เข้าสู่ระบบ***
David yang berada tepat di depan pintu ruang kerja Leon menghentikan niatnya yang ingin masuk saat mendengar Savana dan Leon tengah bicara. Pria itu terlihat tenang, namun siapa yang menyangka kalau sebenarnya dia menyimpan dendam.
Selembar kertas di atas meja kerja kakeknya hari itu membawa David pada amarahnya terhadap semua keturunan Smith hingga hari ini. Kertas itu berisi ancaman yang akhirnya merenggut nyawa kakeknya.
David bahkan benci hanya karena Savana dan Leon terlihat bicara tenang untuk beberapa saat. David tak suka adiknya memberi ruang walau hanya sekejap kepada Leon jika itu bukan di depan umum.
Lalu ketika Savana akhirnya keluar dari ruang kerja Leon, pria itu menariknya pergi. Membawanya ke tempat yang cukup tersembunyi untuk mereka bicara.
“Jangan sampai kau jatuh cinta pada Leon Smith, Savana. Jika kau lupa, Kakek pergi karena mereka.” Tajam ucapan David begitu sampai di telinga Savana. Wanita itu sempat terkejut untuk beberapa saat, namun dia terlalu mengerti kekhawatiran kakaknya.
“Bagaimana mungkin aku jatuh cinta pada musuh Kakek, Kak?” Savana menyimpan tangannya di depan dada.
“Aku lihat kalian berdua cukup akrab untuk seseorang yang seharusnya saling bermusuhan.”
Savana mengingat pertemuannya dengan Leon ketika beberapa menit yang lalu. Menurutnya tidak ada yang aneh. Itu masih cukup normal. Mereka bahkan hampir kembali berdebat sebelum dia memilih pergi dari hadapan Leon.
“Kakak terlalu khawatir. Mana mungkin kami akrab.” balas Savana tenang. “Aku janji tidak akan pernah tertarik padanya, Kak. Misi balas dendam kita akan terlaksana, dan Kakek akan tenang di alam sana. Jangan khawatir!” ujarnya tegas.
“Kau harus memegang janjimu, Savana.”
“Tentu.”
David memang keras kepada Savana, tapi semua itu karena dia mengkhawatirkan adik semata wayangnya. Kalau saja Leon tahu siapa mereka, Leon tidak akan tinggal diam. Pria itu cukup kejam hingga tak mungkin melepaskan mereka begitu saja. Apalagi kematian kakeknya berkaitan dengan mereka terutama dirinya.
Membayangkan Leon membalas dendam kepada Savana membuat David mengepalkan tangannya. Dia tak bisa membiarkan itu semua terjadi. Savana tidak boleh terikat terlalu jauh dengan Leon.
“Pergilah!” ujar David yang langsung diiyakan oleh Savana.
Wanita yang Leon anggap bar-bar itu melenggang pergi dari The Blue Agency. Hari ini dia ada syuting film terbarunya yang akan tayang beberapa bulan lagi. Dyana menemaninya. Gadis yang usianya lebih muda dua tahun dari Savana tersebut adalah managernya. Suka duka sudah mereka lalui berdua selama ini, termasuk saat Savana tersandung kasus skandal segitiga bersama Liana dan Ava.
Dyana juga sangat repot olehnya.
“Bagaimana pertemuanmu dengan Pak Leon hari ini, Nyonya?” tanya Dyana diakhiri sindiran pada ujung kalimatnya.
Savana memutar bola matanya. “Berhenti mengejekku, Dyana. Aku dan dia hanya kontrak!” balasnya tak kalah berbisik. Khawatir driver yang mengantarnya ikut mendengar.
Iya, Dyana juga mengetahui pernikahan kontrak itu, tetapi Savana tak khawatir sebab mempercayai managernya itu.
“Jangan terlalu keras. Aku khawatir dia mendengar kita,” Dyana memberi peringatan kepada aktrisnya.
Savana terkekeh. “Oleh karena itu kau tak perlu bertanya soal pria dingin menyebalkan seperti Leon!” ujarnya.
“Nana!” Dyana menegur Savana karena menyebut Leon pria menyebalkan. “Tapi dia sangat tampan, bukan?” Wajahnya berubah menggoda.
Savana terdiam sejenak. Kembali membayangkan wajah Leon yang dia akui memang tampan. Namun, tetap saja dia menyebalkan. “Dia bukan type pria yang aku mau,” katanya sambil mengedikan bahu.
Lirikan nakal Dyana berikan. Dia bahkan mencolek bahu aktrisnya. “Hati-hati kau bisa saja menelan ludahmu sendiri. Kau mungkin akan jatuh cinta padanya suatu hari nanti,” kekehnya.
Savana mendelik sebal. “Itu tidak mungkin!” balasnya dengan ekspresi jijik.
