Share

Bab 92. Pasrah!

Author: Nona Muda
last update publish date: 2026-07-19 22:16:24

"Jadi, ini calon suami Clarissa?" ucap Arthur, kali ini dengan Bahasa Indonesia yang cukup fasih, meski masih menyisakan aksen asing yang kental.

Lexi yang berdiri di tengah ruangan hanya bisa memutar bola matanya di balik masker hitam. Rasa jengkel di dadanya semakin memuncak.

'Hebat banget Aki-aki ini, rencananya perjodohannya sudah matang sampai bapaknya fasih bahasa sini,' umpat Lexi dalam hati.

Abraham Permana tertawa puas, menepuk pundak Arthur Kensington dengan akrab. "Benar, Arthur. Ini
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 117. Kecelakaan

    "Mbak gila ya?! Mau melabrak Angel?" Tasya meletakkan gelas jus jeruknya dengan hentakan keras, matanya membelalak kaget mendengar jawaban lempeng dari sang kakak."Jangan macam-macam, Mbak Vio! Lexi bisa mengamuk besar kalau tahu kamu mengintimidasi wanita yang sedang dia buru.""Ingat, dia itu Alexis Permana, kalau penyakit ngamuknya kumat, apartemen dan rumahmu bisa dia ratakan dengan tanah!" sambung Tasya memperingatkan dengan nada yang sangat serius.Viona hanya melirik Tasya dengan tatapan The Ice Queen-nya yang legendaris, dingin dan tidak tersentuh. Bibirnya melengkung tipis, membentuk sebuah senyuman datar yang sarat akan dominasi."Aku tidak bilang akan melabraknya, Tasya. Aku hanya akan berbicara dari hati ke hati sebagai sesama wanita," sahut Viona tenang, merapikan lengan blazer marunnya tanpa beban sedikit pun."Jika wanita bernama Angel itu cerdas, dia pasti tahu batasan dirinya di hadapan Permana Group. Menjadi pelampiasan nafsu Alexis untuk sementara waktu mungkin bis

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 116. Semakin Ditekan, Semakin Bebal

    Di kamar Presidential Suite tempat Keluarga Permana berkumpul, suasana terasa kaku dan panas. Abraham Permana berjalan mondar-mandir di atas karpet tebal, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut, sebenarnya dia pening karena memikirkan tingkah Lexi. . "Anak edan itu benar-benar sudah tidak punya malu!" omel Abraham berapi-api, menunjuk-nunjuk ke arah pintu luar dengan tangan bergetar menahan kesal. "Dia menolak dijodohkan dengan Clarissa mentah-mentah di belakang panggung! Sekarang dia malah kabur entah ke mana, meninggalkan acara begitu saja! Ini benar-benar bikin malu nama besar Keluarga Permana di depan Arthur!" Abraham mengempaskan tubuhnya ke sofa kulit tunggal, menenggak sisa teh hangatnya yang sudah mendingin. Amarahnya sebagai kepala keluarga benar-benar berada di ubun-ubun kepala. Viona Permana yang duduk anggun dengan setelan blazer kerjanya hanya melayangkan tatapan dingin. Dia melipat kedua tangannya di depan dada, sama sekali tidak terkejut dengan pembangkangan a

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 115. Rencana Buruk Clarissa

    "Aku ingin tahu dengan statusku yang sudah kamu ketahui, apa masih berani menolakku, Angel?" tanya Lexi dengan suara bariton rendahnya yang terdengar begitu kejam namun sangat seksi, mengunci seluruh dunianya.Angel tertegun sempurna. Lidahnya mendadak terasa kelu seperti mati rasa. Pasokan oksigen di dadanya seolah lenyap tersedot habis mendengar kepastian mutlak yang meluncur dari bibir mantan supir pribadinya itu. Status aslinya sebagai pewaris tunggal ratusan triliun rupiah kini terpampang nyata di depan matanya. Pria yang selama tiga tahun ini dia perintah untuk mencuci mobil dan seringkali dimaki, ternyata memiliki kuasa mutlak untuk menghancurkan Baron dalam satu kedipan mata, sekaligus mengangkat derajatnya ke puncak kasta sosial tertinggi di Indonesia."L-Lexi, kamu jangan sembarangan," bisik Angel parau dengan bibir yang gemetar hebat, menatap lekat ke dalam sepasang mata elang yang berada hanya beberapa senti di atas wajahnya."Aku bukan cuma supir pribadi sewaan yang bis

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 114. Hamil Anakku, Angel!

