Share

Bab 62

Author: Ellow_dikata
last update publish date: 2026-06-22 20:11:21
Pada hari keempat, pintu kamar itu akhirnya terbuka.

Tanpa membuang waktu, mereka bergegas ke rumah sakit tempat Vera dirawat.

Vera masih sama, ia terus berteriak tanpa arah, dengan suara yang pecah dan penuh ketakutan. Tubuhnya diikat erat ke ranjang rumah sakit, sebagai upaya terakhir untuk mencegahnya melukai diri sendiri. Rambutnya kusut, wajahnya pucat, dan matanya kosong.

Andre tidak masuk, ia tidak berani, ia hanya berdiri di balik jendela kaca gelap yang langsung menghadap ke arah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 64

    Dengan sisa kesabaran dan paksaan yang tersisa, Fredrik kembali mencoba menanamkan ingatan buatannya pada Vera. Sekali, dua kali dan berkali-kali. Tapi, setiap kali ia menekan dan memaksanya masuk ke dalam ingatan Vera, yang ia temui hanyalah dinding tebal yang dibangun oleh Vera. Lima hari berlalu tanpa hasil apapun bagi Fredrik. Karena tahu ini harus segera diatasi, akhirnya Fredrik berbincang panjang lebar dengan Andre mengenai ingatan Vera, terutama tentang dirinya. Dan dari percakapan mereka, sebuah kesimpulan akhirnya diambil. Fredrik sempat terkejut melihat betapa mudahnya Andre menyetujui perubahan ingatan tersebut. Namun setelah melihat rasa bersalah yang menggerogoti Andre, dan harapan kecil yang masih ia simpan untuk bisa berada di sisi Vera sedikit lebih lama, Fredrik akhirnya mengerti. Ya… Cinta memang sering kali menyakitkan dan terkadang, justru orang yang paling mencintai adalah yang paling tega menghancurkan. Setelah beberapa kali percobaan ulang pada ingatan V

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 63

    “Kau yakin?” tanya Andre akhirnya.“Yakin, tuan.”“Cara apa yang akan kau gunakan? Jelaskan padaku.”“Terapi psikologi,” jawab Fredrik tenang. “Namun bukan terapi biasa. Lebih tepatnya… penghapusan ingatan yang menjadi sumber luka bagi Nyonya Vera.”Andre menyipitkan matanya saat menatap Fredrik. “Itu terdengar seperti cuci otak?”“Benar,” Fredrik mengangguk ringan. “Sedikit mirip. Hanya saja, metode ini jauh lebih kejam jika dilihat dari sudut pandang dunia medis.”“Ingatan yang menyakitinya tidak akan dihapus sepenuhnya,” lanjut Fredrik. “Aku akan mengubahnya. Mengedit sebagian memori, lalu menambahkan ingatan baru sebagai penyangga. Trauma yang selama ini menghancurkannya tidak akan lagi muncul dalam bentuk yang sama.”“Jika tuan menyetujuinya,” ucap Fredrik pelan, “aku siap melakukannya.”Andre menarik napas dalam. “Apa itu berbahaya untuk Vera?”“Tidak lebih berbahaya dibandingkan membiarkannya dalam kondisi yang sekarang,” jawab Fredrik tanpa ragu. “Jika kondisi Nyonya dibiarkan

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 62

    Pada hari keempat, pintu kamar itu akhirnya terbuka. Tanpa membuang waktu, mereka bergegas ke rumah sakit tempat Vera dirawat. Vera masih sama, ia terus berteriak tanpa arah, dengan suara yang pecah dan penuh ketakutan. Tubuhnya diikat erat ke ranjang rumah sakit, sebagai upaya terakhir untuk mencegahnya melukai diri sendiri. Rambutnya kusut, wajahnya pucat, dan matanya kosong. Andre tidak masuk, ia tidak berani, ia hanya berdiri di balik jendela kaca gelap yang langsung menghadap ke arah Vera. Vera tidak mungkin melihatnya. Andre telah memerintahkan rumah sakit menyiapkan ruang observasi khusus, ruang di mana ia bisa mengawasi setiap gerakan Vera tanpa pernah diketahui keberadaannya. Jarak tipis itu menjadi batas antara rasa bersalah dan ketakutannya sendiri. Fredrik melangkah masuk ke dalam ruang perawatan. Begitu melihat sosok asing, Vera langsung menunjukkan kepanikan yang sama seperti saat dokter dan perawat lain mendekatinya. Napasnya memburu, tubuhnya menegang, dan

