Share

BAB 54

Penulis: Langit Parama
last update Tanggal publikasi: 2026-03-05 07:37:41

Jevier menarik kursi perlahan lalu duduk di samping Miriam. “Iya, Bu. Lagi banyak urusan akhir-akhir ini. Tapi hari ini mulai longgar.”

Remmer melirik sekilas pada putra bungsunya itu. “Urusan pekerjaan, atau urusan lain?”

Nada suaranya terdengar tenang, namun sarat makna.

Jevier tersenyum tipis. “Campur, Ayah. Ada urusan pribadi juga.”

“Hm … Ibu sudah menduganya,” goda Miriam dengan senyum penuh arti. “Datang pagi-pagi, pulang larut malam. Apa pasiennya … gebetan kamu?”

Jevier sempat terd
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Ronz Ronz
wahhh wahhh kek nya makin seruuu nihhh
goodnovel comment avatar
Fitrianingsih
waaah surprise lagi ternyata jever adik kaelix dan tristan,3 bersaudara satu wanita,
goodnovel comment avatar
Nia Khair
duhh sasqia pusiingg aku ngebayangin jadi kamu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 274

    Sore itu, sebuah mobil sedan putih perlahan memasuki halaman rumah keluarga Valerio. Mesin mobil dimatikan.Seorang wanita berambut panjang bergelombang turun dengan gaun krem sederhana yang membalut tubuh semampainya.Senyum ramah tak pernah lepas dari wajahnya sejak melangkahkan kaki menuju pintu utama.Ding dong.Bel rumah berbunyi. Tak lama kemudian, seorang pelayan membukakan pintu.“Selamat sore, Non.”“Selamat sore.” Yolanda membalas dengan senyum hangat. “Apa Tante Miriam ada di rumah?”“Ada, silakan masuk.”Yolanda mengangguk pelan, lalu mengikuti pelayan menuju ruang tamu.Tak berselang lama, Miriam muncul dari arah ruang keluarga.“Yolanda?” kedua alis wanita paruh baya itu terangkat. “Tumben sekali datang tanpa memberi kabar dulu. Kamu sendirian, di mana Mama kamu?”Yolanda segera bangkit dari duduknya. “Tante. Iya, aku sendirian. Mama lagi sibuk banget jadi gak ikut ke sini.”Miriam tersenyum tipis, lalu meraih kedua tangan gadis itu. “Duduk ... duduk. Gimana kabar kamu,

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 273

    Mobil Kaelix akhirnya memasuki halaman rumah Mahendra. Perjalanan pulang dari mal rupanya begitu melelahkan.Sherly sudah lebih dulu terlelap di pangkuan Kaelix sejak mobil meninggalkan pusat perbelanjaan. Napas bocah itu terdengar teratur, sesekali bibir mungilnya bergerak pelan seperti sedang bermimpi.Di sisi lain, Sasqia pun tak mampu lagi menahan kantuk. Tanpa sadar, kepalanya perlahan bersandar di bahu sang suami.Kaelix menoleh sekilas. Tatapannya jatuh pada wajah istrinya yang terlihat begitu damai dalam tidur. Beberapa helai rambut menutupi pipinya.Tanpa banyak berpikir, pria itu mengangkat tangannya, lalu menyingkirkan anak rambut tersebut dengan gerakan yang nyaris tak terasa.Setelah itu, ia kembali menatap lurus ke depan. “Zidan.”“Iya, Tuan?” Sopir itu segera menoleh melalui kaca spion.“Tolong antar Sherly masuk ke dalam. Saya tidak bisa turun.” Tatapan Kaelix kembali mengarah pada Sasqia yang masih terlelap di bahunya. “Istri saya sedang tidur.”Zidan mengikuti arah p

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 272

    Mobil Kaelix memasuki area parkir sebuah pusat perbelanjaan mewah di kota. Begitu pintu mobil dibuka, Sherly langsung mengulurkan kedua tangannya ke arah Kaelix. “Om, gendong.” Kaelix melirik sebentar. “Kamu capek?” suaranya berat dan tegas. Sherly mengangguk polos. “Capek jalan dari mobil.” Sasqia spontan tertawa kecil. “Padahal baru turun.” Kaelix tidak berkomentar, tidak juga menolak. Ia membungkuk, lalu mengangkat tubuh kecil itu ke dalam gendongannya. “Pegangan yang kuat.” “Iya, Om.” Sherly langsung melingkarkan kedua lengannya di leher Kaelix dengan wajah ceria. Sementara tangan mungilnya sibuk memainkan dasi pria itu. “Om ganteng,” celetuk Sherly, tatapan polos itu terus mengamati wajah tampan di hadapannya. Kaelix menoleh, sudut bibirnya terangkat tipis. “Terima kasih.” “Tapi Papa dulu juga ganteng.” Senyum di bibir Sasqia perlahan memudar. Ia khawatir ucapan polos bocah itu membuat suasana menjadi canggung. Namun Kaelix sama sekali tidak berubah ekspresi. “Setia

