แชร์

Coba Tebak!

ผู้เขียน: Fredelina Putri
last update วันที่เผยแพร่: 2025-02-08 22:48:37

“Tidak dua-duanya, Pak!” ucap Rico mantap.

Kegelisahan melanda. Rico benar-benar gelisah tak menentu. Hanya karena menawarkan bantuan, bagaimana ceritanya malah berakhir menjadi dua ancaman mengerikan semacam itu dari mulut sang bos?

“Saya salah apa, Pak? Kenapa Bapak malah marah sama saya? Saya kan hanya menawarkan bantuan, Pak,” kejar Rico meminta penjelasan. Pria itu merasa harus menyelesaikan kesalahpahaman sebelum terjadi buru-buru lebih lanjut.

“Tadi kamu bilang apa? Bunga tabur? Memang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Wali Nikah

    “Nyonya Seruni—” Thalita tak mampu berkata-kata. Mengapa wanita tua ini di sini? Di rumahnya? Bersama ibunya?Tanda tanya besar terlihat jelas di keningnya atau bahkan malah terlihat jelas dari raut wajahnya saat ini. Hal tersebut segera dijawab oleh Seruni didampingi Teddy. “Biar saya jelaskan semuanya,” tegas Seruni pada Thalita. “Kemarilah, Thalita. Ada banyak hal yang belum kamu tahu tentang masa lalu semua orang yang ada di sini,” jelas Seruni selanjutnya.Thalita mendekat lalu ia diminta duduk di dekat Seruni. Terungkaplah sudah segalanya. Kini, Thalita tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. “Jadi yang menolong anda saat itu adalah ibu saya?” Thalita mulai paham. Ia menyimpulkan semuanya dengan anggukan dari kepalanya. “Ya. Ibumu adalah penyelamat saya saat itu. Saya berhutang nyawa padanya. Dan saat tahu bahwa ibu kamu mengalami hidup yang tidak mudah setelah kepergian ayah kamu, saya merasa sangat bersalah. Andai saat itu saya tahu bahwa bukan Ferry yang telah men

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kecemasan Thalita

    “Oh, jadi kamu nggak mau tanda tangan?” tanyanya santai, terdengar biasa-biasa saja. Kali ini Yola menatap heran. Kenapa pria di hadapannya saat ini bersikap seperti itu padanya? Baru saja pria itu bertindak kasar saat melempar dokumen tapi sekarang malah bersikap tenang. Tak ada tanda-tanda kemarahan atau melontarkan kalimat menyakitkan. Ada tantangan di balik pertanyaan itu. Yola tahu jelas ada sesuatu yang disembunyikan Baskara padanya. Tapi, apakah itu?“Kenapa cara bertanya kamu sama aku seperti itu? Kamu mau melakukan apa sama aku kalau aku nggak mau tanda tangan?” cecar Yola disertai tatapan heran. Ia merasakan adanya intimidasi dari pria yang duduk di hadapannya dengan aura wibawa tak terbantahkan.“Kamu lupa siapa aku?” balas Baskara sembari tersenyum sinis. “Kalau kamu masih menginginkan klinik kecantikan yang kamu miliki tetap aman dan tak tersentuh polisi, maka tanda tangan saja! Ya itupun kalau kamu masih menginginkan klinik itu. Kalau nggak, kamu tahu kan segampang apa

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Menemui Dia

    “Thalita, Thalita, apa selama ini kamu nggak pernah menyadari perhatianku ke kamu? Bukankah biasanya kamu selalu peka akan keadaan sekitar? Kenapa kamu nggak peka sama sekali dengan perasaanku?” Junior kembali mengungkap rasa. “Aku nggak pernah mengira bahwa kamu…” ucapan yang bersumber dari mulutnya kini terhenti. Wanita itu merasa tak enak hati karena banyak hal, salah satunya, ia tak menyadari bahwa orang yang selama ini selalu bersamanya memiliki perasaan padanya.“Hanya menganggap kamu sebagai sahabat?” Pria itu menyerobot cepat. “Dari awal aku kenal sama kamu, aku sudah kagum sama kamu, Ta. Kamu perempuan yang kuat, pintar, bertalenta, dan tentu saja kamu cantik. Banyak laki-laki yang suka sama kamu. Bisa dekat sama kamu sebagai sahabat saja aku sudah seneng banget, Ta. Tapi entah kenapa, perasaan suka dan cinta mulai bertumbuh di hatiku buat kamu. Aku berusaha selalu ada di samping kamu, agar kamu bisa lihat aku dan mempertimbangkan aku sebagai orang yang spesial. Tapi aku kal

