Home / Rumah Tangga / Cara Menangani Perselingkuhan / BAB 116 : Rencana Gila dan Kebebasan

Share

BAB 116 : Rencana Gila dan Kebebasan

Author: Zakia
last update publish date: 2026-05-15 15:06:08

Pagi hari yang cerah menyambut kota, namun di dalam kamar Saifanny, sunyi masih merayap dengan pekat.

Di tengah ketenangan suasana pagi itu, pikirannya mendadak melayang kembali ke kedai es krim beberapa hari lalu.

Kata-kata Cynthia yang bernada candaan sarkas kembali terngiang dengan sangat jelas di kepalanya: "Kurung saja dia di sel isolasi agar tidak bisa melihat cahaya matahari, apalagi pintu pengadilan."

Awalnya, Saifanny hanya menganggap kalimat itu sebagai candaan dalam obrolan hangat an
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 404: Bisikan Mengandung Ancaman

    Marcus menghembuskan napas pelan, meredam sisa kepanikan di dalam dadanya. Ia tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun saat menyadari Adrian mengunci pandangan padanya. Sebaliknya, dengan gestur berani dan kepercayaan diri yang meluap-luap, Marcus mengayunkan langkah mendekati pria itu. ​"Selamat siang, Pak Adrian," sapa Marcus seraya menyunggingkan senyum cerah yang dipenuhi kepalsuan. ​Tatapan mata Adrian yang tajam dan menusuk tak lepas sedikit pun dari garis raut wajah Marcus yang teramat menyebalkan di hadapannya. ​"Siang," jawab Adrian singkat, dingin, dan kaku. ​Marcus mengalihkan pandangannya melintasi bahu Adrian, menatap ke arah pintu depan panti jompo seolah-olah sedang menyisir keberadaan seseorang. ​"Sedang menunggu putra Anda, Pak? Kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya Marcus dengan intonasi nada yang terdengar sangat memancing nada emosi Adrian. Marcus menghentikan kalimatnya sejenak, menatap lekat raut wajah Adrian yang kaku dan enggan membalas. Sebuah senyuma

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 404: Bisikan Mengandung Ancaman

    Marcus menghembuskan napas pelan, meredam sisa kepanikan di dalam dadanya. Ia tidak menunjukkan riak ketakutan sedikit pun saat menyadari Adrian mengunci pandangan padanya.Sebaliknya, dengan gestur berani dan kepercayaan diri yang meluap-luap, Marcus mengayunkan langkah mendekati pria itu.​"Selamat siang, Pak Adrian," sapa Marcus seraya menyunggingkan senyum cerah yang dipenuhi kepalsuan.​Tatapan mata Adrian yang tajam dan menusuk tak lepas sedikit pun dari garis raut wajah Marcus yang teramat menyebalkan di hadapannya.​"Siang," jawab Adrian singkat, dingin, dan kaku.​Marcus mengalihkan pandangannya melintasi bahu Adrian, menatap ke arah pintu depan panti jompo seolah-olah sedang menyisir keberadaan seseorang.​"Sedang menunggu putra Anda, Pak? Kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya Marcus dengan intonasi nada yang terdengar sangat memancing nada emosi Adrian.Marcus menghentikan kalimatnya sejenak, menatap lekat raut wajah Adrian yang kaku dan enggan membalas. Sebuah senyuman mirin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 403 : Lapisan Intrik

    Terik matahari siang J-City terasa menyengat, membakar permukaan beton dan besi di area proyek.Marcus berdiri kaku tepat di hadapan gerbang utama laboratorium Manggala Tech yang telah memasuki bulan kedua masa pembangunannya.Di balik kacamata hitam yang bertengger kaku di hidungnya, sepasang mata tajamnya mengedar, menyisir sekeliling dengan intensitas yang mengintimidasi.​Batin Marcus bergolak hebat. Rasa frustrasi dan paranoia merayap perlahan, menggerogoti ketenangannya. Masalah di kehidupannya seolah-olah beruntun menumpuk tanpa muara penyelesaian.Mulai dari keberadaan Ririn yang mendadak lenyap bagai ditelan bumi, merosotnya nilai saham Manggala Tech di pasar bursa, hingga keheningan mendadak dari Saifanny yang sama sekali tak lagi menghubunginya sejak kepulangan mereka dari T-City.​Marcus memalingkan pandangannya, menatap tajam ke arah kompleks bangunan yang berdiri berdampingan di sebelah proyeknya—panti jompo milik Saifanny.​Sebuah kenyataan pahit menghantam kesadarannya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 402 : Air Mata di Meja Makan

