공유

Bab 2

작가: Kesya
Aku tidak pernah menyangka bahwa Tomas, pria yang dulu mencintaiku sepenuh hati, bisa merancang konspirasi sekeji ini.

Dia mencampurkan obat pencahar ke dalam minumanku, membuatku menanggung malu di hadapan mitra bisnis, lalu memaksaku membayar kerugian fiktif sebesar ratusan miliar.

Dan semua itu terjadi hanya karena aku memotong bonus kinerja Lidia sebesar 2 ribu!

Padahal, keputusanku memotong bonus kerja Lidia didasarkan pada dia yang terlambat setiap hari dan kinerjanya sama sekali tidak memenuhi standar.

Sampai sekarang, aku masih ingat dengan jelas betapa marahnya Tomas kepadaku waktu itu, hanya karena perkara pemotongan uang 2 ribu tersebut.

Namun, karena pemotongan yang kulakukan sudah sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, serta hanya berupa teguran kecil, Tomas tidak bisa berbuat apa-apa meskipun dia mengamuk. Peraturan perusahaan tetaplah peraturan, sehingga dia terpaksa membiarkan masalah itu berlalu.

Kukira persoalan itu sudah selesai. Siapa sangka, Tomas ternyata menyimpan dendam dan tega bertindak sekejam ini kepadaku.

Semua ini hanya karena Lidia adalah penyelamat nyawanya. Aku telah mengusik sang penyelamat, jadi dia harus menghukumku.

Namun, saat dia mengalami kecelakaan fatal hingga pendarahan hebat bertahun-tahun lalu, orang yang mendonorkan 3.000 ml darah untuk menyelamatkan nyawanya adalah aku!

Bagaimana bisa posisi itu bergeser menjadi milik Lidia?

"Tomas sudah ditipu!"

Seketika aku langsung menyadari kebenarannya.

Dulu, setelah mendonorkan darah untuk Tomas, tubuhku sangat lemas hingga jatuh pingsan. Setelah kejadian itu, aku pun tidak pernah mengungkit hal itu karena tidak ingin dia merasa terbebani.

Celah itulah yang dimanfaatkan oleh Lidia untuk merebut jasaku dan mengaku-aku sebagai penolongnya.

Begitu memahami segalanya, amarahku meledak.

Aku menendang pintu ruang kerja hingga terbuka lebar, lalu masuk.

"Tomas, orang yang mendonorkan darah dan menyelamatkan nyawamu dulu adalah aku! Kamu sudah ditipu oleh wanita ini!"

Aku menatap tajam Lidia dengan penuh kemurkaan. Sadar bahwa kata-kata saja tidak akan cukup, aku langsung menunjukkan bukti sertifikat donor darah yang ada di ponselku.

Melihat kebohongannya terbongkar, sekilas raut kepanikan dan rasa bersalah melintas di wajah Lidia.

Namun, wanita itu segera menyembunyikannya dan berkata dengan wajah memelas, "Kamu pasti nggak sengaja mendengar percakapanku dengan Pak Tomas tadi, makanya kamu punya dendam padaku. Tapi ini bukan salahku! Pak Tomas yang ngotot menghukummu demi membelaku, padahal waktu itu aku sudah coba mencegahnya."

"Aku paham kalau kamu membenciku. Bagaimanapun juga, kamu sudah menderita sekali selama tiga tahun ini. Tapi, orang yang mendonorkan darah untuk Pak Tomas dulu memang benar-benar aku! Kamu nggak bisa memfitnahku cuma karena membenciku!"

Akting Lidia semakin meyakinkan, dia bahkan mulai menangis tersedu-sedu. Kemampuan aktingnya ini sungguh patut diacungi jempol. Sayang sekali, dia tidak menjadi aktor film demi memenangkan piala penghargaan.

"Oh, ya? Kalau begitu, tunjukkan sertifikat donor darahmu!"

Aku tersenyum getir di tengah puncak amarahku.

Selama tiga tahun ini, penderitaanku jauh lebih mengerikan daripada sekadar kata "menderita".

"Aku ... waktu itu aku buru-buru mau menyelamatkan nyawa Pak Tomas, jadi aku nggak sempat minta sertifikat donor darah."

Lidia kembali memperlihatkan gelagat panik.