Melihat itu, Dyana hanya menggelengkan kepala. Dia sedikit khawatir Savana benar-benar menelan ludahnya sendiri. Namun, sepertinya cukup menyenangkan jika aktrisnya ini jatuh cinta pada bos mereka.
“Padahal kalian cocok satu sama lain.”
“Dyana!” Savana menggeram. Dia sedikit kesal dengan apa yang Dyana bayangkan. Itu tidak mungkin. Dia dan Leon adalah musuh bebuyutan.
Dyana terkekeh. “Maafkan aku,” ucapnya.
Obrolan mereka berhenti sampai di sana. Savana memilih tidur sebelum akhirnya kendaraan roda Empat yang membawanya ke lokasi syuting berhenti bergerak. Sayup Savana mendengar suara Dyana memanggil namanya, memaksanya bangun dari tidurnya.
Kelopak mata Savana mengerjap lembut hingga akhirnya terbuka. “Kita sudah sampai?” tanyanya.
“Iya. Ayo turun. Kau harus bersiap!”
Sejak terjun ke dunia entertain, Savana tidak pernah bekerja setengah-setengah. Dia bersungguh-sungguh. Itulah kenapa namanya kini cukup dikenal walau belum lama melakukan debut. Kesalahannya hanya satu yaitu mudah jatuh cinta kepada pria tampan yang sayangnya juga brengsek. Dia jatuh ke tangan Ava yang tak lain adalah tunangan rivalnya di dunia entertain, Liana.
Namun, skandal itu mengajarkan Savana artinya ketakutan. Dia takut kehilangan pekerjaan yang dicintainya. Dia mulai takut ditinggalkan penggemarnya. Pernikahan kontrak yang Leon tawarkan sebenarnya cukup membuatnya lega. Semua ketakutannya seakan hilang sejak berita pernikahannya dengan Leon terbit. Hujatan beserta ujaran kebencian perlahan redup, dan namanya dalam sekejap menjadi semakin bersinar.
Hanya saja, Savana tak mungkin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada cucu dari musuh kakeknya itu.
“Savana cepat! Semua orang sudah menunggumu!” ujar Dyana saat melihat Savana melamun.
Savanna terkekeh pelan. Dia mengangguk penuh semangat. Bagaimanapun juga hari ini adalah hari pertamanya kembali ke lokasi syuting setelah skandal cinta segitiganya terekspos.
To be continued.
*** Pupil mata Savana membola saat merasakan sesuatu yang tak seharusnya menempel pada bibirnya. Dia terkejut. Benar-benar terkejut melihat balasan Leon saat dirinya sengaja menggoda pria itu.Sungguh ini semua di luar perkiraan Savana. Dia tak pernah berpikir Leon akan membalasnya dengan sebuah ciuman.Tangan Savana mencoba mendorong Leon saat wanita itu mulai sadar ini salah. Namun, Leon justru mengeratkan pelukannya, semakin menekan bibirnya di atas bibir Savana. Tidak, Leon tidak menggerakan bibirnya, tidak pula memaksa Savana membuka mulutnya. Dia hanya berniat menggoda Savana sebatas ini saja.Savana mencoba sekali lagi, namun gagal. Adegan yang tak terduga itu juga membuat Dyana terkesiap. Dia tak kalah terkejut dengan Savana. Tangannya bahkan saling beratut melihat betapa mengejutkannya seorang Leon.Leon tersenyum sins. Pria itu tak melakukannya tanpa alasan. Dia sengaja sebab sempat melihat asistennya mengepalkan tangan. Leon meyakini David sedang cemburu. Oleh karena itu d
***Kendaraan roda Empat yang Leonal Vadas Smith naiki baru saja tiba di lokasi syuting Lima menit setelah Savana merampungkan make upnya. Sesi pengambilan adegan pertama akan segera dimulai.Leon memang sengaja datang ke lokasi syuting untuk memantau keadaan. Ini jarang terjadi, tetapi karena banyak yang menunggu film terbaru Savana setelah skandal gilanya, membuat Leon harus memastikan sendiri kualitas aktris yang beberapa waktu ini resmi menjadi istrinya.Jika ada yang membuatnya tidak puas, maka kelak bisa menjadi bahan diskusinya dengan Savana. Bahkan dia sudah berencana menuntut hasil syuting terbaik dari gadis bar-bar itu.