แชร์

BAB 161 : Pecahan Kaca Penyesalan

ผู้เขียน: Zakia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-06 23:11:01

Pagi itu, Adrian melangkah kembali ke dalam unit apartemen pribadinya dengan tujuan beristirahat demi memulihkan stamina jiwanya yang terkuras habis.

Sebaris perasaan lega sempat merayapi dinding hatinya setelah tim dokter spesialis menyatakan bahwa kondisi kesehatan sang kakek kini telah berada dalam fase stabil, walaupun pria tua itu masih belum sadar dari komanya.

Adrian mengembuskan napas panjang yang sarat akan beban pikiran sebelum jemari tangannya menyentuh knop pintu apartemen.

Di dalam
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 325 : Bayangan di Ruang Khusus

    Langkah kaki bersepatu PDL milik seorang petugas sipir bergema ritmis di sepanjang koridor beton blok tahanan Lapas Kelas I J-City. Suara derit besi tua terdengar nyaring tatkala sel kawat tempat Zain mengurung diri dibuka dari luar.​"Tahanan atas nama Zain, keluar. Ada pengunjung yang ingin menemuimu," titah petugas sipir itu dengan intonasi datar tanpa ekspresi.​Zain yang tengah berbaring di atas bale-bale semen seketika menegakkan tubuhnya. Sebuah ukiran senyum jemawa langsung mekar di parasnya yang tampak lusuh berbalut seragam tahanan berwarna oranye.Dalam benaknya yang dipenuhi kecongkakan, ia sangat yakin bahwasanya sosok yang tengah menunggunya adalah sang pengacara pribadi.​"Akhirnya datang juga..." Gumam Zain seraya bangkit berdiri.​Dengan dagu terangkat tinggi, Zain membiarkan kedua pergelangan tangannya dipasangi borgol besi oleh petugas sipir. Di balik rasa dingin logam yang mengunci kedua tangannya, ego Zain melambung tinggi.Ia sudah menyusun deretan skenario dan t

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 324 : Langkah di Teras Desa

    Bima perlahan mendudukkan dirinya di hadapan Ghina dan tiga anggota timnya yang duduk melingkar di ruang tengah.Dalam suasananya yang tenang, benaknya masih dirayapi rasa tak percaya bahwasanya sosok wanita yang ingin dikenalkan oleh sang ibu adalah Ghina—peretas dingin kepercayaan Utama Group.Ghina—yang secara resmi menjabat sebagai Lead Field Risk & Intelligence Specialist di Utama Group—tampak begitu santai menikmati cangkir teh hangatnya.Posisi resminya yang berfokus pada survei risiko dan analisis lapangan membuatnya sangat bebas bergerak di luar kantor tanpa perlu dipertanyakan oleh staf HRD."Aku senang akhirnya bisa bertemu dengan Pak Bima lagi," ucap Ghina lembut seraya perlahan meletakkan cangkirnya di atas meja kayu.Ketiga anggota timnya saling melirik satu sama lain dengan raut terperanjat, sama sekali tak menyangka atasan mereka yang terkenal berdarah dingin dan irit bicara sanggup mengeluarkan intonasi sedemikian halus.Mereka yang selalu mendampingi Ghina paham betu

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 323 : Ikatan dalam Sunyi dan Kejutan Kecil

    Malam semakin larut di dalam penthouse mewah milik Adrian. Suasana di dalam hunian itu begitu sunyi, hanya dihiasi pendar gemerlap lampu malam J-City yang membentang luas dan dapat terlihat jelas dari ketinggian dinding kaca. Adrian duduk tenang di tepi ranjang berukuran besar, menatap tajam putra kecilnya yang telah tertidur lelap dengan ekspresi polos nan tenang. Sesekali, dengan gerakan jemari yang amat lembut, ia menyingkirkan beberapa helai anak rambut yang menutupi dahi Syahdan. Adrian menghela napas pendek, sementara otaknya berputar dan berproses begitu cepat. Batinnya bergejolak diliputi pertanyaan mendalam mengenai apa yang sebenarnya tengah berkecamuk di dalam benak Saifanny saat ini. Ia teramat ingin menghubungi wanita itu, namun dinding keraguan dan jarak yang terbentang memaksa logikanya untuk menahan diri. Tringgg! Tringgg! Tiba-tiba, getaran ponsel Adrian memecah keheningan malam. Ia melirik layar yang menyala berpendar, mendapati nama Sania—ibu kandung Saifanny—t

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 322 : Perang Dingin Dinasti Manggala