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 61

    "Carikan ibu susu terbaik untuk anak itu" perintah Andre dengan suara datar.Kepala pelayan menunduk dalam, "Baik, Tuan."Kini, anak itu diserahkan pada perawatan orang lain, bukan karena cinta, tapi karena ia sadar, ia belum layak berada di dekatnya.Bayi tersebut segera dipindahkan kembali ke kediaman keluarga Hardian, dijaga ketat dan dirawat secara terpisah.Andre memilih bertahan hidup dengan rasa bersalah itu.Karena pada akhirnya, ia tidak sanggup membunuh satu-satunya hal yang masih mengikatnya dengan Vera, meski ikatan itu kini lebih menyerupai hukuman daripada harapan.Andre mulai mengabaikan tugas-tugasnya sebagai kepala keluarga Hardian. Fokusnya sepenuhnya terpecah, pikirannya terus kembali pada Vera, meski ia sendiri tidak lagi berani menemuinya secara langsung.Tumpukan dokumen di meja kerja Andre mulai menumpuk. Rapat yang biasanya ia pimpin sendiri kini hanya dihadiri sekretarisnya.Beruntung, kepala pelayan dan sekretarisnya bergerak cepat mengambil alih seluruh urus

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 60

    Kepala pelayan menundukkan kepalanya sedikit sebagai salam hormat.“Tuan sedang menemani Nyonya ke rumah sakit, Tetua.”“Kondisi Vera… apa cukup bahaya?”Kepala pelayan tersenyum tipis, sopan namun jelas tertutup.“Para Tetua tidak perlu khawatir. Tuan akan menyampaikan kabar lebih lanjut mengenai kondisi Nyonya secara langsung.”Tetua Deri dan Tetua Waru saling pandang, lalu menghela napas pelan.“Kalian benar-benar bawahan Andre,” gumam Tetua Deri. “Cara bicara, sikap, bahkan caramu menutup informasi, persis seperti dirinya.”Tetua Waru mengangguk setuju. “Tidak heran dia mempercayai kalian sepenuhnya.”Sekretaris Andre dan kepala pelayan hanya membalas ucapan para tetua dengan senyum ringan. Kesetiaan mereka bukan sesuatu yang perlu dijelaskan, karena sejak awal, itu sudah menjadi bagian dari diri mereka.Di sisi lain, di rumah sakit tempat Vera berada.Setelah sepuluh jam waktu berlalu, lampu ruang operasi akhirnya padam.Andre yang sejak tadi menunggu dengan wajah tegang langsung

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 59

    Tetua Deri, tetua kedua keluarga Hardian sekaligus anak angkat kedua, akhirnya angkat bicara.“Meski pun ada anak lain, apa kau yakin mereka akan mampu memimpin keluarga Hardian sebaik Andre?”Ia memandang Sandi tanpa ragu sedikitpun.“Hentikan omong kosongmu ini. Soal keturunan, Andre masih cukup muda. Tidak perlu bagi kita untuk terikat aturan lama keluarga secara membabi buta.”“Kalian membelanya? Atau jangan-jangan, kalian sudah disuap oleh Andre?”Meski tuduhan itu tidak sepenuhnya salah, Waru dan Deri memilih diam. Mereka tidak berniat untuk membuka hal seperti itu apalagi di depan para tamu undangan yang hadir malam ini.Mereka tahu kenyataan ini dengan sangat jelas. Di keluarga Hardian, bukan soal siapa yang bersih atau siapa yang kotor. Tapi siapa yang benar-benar layak atau siapa yang tidak layak dalam memegang kekuasaan.Waru akhirnya melangkah maju dan berdiri di hadapan Sandi, suaranya meninggi dan penuh wibawa.“Omong kosong apa yang kau bicarakan, Sandi?”“Semua orang d

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 5

    Ia menghirup rokok itu perlahan, terlalu perlahan, hingga asap memenuhi seluruh kabin mobil. Bau tembakau yang pekat menekan dadaku, merayap ke paru-paruku, lalu mengendap seperti sesuatu yang tak pernah benar-benar pergi. Udara terasa berat. Setiap tarikan napas bukan lagi kebutuhan hidup, melaink

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 4

    “Kak Kevin… tolong percaya padaku kali ini.” Suaraku bergetar, bahkan sebelum kata terakhir meluncur dari bibirku. Aku membencinya. Kebiasaan tubuhku yang selalu berkhianat ketika ketakutan merayap naik. Aku menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gemetar yang menjalar hingga ke ujung jemar

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 3

    Seminggu kemudian, kabar itu akhirnya sampai ke telingaku. Kediaman Ananta mengalami kebakaran hebat. Api melahap bangunan tua itu tanpa ampun, menjilat setiap sudutnya hingga tak menyisakan apa pun selain puing hitam dan abu. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Tidak kenangan. Tidak rasa aman. Tida

  • Cinta yang sudah tidak aku inginkan   Bab 2

    # Kehidupan Kedua Aku membuka mata dengan terengah, seperti seseorang yang baru saja ditarik paksa dari dasar laut. Suara isak tangis memenuhi ruangan, bercampur dengan aroma dupa yang menusuk hidung. Suasana di sekelilingku terasa begitu asing, namun anehnya… juga sangat familiar. Ada sesuatu ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status