Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 11 : Have Fun with the Girls

Share

BAB 11 : Have Fun with the Girls

Author: Zakia
last update publish date: 2026-03-08 20:39:15

Setelah Ranaya pulang dengan derai air mata yang memilukan, Saifanny memberikan saran kepada teman-temannya untuk melanjutkan hari dengan bersenang-senang. “Jika kalian tidak sibuk, bagaimana kalau kita mencari hiburan di tempat lain?” Saifanny melirik Dinda dengan penuh arti. Dinda tersenyum tipis sambil mengangkat alis, seolah ia sudah bisa membaca apa yang ada di dalam benak sahabatnya itu.

Para wanita sosialita itu akhirnya pergi ke sebuah tempat karaoke kelas atas. Begitu pintu terbuka, me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 335 : Keraguan yang Tersisa

    Suasana di dalam hunian pribadi milik Jovian terasa hangat dan tenang.Dapur bersih berdesain modern minimalis itu kini dipenuhi aroma gurih masakan yang menggugah selera. Andien tampak sibuk berdiri di depan kompor dengan apron terpasang rapi di tubuhnya.​Andien mengaduk kuah sup daging sapi yang mengepulkan uap panas. Senyum tipis mengukir indah di bibirnya tatkala ia mencicipi kuah tersebut menggunakan sendok kecil. Rasanya sudah pas.Di atas meja dapur, beberapa hidangan sederhana lain yang sempat ia siapkan sudah tertata anggun di bawah tudung saji.​Klik!​Suara pintu utama berbunyi halus, disusul oleh derap langkah kaki terburu-buru yang menggema di area lobi depan.​Jovian melangkah lebar masuk ke dalam rumahnya, mengabaikan jas mewahnya yang langsung ia lepas dan lemparkan secara acak ke atas sofa.Binar matanya menyapu seluruh sudut ruangan hingga akhirnya menangkap siluet wanita yang teramat ia rindukan tengah berdiri membelakanginya di area dapur.​Tanpa menimbulkan suara

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 334 : Bunga di Pukul Tiga

    ​Sore yang cerah menyelimuti ruang kerja eksekutif di kantor pusat Utama Group. Cahaya keemasan menembus jendela kaca tinggi, menerangi Andien yang duduk fokus di balik meja kerjanya.Jemarinya yang lentik dengan cermat memeriksa lembar demi lembar dokumen penting, memindai setiap klausul dengan ketelitian tingkat tinggi.​Tok! Tok!​Suara ketukan pintu yang teratur membuyarkan konsentrasinya.​"Masuk!" Sahut Andien tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas di hadapannya. Ia melirik sekilas ke arah jam dinding berbingkai perak; jarum jam menunjukkan pukul tiga sore tepat.​Fira—manajer yang bergerak langsung di bawahnya—melangkah masuk perlahan. Kedua tangannya tampak penuh menenteng sebuah buket besar bunga mawar berwarna merah muda yang begitu segar, dipadukan dengan dua paper bag berlogo brand kafe di masing-masing jarinya.​"Bu, seperti biasa ada kiriman lagi untuk Bu Andien," tutur Fira seraya melangkah mendekat dan meletakkan buket bunga serta paper bag tersebut secara hati-hat

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 333 : Jarak dan Luka yang Tak Terlihat

    ​Saifanny melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang cukup lengang. Di kursi penumpang depan, Syahdan duduk membisu seraya mengerucutkan bibirnya—sebuah gestur nonverbal yang mengomunikasikan kekesalan mendalam. ​Saifanny menghembuskan napas lelah, berusaha menata emosinya yang mulai terkikis. "Syahie... Harusnya kamu tidak bicara kasar begitu pada Mabelle," buka Saifanny dengan intonasi selembut mungkin. ​Syahdan bergeming, memalingkan parasnya rapat-rapat menatap kosong keluar jendela mobil. ​"Mabelle itu tidak punya ibu, Syahie. Itu sebabnya tadi dia memanggil Mama dengan sebutan begitu," lanjut Saifanny, berupaya menyuntikkan empati ke dalam benak putranya. ​Namun, Syahdan tetap memilih membisu. Di balik keputusasaannya, bocah sembilan tahun itu tak memedulikan sedikit pun latar belakang Mabelle. Bagi logika polosnya yang terluka, fakta bahwasanya sang ibu justru menegurnya di hadapan orang lain adalah bukti nyata bahwa Saifanny tidak lagi berdiri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 332 : Bayangan dan Intrik di Gerbang Sekolah

