แชร์

Bab 05

ผู้เขียน: Desus25
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-04-17 20:17:59

Ayunda membuka amplop uang dari Satya, setelah dihitung-hitung totalnya ada lima juta. Ayunda menyimpannya dan tidak berani untuk menggunakannya, ia masih belum percaya kepada Satya bisa saja itu memang benar hasil malak orang.

“Aku harus cari tahu, pekerjaan dia sebenarnya apa? Aku tidak bisa tenang sebelum mengetahuinya.” Ujar Ayunda pelan, tampang Satya tidak mendukung kalau dia benar-benar orang baik.

Suara ketukan pintu terdengar, Ayunda membuka pintu kamarnya dan mendapati Ibu tirinya yang berdiri di luar pintu.

“Ada apa?" Tanya Ayunda ketus, mereka tidak pernah akur sekalipun.

“Ada pak RT." Jawab Rina.

“Mau ngapain Pak RT kesini?" Tanya Ayunda lagi.

“Mana Ibu tahu, kamu tanya sendiri aja sama Pak RT." Ujar Rina tak kalah ketus. Dia pergi dari sana, kembali ke kamarnya.

Ayunda menutup pintu kamar dan menemui Pak RT yang menunggunya di ruang tamu, ternyata bukan hanya ada Pak RT tapi juga beberapa orang warga yang ikut.

“Ada apa ya pak RT?" Tanya Ayunda sopan, ia menjadi khawatir sendiri melihat kedatangan mereka semua.

“Apa suami kamu ada di rumah?" Tanya Pak RT.

“Dia lagi gak ada di rumah, tapi pamit katanya mau pergi kerja seminggu." Jawab Ayunda.

“Begini Ayunda, saya hanya menyampaikan keinginan warga. Mereka meminta kalian berdua untuk segera pindah dari sini, mereka khawatir kalau kalian masih ada disini, kampung akan ditimpa kemalangan." Kata Pak RT hati-hati.

“Tunggu dulu Pak RT, kenapa saya harus meninggalkan rumah saya sendiri? Saya nggak salah, jadi kenapa harus saya yang disingkirkan dari sini? Saya dan Satya sudah menikah, sesuai dengan permintaan kalian. Rasanya tidak adil kalau saya diusir dari sini." Ujar Ayunda, ia pikir setelah kejadian kemarin malam semuanya selesai. Tapi ternyata mereka menuntut lebih, bahkan memintanya untuk pergi? Dimana otak mereka semua?

"Kamu dan suami kamu sudah berbuat mesum, jelas itu melanggar aturan kampung kita. Dan menurut peraturan, kamu harus meninggalkan kampung ini. Supaya kesialan tidak menghampiri kami semua.” kata salah satu bapak-bapak.

“Sudah saya jelaskan berkali-kali, saya tidak pernah melakukan hal itu. Apa bukti kalian kalau saya berbuat seperti itu? Apa kalian bisa mempertanggungjawabkan pernyataan kalian ini?" Tanya Ayunda, mungkin masalah kemarin Ayunda masih bisa sedikit bermurah hati memaafkan mereka semua, tapi kalau sudah seperti ini rasanya Ayunda tidak bisa memaafkan mereka semua.

"Pokoknya kita mau kamu pergi dari kampung ini, kalau kamu masih tinggal disini, terpaksa kita akan mengusir kamu secara paksa. Kita juga bakal arak kamu keliling desa, apa kamu mau?" Ancam salah satu dari mereka lagi.

“Begini saja, sebaiknya kamu diskusikan hal ini dengan suami kamu. Setelah keputusan dibuat, kamu bisa langsung menyampaikannya kepada saya." Kata Pak RT.

Ayunda merasa peraturan konyol itu tidak bisa terus berlangsung, bisa saja kejadian serupa terulang lagi. Pasti akan banyak lagi korban kesalahpahaman sepertinya.

