MasukSetelah menggoda suamiku yang religius sebanyak 99 kali, suamiku akhirnya melanggar pantangannya demi diriku dan bermesraan denganku selama tiga hari tiga malam. Aku mengira dia akhirnya mencintaiku. Tapi, saat sedang merapikan ruang kerja, tidak sengaja aku menemukan pesan di komputernya. Dia mengirimkan video pribadiku kepada kakakku, Tamara Gunadi. [Biar abis ini dia nggak bakal ngejar-ngejar aku lagi. Kamu tenang aja Rara, sampai mati pun aku nggak bakal nyentuh dia. Orang yang aku sayang cuma kamu.] Tamara mengirimkan pesan suara berdurasi 60 detik, suaranya terdengar centil dan menggoda. "William, aku beneran terharu banget! Nggak nyangka kamu demi ngejaga kesucianku, malah nyuruh banyak orang buat mainin dia. Kira-kira kalau suatu saat dia tahu yang sebenernya, dia bakal marah nggak ya sama aku?" Suara William yang serak terdengar penuh tekanan dan menahan diri. "Emangnya dia berani? Seujung rambut kamu pun dia nggak bisa tandingin. Dia itu gatel banget, ada orang yang mau make dia saja sudah untung." "Lagian, semua foto syur sama video itu ada di aku. Kalaupun dia tau, dia nggak bakal punya muka buat nyalahin siapa-siapa." Tamara mengirimkan beberapa foto pribadi dengan pakaian minim. "William, bantuin aku lihat dong, gaya aku yang ini gimana? Apa kakinya harusnya dibuka lebih lebar lagi?"
Lihat lebih banyak"Orang suruhanku bilang, kalian terus-terusan berduaan belakangan ini. Kalian makan bareng bahkan ke bioskop bareng.""Kamu berani bilang kalau kalian beneran nggak ada apa-apa? Giska, asal kamu mau ikut aku balik, aku nggak bakal bahas masalah ini lagi, gimana?"Aku tertawa saking emosinya.William ternyata sampai menyewa orang buat memata-mataiku?"William, kamu gila ya? Kita sudah cerai, mau aku sama siapa saja sudah bukan urusan kamu lagi, 'kan?""Bertahun-tahun kamu nggak mau nyentuh aku, tiap hari aku kayak anjing yang ngejar-ngejar kamu. Apa nggak cukup selama ini aku sudah rendah-rendahin diri di depan kamu?""Susah payah aku nemuin hidup baru, kamu malah jauh-jauh datang ke sini cuma buat ngehina aku?""Kamu sama Tamara tiap bulan main kotor di atas gunung, bertahun-tahun aku kayak orang bego yang kalian permainin.""William, kalau nggak suka kamu bisa bilang langsung. Aku bukan tipe orang yang bakal maksa, tapi harusnya kamu nggak permainin aku kayak gitu, bahkan ....""Bahka
Hari ini cuaca sangat cerah, Dimas menemaniku jalan-jalan.Tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara pria yang sangat tidak asing."Giska!"Suaranya terdengar sangat mendesak.Aku berbalik dan menatap matanya. Awalnya aku mengira akan merasakan sakit hati, panik, atau emosi lain yang membuatku sedih.Namun, saat melihat mata yang dulu sangat kupuja selama bertahun-tahun ini, hatiku kini tidak merasakan getaran apa pun lagi.Sekarang, aku sudah benar-benar merelakannya.William saat ini terlihat berantakan, wajahnya sangat lelah. Dia yang biasanya selalu tampil rapi, kini dagunya ditumbuhi banyak bulu halus.Ini adalah penampilan yang tidak pernah kulihat selama beberapa tahun terakhir.Matanya penuh kegembiraan seolah baru menemukan barang berharga yang hilang, suaranya terdengar tersedat. "Giska, akhirnya aku nemuin kamu. Ada banyak hal yang mau aku katakan, sebenarnya orang yang aku cintai selama ini itu kamu ...."Dia mengulurkan tangan hendak menggandengku, tetapi pandangannya t
Saat itu aku sudah mendarat di Negara Gatta.Di sini musimnya selalu terasa seperti musim semi dengan pemandangan seindah lukisan. Inilah tempat yang sudah lama aku dambakan.Dulu demi menemani William, aku bahkan tidak pernah sempat meluangkan waktu untuk berwisata ke sini.Sekarang setelah ada waktu luang, aku baru sadar betapa indahnya hidup yang selama ini aku lewatkan.Hari pertama masuk di perusahaan baru, rekan-rekan kantorku mengadakan acara minum-minum.Setelah kenyang makan dan minum, aku menelepon temanku di sini untuk jemput aku.Angin malam terasa sangat dingin, aku duduk di anak tangga sambil memeluk diri erat-erat.Tiba-tiba, rasa hangat menyelimutiku, seseorang sedang memakaikan syal untukku.Aku mendongak dan tatapanku beradu dengan sepasang mata yang indah seperti kelopak bunga persik.Orang itu sedang menatapku dengan lembut dan tenang.Laki-laki itu memakai mantel panjang, tubuhnya sangat tinggi, tulang alisnya tegas, hidungnya mancung, dan bibirnya tipis. Seluruh t
Hati William pun panas mendengar ucapan orang tua itu.Dia tidak habis pikir, padahal keduanya anak kandung, bahkan wajahnya sangat mirip dan punya kecantikan masing-masing.Kenapa orang tuanya bisa se-pilih kasih ini? Tamara di mata mereka bagaikan bulan di langit, sedangkan Giska hanyalah lumpur di bawah kaki.Apa selama bertahun-tahun ini Giska menjalani hidup yang seperti itu? Itulah sebabnya dia terbiasa menuruti dan berusaha menyenangkan hatinya ....William memutar tasbih di tangannya, lalu berkata dengan gusar. "Giska 'kan anak kalian juga, kenapa kalian merendahkannya sampai segitunya? Lagian aku sudah sama dia bertahun-tahun, aku tahu betul kalau dia nggak seburuk yang kalian bicarakan.""Dia itu sebenarnya ...."Dia sebenarnya lembut dan baik hati, ceria dan murah hati, serta mencintainya dengan sepenuh jiwa. Dia bisa sangat bahagia sampai tidak bisa tidur hanya karena hal kecil, persis seperti seekor kucing kecil.Kalimat selanjutnya tidak terucap dari mulut William, tetapi


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan