Accueil / Romansa / Diary Istri CEO / Hati yang Sakit

Partager

Hati yang Sakit

Auteur: Anung DLizta
last update Date de publication: 2021-11-18 21:33:29

Pria itu masih memandang Aisyah yang panik. Tubuhnya mendadak lemas, kakinya belum hilang dari rasa gemetaran.

“Kamu yakin tidak apa-apa?”

Aisyah menggelengkan kepala lagi. Aisyah merasa tidak harus menanggapi lebih serius. Saat ini dia hanya ingin segera sampai ke hotel dimana Rahman rapat. Jika telat maka akan berdampak buruk bagi banyak orang.

Ternyata kita tidak bisa mempercayai orang begitu saja. Rahman tidak boleh lengah. Aisyah tidak mempedulikan pria yang hampi

Anung DLizta

Dear pembaca yang baik hati jangan lupa, like, rating, dan vote yah. Terima kasih.

| 2
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
imam syafii
sebelum kabar gembira ada konflik dulu yang mesti dilewati
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Diary Istri CEO   Diary Istri CEO

    Pov Aisyah Dear Diary, Senyum ini menjadi saksi. Bahwa hati ini telah sepenuhnya merima dan menjalankan takdir yang Tuhan berikan. Bersanding denganmu di pelaminan, kuanggap sebagai baktiku sebagai seorang istri yang patuh terhadap wasiat terakhirmu. Bukan karena hasrat dunia yang sepi akan kesendirian setelah kepergianmu. Rahman Wijanto. Laki-laki yang hadir dalam napas langkah kaki ini. Di kota asing yang baru pertama kali kujajaki untuk mencari pencarian yang kini telah kusudahi karena pencarian panjang bagaikan langkah buntu yang tidak kutemukan titik pasti, meski aku belum menyerah hanya memilih pasrah. Penjara suc

  • Diary Istri CEO   Lembaran Terakhir

    Pov Aisyah Wajah itu perlahan mulai menghiasi hari-hariku. Semakin hari dunia ini seolah menuntunku untuk menemukan senyuman yang mulai memudar oleh kebimbangan. Saat ini, di sampingku masih setia sosok Bayu yang sigap membantu tanpa pamrih. Betapa khawatirnya hatiku saat mendengar dia ingin pergi. Bukan karena cinta itu tumbuh dalam hatiku, melainkan aku belum siap untuk memapah dunia ini sendirian. Menjaga anak-anak dan perusahaan. Ayah mertua sudah terbaring lemah dan tidak berdaya untuk mengurus semua perusahaan. Di tangan Bayu-lah kami menyerahkan semua kepercayaan. Sedangkan ibu Reta, ibu mertua yang selalu memberikanku keyakinan, akan pernikahan kedua membuat diri ini siap untuk membuka lembaran baru. Meski tidak mudah bagiku untuk membuka pint

  • Diary Istri CEO   Memilih Jalan

    Sebulan, dua bulan, tiga bulan, angina sore masih memberikan nuansa kebimbangan di dalam hati Aisyah. Perut semakin membesar dan masih menyimpan kewajiban serta tanggung jawab yang dia simpan seorang diri. Alhamdulilah, Bilal dan Kuwat tumbuh menjadi anak yang tidak merepotkan. Dua jagoan itu dapat merasakan kebimbangan yang sedang Aisyah rasakan. “Mommy…” Bilal mendekati Aisyah yang tadi tampak menyimpan kesedihan. Sudah satu jam lebih, pena di jemarinya tidak bergerak sama sekali. “Iya, sayang…” “Kapan Adik lahir, Mommy?” “Inysa Allah sebentar lagi sayang. Oh yah