    Maheswara kembali mendudukkan dirinya, menyandarkan tubuh tuanya di kursi kebesarannya yang megah dengan kepasrahan yang dibuat-buat.Menghadapi cucu pertamanya itu tidak pernah menjadi perkara mudah. Pria tua itu merasakan tiap detonasi amarah di dada seolah mengikis perlahan sisa helaan napas hidupnya."Kau pulang saja dulu. Aku akan mengirimkan dokumen pengalihan saham itu nanti kepadamu," ucap Maheswara pasrah, mengibaskan tangannya di udara dengan gestur mengusir.Namun, Marcus tetap geming di posisi duduknya. Ia menolak bangkit walau hanya seinci dari kursi kayu berukir tersebut."Aku tidak akan pergi ke mana pun. Dokumen itu harus ada di tanganku hari ini juga," sergah Marcus keras kepala, intonasi suaranya mematok batas yang tak bisa ditawar.Maheswara mengeraskan rahangnya kaku, geram luar biasa menyaksikan kebebalan cucunya. Ia menghela napas panjang yang amat berat, lalu merogoh ponsel pintar dari saku jas mewahnya. Jemarinya menari lincah memanggil kontak pengacara keluarg

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 321 : Amarah Dua Generasi

    Adrian melangkah kembali ke arah kendaraannya. Kepalanya menggeleng keras, tak habis pikir dengan obsesi aneh nan mengerikan yang dipelihara Marcus terhadap Saifanny. Ia menghela napas panjang, berusaha keras mengendalikan ekspresi wajahnya agar tidak memancarkan kecemasan yang berlebihan. ​Ketika jemarinya hendak menarik knop pintu mobil, tiba-tiba... ​Tringgg! Tringgg! ​Ponselnya berbunyi nyaring. Terdapat sebuah panggilan masuk yang memecah hening di sekitar bahu jalan. ​Adrian menatap layar kaca ponselnya, mendapati nama Sania tertera di sana. ​Klik! ​"Halo, Bu... Saya dan Syahdan sekarang sedang di jalan menuju rumah Fanny," ucap Adrian langsung, begitu memencet tombol hijau di layar. ​Sania berdeham singkat di seberang sana, suaranya terdengar berat dan ragu. "Hmm, lebih baik kalian jangan dulu ke sini. Fanny sedang tidak baik-baik saja. Ibu takut nanti dia memarahi kamu begitu sampai di sini," tutur Sania dengan alis berkerut khawatir. ​Adrian mengangguk pelan di balik

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 320 : Liang Hampa dan Cermin Keheningan

    Suara deru mesin kendaraan-kendaraan milik Marcus perlahan memudar, tenggelam di balik kepungan kabut tebal T-City yang kian pekat.Setelah memastikan rombongan pengawal Manggala benar-benar telah meninggalkan kawasan pemakaman umum, sedan perak yang ditumpangi Ghina meluncur pelan mendekati kavling eksklusif milik keluarga Astaguna."Ayo bergerak cepat sebelum ada penjaga TPU yang lewat," titah Ghina tegas seraya meloloskan sabuk pengamannya terburu-buru.Anggota timnya bergerak presisi. Pria berbadan besar dan pria kurus di balik kemudi dengan sigap membawa peralatan menggali seadanya dari bagasi.Langkah-langkah kaki mereka menapak tergesa menuju kavling makam Dewi Hazel Astaguna yang baru saja ditimbun secara asal oleh anak buah Marcus.Tanah basah yang belum padat itu amat memudahkan kerja mereka. Hantaman sekop dan cangkul bekerja cepat membelah lapisan tanah.Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga puluh menit, permukaan kayu ek berwarna hitam itu kem

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 1 : Terungkapnya Perselingkuhan

    Lantai 3 Hotel Anggrek. Aroma pengharum ruangan khas hotel terasa menyengat di hidung Saifanny. Ia berdiri di depan kamar 308, menggenggam sebuah kunci yang didapatkannya setelah mengelabui seorang resepsionis dengan alasan telah kehilangan kuncinya. Begitu memasuki kamar, Saifanny membeku. Suamin

  • Cara Menangani Perselingkuhan   Bab 5

    Saifanny sebenarnya tidak peduli jika Adrian tahu ia datang ke kantor secara diam-diam. Ia menyadari dirinya memang terlihat seperti pencuri saat itu, mengendap-ngendap dan mengintai suaminya sendiri. Namun bagi Saifanny, mencari kebenaran bukanlah sebuah kejahatan. Adrian mengirim pesan lagi. Pri

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 4

    Hari telah berlalu dan Saifanny terus memandangi ponselnya. Belum ada pesan masuk dari wanita itu. Ia sempat berpikir, apa mungkin Ranaya melapor kepada suaminya? Namun, jika wanita itu melapor, ia tidak mungkin memberikan nomor teleponnya sejak awal. Saifanny mencoba mengalihkan perhatiannya pada

  • Cara Menangani Perselingkuhan   BAB 3

    Kini Saifanny berdiri di depan kantor suaminya sambil menenteng kotak makan bertingkat berwarna biru. "Rasanya aneh kembali ke sini secara terang-terangan" Batinnya. Tujuannya kali ini adalah untuk mengajak wanita itu berkenalan, demi mewujudkan rencana berikutnya: mencari lebih banyak informasi te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status