Share

8.

Author: Bianca bee
last update publish date: 2026-05-01 15:20:41

Setelah menyelesaikan sesi berenangnya, Reina kembali ke rumah dengan ceria, bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya.

Begitu tiba di rumah, ia langsung mencari Sarah yang sedang membersihkan dapur. Meskipun Sarah masih merasa sedikit nyeri haidnya, ia tetap melanjutkan pekerjaannya dengan penuh semangat.

Saat Reina memasuki dapur, ia melihat Sarah yang sedang menyeka permukaan meja dapur. Dengan cepat, Reina mendekat dan mengajukan permintaan.

“Kak Sarah, aku mau minta tolong. Bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Daddy Sitter   8.

    Setelah menyelesaikan sesi berenangnya, Reina kembali ke rumah dengan ceria, bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya. Begitu tiba di rumah, ia langsung mencari Sarah yang sedang membersihkan dapur. Meskipun Sarah masih merasa sedikit nyeri haidnya, ia tetap melanjutkan pekerjaannya dengan penuh semangat.Saat Reina memasuki dapur, ia melihat Sarah yang sedang menyeka permukaan meja dapur. Dengan cepat, Reina mendekat dan mengajukan permintaan.“Kak Sarah, aku mau minta tolong. Bisa bantu atur rambutku? Aku harus ke pesta ulang tahun sahabatku,” kata Reina dengan nada penuh harapan.Sarah berhenti sejenak, mengelap tangannya dengan lap, dan menatap Reina. “Oh, tentu saja, Non Reina. Aku bisa bantu. Aku pernah ikut kursus kecantikan, jadi sedikit banyak aku mengerti tentang cara-cara merapikan rambut.”Dengan senang hati, Reina menyerahkan alat-alat yang sudah ia siapkan, yaitu hair dryer dan curling iron, sambil berjalan menuju kamar tidur. Sarah mengikuti di belakangnya

  • Daddy Sitter   7. Perhatian Daniel yang Tak Terduga

    Pada hari Minggu, suasana rumah Daniel terasa sedikit berbeda. Reina seperti biasa berpamitan riang sebelum pergi berenang bersama teman-temannya. Dengan tas besar di pundaknya, ia tersenyum pada Sarah yang berdiri di dekat pintu. “Kak Sarah, aku pamit dulu ya. Nanti sore baru pulang,” ucap Reina ceria sambil melambaikan tangan. Sarah membalas dengan senyum lembut, “Hati-hati, Non Reina.” Setelah Reina pergi, rumah menjadi sepi. Hanya ada Sarah dan Daniel karena Bi Rika sedang libur mingguan untuk berkumpul dengan keluarganya. Kesadaran bahwa mereka hanya berdua membuat Sarah sedikit gugup, meski ia tetap berusaha menjalankan tugas seperti biasa. Ia mulai beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang, tetapi tubuhnya mulai terasa tidak enak. Nyeri haid hari pertama mulai datang, membuatnya beberapa kali memegangi perut sambil tetap berusaha bekerja di depan meja dapur. Di ruang keluarga, Daniel memperhatikan dari kejauhan. Ia melihat Sarah tampak pucat dan sering berhenti bergerak,

  • Daddy Sitter   6. Ketika Kendali Mulai Retak

    Dengan lembut, Daniel memegang tangan Sarah yang masih berada di bahunya, mencoba menghentikan sentuhan itu. "Kau bisa kembali tidur, Sarah" ucapnya dengan suara yang nyaris berbisik, berusaha menenangkan dirinya sendiri dan mengembalikan situasi menjadi lebih normal.Sarah menarik tangannya dengan perlahan, menyadari bahwa mungkin ia sudah melampaui batas. "Maaf, Pak. Saya hanya ingin membantu" katanya pelan, menundukkan kepala sebelum mundur perlahan menuju pintu.Sementara itu, Daniel tetap duduk di kursinya, jantungnya berdebar kencang, masih terguncang oleh keintiman yang baru saja terjadi.Sarah keluar dari ruang kerja dengan raut wajah kecewa, dan Daniel bisa merasakan hal itu.Dia bukan tidak menghargai perhatian dan bantuan Sarah, namun ada sesuatu yang tidak bisa dikendalikannya- sesuatu di dalam dirinya yang mulai bangkit, terutama di bawah sana. Pikirannya tak henti-hentinya terjebak pada sentuhan lembut Sarah, bagaimana tangannya menyentuh dan meremas bahunya dengan kehang