"Sistem sertifikat donor darah itu sudah terintegrasi secara online. Buka ponselmu, dan kita bisa langsung mengeceknya sekarang juga."

Aku menyunggingkan senyum dingin, melangkah maju dan terus menyudutkannya.

"Cukup, Frida! Aku yang merencanakan hukuman untukmu, hal ini sama sekali nggak ada hubungannya dengan Lidia! Kalau mau benci, benci aku saja, jangan lampiaskan kemarahanmu pada Lidia!"

Tomas mendadak mendorongku kasar, lalu pasang badan untuk melindungi Lidia di belakang tubuhnya.

"Tapi orang yang mendonorkan darah untukmu dulu memang benar-benar aku! Ini sertifikat donor darahnya! Dokter yang mengoperasimu di rumah sakit saat itu juga bisa jadi saksi, kamu bisa mengeceknya sendiri!"

Aku menyodorkan ponsel yang menampilkan bukti sertifikat donor darah itu tepat di hadapan wajah Tomas.

Namun, dia sama sekali tidak sudi meliriknya. Pria itu justru merampas ponselku dan membantingnya ke lantai. Wajahnya dipenuhi oleh gurat kekecewaan yang mendalam.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 10

    Namun, sejak kemunculan Lidia, semua janji itu menguap begitu saja bagai asap, dan dia tidak pernah lagi mengungkitnya walau hanya sekali.Kini setelah kesalahpahaman itu runtuh dan aku telah tiada, dia justru mengungkit kembali kisah lama itu. Alih-alih tersentuh, aku justru merasa hal ini sangat menggelikan.Tiba-tiba saja aku teringat sebuah kalimat, “Tidak akan ada orang yang terus menunggumu di tempat yang sama.”Kalimat itu, kini terasa sangat pas jika ditujukan kepada Tomas.Tadinya kukira Tomas hanya akan meratapi kematianku dalam waktu singkat.Bagaimanapun juga, dia telah menjelma menjadi seorang miliarder yang memiliki masa depan cerah. Kehidupan seperti apa pun atau wanita mana pun yang dia inginkan, semuanya berada di dalam jangkauan tangannya.Namun, hal yang membuatku terkejut adalah dia tidak pernah memulai lembaran hidup yang baru.Dia melepaskan seluruh urusan perusahaan, lalu mulai menapaki jalanan penuh memori masa lalu kami.Dia mendatangi setiap tempat yang pernah

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 9

    Di dalam rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana Lidia dengan wajah penuh kemenangan menghinaku, sambil menceritakan segala rencana busuknya dengan bangga.Setelah menyaksikan rekaman itu, wajah Tomas seketika berubah muram.Dia tidak pernah menyangka "penyelamat nyawa" yang selama ini dia sayangi ternyata palsu, bahkan memiliki niat yang begitu keji untuk menghancurkannya."Lidia, kamu benar-benar bukan manusia!"Tomas menendang tubuh Lidia dengan keras hingga wanita itu tersungkur."Pak Tomas, aku mengatakan kata-kata itu hanya untuk memprovokasi Frida! Aku nggak pernah berniat merebut hartamu, juga nggak berniat membunuhmu. Aku pura-pura jadi penyelamatmu karena aku terlalu mencintaimu! Aku mohon, ampuni aku!"Lidia menangis tersedu-sedu sambil berlutut memohon belas kasihan."Pak Tomas, dia bohong! Dia memang berniat membunuh Anda demi menguasai harta Anda! Di dalam HP saya ada rekaman videonya, kalau nggak percaya, Anda bisa melihatnya sendiri!"Dokter itu sudah pasrah, dia memilih

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 8

    "Benarkah?"Cengkeraman tangan Tomas di leher Lidia sedikit melonggar. Dia menoleh ke arah dokter di sampingnya dengan tatapan setengah tidak percaya.Dokter yang memang sudah disuap oleh Lidia itu, mengangguk tanpa ragu sedikit pun. "Benar, Pak. Frida yang menyuap saya dan menyuruh saya mengambil darahnya lebih banyak."Sorot mata Tomas seketika mendingin. "Kalau Frida menyuruhmu begitu, kamu langsung menurutinya begitu saja? Kamu ini dokter, apa kamu nggak punya akal sehat? Mengambil darah sebanyak 5.000 ml itu bisa membunuh orang!""Aku mau kamu membayar nyawa Frida!"Bersamaan dengan kalimat itu, Tomas melambaikan tangan. Dua satpam langsung merangsek masuk dari luar dan mengunci pergerakan dokter itu."Sebanyak apa dia mengambil darah Frida, sedot keluar darahnya dalam jumlah yang sama!""Pak Tomas, ampuni saya! Saya nggak sengaja melakukannya, semuanya adalah ide Frida!"Wajah dokter itu seketika pucat pasi karena ketakutan. Dia berlutut di lantai sambil memohon ampun."Cepat amb

