Partager

BAB 113 : Keheningan Reuni

Auteur: Zakia
last update Date de publication: 2026-05-13 23:57:35

Deru mesin mobil Andien membelah jalanan kota dengan kecepatan yang membahayakan. Jarum spidometer terus merangkak naik, selaras dengan rasa kesal yang bercampur perih di dadanya.

Di balik kemudi, jemari Andien mencengkeram lingkar setir hingga buku-bukunya memutih. Pikirannya kacau balau, dipenuhi oleh wajah kaku Bima dan kata-kata tidak peka pria itu yang terus terngiang layaknya kaset rusak.

Semua pria di sekitarnya seolah-olah buta akan perasaan. Di tengah badai emosi itu, hanya ada satu na
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 139 : Rantai Kekuasaan dan Pilihan Pahit

    Pagi itu, di dalam ruang kerja pribadinya, Adrian menerima panggilan langsung dari Arkana Jaya Utama.Sang kakek memerintahkannya dengan nada mutlak untuk segera menghadap ke kediaman Utama.Ketika melangkah masuk ke dalam kamar pribadi pria tua itu, pemandangan di hadapannya seketika membuat tubuh Adrian membeku.Arkana sedang duduk tenang di kursi jatinya, kembali menyeka permukaan tongkat kayu berharganya menggunakan kain lap.Sepasang mata Adrian melotot sempurna saat menangkap noda merah pekat yang meleber di kain tersebut—sisa darah yang segar."Apa yang sudah Kakek lakukan?" tanya Adrian, nadanya menuntut, sarat akan ketakutan yang merayap.Arkana meletakkan kain lap dan tongkatnya ke atas meja dengan ketukan pelan."Tentu saja aku menghajar ayahmu. Pria itu sungguh tidak berguna, berani melakukan tindakan-tindakan bejat di belakang punggungku," ucap Arkana, riak kemurkaan yang dingin terpancar dari sepasang mata elangnya.Sang singa tua menghela napas panjang, menatap Adrian l

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 138 : Tongkat Kayu si Saksi Bisu

    Siang itu, di dalam kediaman megah keluarga Utama, atmosfer terasa begitu mencekam hingga menusuk tulang.Di salah satu sudut ruangan, Arkana Jaya Utama berdiri tegak sembari menyeka permukaan tongkat kayu berharganya menggunakan selembar kain putih.Kain itu perlahan ternoda merah, menyerap sisa darah yang menempel setelah ia gunungkan untuk memukuli putra kandungnya sendiri, Adnan.Tok! Tok!Pintu diketuk, lalu seorang pria berjas hitam melangkah masuk dengan pembawaan tegap namun tunduk patuh."Mohon maaf mengganggu ketenangan Anda, Tuan Besar. Perawat yang Anda cari sudah berhasil kami amankan dan sekarang berada di gudang sebelah," lapor pria berjas hitam itu dengan takzim.Arkana menghentikan aktivitasnya. Ia bangkit berdiri, lalu melangkah pelan dengan aura intimidasi yang pekat menuju gudang penyimpanan barang yang terletak di samping paviliun.Pria tua itu melangkah tanpa belas kasihan, meninggalkan Adnan yang terkapar tak berdaya di atas sofa dengan tumpukan luka memar baru

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 137 : Sudut Pandang yang Berbeda

    Siang itu, di dalam ruang kerja pribadinya di kantor Utama Group, Adrian terduduk diam di kursi kebesarannya.Labirin pemikiran yang teramat rumit masih menyiksa kepalanya tanpa ampun. Ia terus memutar otak, mencari cara yang paling tepat untuk mengatakan kepada Andien mengenai pernyataan keji yang dilontarkan Adnan semalam tentang identitas asli adiknya.Namun di sisi lain, Adrian tahu betul bahwa Andien sama sekali tidak pernah memedulikan eksistensi Utama Group ataupun asal-usul darahnya.Sejak dulu, adiknya itu selalu berhasil mendapatkan apa pun yang diinginkannya menggunakan kemampuannya sendiri, tanpa pernah sekalipun mengandalkan nama besar keluarga Utama.Adrian mengembuskan napas berat, lalu bangkit berdiri dan melangkah lebar menghampiri Bima yang berada di kubikel ruang kerjanya."Bim, aku ingin bicara sebentar," ucap Adrian singkat.Tanpa menunggu persetujuan, ia langsung mengambil posisi duduk di kursi yang berada tepat di seberang meja Bima, yang saat itu masih sibuk be