“Tuan Leon apakah Anda yakin akan mengikuti proses syuting hingga selesai hari ini? Aku dengar shooting akan memakan waktu sampai tengah hari nanti.” tanya David kepada atasannya itu.Leon hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa lagi. Fokusnya kini kepada Savana yang mulai take sebuah adegan.Sudut bibir Leon tertarik tipis saat melihat Savana benar-benar m
***David yang berada tepat di depan pintu ruang kerja Leon menghentikan niatnya yang ingin masuk saat mendengar Savana dan Leon tengah bicara. Pria itu terlihat tenang, namun siapa yang menyangka kalau sebenarnya dia menyimpan dendam.Selembar kertas di atas meja kerja kakeknya hari itu membawa David pada amarahnya terhadap semua keturunan Smith hingga hari ini. Kertas itu berisi ancaman yang akhirnya merenggut nyawa kakeknya.David bahkan benci hanya karena Savana dan Leon terlihat bicara tenang untuk beberapa saat. David tak suka adiknya memberi ruang walau hanya sekejap kepada Leon jika itu bukan di depan umum.Lalu ketika Savana akhirnya keluar dari ruang kerja Leon, pria itu menariknya pergi. Membawanya ke tempat yang cukup tersembunyi untuk mereka bicara.“Jangan sampai kau jatuh cinta pada Leon Smith, Savana. Jika kau lupa, Kakek pergi karena mereka.” Tajam ucapan David begitu sampai di telinga Savana. Wanita itu sempat terkejut untuk beberapa saat, namun dia terlalu mengerti
***“Leon kau keterlaluan.” Mia terlihat marah, tetapi Leon tak peduli. Leon merapatkan tubuhnya kepada Savana.Savana sedikit terkejut, tetapi dia mengikuti permainan Leon. Selain tak suka pada Mia yang menempel pada suami kontraknya, Savana juga tak suka pada sikap arogan wanita itu. “Kau dengar? Kau hanya parasite. Pergi sana!” usirnya.Mia terkekeh sinis. Dia tak akan kalah hanya karena Savana memiliki status sebagai istri Leon. “Kau tidak bisa mengusirku.”“Kenapa? Memangnya kau siapa?”“Leon belum memebritahumu? Aku Mia, aktris kesayangan Leon. Aku juga adalah keponakan dari nenek tiri Leon!” Mia berkata angkuh. Terselip nada bangga juga dari setiap kata yang keluar dari mulutnya.Savana terdiam untuk sesaat, namun beberapa detik kemudian dia menutup mulutnya, membuat gerakan seolah sedang menahan tawanya. “Itu artinya kau adalah bibinya Leon?” Ini bukan pertanyaan melainkan sebuah pernyataan yang sengaja Savana perjelas.Wanita yang bagi Leon adalah bar-bar itu kini tak lagi be
***“Apakah kalian tidak bisa lebih dekat lagi?” Lama-lama David kesal sendiri melihat hasil foto Savana dan Leon. Mereka benar-benar menjaga jarak untuk satu sama lain. Ini jauh dari kata foto prewedding. “Semua orang akan langsung sadar kalau kalian hanya pura-pura.” Komentar David sembari memijit dahinya.Tck!Leon berdecak tak suka. Suara David dan photographer sejak tadi bergantian memberi arahan. Membuat Leon benar-benar muak. “Sial! Kenapa aku harus melakukan ini?” kesalnya.“Dan kamu, jangan pura-pura tak suka bersentuhan denganku. Cepat kemari!” ujarnya kepada Savana.Savana menggerutu sebal. Dia memang tak suka terlalu dekat dengan Leon. Setiap kali melihat pria itu membuat Savana kembali teringat kakeknya. Savana tentu tak lupa pada apa yang David katakan, bahwa kakek mereka mati karena pengkhianat Smith, kakek Leon.“Cepat ke sini!” Tanpa peduli pada ekspresi wajah Savana yang menatap jijik padanya, Leon menarik paksa hingga Savana berada dalam dekapannya.“Sial!” pekik
***“Kenapa kita tidak bergegas mendaftarkan pernikahan kalian sekarang? Apakah kalian berdua batal menikah?” Lagi, David berusaha memisahkan Leon dan Savana yang saling melirik tajam.Leon mendengus kesal. Pria itu mengalihkan perhatiannya kepada David. “Ayo lakukan sekarang!” ujarnya. Lalu melangkah pergi lebih dulu.Sebelum menyusul Leon, kembali David memberi Savana peringatan agar tak macam-macam.Tak butuh waktu yang lama, bukti pernikahan sudah berada di tangan Leon dan Savana. Buku bersampul merah itu mencatat tanggal yang seharusnya sakral untuk pasangan yang di mabuk cinta. Namun, dijadikan tanggal dimulainya kontrak pernikahan oleh mereka berdua.“David, kau harus merekayasa waktu pernikahan kami. Jangan sampai orang lain menyadari kalau pernikahan ini hanya untuk menutup skandal dia.” Perintah Leon adalah keharusan bagi David. Tenang saja ia lihai urusan ini.“Baik bos, semua akan disesuaikan dengan keinginan Anda.”“Jadikan semua orang percaya kalau aku dan dia sudah lama