    Jovian menatap Dewi dengan pandangan intens yang dipenuhi getaran ketidakpercayaan.Logikanya berontak; sosok wanita yang berdiri di hadapannya adalah istri dari sepupunya sendiri—wanita yang secara resmi dinyatakan telah wafat dan diresmikan pemakamannya oleh seluruh anggota keluarga satu tahun lalu.​Menyadari tatapan intens dan tajam yang terukur dari Jovian, Dewi memundurkan langkah kakinya secara refleks.Pendar ketakutan yang pekat seketika membanjiri dadanya, membangkitkan trauma lama yang mengintai di balik cangkang penderitaannya.​Menangkap keresahan dan ketakutan yang memancar dari raut wajah menantunya, Mawar bergerak cepat. Ia mengulurkan tangan yang bergetar, menjangkau dan menggenggam erat lengan Jovian.​"Jovian, kita bicara di luar... Tante mohon," kata Mawar dengan nada panik, memohon seraya menarik lembut tangan Jovian agar menjauh dari ambang pintu kamar.​Jovian pun terpaksa menurut. Kendati langkah kakinya bergerak mengikut arah tarikan Mawar, benaknya dipenuhi o

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 401 : Ruangan di Ujung Lorong

    kemuiang hari yang cerah di vila tersembunyi membiaskan pantulan pendar air kolam renang yang jernih.Di tepi kolam, Jovian dan Tyas bersandar pada kursi malas. Menampilkan sosok yang anggun sekaligus memikat, Tyas merebahkan tubuhnya dalam balutan bikini putih, kacamata hitam, dan topi pantai bertepi lebar.Kelopak matanya terpejam rapat, menikmati embus angin tenang seolah tak terbebani oleh hiruk-pikuk kota yang ditinggalkannya.​Sementara itu, Jovian duduk terpaku dengan pandangan terlempar kosong ke depan. Pikirannya melayang jauh, mengembara ke tempat lain.Bayang-bayang Andien masih bertakhta erat di dalam benaknya. Pria itu terus bertanya-tanya tentang apa yang sedang dilakukan wanita itu saat ini, mengingat deretan pesan singkat yang dikirimkannya tak lagi mendapat tanggapan sedikit pun.​Jovian menghela napas pasrah, meredam kekecewaan yang menggerogoti dadanya. Ia berpaling melirik meja kecil di samping kursi malasnya.Gelas minuman dinginnya telah kosong. Merasa dahaganya

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 400 : Perlombaan Pencarian

    Siang hari yang menyilaukan menembus tirai tipis ruang rawat inap Ghina, membiaskan pendar cahaya putih yang kontras dengan atmosfer tegang di dalam ruangan.Bima dan Bara duduk berhadapan di atas sofa empuk dekat jendela. Wajah kedua pria itu tampak amat serius, mencerminkan kerumitan masalah yang sedang mengurung pikiran mereka.​"Jadi gimana perkembangan pencarian Ririn dan Doni?" Tanya Bima memulai obrolan, memecah hening yang sempat menggantung.​Bara mengedipkan matanya perlahan, menyusun kata-kata agar terdengar setenang mungkin."Untuk saat ini belum ada perkembangan berarti, Pak," Kata Bara tegas, meski riak frustrasi samar terpancar dari sorot matanya.​"Kami sudah mencari di beberapa tempat yang kemungkinan bisa menjadi tempat persembunyian Ririn," Lanjut Bara dengan ketenangan yang dipaksakan demi menjaga profesionalitasnya di hadapan mantan atasannya itu.​Bara menghela napas pendek, meredam keletihan yang merayapi fisiknya, lalu kembali melanjutkan laporan."Tapi Bapak j

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 2

    Saifanny menjalankan sepeda motornya menuju kantor Zain. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri wujud dari wanita itu. Dengan perasaan campur aduk, ia memarkirkan motornya. Sudah lama ia tidak menginjakkan kaki di kantor ini, mungkin sejak ia mengumumkan akan mengundurkan diri untuk menikah

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status