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 271

    Raka baru saja tiba di depan sekolah TK putrinya. Sekolah itu jauh berbeda dari yang pernah ia bayangkan. Bangunannya megah, halaman bermainnya luas, dan deretan mobil mewah memenuhi area penjemputan. Ia berdiri beberapa meter dari gerbang, kedua matanya tak lepas mengamati anak-anak yang mulai berhamburan keluar kelas. Entah apa yang ia harapkan dengan datang ke sana. Mungkin hanya ingin melihat putrinya tumbuh, meski dari kejauhan. Atau mungkin, masih ada harapan kecil untuk memperbaiki semua yang telah ia hancurkan. “Itu Sherly ....” gumamnya pelan saat melihat gadis kecil berpita merah keluar sambil menggenggam tas mungilnya. Senyum tipis langsung terukir di bibir Raka. “Sher—“ Belum sempat namanya terucap sempurna, Sherly tiba-tiba berlari kecil melewati dirinya. Raka mengernyit. Tatapannya mengikuti arah lari putrinya hingga berhenti pada sebuah sedan hitam mewah yang baru saja terparkir di depan gerbang sekolah. Pintu belakang terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi turu

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 270

    Jevier berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Kedua tangannya masuk ke saku jas dokter, sementara tatapannya lurus ke arah gedung lain di seberang rumah sakit. Sudah beberapa hari ini ia tak lagi menerima jadwal kontrol Mahendra. Padahal sebelumnya, pria itu selalu menjadi pasien tetapnya. “Kak Kael ...,” gumamnya pelan. Sudut bibirnya terangkat tipis, tetapi tanpa senyum. “Jadi benar, kamu sengaja memindahkan Pak Mahendra ke dokter lain.” Ia menghembuskan napas panjang. Alasannya memang masuk akal. Mahendra berhak memilih dokter mana pun. Namun entah mengapa, Jevier merasa keputusan itu bukan datang dari sang pasien. “Padahal selama ini lewat Pak Mahendra aku masih bisa sesekali bertemu Sasqia.” Kini kesempatan itu benar-benar hilang. Jevier menyandarkan bahunya pada kaca jendela, tatapannya menerawang jauh. “Kamu benar-benar sedang menutup semua jalan untukku, ya, Kak?” Ia terkekeh pelan, tetapi tawa itu terdengar hambar. “Takut aku mengganggu rumah tangga kalian?” _____

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 269

    “Ada keperluan apa Ibu datang ke sini?” tanya Kaelix seraya berjalan menuju sofa, lalu duduk dengan tenang. Miriam menghembuskan napas pelan sebelum ikut menghampiri. Ia mengambil tempat di samping putra sulungnya. “Ibu datang karena merindukan kamu.” Nada suaranya terdengar lembut. Tangannya perlahan menggenggam tangan Kaelix, seolah takut putranya akan menjauh. “Ibu kadang masih sulit percaya kalau anak pertama Ibu sudah sebesar ini.” Senyumnya mengembang tipis. “Rasanya baru kemarin Ibu mengandung kamu, melahirkan kamu, menggendong kamu ke mana-mana.” Kaelix hanya memandang ibunya tanpa banyak bicara. Miriam kemudian mengangkat sebelah tangannya, mengusap pelan rahang tegas putranya dengan penuh kasih. “Kamu tetap anak kecil Ibu ... meski sekarang sudah menjadi suami orang.” Kaelix menghembuskan napas pelan. Perlahan ia menurunkan tangan sang ibu dari pipinya. Namun alih-alih melepaskannya, pria itu justru menggenggam tangan tersebut dengan kedua tangannya. Tanpa ragu, Kae

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 90

    “Mas semalam ke rumah sakit, ya?” tanya Sasqia pelan, membuka percakapan lebih dulu saat mereka makan siang bersama. Sendok di tangan Tristan terhenti di udara. Ia lalu meletakkannya kembali di atas piring, sebelum menatap Sasqia. “Kamu tahu dari mana?” Sasqia tersenyum kecil. “Semalam Tuan Kael

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 89

    “Om Tristan ke mana, Sus?” tanya Sana siang itu dengan suara kecil. Usai makan dan menelan obatnya, tubuh mungilnya diminta beristirahat. Ia sudah berbaring di atas ranjang rumah sakit, selimut menutupi hingga dada. Babysitter yang menemaninya duduk di kursi dekat ranjang, mengusap pelan rambut h

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 48

    “Kaelix memberikan sponsor itu pada pramugari lain?” Mata Miriam membulat tajam. “Padahal aku sudah lebih dulu mencantumkan nama Jessie.” “Ada alasannya,” jawab Remmer tenang, mencoba meredam gejolak di suara istrinya. “Apa alasannya?” dagu Miriam terangkat tinggi, s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 45

    “Semalam Sasqia tidak datang, Pak?” tanya Jevier pagi itu saat memasuki kamar rawat inap Mahendra. Mahendra yang sedang bersandar di ranjang tersenyum tipis. “Tidak, Dok. Tapi dia sudah mengirim pesan. Katanya langsung pulang ke kost.” Jevier mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, ia menyiapk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status