共有

49

last update 公開日: 2026-07-21 09:00:58

Tali gaun sutra yang membalut bahu Elloist merosot perlahan. Ditarik turun oleh jemari Thomas yang terasa sedingin es, namun membakar kulitnya.

Hembusan napas pria itu yang beraroma bunga plum memabukkan, mengurung setiap inci kewarasan sang Putri Mahkota.

Di atas ranjang bertabur kelopak bunga yang teramat empuk itu, janji akan surga duniawi ditawarkan secara cuma-cuma.

Bagi tubuh Elloist yang tengah disiksa habis-habisan oleh demam Masa Estrus Kedua, god
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (7)
goodnovel comment avatar
gadissial390
trauma itu memang sangat berpengaruh untuk hidup seseorang, buktinya bisa membuat seseorang menjadi egois
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
Dibalik songong nya Thomas ternyata punya trauma ya
goodnovel comment avatar
Marimar Chan
oalah ternyata tadi ilusi ya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   54

    Pintu ganda ruang pengadilan yang tertutup berdebam seolah menjadi pembatas absolut antara dirinya dan kepingan hati Thomas yang hancur lebur.Elloist berdiri mematung di tengah ruangan yang perlahan kosong. Hawa dingin dari lantai pualam menjalar naik ke ujung kakinya, namun rasa dingin yang sesungguhnya bersarang tepat di ulu hatinya.Penolakan Thomas yang begitu dingin dan sarat akan kebencian terus terngiang di telinganya."Jangan dekati aku."Kalimat itu lebih menyakitkan daripada tusukan belati obsidian mana pun."Jangan buang air matamu untuk rubah tak tahu diuntung itu, Elloist." Sebuah suara bariton yang berat dan posesif memecah lamunan sang putri.Pangeran Alexander melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Tangan besar Sang Jenderal Naga terulur, menarik bahu Elloist hingga punggung gadis itu bersandar pada dada bidangnya yang hangat."Tugasnya sebagai Penasehat Hukum telah selesai. Jika

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   53

    Pancaran sinar matahari pagi yang menembus kaca patri megah di Ruang Pengadilan Tinggi Kerajaan Moon sama sekali tidak mampu mengusir hawa dingin yang mencekik.Hari ini adalah batas akhir penangguhan vonis. Ratusan pasang mata bangsawan kembali berkumpul, menatap dengan napas tertahan ke arah tengah ruangan.Di dalam lingkar pesakitan, Putri Mahkota Elloist berdiri tegak. Wajahnya pucat dan tubuhnya masih menyimpan sisa-sisa kelelahan luar biasa akibat demam estrus dan pertarungan mentalnya semalam.Setelah penolakan brutal di alam bawah sadar, amukan monster rubah itu mendadak terhenti. Tubuh raksasa Thomas menyusut dan menghilang ke dalam bayang-bayang, melarikan diri dari istana sebelum Alexander dan Marcus yang panik berhasil mendobrak masuk untuk menyelamatkan istri mereka.Kini, dengan tingkat kebencian yang kembali merosot ke angka minus lima puluh persen. Elloist sempat ragu apakah Sang Penasehat Hukum Utama itu akan muncul untuk membelan

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   52

    Dunia ilusi di dalam alam bawah sadar Thomas perlahan-lahan runtuh. Pecahan-pecahan ruang batin itu berjatuhan layaknya serpihan kaca yang memantulkan memori-memori kelam.Di tengah kehancuran tersebut, Elloist masih berlutut di atas lantai kayu gubuk yang mulai memudar. Angin puyuh energi mental yang tidak stabil menyapu rambut hitamnya, namun gadis itu tidak bergeming.Sepasang netra Elloist yang memancarkan pendar pelangi menatap lurus ke arah siluet pria yang memeluk erat ayunan ilusi di dadanya.Air mata masih menganak sungai di pipi sang Putri Mahkota, namun isak tangisnya telah berganti menjadi sebuah ketegasan yang tak tergoyahkan."Aku mengerti, Thomas," ucap Elloist, suaranya bergetar namun mengalun jelas menembus gemuruh kehancuran ruang ilusi."Aku akhirnya menyadari betapa dalam luka yang telah digoreskan oleh tangan ini padamu. Tidak ada kata maaf yang sanggup menghapus jeritan adikmu, dan tidak ada air mata yang c

