แชร์

Bab 123

ผู้เขียน: Sierra
Wenny memandang dekan dengan ekspresi kaget seraya berucap, "Bukan. Pak, kamu salah telepon orang ..."

Suara Wenny mengecil karena pandangannya terhalangi. Hendro sudah berdiri di depannya dan auranya sangat mengintimidasi.

Hendro menatap Yuvi dengan dingin, lalu tatapannya tertuju pada Wenny. Dia menegur, "Siapa yang pukul orang terlebih dulu? Maju!"

Hendro yang mengamuk membuat Yuvi ketakutan hingga mundur.

Yuvi juga mendorong Wenny.

Alhasil, Wenny menabrak dada Hendro.

Dada Hendro yang berotot sangat keras. Apalagi dia masih menunjukkan wibawa seorang presdir karena baru meninggalkan rapat petinggi, membuatnya makin tidak bisa didekati.

Wajah Wenny memerah setelah menabrak dada Hendro. Dia ingin sekali memelototi Yuvi. ‘Dasar pengkhianat!’

Kebetulan tinggi badan Wenny sampai di dada Hendro. Sementara itu, Hendro melihat Wenny dan membentak, "Berdiri yang tegak!"

"Oh," sahut Wenny.

Dia segera mundur satu langkah.

Hendro memerintah, "Angkat kepalamu!"

Wenny mengangkat kepalanya de
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (8)
goodnovel comment avatar
Ga Tau
aneh ini mmg novelnya. bisa saling ga kenal, ga masuk akal.
goodnovel comment avatar
Nur Hasanah
penulis kebanyakan lupa ya
goodnovel comment avatar
Ros Dianie
Dan yg aneh , n lebayy.....masa Si dosen Angga ga tau kalo dia murid nya wenny. Sbg dewa C. Masa ia ga tau tampang nya. Hari gini loh....banyak fantasi nya nih. jd ga waras.....hahahhaha
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1151

    Veren memberi tahu, "Kakak Ipar, kamu bakal jadi ayah! Jangan-jangan, kamu belum tahu bahwa Kak Vania lagi hamil?"Sambil berbicara, Veren terus memperhatikan ekspresi wajah Steve. Dia ingin tahu apakah pria itu sebenarnya sudah mengetahui hal ini atau belum.Kabar kehamilan Vania sebenarnya sudah diketahui oleh Keluarga Lamin dan Keluarga Lisandra. Pernikahan antara dua keluarga besar ini telah memicu berbagai kepentingan dan menimbulkan kehebohan besar. Vania pun sudah secara resmi menyatakan perang terhadap mereka. Situasi sekarang sudah memasuki tahap yang sangat tegang. Hanya saja, tiba-tiba Veren mencium sesuatu yang terasa tidak biasa. Steve sepertinya tidak mengetahui soal ini.Dalam sekejap, kepala Steve terasa seperti meledak. Selama beberapa saat, pikirannya kosong. Tentu saja dia tidak tahu tentang hal ini.Steve benar-benar tidak tahu apa-apa.Pria itu tidak tahu bahwa Vania sedang hamil.Sebenarnya, Steve dan Vania juga tidak pernah merencanakan untuk hamil dan punya anak

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1150

    "Mbak Tuti, tenang saja. Sekarang aku lagi hamil. Aku tahu batasan kok. Lagi pula soal kehamilanku ini nggak mungkin terus disembunyikan dari Steve. Aku akan mencari waktu untuk memberitahunya."Mbak Tuti terlihat sangat puas. "Nyonya Vania, memang sudah seharusnya begitu. Lebih baik cepat kasih tahu Tuan Steve. Dengan begitu, dia bisa menjagamu dan anak kalian. Itu memang sudah menjadi tanggung jawab seorang suami dan ayah."Namun, Vania tidak berani membiarkan Steve bertanggung jawab begitu saja. Yang dia khawatirkan adalah bagaimana reaksi Steve jika tahu bahwa dirinya hamil.....Vania tiba di studio dan langsung menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Tanpa terasa, waktu pulang kerja pun tiba.Asistennya datang menghampiri. "Kak Vania, desain yang ini sudah beres. Kita sudah bisa pulang."Vania melirik jam sejenak. Steve bilang akan menjemputnya sepulang kerja. Kapan pria itu datang?Vania mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Steve, lalu meneleponnya.Nada dering ponsel terden

