مشاركة

113 - Kaum Bawah

مؤلف: Siez
last update تاريخ النشر: 2026-07-27 12:00:32

Azalea hanya bisa tersenyum tipis dengan pertanyaan dari Arsen. Dia bahkan tidak tahu hatinya sekarang bagaimana. Yang pasti, wanita itu sudah sangat berusaha untuk tak memikirkan masa lalunya dengan Bara yang sangat kelam. 

Mencoba move on? Terdengar mudah, tapi dilakukannya sulit. 

"Doakan saja yang terbaik untuk aku, Mas. Semoga aku bisa selesai dengan masa lalu aku." tukas Azalea pelan.

"Tentu saja. Aku tunggu sampai kamu selesai ... dan jangan jadikan aku u

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ceraikan Aku, Mas!   191 - Honeymoon

    Petugas jaga akhirnya masuk, bersama dua petugas lain, mereka memegang Bara yang mengamuk, menyuntikkan obat penenang yang sudah disiapkan dokter rutan."Bara! Tenang! Tenang!"Jarum suntik masuk ke lengan Bara yang berdarah.Perlahan, teriakan Bara melemah, matanya mulai sayu, tubuhnya lemas.Sebelum benar-benar tertidur karena obat penenang, Bara masih sempat berbisik, dengan air mata dan darah di wajahnya, dengan suara yang sangat pelan, sangat menyedihkan, tapi juga sangat mengerikan."Azalea... kalau kamu tidak mau jadi milikku... kamu harus mati... kita mati bareng... di villa itu... harusnya kita mati bareng..."Lalu ia tertidur. Mendengkur. Dengan perban kepala yang semakin merah karena darah.Ramon keluar dari sel dengan napas terengah-engah, keringat dingin mengucur di pelipisnya. Ia menatap Kepala Rutan yang berdiri di luar."Pak... tolong... tolong panggilkan psikiater sekarang juga... klien saya... klien saya sudah

  • Ceraikan Aku, Mas!   190 - Bara Depresi

    Sementara itu, di tempat yang sangat jauh dari kehangatan nasi goreng kampung di rumah Arsen, di sebuah ruangan berukuran 3x4 meter yang bau pesing, lembab, dan hanya diterangi satu lampu neon yang berkedip-kedip, Bara di dalam rutan sudah ditangani untuk luka-luka yang ia buat sendiri.Rutan Polres Bogor. Blok C, Sel Nomor 7.Jam 06.15 pagi, jam yang sama ketika Azalea menyuapi Arsen nasi goreng di rumahnya, Bara terbaring di atas kasur busa tipis yang sudah sobek, dengan perban putih melilit kepalanya dan kedua pergelangan tangannya.Darahnya masih merembes sedikit di perban kepala.Malam tadi, sekitar jam 02.00 dini hari, Bara mencoba bunuh diri untuk kedua kalinya dalam seminggu. Yang pertama 3 hari lalu dengan sarung, gagal karena petugas patroli melihat. Yang kedua tadi malam, ia membenturkan kepalanya sendiri ke tembok sel secara berulang-ulang dan menyayat pergelangan tangannya dengan tutup botol air mineral yang ia tajamkan diam-diam di lantai se

  • Ceraikan Aku, Mas!   189 - Jangan Hubungi Azalea Lagi!

    Azalea melepaskan pelukan Arsen, menatap Arsen dengan mata yang penuh air mata, tapi ada sesuatu yang lain di sana. Bukan takut. Tapi bingung, sedih, dan rasa bersalah yang besar.Bu Lily yang dari tadi mendengar keributan dari dapur, datang dengan wajah panik, "Ada apa? Ada apa? Kenapa Azalea nangis lagi?"Arsen menjelaskan dengan singkat, dengan suara masih emosi, tentang telepon pengacara, tentang Bara mau bunuh diri, tentang Bu Ratna yang lumpuh dan mau dibawa ke panti jompo.Bu Lily langsung menutup mulutnya, "Ya Allah... Bu Ratna..."Azalea mengangguk, air matanya makin deras.Sekarang, mendengar Bu Ratna sendirian, lumpuh, mau dibawa ke panti jompo, hati Azalea yang lembut itu kembali berperang.Tidak tega dengan Bu Ratna, karena bagaimanapun Bu Ratna adalah mantan mertuanya, orang tua yang sakit.Tapi traumanya juga belum sembuh. Luka di dada kirinya masih berdenyut setiap mendengar nama Bu Ratna. Bayangan 3 tahun dimaki dan dih

