Share

Bab 072

last update Date de publication: 2026-05-18 23:00:48

Kiara langsung mendelik saat menyadari Hanson dengan sengaja mengarahkan telapak tangannya ke bagian paling privacynya.

Ia langsung memejamkan mata saking canggungnya. Namun telapak tangannya justru merasakan kedut-kedut di batangnya yang mengeras. Kedut yang terasa begitu hidup.

“Sekarang … kamu percaya, kan? Aku cuma begini kalau ada di dekat kamu,” lirih Hanson.

Kiara menelan salivanya. Kali ini entah kenapa ia tidak bisa menolak untuk percaya.

“Kak H
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 072

    Kiara langsung mendelik saat menyadari Hanson dengan sengaja mengarahkan telapak tangannya ke bagian paling privacynya.Ia langsung memejamkan mata saking canggungnya. Namun telapak tangannya justru merasakan kedut-kedut di batangnya yang mengeras. Kedut yang terasa begitu hidup. “Sekarang … kamu percaya, kan? Aku cuma begini kalau ada di dekat kamu,” lirih Hanson. Kiara menelan salivanya. Kali ini entah kenapa ia tidak bisa menolak untuk percaya. “Kak Hanson …” Kiara menggigit bibir bawahnya. Wajahnya memanas saking malunya. Ia ingin melepaskan tangannya, tapi Hanson justru menahannya. “Jangan gigit bibir kamu seperti itu, nanti luka,” lirih Hanson.Kiara menarik tangannya. Ia langsung mendorong tubuh Kakaknya menjauh. “Dih! Kakak mesum!” Hanson tertawa pelan, sebelum berbalik dan pergi. Ia seakan menutupi rasa yang sedang ditanggungnya saat ini. Bukan hanya tentang debaran di dadanya yang semakin kuat, tapi denyut

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 071

    “Kakak ….” Suara ketukan pintu itu terdengar sangat keras, saking kerasnya membuat Asih yang sedang menyiapkan sarapan pagi, melongokkan kepalanya. Ia menggelengkan kepalanya saat Nina menggerakkan kepalanya seolah sebuah pertanyaan tanpa kalimat. Dua hari sudah berlalu sejak malam menghilangnya Kiara. Rumah yang sepi itu kembali ceria.“Apa?” Suara maskulin itu langsung terdengar sesaat setelah pintu terbuka lebar. Kiara langsung masuk tanpa permisi. Matanya menatap seisi kamar Hanson dan tersenyum saat melihat koleksi kaset film di atas mejanya. Hanson langsung berlari. Bukan karena tidak suka barang-barangnya disentuh oleh Kiara, tapi ia tak mau Kiara tahu hal hal yang tak seharusnya. “Kamu mau apa, Ara?” tanya Hanson. Ia sengaja menjadikan badannya sebagai penghalang tangan Kiara untuk menggapai tumpukan kaset koleksinya.“Kakak kenapa, sih? Ara cuma mau pinjem kaset film koleksi Kakak, kok,” sahut Kiara, “kemar

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 070

    Semua mata di meja makan itu tertuju pada Kiara. Pak Gunadi menatapnya dengan senyuman. Wisnu bersandar di kursinya dengan mata menyorot tajam pada sosok yang baru bergabung itu. Sedangkan Prana berdiri dengan kedua tangan bertumpu di meja dan senyuman tipisnya.Lalu Hanson duduk di seberang meja dengan alat makan yang sudah diletakkan dari tadi. Mata elangnya tidak pernah lepas dari wajah Kiara sejak pertanyaan Prana itu menggantung di udara.Kiara menundukkan kepala. Ia menarik napas canggung. Ia tak bisa memungkiri apalagi Pak Gunadi jelas melihat momen tadi.“Aku …” Kiara mulai bersuara. Ia melirik ke arah Hanson. “Aku sudah mencoba untuk tidak mengakuinya. Aku sudah coba bilang ke diriku sendiri kalau itu hanya karena situasinya. Terlalu banyak hal yang terjadi sekaligus belakangan ini. Karena perasaan seperti itu tidak masuk akal, mengingat apa yang sudah kita lewati bersama sebagai kakak adik.”Hanson menatapnya lekat. Ia menunggu Kiara men