"Kita pamit dulu, nanti kita akan kembali lagi setelah suami kamu pulang.” Pamit Pak RT. Dia sebenarnya tidak tega mengusir Ayunda, apalagi dia mengenal dengan baik Ayah Ayunda. Bahkan Ayahnya menitipkan Ayunda padanya, tapi warga terus mendesaknya agar Ayunda segera di usir dari kampung.

Pak RT tidak bisa melakukan apapun kalau sudah warga yang bertindak, Pak RT takut terjadi keributan dan yang paling buruk adalah mereka justru melakukan hal yang tidak diinginkan. Warga sangat menaati peraturan tidak tertulis, yang sudah ada secara turun temurun. Kepercayaan itu sulit untuk dihilangkan, jadi mau tidak mau Pak RT ikutan menaati peraturan tersebut.

"Sudahlah, lebih baik kamu pergi saja dari sini. Jangan buat keributan lagi." Kata Rina, dia dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka. Dan tentu ini adalah momen yang paling ia tunggu, walaupun Ayunda tidak jadi menikah dengan pria suruhannya. Tapi kejadian kemarin menguntungkannya, Rina hanya perlu memanasi warga dan berusaha mengusir Ayunda.

“Tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkan rumah peninggalan Ayah, aku tidak akan membiarkan kalian hidup nyaman di rumah ini." Kata Ayunda.

“Kenapa kamu keras kepala sekali? Apa kamu tidak peduli sama harga diri kamu sendiri? Kamu tidak dengar mereka mengancam akan mengarak kamu keliling desa? Kamu nggak takut itu?” Tanya Rina.

"Aku nggak peduli, aku akan tetap tinggal di rumah ini apapun yang terjadi.” Keukeuh Ayunda, ia tidak akan mendengarkan siapapun.

“Ya terserah sih, kalau kamu memang mau harga diri setinggi langit kamu itu jatuh. Ibu nggak peduli juga." Ujar Rina bersikap masa bodoh, tapi dia akan terus memikirkan cara agar bisa mengusir Ayunda dari rumah. Mungkin salah satunya adalah mempengaruhi Satya.

Rina meninggalkan Ayunda di ruang tamu sendiri, tanpa Ayunda sadari dia tersenyum karena tidak lama lagi Ayunda pasti akan pergi dari rumah. Rina benar-benar cerdik, memanfaatkan aturan warga untuk mengusir Ayunda secara halus.

"Aku harus bagaimana? Aku tidak mungkin meninggalkan rumah ini, tapi aku juga tidak mungkin bisa tinggal disini lebih lama lagi. Aku tahu betul bagaimana sifat warga-warga disini, mereka pasti melakukan segala cara untuk membuat aku pergi dari sini.” Gumam Ayunda, entah kenapa masalah demi masalah datang silih berganti.

Meninggalkan Ayunda yang pusing dengan nasibnya, Satya justru tengah bersitegang dengan seorang pria. Tampak Satya sangat tidak menyukainya.

"Sebaiknya kamu pulang, kamu terima saja permintaan itu. Semua masalah pasti akan beres.” Katanya.

"Aku tidak mau, perjodohan itu hanya menguntungkan kalian. Aku tidak mau hidup tersiksa.” Jawab Satya.

"Justru perjodohan ini akan menguntungkan kamu, apa kamu tidak berpikir, hidupmu akan lebih nyaman dari sebelumnya." Bujuknya lagi.

“Aku tidak peduli, sekali aku katakan tidak maka jawabannya akan tetap sama." Kata Satya, dia meninggalkan pria tersebut yang kesal karena Satya sangat sulit untuk di bujuk.