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   51

    Rasa bersalah yang luar biasa masif menghantam dada Elloist, mengalirkan hawa dingin yang jauh lebih membekukan daripada badai salju manapun.Tubuhnya merosot perlahan, hingga bersandar pada dinding kayu gubuk yang reyot. Napasnya tersengal, air matanya tak berhenti mengalir saat kepingan memori keji dari pemilik tubuh asli ini terus berputar bagai kaset rusak di dalam otaknya.Jurang Dunia Hampa.Sebuah tempat terkutuk di ujung benua di mana cahaya pun tak sanggup melarikan diri.Jiwa yang jatuh ke sana tidak akan pernah mati, namun juga tidak akan pernah hidup. Hanya terperangkap dalam ketiadaan dan penderitaan tanpa akhir.Putri Elloist yang asli telah melempar satu-satunya keluarga yang Thomas miliki ke dalam jurang tersebut hanya karena ego yang terluka.“Pantas saja ... pantas saja dia begitu membenciku,” batin Elloist merintih pilu.“Selama ini dia hidup berdampingan dengan pembunuh keluarganya, tersenyu

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   50

    Pelukan hangat yang diberikan Elloist terasa sangat asing bagi Thomas kecil.Di dalam sel penjara yang membekukan darah itu, kehangatan dari tubuh sang putri seolah menjadi satu-satunya sumber cahaya di tengah kegelapan absolut yang mengurungnya selama bertahun-tahun.Perlahan, anak laki-laki itu mengangkat wajahnya yang penuh luka memar. Sepasang netra biru rubah yang biasanya menyipit penuh kewaspadaan, kini terbuka lebar.Di dalam sorot mata yang penuh ketakutan itu, kilatan kerinduan yang teramat dalam dan menyayat hati terpancar jelas.Ia menatap wajah Elloist seolah melihat sosok seorang dewi penyelamat, sosok figur pelindung yang selalu ia dambakan dalam setiap rintihannya di malam yang dingin.Namun, trauma yang mengakar di dalam inti jiwanya terlalu dalam.Baginya, kelembutan adalah awal mula dari rasa sakit.Kasih sayang hanyalah topeng sebelum cambuk berduri kembali merobek punggungnya.Begi

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   49

    Tali gaun sutra yang membalut bahu Elloist merosot perlahan. Ditarik turun oleh jemari Thomas yang terasa sedingin es, namun membakar kulitnya.Hembusan napas pria itu yang beraroma bunga plum memabukkan, mengurung setiap inci kewarasan sang Putri Mahkota.Di atas ranjang bertabur kelopak bunga yang teramat empuk itu, janji akan surga duniawi ditawarkan secara cuma-cuma.Bagi tubuh Elloist yang tengah disiksa habis-habisan oleh demam Masa Estrus Kedua, godaan ini adalah oase di tengah padang pasir.Logika biologisnya menjerit, memohon agar ia membiarkan dirinya tenggelam.Thomas di hadapannya ini begitu sempurna, ia menatap Elloist dengan pemujaan mutlak, memanjakannya, dan menyerahkan dominasi sepenuhnya tanpa ada lagi teka-teki memuakkan atau caci maki."Tinggallah di sini bersamaku, Sayangku," bisik Thomas, mengecup pelan perpotongan leher Elloist."Lupakan rasa sakit di dunia nyata. Lupakan monster-monster

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   6

    'Apa aku benar-benar tidak bisa menyelamatkan suamiku sendiri?' Elloist semakin frustrasi. Ia tanpa ssadar mengacak-acak rambutnya. Sementara itu, Nyonya Celeste justru berjalan ke arah Tabib Anand, meraih ujung rantai yang terhubung pada lehernya, lalu menariknya sedikit kuat hingga pria itu t

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   5

    Nyonya Celeste terpana sebentar, sebelum menyunggingkan senyum culas. "Well! Well! Well! Aku pikir siapa yang datang mengganggu—" Ia perlahan menoleh ke samping, membuat seorang pelayan wanita mendekat dan memberikan sebuah sapu tangan. "Ternyata sang putri buangan," hinanya pedas. Nyonya

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   4

    "Apa?!" pekik Elloist keras. "Benar, Yang Mulia," sahut pengawal itu terbata-bata sambil menatap ke arah Elloist dengan sorot takut. Ia bahkan berusaha keras menahan tangis. Bagaimanapun juga ia merasa berhutang budi pada sang tabib yang telah menyelamatkan nyawa putrinya di masa lalu. "Kok

  • (Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa   3

    Elloist menangis tersedu-sedu. Penampakan yang ia pikir sebelumnya adalah hantu, ternyata wajahnya sendiri. Bertepatan dengan itu, Momo kembali muncul, terbang berputar-putar mengelilingi kepala Elloist hingga debu perak sekilas terlihat berterbangan mengikutinya. [Tuan rumah jangan bersedih!

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status