suami saya.” Kata Ibu tiri Ayunda, Rina.

"Diam! Jangan bawa-bawa nama Ayahku, kau tidak berhak menentukan hidupku.” Kata Ayunda, ia menatap tajam Ibu tirinya sengit.

“Ayunda, ini semua demi kebaikan kamu. Kita menginginkan yang terbaik buat kamu, apa kamu mau membuat malu keluarga?” Ujar Siska, adik tiri Ayunda.

"Aku tidak melakukan apapun, kenapa aku membuat malu keluarga?” Ucap Ayunda, ia melemah seiring dengan banyaknya suara-suara yang terus menerus menyuruhnya menikah.

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, Ayunda memiliki pernikahan impiannya sendiri. Kenapa nasib sial selalu menimpanya? Kenapa Ayunda tidak bisa bahagia hanya untuk sebentar saja?

"Seperti kata saya tadi, saya akan menikahi Ayunda malam ini juga. Saya akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi.” Kata Satya dengan tegas. Semua orang terdiam mendengar suaranya yang sangat berwibawa.

"Dan untuk kamu, sebaiknya kamu ikuti kataku. Aku janji tidak ada lagi masalah dalam hidupmu," kata Satya begitu menyakinkan.

“Baiklah, karena semuanya sudah setuju. Malam ini juga kalian harus menikah. Saya akan memanggil penghulu, dan kamu siapkan dua orang saksi." Ujar Pak RT.

Ayunda hanya bisa pasrah saat pernikahan itu digelar begitu saja, Ayunda merasa ini adalah awal kehancuran untuk hidupnya. Entah kedepannya hidupnya akan seperti apa? Ayunda hanya berharap kalau semuanya akan baik-baik saja.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
6 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status