"Dia sangat keras kepala,” gumamnya.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Bukan Preman Biasa   Bab 06

    “Heh, Ayunda! Kamu nggak malu apa masih tinggal disini?" Ujar Bu Ani, dia menatap Ayunda dengan tatapan mencibir. "Kenapa harus malu?” Tanya Ayunda. "Ya harusnya kamu malu dong, sudah ketahuan berbuat mesum, dinikahkan paksa lagi.” Kata Bu Ani. "Saya nggak merasa tuh, makanya saya nggak malu.” Jawab Ayunda. "Kamu ini ya! Gara-gara kamu kampung kita pasti kena sial. Kamu harus pergi dari kampung ini, dasar wanita gak benar." Kata Bu Ani pedas. “Gak usah ikut campur urusan orang, Bu. Mendingan Ibu urus aja si Mely, jangan-jangan nanti dia ketahuan hamil di luar nikah lagi." Ucap Ayunda pedas, menghadapi orang seperti Bu Ani ini harus bisa lebih pedas kata-katanya. “Apa katamu? Kamu mau bilang kalau anakku perempuan gak benar gitu?" Teriak Bu Ani, ia tidak terima kalau anaknya dihina seperti itu. “Kenyataannya seperti itu, makanya tanya dong Bu kalau anaknya pulang pagi itu ngapain?” Kesal Ayunda, ia memilih untuk meninggalkan Bu Ani yang berteriak memakinya, mengatai peremp

  • Bukan Preman Biasa   Bab 05

    Ayunda membuka amplop uang dari Satya, setelah dihitung-hitung totalnya ada lima juta. Ayunda menyimpannya dan tidak berani untuk menggunakannya, ia masih belum percaya kepada Satya bisa saja itu memang benar hasil malak orang.“Aku harus cari tahu, pekerjaan dia sebenarnya apa? Aku tidak bisa tenang sebelum mengetahuinya.” Ujar Ayunda pelan, tampang Satya tidak mendukung kalau dia benar-benar orang baik.Suara ketukan pintu terdengar, Ayunda membuka pintu kamarnya dan mendapati Ibu tirinya yang berdiri di luar pintu.“Ada apa?" Tanya Ayunda ketus, mereka tidak pernah akur sekalipun.“Ada pak RT." Jawab Rina.“Mau ngapain Pak RT kesini?" Tanya Ayunda lagi.“Mana Ibu tahu, kamu tanya sendiri aja sama Pak RT." Ujar Rina tak kalah ketus. Dia pergi dari sana, kembali ke kamarnya.Ayunda menutup pintu kamar dan menemui Pak RT yang menunggunya di ruang tamu, ternyata bukan hanya ada Pak RT tapi juga beberapa orang warga yang ikut.“Ada apa ya pak RT?" Tanya Ayunda sopan, ia menjadi khawati

  • Bukan Preman Biasa   Bab 04

    Sepanjang perjalanan pulang, Ayunda terus menundukkan kepalanya. Setiap berpapasan dengan warga, mereka berbisik-bisik membicarakannya. Bahkan ada yang terang-terangan mengatakannya di depan Ayunda. Mereka seakan yang paling tahu dengan hidupnya, mereka membicarakannya tapi tidak tahu bagaimana kejadian aslinya.“Eh ada Neng Ayunda, baru pulang kerja ya?" Sapa Ibu-ibu yang sedang berkumpul di salah satu rumah.“Iya, Bu." Jawab Ayunda mencoba bersikap ramah.“Suaminya kemana? Kok nggak di jemput?" Tanya Bu Rahma.“Iya, padahal kamu sudah menikah loh. Harusnya kamu minta suami kamu antar jemput, jangan sukanya malakin orang di pasar." Celetuk Bu Ani.“Ya wajar malakin orang di pasar, dia akan aslinya preman." Timpal Bu Ningsih, mereka tertawa sangat keras sekali, seolah hal itu adalah bahan bercandaan yang sangat menyenangkan.“Jangan begitu Ibu-ibu, kita ‘kan nggak tahu kejadiannya seperti apa? Kita hanya melihat suami Ayunda diberikan uang sama pelanggan di pasar, siapa tahu itu upahn