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kejujuran Hati Seorang Sahabat

    Di sinilah Thalita berada sekarang… Thalita beradu pandang dengan Junior, sahabatnya. Yang tidak lain tidak bukan pemilik kamar apartemen di sebelah kanan huniannya. Walau jarang dihuni oleh Junior dan hanya sesekali datang saat butuh, pria itu tak akan dengan mudah menyewakan kamar apartemen tersebut pada orang asing. Junior juga sepertinya belum mengenal Baskara, pikir wanita berusia 24 tahun itu. “Kamu butuh uang?” desak Thalita penasaran. Wanita itu menopang dagu dengan mata yang terus tertuju pada lawan bicaranya. Thalita merasakan rasa ingin tahu yang besar. Ia tahu benar sikap dan sifat Junior yang telah lama dikenalnya. Tidak mungkin semudah ini menerima penawaran dari seseorang. Sangat susah untuk disuap. Ya seperti itulah… Junior bingung. “Maksud kamu apa, Ta?” “Kamu dulu pernah bilang, kamar apartemen yang ada di sebelah kamarku nggak akan kamu sewakan sama orang lain. Tapi kenapa sekarang Stefani yang menghuni kamar itu?” Thalita mengingatkan kembali memori lama.

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Stefani

    Pikiran Thalita menerka-nerka. Siapa wanita bertubuh atletis di depan sana? Apakah mereka saling kenal? Apakah itu tetangga baru apartemennya?“Aku nggak akan tahu siapa dia kalau aku cuma nebak-nebak di sini. Aku akan tanya sendiri. Kalau misal dia orang jahat, aku akan langsung telepon security,” gumamnya sebelum membuka pintu. Kedua wanita itu saling bersitatap sebelum pada akhirnya Thalita buka suara. “Maaf, Anda siapa, ya?” “Jangan terlalu sungkan sama saya, Nona! Mulai hari ini saya adalah asisten anda. Nama saya Stefani. Saya ditugaskan oleh Pak Baskara untuk menemani dan menjaga anda ke manapun dan kapanpun.”Wanita di hadapannya memperkenalkan diri. Thalita masih tak percaya. Wanita cantik itu bengong mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Stefani padanya.“Tunggu. Kamu tunggu di sini dulu, ya. Jangan ke mana-mana!” pinta Thalita dengan memberi kode melalui hari telunjuknya pada Stefani untuk tetap berada di sana. Tak boleh beranjak sedikit pun. Langkah Thalita cepat

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Siapa Dia?

    “Selamat ya, anda akan segera menjadi ibu.” Ucapan dokter yang memeriksa Thalita membuat pasangan muda di hadapannya saling bersilang pandang. “Anda nggak salah kan, Dok?” Thalita mencoba menepis. “Selama hampir dua puluh tahun saya menjadi dokter, pemeriksaan yang sudah saya lakukan selalu akurat dan tepat. Anda memang sedang hamil, Nona. Kandungan anda masih sangat muda. Mungkin sekitar 6 minggu. Selama trimester pertama, anda harus benar-benar menjaganya. Kurangi stres dan atur pola makan sehat dengan baik.” Thalita masih merasa hal ini tidaklah masuk akal. Pikirannya menerawang jauh.“Saat itu, aku nggak pakai pengaman. Wajar kalau saat ini kamu hamil.” Bisikan Baskara di telinga wanita cantik itu membuat kedua mata Thalita membola.Syok. Ya. Mana mungkin tidak?“Terima kasih, Dok.” Thalita hanya mampu menjawab demikian. Baskara dengan penuh ketulusan dan tanggung jawab segera membantu Thalita bangkit dari posisinya. Kedua muda-mudi tersebut keluar dari ruangan dokter denga

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status