Short
Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas

Ciuman Perpisahan Di Malam Musim Panas

작가:  Prazas참여
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
16챕터
1조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif akibat dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga. Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh. Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan. Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu malah tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri." Brak! Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?" Jadi, orang yang mencelakai ibunya bukan Alena? Namun, setelah Alena keluar dari penjara, Larsen telah memaksanya menikah dengan seorang pengemis buta dari kawasan kumuh. Sudah tiga tahun ....

더 보기

1화

Bab 1

Ibu Larsen, sang pewaris keluarga elite ibu kota, akhirnya sadar setelah sepuluh tahun menjadi pasien vegetatif karena dikira didorong seseorang hingga jatuh dari tangga.

Semua tokoh terpandang di ibu kota datang menjenguknya. Mereka berlomba-lomba memuji Larsen di hadapan wanita tua itu karena begitu berbakti dan telah menghukum orang yang mencelakai ibunya selama sepuluh tahun penuh.

Meskipun orang yang dianggap bersalah itu adalah pacar Larsen semasa SMA, Larsen tidak pernah sedikit pun berbelaskasihan.

Namun, setelah semua orang selesai bicara, wanita tua yang sudah lama terdiam itu justru tampak kebingungan. "Orang yang bersalah? Nggak ada yang dorong aku, kok. Aku jatuh sendiri."

Brak!

Tangan Larsen bergetar, pisau buah yang dipegangnya jatuh ke lantai. Dia mendongak dengan tercengang. "Bu, apa Ibu bilang?"

Jadi, bukan Alena yang membuat ibunya menjadi pasien vegetatif?

Kepanikan yang luar biasa seketika membuncah dalam hati Larsen.

Selama ibunya tidak sadarkan diri, selama itu pula dia membalas dendam kepada Alena. Namun, sekarang dia malah diberi tahu bahwa Alena tidak bersalah?

"Oh iya, di mana Alena?" tanya Miriam dengan cemas. "Dulu aku nggak suka dia karena dia berasal dari keluarga dengan orang tua tunggal. Aku nggak ingin kamu bersamanya."

"Tapi siapa sangka, anak itu rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku saat aku jatuh ke air. Apa kalian masih pacaran? Apa kalian sudah menikah? Sudah punya anak?"

Tiga pertanyaan itu bagaikan hantaman palu berat yang menghantam hati Larsen.

Tenggorokan Larsen terasa kering. Untuk waktu yang lama, dia tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Karena setelah Alena keluar dari penjara, dia memaksa Alena hidup bersama seorang pengemis buta. Kejadian itu sudah berlangsung selama tiga tahun ....

....

Tiga tahun lalu.

Di sebuah kelab di ibu kota.

Seorang wanita menggosok kloset dengan susah payah. Seragam kerjanya yang kebesaran membuat tubuhnya terlihat semakin kurus dan mungil. Setelah akhirnya selesai, dia duduk lemas di lantai, lalu mengeluarkan selembar foto. Orang-orang di dalam foto itu adalah ayahnya, dirinya, dan adiknya.

"Alena, ada tamu yang muntah di ruang privat Surgaloka. Pergi bersihkan."

Alena segera menyimpan foto itu dengan hati-hati, lalu bangkit berdiri.

Dia sudah tiga bulan keluar dari penjara. Hal pertama yang sebenarnya ingin dia lakukan adalah pergi ke panti asuhan untuk menjemput adiknya, Arina. Namun, karena dia adalah mantan narapidana, dia harus memiliki pekerjaan tetap sebelum bisa membawa Arina pergi.

Bagi Alena, mencari pekerjaan bukanlah perkara mudah.

Dia hanya lulusan SMA dan memiliki catatan kriminal. Bahkan untuk bekerja sebagai pelayan pun tidak ada yang mau menerimanya. Untungnya, kelab itu dipenuhi berbagai macam orang dan tidak memedulikan masa lalunya.

Suasana di dalam ruang privat sangat ramai. Ada pesta kecil yang dihadiri belasan orang. Para anak muda bermain kartu, berkaraoke, dan bersenang-senang. Tidak ada yang memedulikan seorang petugas kebersihan seperti dirinya.

Alena berlutut di lantai dan mulai membersihkan muntahan.

Tiba-tiba, suara seorang pria terdengar memecah suasana. "Wah, bukannya ini primadona sekaligus siswi teladan dari SMA Kota Faros? Ck, dulu waktu sekolah, kalau ada orang yang meminjam pulpennya, dia sampai harus mensterilkannya dengan alkohol lama sekali. Sekarang berlutut di lantai membersihkan muntahan juga sudah nggak merasa jijik?"

Alena mengenali pria itu sebagai teman sekolah yang pernah mendekatinya. Setelah ditolak olehnya, pria itu bahkan dengan murah hati mengatakan bahwa mereka masih bisa berteman.

Namun setelah kejadian itu terjadi, justru pria inilah yang paling kejam merundungnya.

Muntahan itu sangat menjijikkan. Alena hanya diam dan mempercepat gerakan tangannya.

Pria di belakangnya tiba-tiba menendangnya hingga tubuhnya terjerembap ke dalam tumpukan cairan yang lengket itu. "Aku sedang bicara sama kamu! Kamu tuli?"

"Ah!"

Alena menahan rasa sakit dan jijik, sementara kepahitan memenuhi hatinya.

Tuli? Bukankah dia memang sudah tuli?

Setelah Larsen menjebloskannya ke penjara atas tuduhan yang tidak pernah dia lakukan, Alena mendapat "perlakuan khusus" yang telah diatur oleh Larsen. Baru sebulan dipenjara, sebuah kecelakaan membuat telinga kirinya kehilangan pendengaran akibat ledakan.