    "Maksud aku sudah jelas, kamu tidak boleh minum pil KB usai berhubungan denganku!" bentak Lexi. Emosinya sudah sampai di ubun-ubun. Tidak ada lagi tutur kata lembut atau sandiwara di antara mereka. "Tapi aku tidak mau hamil anakmu, Lexi! Aku tidak mau!" pekik Angel. Air matanya kian deras membasahi pipi. Dia menggelengkan kepala dengan kuat, mencoba mengumpulkan sisa kekuatan untuk melawan dominasi Lexi terhadap dirinya. "Kita tidak ada hubungan apa-apa lagi! Kontrak itu sudah selesai dan kamu sendiri yang membatalkannya seminggu yang lalu! Kamu bukan siapa-siapa di hidupku!" Mendengar penolakan mentah-mentah dari mulut Angel, sepasang mata elang Lexi seketika berkilat murka. Kata-kata tidak ada hubungan apa-apa benar-benar menyulut emosi Alexis Permana. Sialan, setelah semua pergulatan intim yang mereka lalui, wanita ini masih berani menarik garis batas di depannya. "Tidak ada hubungan apa-apa katamu, hm?" desis Lexi dengan suara bariton rendah yang berat dan mematikan. T

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 113. Jangan Minum Pil Lagi!

    Lexi melepaskan tawa rendahnya. Suara baritonnya yang berat sekaligus seksi memenuhi ruang tamu kediaman Van Holden. Tanpa memedulikan tatapan penuh luka dan air mata dari Angel, pria jangkung itu melangkah santai mendekati sofa kulit tempat wanita itu terduduk lemas. Dengan gerakan lambat yang penuh dominasi, Lexi mengempaskan tubuh tinggi tegapnya tepat di atas sofa yang sama. Bukannya menjaga jarak, putra bungsu Abraham Permana itu justru menggeser duduknya dengan cepat, merapatkan tubuhnya hingga tidak ada celah lagi yang memisahkan mereka. "Membayar kesalahanmu dengan servis di toilet, hm? Kamu pikir harga diri seorang Alexis Permana semurah itu, Angel?" desis Lexi tepat di depan wajah pias Angel. Sebelum Angel sempat berkedip, tangan kanan Lexi yang kekar bergerak kilat mencengkeram erat kedua pergelangan tangan lentiknya. Hanya dengan satu sentakan, Lexi mengunci kedua tangan Angel ke atas kepala, menekannya kuat pada sandaran sofa kulit yang empuk. "L-Lexi... lepas!" pekik

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 112 Apalagi Maumu, Lexi?

    Abraham Permana hanya bisa melongo menatap punggung putra bungsunya yang menghilang di balik pintu geser ruangan VIP. Lelaki tua itu memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut pening. "Anak edan, benar-benar mewarisi darah sableng dari kakeknya," gumam Abraham pelan, namun sedetik kemudian seulas senyum bangga justru terukir samar di wajah tuanya. Alexis tetaplah Alexis, seberengsek apa pun tabiatnya, insting bisnis dan diplomasi pria jangkung itu tetap berjalan tajam di atas podium tadi demi menyelamatkan harga saham keluarga.Lexi melangkah lebar membelah lorong belakang panggung yang sepi. Kancing atas kemeja sutra putih di balik jas biru dongkernya sengaja dibuka kembali, memancarkan aura dominan yang sulit untuk ditampik. Langkah kakinya yang panjang bergerak cepat menuju ke arah pintu keluar basemen. Pikirannya saat ini sudah tidak lagi berada di dalam aula pesta atau memikirkan omelan bapaknya. Fokusnya terkunci pada satu nama, Angel."Tuan Muda Alexis!" panggil Hendra yang

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 8. Salah Remas

    "Kamu—" Kalimat Angel menggantung begitu saja di udara.Kata-kata makian yang sudah mengantre di ujung lidahnya mendadak menguar tanpa sisa. Lexi sendiri tidak mundur selangkah pun.Sebaliknya, pria itu justru sengaja memajukan tubuhnya satu senti lagi, lalu sedikit menunduk, membuat dada bidangnya

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 7. Tinggal Ngadon Lagi, Enak Kan?

    Baron tertegun mendengar pertanyaan Lexi. Pria kekar itu mengerjapkan matanya beberapa kali, seolah baru saja disadarkan dari lamunan panjang oleh pertanyaan polos dari supir pribadinya. Dia melirik dokumen di tangannya, lalu menatap Angel yang wajahnya kini makin merah padam menahan dongkol."Ya su

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 6. Surat Perjanjian Menghamili

    Malam harinya, kediaman megah Keluarga Van Holden tampak sunyi. Sinar lampu kristal berpendar temaram, menyinari koridor-koridor sepi rumah mewah berarsitektur kolonial modern tersebut.Lexi, yang baru saja selesai membersihkan diri di paviliun belakang khusus kacung macam dirinya, berjalan santai

  • (Bukan) Selingkuhan Biasa   Bab 5. Sugar Mommy

    Wajah Clara langsung merah padam. Kalimat Lexi tepat menghantam titik paling memalukan dalam sejarah hidupnya. Dia melirik cemas ke arah pria gempal yang menunggunya di dekat lobi, takut kalau pria kaya yang sedang menjadi target dompetnya itu mendengar ucapan Lexi."Jaga mulut kamu ya, Lexi! Itu m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status