  • Ceraikan Aku, Mas!   188 - Telepon Ramon

    Arsen yang melihat perubahan itu langsung berdiri, merebut ponsel Azalea dari tangan istrinya yang gemetar hebat."HALO?!" bentak Arsen, suaranya yang tadi lembut saat memuji nasi goreng, berubah menjadi suara tegas karena istrinya diganggu.Di ujung telepon, suara seorang pria paruh baya yang sangat rapi, sangat licin, terdengar."Selamat pagi, Pak. Apakah saya berbicara dengan suami Ibu Azalea? Saya Ramon, pengacara dari Bapak Bara Adithama...""Ada apa?" tanya Arsen ketus."Tujuan saya menelepon pagi ini adalah untuk menyampaikan itikad baik dari klien kami. Bapak Bara sangat menyesal atas kejadian yang lalu. Beliau sangat terpukul. Beliau meminta kesempatan untuk bertemu langsung dengan Ibu Azalea, hanya lima menit, untuk meminta maaf secara pribadi, secara kekeluargaan. Kami berharap masalah ini bisa diselesaikan tanpa harus berlarut-larut di pengadilan. Klien kami masih sangat muda, Pak..."Arsen tertawa sinis, tawa yang tidak pernah A

  • Ceraikan Aku, Mas!   187 - Akhirnya Pulang Ke Rumah

    Akhirnya Azalea sudah boleh pulang dari rumah sakit.Dokter senior yang melepas perban dada Azalea pagi itu tersenyum, “Jahitannya kering bagus, Ny. Azalea. Sudah boleh pulang. Tapi ingat, jangan angkat berat, jangan kecapean, jangan...” dokter itu melirik Arsen yang berdiri di belakang Azalea sambil bawa koper, “...jangan digas dulu sama suaminya.”Satu ruangan langsung ketawa.Azalea merah padam, Arsen batuk-batuk.Mereka langsung pulang bersama dengan Bu Lily ke rumah Arsen. Rumah minimalis 2 lantai di daerah Puncak yang selama ini kosong karena Arsen tinggal sendiri, sekarang jadi ramai.Di mobil, Bu Lily duduk di belakang bersama Azalea yang duduk di kursi roda lipat (masih belum boleh jalan lama-lama). Arsen yang nyetir, dari kaca spion terus ngeliatin Azalea.Sampai di rumah Arsen jam 11 siang, Bu Lily langsung gelar rapat darurat di ruang tamu, di depan koper-koper.Bu Lily menatap Arsen dengan tatapan

  • Ceraikan Aku, Mas!   186 - First Kiss

    Lampu utama sudah dimatikan, tinggal lampu tidur kecil warna kuning hangat di pojok ruangan. Di luar, Puncak dinginnya menusuk tulang, hujan rintik-rintik lagi.Bu Lily sudah dengan sangat ikhlas diusir secara halus oleh Arsen ke kamar sebelah yang kosong, dengan alasan, “Bu, malam ini jadwal Ibu harus istirahat yang benar, biar besok bisa jaga Azalea lagi.” Padahal aslinya Arsen mau malam ini kamar 512 steril dari mertua.Di ranjang rawat inap yang tidak terlalu besar itu, sekarang ada dua orang. Sah.Azalea tidur miring menghadap kiri, karena kalau miring kanan perban di dada kirinya ketekan sakit. Arsen tidur di sampingnya, di sisi kiri ranjang, dengan posisi miring juga menghadap Azalea, jarak mereka hanya 10 cm, berbagi satu selimut rumah sakit yang tipis tapi hangat karena ada dua orang di dalamnya.Azalea belum tidur. Matanya masih terbuka, menatap wajah Arsen yang ada di depannya, sangat dekat.Arsen juga belum tidur, pura-pura

  • Ceraikan Aku, Mas!   2 - Talak Pertama

    Bara tidak menjawab. Ia membuang muka, menatap ke arah lain. Rahangnya mengeras.Yang menjawab justru suara lain dari belakang rombongan. Suara yang lebih melengking, lebih tua, dan lebih menyakitkan dari apa pun."Ngapain kamu ke sini, Azalea? Mau bikin malu keluarga kami, ya?"Bu Ratna. Ibu mertu

  • Ceraikan Aku, Mas!   1 - Ijab Kabul

    Jam pada telepon genggam Azalea Maharani menunjukkan pukul 14.27 WIB ketika pesan itu masuk. Sebuah pesan dari nomor tidak dikenal, tanpa nama kontak, hanya deretan angka asing yang tiba-tiba mengusik ketenangannya.*Mbak Azalea, maaf mengganggu. Aku hanya ingin menyampaikan bahwa saat ini suami Mb

  • Ceraikan Aku, Mas!   6 - Fitnah Bu Ratna

    "Jangan memutarbalikkan kata-kata!" Bara setengah berteriak. "Intinya kamu itu tidak bersyukur! Kamu diberi suami mapan, mertua peduli, kamu malah meminta cerai! Sekarang rasakan! Hidup susah! Makan saja harus menumbuk sendiri!""Aku bersyukur, Mas." Azalea tersenyum. "Aku sangat bersyukur

  • Ceraikan Aku, Mas!   5 - Balas Menghina Pezin*h

    Azalea telah genap sepekan menempati kamar berukuran 2x3 di Kost Putri Mawar. Kasur busanya tipis, kipas anginnya berderit, dan kamar mandinya selalu antre pada pukul 05.00 pagi. Namun, setiap malam ia dapat terlelap tanpa memimpikan tamparan dari Bara. Tanpa mendengar ucapan Bu Ratna dari balik pi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status