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 7

    "Frida, aku salah! Aku sudah tahu sekarang, kamu yang menyelamatkan nyawaku!""Tapi kenapa kamu nggak mengatakannya dari dulu? Ini semua salahmu, aku jadi salah orang dan menghukummu lama! Apa kamu tahu seberapa besar luka yang harus kutanggung karena semua ini?""Ini semua salahmu! Kita nggak usah donor darah lagi, sekarang juga kita ke KUA!"Tomas merangsek maju, lalu mencopot selang transfusi darah yang menancap di tubuhku.Dia akhirnya tahu siapa penyelamat nyawanya yang asli.Namun, mengapa tidak ada sedikit pun rasa bahagia di dalam hatiku?Mungkin karena aku memang sudah di ambang maut.Atau mungkin karena dia telah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, tapi dia masih menyalahkanku sampai sekarang!Seketika itu juga, aku tersadar sepenuhnya.Hatinya tidak pernah benar-benar berpaling kepada Lidia. Buktinya, dia memeriksa rekam medis donor darah, yang berarti dia tidak sepenuhnya percaya pada wanita itu. Namun, hatinya juga tidak pernah berada di sisiku. Sejak awal, sosok yang

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 6

    Tak lama kemudian, aku mendengar langkah kaki Tomas yang beranjak pergi, disusul oleh suara pintu yang tertutup rapat.Setelah itu, sayup-sayup terdengar suara Lidia dengan nada kemenangan. "Nggak nyangka, ‘kan? Pria yang kamu cintai selama sepuluh tahun, ternyata bisa lebih membelaku?""Aku merebut jasamu sebagai penyelamat nyawanya, dan dia langsung bertekuk lutut untuk balas budi padaku. Kamu memotong bonus kinerjaku cuma 2 ribu, aku cuma pura-pura sok menderita, dan dia langsung menghukummu selama tiga tahun penuh!""Kamu memperlihatkan sertifikat donor darah tepat di depan wajahnya, tapi dia bahkan nggak mau melihatnya sedikit pun. Sebaliknya, aku cuma perlu ngomong, dan dia langsung percaya pada semua kebohonganku!""Sekarang, padahal aku cuma kena anemia ringan, dia tega memaksamu mendonorkan darah sebanyak 3.000 ml untukku! Dia sama sekali nggak percaya pada omonganmu yang mengaku kena kanker lambung stadium akhir dan hampir mati.""Padahal tubuhmu sudah selemah ini, bahkan kam

  • Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang   Bab 5

    "Di dalam sakuku ada surat rumah sakit, kamu bisa ambil dan melihatnya sendiri!"Aku mencoba melakukan perlawanan terakhir yang sia-sia."Bawa dia pergi!"Tomas bahkan tidak sudi melirikku lagi. Dia memberikan perintah tegas kepada satpam untuk menyeretku keluar.Heh! Sungguh menggelikan!Pria yang telah kujaga selama hampir sepuluh tahun, yang kubantu mewujudkan mimpi besarnya hingga mempertaruhkan nyawaku sendiri, ternyata memperlakukanku begini.Anggap saja Lidia memang benar-benar penyelamat nyawanya, aku memang seorang wanita picik yang menghalalkan segala cara, tetapi kami telah bersama selama sepuluh tahun penuh!Kami pernah saling menopang di masa-masa sulit, berjuang bersama dari nol, bahkan pernah makan sepiring mie goreng di pinggir jalan saat sedang berhemat. Kami ....Benakku mulai memutar kembali rekaman masa lalu yang getir sekaligus manis bersama Tomas.Kami sebenarnya memiliki banyak sekali kenangan indah.Namun, sejak kapan hubungan asmara kami mulai membusuk?Mungki

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status