  • Diary Istri CEO   Wajah 1

    Perut Aisyah sudah tidak lagi menahan lapar. Dalam hati yang masih merintih dalam diam menyaksikan Rahman terbaring lemah. Andai saja dia bisa berbuat sesuatu yang menyembuhkan sakitnya pasti sudah diberikan. Kini hanya doa dan memohon mujizat Tuhan. Apa pun yang terjadi semua itu karena campur tangan-Nya. Bayu berdiri dan berpaling meningglkan Aisyah yang masih menunggu Rahman dengan melantunkan dzikir-dzikir penenang hati. Sudah tugasnya untuk menjemput anak-anak pulang sekolah. Rahman seperti melihat kabut-kabut putih yang sangat lebat. Dia melihat pandangan yang tidak bisa ditembus oleh mata. Betapa pekatnya kabut putih yang menghalangi arah mata pandangan Rahman. Masih berdiri, Rahman menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keberadaan posisi dirinya. Tid

  • Diary Istri CEO   Wajah

    Sudah satu jam tidak menemukan kata-kata mutiara. Aisyah tampak lelah dengan isi di dalam otaknya. Namun dia berusaha agar tidak membuat stress mengingat ada calon anak yang akan keluar ke dunia. Melihat betapa kehidupan ini tidaklah seindah harapan maupun senyaman dalam perut. Aisyah mengelus perutnya secara perlahan. Seakan menjajak calon bayinya berdialog antara hati ke hati. Langit sudah merona, buku diary di atas meja segera dia simpan dan membawanya kembali ke dalam laci. Anak-anak juga terlihat mengulet dengan perlahan matanya mencoba untuk bergerak. Namun muncul kepanikan saat melihat tubuh kekar Rahman seakan tidak merespon. Dia tampak tenang. Bahkan wajahnya kelihatan lebih pudar. Aisyah mencoba untuk tenang dan meminta anak-anak segera mandi. “Kali

  • Diary Istri CEO   The Show

    Dari deretan bangku baris ketiga Rahman dan Aisyah duduk untuk menyaksikan persembahan pentas anak-anak. Bayu yang duduk di sebelah Rahman sesekali melirik melihat Rahman yang wajahnya sudah kelihatan pucat. Rahman juga merasakan jika tubuhnya sudah tidak sekuat dahulu. Demi jagoan tercinta, dia paksakan untuk menjadi kuat. Tidak ingin terlihat lemah di depan anak-anak. Bagaikan menghitung hari yang pasti akan datang waktunya. Aisyah menggenggam tangan Rahman sambil tersenyum. Di dalam relung hatinya juga merasakan kekhawatiran. Suara MC sedikit melegakan hati Rahman, itu tandanya pertunjukan segera dimulai. Acara tampak sangat megah dengan hiasan panggung yang artistic. Semua wali murid yang hadir juga kelihatan dari kalangan atas. Rahman menutup mulutnya supaya tidak terlihat menguap.&n

  • Diary Istri CEO   Menuju Hari Baru

    Rahman membuka mata, lantas dia duduk sejenak untuk memulihkan nyawanya. Gorden kamarnya sudah tertembus oleh sinar matahari. Pandangan mata beralih saat mendengar suara ketukan pintu. Biasanya Mbok Darsih yang datang di pagi hari untuk mengabarkan, sarapan telah siap. Namun saat gagang pintu ter

  • Diary Istri CEO   Penjara Suci 1

    Meski rasa rindu di dalam hati masih menggebu. Namun Aisyah tidak bisa lama-lama mengenang masa lalunya saat berada di penjara suci. Dia harus kembali ke ibukota bersama Rahman dan Niken. Sepertinya baru kemarin menikmati at

  • Diary Istri CEO   Serba Salah

    Percuma menangisi nasib. Tidak akan mengubah apa pun. Itulah prinsip yang akan Aisyah lakukan. Menyanggupi syarat sebelum menikah sama saja semakin merendahkan dirinya sebagai seorang perempuan. Hatinya sudah cukup lega untu

  • Diary Istri CEO   Jangan Pergi

    Sepulangnya dari café Rahman melihat lampu dapur masih menyala. Dia mengira apakah Mbok Darsih atau Aisyah masih belum selesai pekerjaannya. Rahman menuju ke dapur dan melihat mereka berdua sedang asyik mengobrol kelihatannya.&nb

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status