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 069

    Satu langkah, Kiara maju dengan tenangnya, membuat jantung lelaki di hadapannya gemuruh tak karuan. Sepasang kakinya berjingkat, membuat tubuhnya bertumpu pada jari kaki, membuat bibir mereka saling bersentuhan dengan singkat. Sentuhan singkat itu membuat jantung Hanson berdegup lebih kuat. Semua yang sudah dilaluinya seperti terbayar lunas. Sentuhan itu seakan membangkitkan kembali harapannya. Sesaat ia bergeming, tubuhnya seperti kaku saking terkejutnya menerima sentuhan itu. Namun saat Kiara kembali mendaratkan kakinya dan membuat jarak di antara mereka; Hanson segera merengkuh pinggangnya. Ia menundukkan kepalanya, menghapus jarak di antara mereka dengan sebuah kecupan. Kecupan yang dalam, sedalam perasaan rindu yang disimpannya sepanjang hari ini. Suara dehem terdengar memecah keheningan, di antara derik serangga malam yang mulai berisik. Saking terkejutnya, Kiara mendorong dada Hanson. Ia langsung menoleh ke belakang. Wajahnya memucat, karena malunya. Ia hanya berharap si

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 068

    Dinginnya udara malam seperti merambat di tubuhnya saat tubuhnya menabrak tubuh lelaki di hadapannya. Lelaki yang semalam kemaren membuat mentalnya jatuh, hanya karena memergokinya dengan perempuan lain di ruang kerjanya. “Kenapa kamu kemari?” tanya Kiara dengan kesal. Ia menatap Prana yang berlagak innocent, saat melangkah pergi dari balik punggung Hanson. “Karena aku nggak mau kehilangan kamu lagi,” sahut Hanson, “karena aku mau menepati janjiku buat melindungi kamu seumur hidup kamu.” Hanson mengangkat tangan kanannya, hendak menyentuh Kiara. Tapi Kiara justru mundur selangkah, seakan jijik untuk sekedar bersentuhan. “Nggak perlu.” Kiara menatapnya dengan tajam. Hatinya terasa beku, seperti peristiwa yang telah terpatri di ingatannya malam itu. “Aku punya dua kakak yang bisa menjagaku. Aku juga punya papa yang sayang sama aku.”Hanson menghela napas. Perlahan ia menurunkan tangan kanannya dengan canggung. “Aku nggak tau apa yang buat kamu tiba-tiba bereaksi seperti ini, Kiara.

  • Dekapan Panas Kakakku   Bab 067

    “Apanya?” Kiara mengerutkan kening. “Maksud Mas Wisnu tentang rumah? Tenang saja. Aku bisa tinggal di sini ataupun di sana. Ada Nenek Melati yang pastinya cemas kalau aku tidak pulang ke rumah juga. Jadi, aku akan—”“Bukan itu.” Wisnu menggelengkan kepala. “Aku tahu Nenek Melati sangat baik padamu. Dia juga tentu khawatir kamu pergi. Aku tahu itu. Hanya saja aku mengatakan itu untuk yang lain. Maksudku … tentang gosip itu. Apakah tidak ada cara untuk menghapusnya? Kakak cuma berpikir tentang masa depanmu, nama baikmu.”Kiara terdiam. Ia menatap lama kakak yang baru saja dia temukan hari ini. “Tidak usah dipikirkan, Mas.” Kiara tersenyum. “Gosip itu akan turun dan hilang sendiri ketika ada gosip baru. Aku tidak terlalu peduli. Faktanya ... aku tidak pernah melakukan hal seperti itu."Wisnu melebarkan mata. “Bagaimana bisa kamu tidak peduli? Nama baikmu jadi hancur—”“Aku tahu, Mas. Tetapi, percuma juga membela diri. Mereka hanya akan percaya apa yang mereka ingin percayai. Dikira aku

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status