Short
Rahasia Bejat di Balik Jubah Suci

Rahasia Bejat di Balik Jubah Suci

Oleh:  MirandaTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Bab
1.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Setelah menggoda suamiku yang religius sebanyak 99 kali, suamiku akhirnya melanggar pantangannya demi diriku dan bermesraan denganku selama tiga hari tiga malam. Aku mengira dia akhirnya mencintaiku. Tapi, saat sedang merapikan ruang kerja, tidak sengaja aku menemukan pesan di komputernya. Dia mengirimkan video pribadiku kepada kakakku, Tamara Gunadi. [Biar abis ini dia nggak bakal ngejar-ngejar aku lagi. Kamu tenang aja Rara, sampai mati pun aku nggak bakal nyentuh dia. Orang yang aku sayang cuma kamu.] Tamara mengirimkan pesan suara berdurasi 60 detik, suaranya terdengar centil dan menggoda. "William, aku beneran terharu banget! Nggak nyangka kamu demi ngejaga kesucianku, malah nyuruh banyak orang buat mainin dia. Kira-kira kalau suatu saat dia tahu yang sebenernya, dia bakal marah nggak ya sama aku?" Suara William yang serak terdengar penuh tekanan dan menahan diri. "Emangnya dia berani? Seujung rambut kamu pun dia nggak bisa tandingin. Dia itu gatel banget, ada orang yang mau make dia saja sudah untung." "Lagian, semua foto syur sama video itu ada di aku. Kalaupun dia tau, dia nggak bakal punya muka buat nyalahin siapa-siapa." Tamara mengirimkan beberapa foto pribadi dengan pakaian minim. "William, bantuin aku lihat dong, gaya aku yang ini gimana? Apa kakinya harusnya dibuka lebih lebar lagi?"

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Dari kamar meditasi di sebelah, terdengar suara-suara yang sangat memalukan.

Lewat celah pintu, aku melihat jubah biksu William terbuka lebar dengan tasbih melilit tubuhnya, sementara foto-foto seksi Tamara terpajang di meja altar.

Gerakannya makin cepat hingga jubah tipis itu basah oleh keringat, sampai akhirnya dia mendesah puas.

Aku membekap mulut, mundur beberapa langkah karena tidak percaya.

Pantas saja selama lima tahun menikah, William tidak pernah mau menyentuhku!

Biarpun aku sudah telanjang bulat atau kasih dia obat, dia lebih memilih menyakiti diri sendiri agar tetap sadar daripada menyentuhku ....

Aku kira dia benar-benar suci dan sudah membuang nafsu duniawinya.

Ternyata hanya karena orang yang dia inginkan bukan aku. Dari awal, aku cuma pengganti Tamara!

Kaki terasa seberat timah. Aku menyeret langkah pergi dengan air mata yang terus mengalir.

Tiga hari kemarin adalah malam pertamaku yang penuh rasa sakit. Tapi, aku memaksakan diri melayaninya demi menyenangkan hatinya, bahkan saat mataku ditutup pun aku menurut.

Namun ternyata, semua itu hanya jebakan.

Aku mendadak mual mengingat sensasi lengket yang menjijikkan itu.

Aku segera menyetir ke rumah sakit untuk pemeriksaan total.

Setelah dipastikan tidak tertular penyakit apa pun, barulah aku bisa bernapas lega.

Begitu sampai di rumah, akses pengenalan wajahku ternyata gagal.

Rasa lelah tidak berdaya seketika menyergapku.

Dulu, setiap kali aku gagal menggodanya, dia akan mengunciku di luar dan menyuruhku berlutut membaca kitab suci semalaman.

Kali ini, apa lagi alasannya?

Pintu terbuka saat aku hendak pergi.

Tamara berdiri di sana memakai daster sutra tipis, memperlihatkan bekas kecupan di leher dan wajah yang merona segar.

"Aduh Giska, maaf ya, tadi pas William masukin data wajahku, aku nggak sengaja hapus punya kamu."

William terbatuk canggung. "Rara lagi ribut sama orang rumah, jadi dia bakal nginep di sini beberapa hari."

"Terus, kamar kamu sudah aku kasih ke Rara. Kamu tidur di kamar tamu ujung lorong saja."

Melihatku diam saja, dia menambahkan dengan nada tak biasa, "Biar deket sama aku."

Tanpa sepatah kata pun, aku langsung naik ke lantai atas.

Tak lama kemudian, William masuk ke kamar.

"Masih sakit?"

Aku meliriknya lalu mendengus sinis.

Dia sendiri yang memilih orang-orang untuk menggilirku, sekarang malah berlagak peduli dan bertanya apa aku sakit?

William menyodorkan segelas air padaku.

"Minum obatnya."

"Aku belum mau punya anak sekarang."

Aku menelan kepahitan di hati bersama obat itu.

Dia tidak mau punya anak, atau takut aku hamil anak orang lain dan buat dia malu?

William tampak tidak senang melihatku begitu penurut.

Dia terdiam sejenak, lalu berusaha memberi penjelasan yang jarang dia lakukan.

"Tamara nggak bakal lama di sini. Beberapa hari ini jangan berantem sama dia. Kamu banyak ngalah saja."

Kalimat itu sudah jadi makanan sehari-hariku sejak kecil.

Karena Tamara lahir dengan fisik yang lemah, semua orang selalu menuntutku untuk mengalah.

Ngalah soal mainan, kamar, sampai pasangan hidup ....

Aku tertawa getir dan menyindirnya.

"Rara? Akrab banget manggilnya, padahal dia itu kakak ipar kamu."

Sepertinya kata 'kakak ipar' itu menyinggungnya, karena William langsung membentakku.

"Giska, nggak usah cari gara-gara!"

Aku tidak menyahut, hanya berbaring membelakanginya.

Kamar menjadi sunyi sampai akhirnya hanya terdengar suara langkah kakinya yang menjauh.

Aku menghela napas panjang, tapi air mataku jatuh tanpa bisa ditahan.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Tinu Nisa
Tinu Nisa
cmn cara buka kunci ny, kok gk bsa pke bonus y...
2026-04-04 01:14:31
0
0
9 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status