  • Daddy Sitter   5. Ketika Kedekatan Mulai Berubah

    Tangan Daniel secara alami berada di punggung Sarah, sementara tangan satunya memeluk Reina dan Milo.Sarah merasakan kehangatan tangan Daniel di punggungnya, sebuah sentuhan yang membuatnya merasa nyaman namun juga membuat jantungnya berdebar.Di sisi lain, Daniel juga merasakan kehangatan yang sama, menyadari betapa berbeda dan mendalamnya momen ini dibandingkan dengan pelukan biasa antara dia dan putrinya.Dalam pelukan itu, mereka berdua saling merasakan kehangatan dan keterhubungan yang belum pernah mereka alami sebelumnya.Walaupun awalnya pelukan ini terasa canggung, dalam beberapa detik, semuanya menjadi lebih alami dan sarat dengan kehangatan yang membuat mereka merasa aneh sekaligus nyaman.Reina yang berada di tengah tersenyum kecil, mengetahui bahwa usahanya untuk mendekatkan mereka perlahan-lahan mulai berhasil.Setelah satu menit berpelukan, Daniel membisikkan lembut, "Sudah satu menit." Dia lalu melepaskan tangannya, dan suasana menjadi canggung kembali. Baik Daniel maup

  • Daddy Sitter   4. Pagi yang Mengubah Batas Rumah Daniel

    Pagi itu, Sarah sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan. Dengan teliti, ia membuat roti dengan telur mata sapi dan menyeduh kopi untuk Daniel, sementara susu coklat sudah disiapkan untuk Reina. Namun, ketika melihat jam menunjukkan pukul 6, Sarah mulai khawatir karena belum ada yang keluar dari kamar. Sarah berjalan menuju kamar Daniel dan mengetuk pintunya dengan hati-hati. Tidak ada jawaban. Merasa ragu, dia mencoba memutar gagang pintu, dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Dengan perasaan cemas, Sarah memberanikan diri untuk masuk. Kamar itu masih gelap, dan Sarah melihat bahwa Daniel masih tertidur di atas kasur, hanya tertutup selimut hingga sebatas dadanya. Cahaya pagi mulai masuk setelah Sarah membuka tirai, tetapi Daniel tampaknya masih terlelap dan tidak terganggu oleh cahaya tersebut. Dengan ragu-ragu, Sarah mendekat ke kasur, matanya tertuju pada tubuh Daniel yang terlihat gagah di balik selimut. Dia ingat instruksi Reina bahwa jika Daniel tidak bang

  • Daddy Sitter   3. Awal yang Canggung di Rumah Daniel

    Di dalam kamar, Reina sedang membersihkan masker wajah, mempersiapkan dirinya untuk waktu santai. Mendengar ketukan yang keras, dia tahu bahwa pertemuan antara Daniel dan Sarah tidak berjalan dengan baik. Reina membuka pintu dan melihat ayahnya yang tampak sangat kesal. Dengan cepat, Reina melangkah keluar dan memeluk Daniel untuk menenangkan emosinya. "Daddy, tenanglah. Kak Sarah di sini untuk membantu. Aku sedang melakukan kegiatan di luar rumah, dan dia akan memastikan Daddy tidak merasa kesepian." Daniel terlihat sedikit lebih tenang dengan pelukan Reina, tetapi masih tampak bingung dan frustasi. Reina melanjutkan, "Oma juga sudah setuju dengan keputusan ini. Kak Sarah akan membantu kita di rumah, dan aku yakin dia akan cocok dengan pekerjaan ini." Daniel memijat kepalanya, merasa tertekan dengan situasi yang mendadak ini. Meskipun masih merasa tidak nyaman, dia akhirnya mulai memahami alasan di balik keputusan Reina dan setuju untuk memberinya kesempatan. Dengan itu, R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status