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1149

    Steve tidak bangun dari ranjang. Dia memeluk Vania erat di dalam pelukannya. Sebenarnya jam biologisnya sudah membangunkannya satu kali pada pukul 6 pagi, tetapi karena Vania yang harum dan lembut itu tidur di dalam pelukannya, dia pun tidak bangun.Steve menatap bibir merahnya. "Lelah nggak?"Vania jelas tahu maksud pertanyaannya. "Nggak kok!"Steve mengulurkan tangan dan menyentuh bibir merah wanita itu. "Di sudut bibirmu masih ada kulit yang sobek sedikit."Vania pun meliriknya dengan manja dan kesal. "Semua gara-gara kamu! Sudah dapat untung, masih saja pura-pura nggak tahu apa-apa!"Steve tersenyum penuh kasih sayang. "Oke, salahku semua."Suasana menjadi agak ambigu. Vania menatap Steve tanpa berkedip. "Kamu belum bangun, jangan-jangan karena masih mau melakukan sesuatu?"Steve malah bertanya balik, "Menurutmu, aku bisa melakukan apa?"Vania menyunggingkan bibir merahnya. Tangannya yang kecil menyentuh otot perut Steve, lalu perlahan bergerak ke bawah. "Mana aku tahu kamu mau mel

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1148

    Malam ini, apakah Steve sangat menginginkannya?Vania tiba-tiba mendekat dan mencium bibir tipis pria itu.Steve memandangi Vania, lalu menindihnya dan menciumnya.Sambil merangkul leher Steve, Vania merespons ciuman pria itu dengan aktif dan lembut.Mereka belum pernah berciuman lama sebelumnya. Hanya mencium, tidak melakukan yang lain. Vania merasa seluruh tubuhnya lemas.Steve menempelkan wajah tampannya ke leher Vania, mulai mencium rambutnya.Tangan Vania meraba ke atas, dengan lembut memeluk kepala Steve. Dengan hati-hati sekaligus berani, jari-jarinya menyusup ke rambut pendek Steve yang rapi dan menariknya. Vania tiba-tiba tertawa.Steve bertanya dengan suara serak, "Seru, ya?"Dia sudah merasakan Vania menarik-narik rambutnya.Vania senang, seperti anak kecil yang nakal dan cerdik. "Agak seru."Steve meliriknya, lalu berbalik berbaring telentang. "Tidur yang awal."Setelah itu, Steve hendak bangun.Vania bertanya, "Kamu mau ke mana?"Steve menjawab, "Mandi air dingin."Vania l

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1147

    Mungkin pandangan Vania terlalu lama berhenti pada wajah Steve, pria itu tersenyum seraya bertanya, "Kok lihatin aku begini?"Vania tersadar dari lamunannya, lalu berkata dengan tulus, "Steve, terima kasih!"Meski tidak bertanya, Steve mengerti keadaan sulit yang dialaminya.Steve berucap, "Kita ini suami-istri. Kalau orang lain merundungmu, itu sama saja merundungku. Lain kali kalau ketemu situasi seperti ini lagi, kamu bisa beri tahu aku. Atau kalau kamu mau aku lakukan sesuatu untukmu, selama nggak melanggar prinsip, semuanya boleh."Vania sangat terharu. "Apa maksudmu melanggar prinsip?"Steve menjabarkan, "Nggak langgar hukum dan aturan!"Vania terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka Steve akan memberi jawaban yang begitu serius. Dia sendiri juga warga negara baik yang taat hukum!Vania mengonfirmasi, "Steve, maksudmu, selama nggak melanggar hukum dan aturan, semua permintaanku akan kamu penuhi?"Steve berucap, "Lain kali coba saja ajukan permintaan!"Steve tidak menjawab pertany

  • Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian   Bab 1146

    Frank begitu marah sampai tidak bisa bicara. Tak lama kemudian, Vania mendengar suara yang lembut berkata, "Vania, semua ini salahku. Kalau kamu marah, tumpahkan saja padaku. Veren nggak bersalah!"Vania mengenali suara itu, wanita simpanan ayahnya yang telah disembunyikan bertahun-tahun, Jennifer.Jennifer menangis seraya berkata, "Vania, kalau kamu nggak mau maafkan aku, aku akan cari ibumu sekarang dan sujud minta maaf!"Hati Vania tersentak kaget. Jennifer sangat tahu bagaimana cara menyakiti ibunya.Ibu Vania menderita depresi selama ini. Terakhir kali Jennifer datang, saat Vania pulang, ibunya sudah menelan sebotol obat tidur dan terbaring di kasur. Jika bukan karena Vania segera melarikannya ke rumah sakit, ibunya sudah tiada.Saat itu, Vania membuat keributan besar. Barulah ayahnya berjanji tidak akan membiarkan Jennifer datang lagi, tidak akan membiarkan Jennifer muncul di depan ibunya.Sekarang Jennifer ingin mencari ibunya lagi. Jennifer selalu seperti ini, menuturkan omonga

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status