  • Bukan Preman Biasa   Bab 03

    “Kenapa manyun aja?" Tanya Yuda, teman kerja Ayunda di toko kue dan roti.“Diem deh, aku lagi badmood." Kata Ayunda, hari ini moodnya benar-benar hancur. “Badmood kenapa sih? Biasanya kamu yang paling semangat.” Kata Yuda sembari membereskan roti di rak."Pokoknya ada-lah yang bikin kesel." Jawab Ayunda. Ia kembali teringat akan kejadian semalam, rasanya seperti mimpi buruk.Ayunda tidak tahu harus berbuat apa, semua warga tahu kalau sekarang dia sudah menikah. Tidak membiarkan Satya tinggal di rumahnya, pasti akan menimbulkan masalah lain. “Dengar-dengar semalam ada kejadian heboh ya di kampung kamu?" Ujar Yuda, ia sangat penasaran dengan gosip yang beredar. Ia yang hanya tahu sepenggal kisahnya tidak mengetahui siapa dan apa yang sebenarnya terjadi.“Ya." Jawab Ayunda tidak berniat memberikan keterangan lebih lanjut.“Katanya ada yang digerebek terus langsung dinikahin, kamu tahu siapa?" Tanya Yuda.Ayunda tidak menjawab, tentu saja dia sangat mengetahuinya karena dia yang menjadi

  • Bukan Preman Biasa   Bab 02

    “Jangan harap aku menerima pernikahan konyol ini, aku sama sekali tidak akan menerima kamu sebagai suamiku.” Kata Ayunda tajam, mereka sekarang ada di rumah Ayunda. "Aku tahu, aku juga tidak akan memaksa." Jawab Satya.“Baguslah kalau kau tahu diri, malam ini terserah kau mau tidur dimanapun, asal jangan pernah masuk ke kamarku." Ujar Ayunda, ia meninggalkan Satya di ruang tamu.Satya hanya bisa menghela nafasnya, kejadian tadi pasti membuat Ayunda terguncang. Hal ini juga sebenarnya membuat Satya tidak percaya, ia hanya datang kesini untuk bertemu teman lamanya, siapa sangka Satya akan menikah malam ini.Mungkin ini yang dinamakan jodoh, Satya hanya terkekeh membayangkannya saja. Wanita yang baru pertama kali bertemu dengannya, menjadi istrinya sekarang.“Nak Satya, harap maklum ya dengan kelakuannya Ayunda. Dia memang seperti itu sama orang baru, tapi anaknya baik kok." Ujar Rina. “Ah tidak masalah, kejadian ini pasti membuatnya syok. Saya bisa maklum." Jawab Satya. Di dalam rumah

  • Bukan Preman Biasa   Bab 01

    “Hai kalian, sedang apa berduaan ditempat sepi seperti ini?" Teriak seorang warga, ia menyoroti pasangan yang seperti tengah berbuat mesum.Teriakannya mengundang beberapa warga lain untuk datang, pasangan tersebut sepertinya terkejut dan buru-buru membenarkan posisi masing-masing."Kalian berbuat mesum, ya?” Tuding warga lainnya, si wanita menggelengkan kepala. Ia jelas ketakutan melihat warga-warga yang terlihat sangat marah. "Sudah bawa saja mereka ke balai warga, biar Pak RT yang memutuskan harus diapakan mereka ini.” Kata warga."Tidak! Kalian salah paham, kita nggak ngelakuin apa-apa.” Ujar si wanita.Namun sepertinya warga tidak ada yang mau mendengarkan, mereka berdua digiring menuju balai warga. Malam itu kampung menjadi gaduh, dari satu cerita menyebar ke banyak warga, banyak orang-orang berbondong-bondong ingin melihat siapa pelaku pasangan mesum tersebut.Sesampainya di balai warga, mereka diinterogasi. “Saya hanya sedang berteduh karena hujan deras Pak RT, tiba-tiba saja

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status