    Suara derit roda ranjang dorong yang dipacu kencang menyusuri koridor steril UGD Rumah Sakit Daerah memecah keheningan pascapercobaan penculikan Bima.Yudi melangkah lebar di samping ranjang, matanya tak lepas dari sosok Bima yang terbaring kaku dengan paras pucat pasi bagaikan mayat.​"Dokter! Cepat periksa dia! Sejak tadi dia tidak bisa dibangunkan, sepertinya dia disuntik cairan bius!" Teriak Yudi pada tim medis gawat darurat yang berhamburan menyambut mereka.​Dua orang dokter jaga dan tiga perawat segera mendorong ranjang Bima menerobos pintu ganda transparan bertuliskan Resusitasi Red Zone. Lampu sorot putih yang menyilaukan seketika menyambar tubuh Bima yang tak sadarkan diri.​"Pasang monitor tanda vital sekarang! Ambil sampel darah untuk cek toksikologi!" Titah dokter senior berpakaian hijau medis dengan nada suara penuh desakan.​BEEP... BEEP... BEEP...​Suara lengkingan ritmis dari layar monitor jantung seketika memenuhi ruangan. Grafik di layar berpendar hijau menunjukkan

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 331 : Badai di Lorong Steril

    Celah di bawah pintu kayu ruang 403 itu mendadak menjelma menjadi jurang ketakutan yang teramat pekat bagi Bima. Belum sempat logikanya menimbang apakah keberadaan dua pasang tungkai kaki asing di luar sana murni ancaman nyata atau sekadar halusinasi trauma, Bima memaksa otaknya bekerja kilat. Insting bertahan hidup yang terasah dalam bertahun-tahun marabahaya berteriak nyaring bahwasanya bahaya nyata tengah mengintip di balik kayu tebal itu. ​Secara refleks, Bima memutar tubuhnya, menempelkan dada dan kedua telapak tangannya sekuat tenaga ke permukaan pintu, berupaya keras menahan engsel tua tersebut dari ancaman pendorongan luar. ​"Dokter Aris! Bantu saya menahan pintu ini! Cepat!" Teriak Bima dengan intonasi memburu, dadanya kembang kempis dirayapi kepanikan yang teramat hebat. ​Dokter Aris terperanjat dari kursi kerjanya, raut wajahnya menyuarakan kebingungan mendalam atas aksi mendadak pasiennya. "Pak Bima, tenanglah! Apa yang Anda—" ​DUG! DUG! DUG! ​Ucapan sang ps

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 330 : Bayang-Bayang di Balik Pintu

    ​Pagi menjelang, tatkala sang surya mulai menampakkan dirinya secara perlahan di balik cakrawala kota.​Saifanny duduk membisu di tepi ranjang dengan tatapan mata yang kosong. Jemarinya mencengkeram ponsel pintar yang meredup.Benaknya masih dipenuhi oleh kecemburuan dan rasa takut yang bersinggungan—sebuah pergolakan batin bahwasanya posisinya sebagai seorang ibu akan terabaikan.​Grep!​Secara mendadak, sebuah lengan kekar berotot terulur melingkari pinggang Saifanny dari belakang, menarik tubuh wanita itu dalam dekapan yang erat.Sentuhan hangat itu membuat Saifanny terperanjat kecil, mendapati Adrian telah memeluknya secara intim dari arah belakang.​"Selamat pagi, Fanny," sapa Adrian dengan intonasi suara yang serak dan berat khas seorang pria yang baru terbangun dari tidurnya.​"Selamat pagi," sahut Saifanny datar, tanpa menoleh sedikit pun.​Saifanny sanggup merasakan bibir Adrian yang mulai mendaratkan ciuman-ciuman ringan menyusuri kulit pinggangnya.Sentuhan itu memicu sensa

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status