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 136 : Umpan Lewat Suara Polos

    Siang itu, di dalam ruang tengah rumahnya, Saifanny duduk dengan perasaan yang campur aduk tidak beraturan.Ketegangan batin setelah konfrontasinya dengan Adrian semalam membuat dadanya terasa sesak.Dengan jemari yang bergerak gelisah, ia kembali mendial nomor pribadi Bima, menaruh harapan besar bahwa pria itu berhasil mengamankan satu jengkal bukti hukum untuk menyeret Adnan."Jadi... apa kau menemukan bukti rekaman kejahatan Adnan di rumah sakit, Bima?" tanya Saifanny langsung, menuntut kejelasan.Di balik sambungan telepon, Bima menggelengkan kepalanya pasrah, sebuah helaan napas berat terdengar lolos dari bibirnya."Aku sama sekali tidak menemukan rekaman CCTV-nya. Aku sudah coba melakukan restore data sistem dari beberapa hari lalu, tapi sepertinya seluruh berkas digital di server rumah sakit udah dihapus secara permanen oleh orang profesional. Pergerakan kita buntu sekarang. Kita tidak punya bukti fisik apa pun untuk menuntutnya," ucap Bima dengan nada frustrasi yang kental.Sa

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 135 : Batas Nafas Kekecewaan

    Malam itu, atmosfer di dalam kediaman mewah keluarga Utama terasa begitu menekan. Dengan langkah kaki yang lebar dan berdentum berat, Adrian melangkah menyusuri koridor lantai dua.Tanpa aba-aba atau mengetuk terlebih dahulu, ia mendorong kasar pintu kamar pribadi ayahnya.Di dalam ruangan bernuansa temaram itu, terlihat Adnan sedang duduk bersandar di atas sofa beludru berwarna abu-abu dengan pembawaan yang teramat santai.Adrian bisa melihat dengan jelas guratan luka memar yang keunguan di pipi kiri Adnan—sebuah jejak hantaman dari tongkat kayu kakeknya, Arkana yang mengamuk hebat setelah skandal perusakan panti asuhan terbongkar kemarin pagi.Tanpa basa-basi, Adrian berdiri tegak di tengah ruangan, menghujamkan tatapan mata yang menyala tajam ke arah Adnan."Tidak cukupkah Ayah melakukan perusakan di panti asuhan Bu Sania? Sekarang Ayah malah nekat menambah dosa dengan mencoba membunuh Bu Sarah?" ucap Adrian tanpa ragu sedikit pun, meluncurkan tuduhan langsung.Adnan tetap tak berg

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 134 : Racun yang Bereaksi

    Di area parkir yang remang dan sepi di sudut gedung Holy Entertainment, sebuah gerakan konstan terdeteksi dari dalam sebuah mobil dengan kaca gelap.Guncangan samar itu berpusat di kursi belakang, di mana Indra dan Nabilla sedang memadu kasih dengan begitu intens, hingga riak gerakannya merambat sampai ke luar mobil."Apa kita... harus melakukannya di sini, Dra? Kita bisa pergi ke hotel... hah... hah..." ucap Nabilla terengah-engah, mencoba mengatur napasnya yang memburu di sela-sela gerakan intim mereka.Indra mendongak, menatap wanita di hadapannya dengan sepasang netra biru yang tampak polos namun sarat akan ggairah"Aku belum pernah mencobanya di dalam mobil, Noona," bisik Indra manja.Nabilla seketika menghentikan gerakannya sejenak."Jadi, kau ingin menjelajahi tempat-tempat baru bersamaku? Ini akan menjadi petualangan yang hebat," canda Nabilla dengan tawa yang tertahan di tenggorokan.Indra tertawa renyah. Ia kemudian meraih bagian belakang tubuh Nabilla, meremasnya dengan gem

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status