Dalam Dekapan Adik Ayahku

Dalam Dekapan Adik Ayahku

last updateLast Updated : 2026-10-02
By:  Luz PicillyaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
9Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alana menolak pertunangan yang dipaksakan ibu tirinya dengan Gerald, seorang pria dari keluarga aristokrat. Dalam keputusasaan, ia meminta perlindungan Julian, adik angkat mendiang ayahnya. Julian berjanji akan membantunya memberikan perlindungan atas paksaan pertunangan itu. Namun, kedekatan mereka perlahan berubah menjadi perasaan yang seharusnya tidak pernah ada. Mereka tahu hubungan itu terlarang, tetapi semakin berusaha menjauh, semakin sulit bagi keduanya untuk saling melepaskan. Ketika keluarga mulai mencurigai hubungan mereka, Alana dan Julian harus memilih: mengorbankan cinta mereka atau melawan semua orang demi tetap bersama.

View More

Chapter 1

Ketukan Ditengah Malam

"Apa yang sedang kau lakukan?"

Alana membulatkan matanya dengan lebar dan jantungnya berpacu dengan cepat.

Dengan pelan dia berbalik melihat ke arah sumber suara, padahal saat menyelinap tadi tak ada seorangpun di jam dua dini hari ini.

Di ambang pintu berdiri Julian Starling. Jasnya masih basah. Rambutnya acak-acakan karena hujan. Di tangannya ada koper. Matanya menatap lurus ke arah Alana dengan tajam dan penuh intimidasi.

Julian pulang lebih cepat.

Otak Alana kosong selama dua detik, lalu instingnya bekerja. Ia langsung menyembunyikan map yang baru saja ia curi di belakang punggungnya.

"A-aku... aku cuma—”

“Beraninya kau masuk ke ruanganku tanpa seizinku!” hardik Julian tajam.

Alana membeku di tempat dan tak berani bergerak.

Julian menutup pintu perlahan tanpa mengalihkan pandangannya dari Alana.

Pria itu berjalan perlahan. Setiap langkah sepatu kulitnya menghantam lantai terdengar jelas di tengah suara hujan.

Julian berhenti tepat di depan Alana. Jaraknya kurang dari sepuluh sentimeter dan Alana bisa mencium bau hujan, cologne mahal, dan amarah pada Julian.

Julian menatap Alana dari atas sampai bawah. Dia tersenyum miring saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Alana.

Wanita itu mengenakan piyama tipis yang membentuk lekuk tubuhnya, lalu rambutnya tergerai seadanya.

"Menyelinap di jam satu malam, Alana?” dengusnya sinis. “Kembalikan apa yang sudah kau curi!”

"Aku bukan mencuri!" Alana mendongak dan memberanikan diri mengelak "Itu hak Ayahku."

“Tidak mencuri?” Julian tersenyum sinis dan mengejek. “Kau mengendap masuk ke ruanganku tanpa seizinku, lalu mengambil sesuatu dari laci mejaku. Apa itu bukan sebuah pencurian?” tanya Julian sinis.

“Sudah ku katakan, aku hanya mengambil apa yang menjadi hak Ayahku!” bentak Alana.

"Berikan!”

"Tidak!” tolak Alana kekeh sambil berusaha menjaga apa yang memang menjadi miliknya.

Dalam sekali gerakan, Julian mencengkram pergelangan tangan Alana dan membenturkannya ke dinding.

DUK!

Punggung Alana menghantam dinding, membuat napas Alana tercekat dan map yang ada di tangannya hampir terjatuh.

Julian menarik pergelangan tangan Alana, lalu tangan kanannya melingkar dengan sensual di pinggang ramping Alana.

"Jangan pernah mengujiku, Alana." bisik Julian di telinga Alana. "Kau masih sembilan belas tahun. Aku bisa memenjarakanmu sekarang juga."

Alana memejamkan mata sedetik. Rasa takut melanda, tetapi amarah dan keberaniannya memintanya untuk tetap melawan.

Enam belas tahun ia hidup di bawah bayang-bayang keluarga tirinya yang memperlakukannya semena-mena. Sedangkan Julian, dia adalah wali sahnya yang seharusnya melindunginya. Tapi, pria itu malah diam tak peduli.

Alana mengepalkan kedua tangannya dengan kua. Kali ini, untuk pertama kalinya dia memberontak. Dia harus bergerak untuk menyelamatkan dirinya.

Alana membuka mata, lalu menatap tepat pada mata Julian. Dengan satu tangan yang masih bebas, Alana mengangkat map itu dan menunjukkannya tepat di depan wajah Julian.

"Kalau aku anak kecil..." Suara Alana bergetar, tapi tegas. "Lalu kenapa Om takut aku membaca ini?" tanya Alana menantang.

Alana membuktikan kalau dia bukan lagi anak kecil yang bisa dibentak dan disuruh diam. Sedang Julian, pria itu mengeraskan rahangnya karena melihat wanita itu melawannya dengan berani.

Di luar, petir menyambar. Menerangi wajah mereka berdua yang hanya berjarak beberapa senti.

Dan di saat itu juga, Alana sadar. Ia baru saja menyalakan api yang tidak akan bisa dipadamkan.

“Kamu sedang bermain di jalur yang tidak seharusnya bocah kecil!”

“Aku tidak peduli! Aku muak dengan semua rahasia yang sengaja kalian tutupi dariku!” kata Alana nyalang.

“Ini rumahku, tapi aku seperti berada di neraka. Aku ditindas, tapi kau hanya diam Om Julian…” lirih Alana.

Julian mencengkram pinggang Alana lebih kuat, menarik tubuh kecil itu hingga lebih dekat dengannya. Alana meringis kesakitan, tapi dia tak mau menyerah.

“Jangan pernah membuatku melakukan apa yang selama ini kutahan!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status