Pria itu masih ingin melanjutkan, tetapi seorang teman lama menghentikannya. "Sudahlah. Buat apa kamu marah sama orang seperti dia?"

"Dulu, si primadona Alena begitu angkuh dan tinggi hati. Latar belakang keluarganya bagus. Meskipun ibunya meninggal sejak dia masih kecil, ayahnya adalah ahli bedah nomor satu di ibu kota. Dia sendiri cantik dan juga gadis kesayangan pewaris Keluarga Hargasa."

"Sekarang, bukankah dia sudah jadi pengecut yang nggak berani membalas saat dipukul ataupun dihina?"

Cuih!

Alena bisa merasakan dengan jelas segumpal ludah yang jatuh di atas kepalanya. Kalau ini terjadi pada dirinya yang dulu, dia pasti sudah melawan.

Namun ... perundungan saat kelas tiga SMA, penyiksaan selama tiga tahun setelah lulus, ditambah siksaan tiga tahun di dalam penjara, sudah lama menghancurkan seluruh harga diri dan keangkuhannya.

Kalau dia hanya hidup sebatang kara, mungkin tidak masalah. Bahkan jika harus mati, dia tetap akan memperjuangkan harga dirinya.

Namun, Alena tidak bisa. Dia masih memiliki seorang adik. Jika dia melawan, adiknya akan menjadi sasaran pelampiasan orang itu.

"Pantas saja! Dulu Larsen sebaik itu sama dia. Waktu ruang penyimpanan peralatan sekolah terbakar, Larsen nyaris kehilangan nyawa waktu berhasil keluar."

"Tapi begitu mendengar Alena masih terjebak di dalam, dia langsung menerobos masuk tanpa ragu untuk menyelamatkannya. Sampai sekarang masih ada bekas luka besar di punggungnya, bahkan suaranya rusak selama setengah tahun!"

"Tapi bagaimana dengan dia? Dia malah membenci Tante Miriam karena menghalangi hubungannya dengan Larsen. Saat Larsen sedang memulihkan diri, dia mendorong Tante Miriam sampai jadi pasien vegetatif!"

Begitu kejadian lama itu disinggung, semua teman sekolah mereka langsung dipenuhi kemarahan.

Tatapan yang tak terhitung jumlahnya tertuju pada Alena, membuatnya kembali teringat pada masa kelas tiga SMA yang bagaikan mimpi buruk.

Tahun itu, semua orang mengatakan bahwa Alena-lah yang mencelakai Miriam. Bahkan, Larsen juga sangat membencinya.

Hanya dengan satu ucapan, Larsen membuat ayah Alena yang semula seorang dokter ternama berubah menjadi pembunuh yang dihujat semua orang, hingga akhirnya bunuh diri di dalam penjara karena dianggap takut mempertanggungjawabkan kejahatannya.

Larsen mengubah SMA Kota Faros menjadi neraka bagi Alena, membuat setiap hari yang dia jalani di sekolah dipenuhi perundungan. Awalnya, Alena berusaha keras melawan, bahkan ingin pindah sekolah demi melarikan diri.

Namun setiap kali dia melawan, kabar bahwa ayahnya terluka di penjara akan segera terdengar. Sampai ketika dia benar-benar mencoba pindah sekolah, kabar kematian ayahnya pun datang.

Pada hari pemakaman ayahnya, untuk pertama kalinya Larsen membawa setangkai bunga daisy dan membungkuk hormat di hadapan makam ayah Alena. Namun, sesopan apa pun gerakannya, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru sedingin es.

"Tetaplah patuh di penjara yang kubuat khusus untukmu, maka adikmu akan aman. Kamu nggak mau adikmu juga berubah menjadi abu, 'kan?"

Alena akhirnya berhasil bertahan sampai ujian masuk perguruan tinggi. Meskipun mendapatkan nilai yang sangat tinggi, campur tangan Larsen membuatnya tidak diterima di universitas mana pun, sehingga dia hanya bisa bekerja.

Larsen begitu membencinya. Dia bahkan tidak mengizinkan Alena melakukan pekerjaan yang sedikit lebih layak. Dia hanya membiarkannya menggelandang, mengamen, memulung, mengemis ....

Larsen merampas semua kemungkinan bagi Alena untuk menjalani kehidupan yang layak, membuatnya benar-benar menjadi gelandangan kumal yang dibenci semua orang.

Hanya dengan sebuah jebakan sederhana, Larsen bahkan berhasil membuatnya mendekam di penjara selama tiga tahun.

Alena akhirnya selesai membersihkan muntahan itu.

Dia berlari keluar dari ruang privat seperti sedang melarikan diri. Namun begitu berbalik, dia malah menabrak seorang wanita.

"Maaf, maaf!" Alena membungkuk sambil meminta maaf.

"Ah! Tas Chanel-ku! Kamu menjijikkan sekali! Pergi sana!"

Alena tertegun. Dia mengenal wanita ini.

Wanita ini adalah pacar Larsen semasa kuliah. Ketika Alena bekerja di kampus mereka, berkali-kali dia melihat betapa lembut dan mesranya Larsen saat mencium Vero. Larsen benar-benar menyukai Vero.

Saking sukanya sampai ketika Alena tidak sengaja mengotori salah satu sepatu kulit Vero, Larsen menjebloskannya ke penjara hanya demi membuat Vero senang.

"Maaf, aku akan segera pergi!"

Kalau Vero ada di sini, berarti Larsen ....

Tidak! Dia tidak boleh sampai ditemukan oleh Larsen!

Alena membungkukkan tubuh dan buru-buru menyelinap melewati wanita itu.

Namun, tiba-tiba terdengar suara yang membuat darahnya seakan membeku, "Alena."

Kemudian terdengar tawa sinis yang menusuk tulang, "Lama nggak ketemu."

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
16 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status