Share

Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis
Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis
Author: Lily Aislin

Bab 1

Author: Lily Aislin
last update publish date: 2026-06-03 10:49:10

"Ah...kak Adrian, pelan-pelan. Bagaimana kalau kak Yura tiba-tiba datang?"

Yura membeku di depan pintu. Dari celah kecil pintu, Yura melihat Adrian, suaminya yang selalu bersikap hangat dan penuh kasih di rumah, kini sedang mencium Rose dengan penuh gairah di atas sofa.

"Jangan sebut namanya di sini, sayang. " bisik Adrian parau, suaranya penuh gairah. "Dia tidak akan kesini. Dia wanita yang penurut, pasti sedang sibuk mengurus Leo di rumah."

Cengkraman Yura pada kotak bekal mengencang. Dia awalnya berencana memberi kejutan dengan membawa bekal makan siang untuk Adrian, tapi malah mengetahui hubungan gelap suaminya dengan Rose, adik tirinya. Air matanya menetes tanpa dia sadari, membasahi pipinya.

Lima tahun.

Dia mengorbankan mimpi dan karirnya demi rumah tangga yang harmonis. Tapi Adrian membalas semuanya dengan pengkhianatan. Yura ingin mendobrak masuk tapi tak memiliki kekuatan seperti dulu untuk melawan mereka, terutama Adrian suaminya. Yura memilih mundur, dia berbalik dan berjalan meninggalkan lorong kantor itu diam-diam. Membuang bekal itu ke tempat sampah dan menjauh dari gedung perusahaan tanpa menoleh.

Malam harinya, Yura duduk di sudut bar privat mewah. Gaun hitam polos membalut tubuh rampingnya, riasan tipis di wajahnya yang cantik tak dapat menyembunyikan keterpurukannya. Dua gelas minuman beralkohol tinggi telah habis. Dia menatap kosong cairan di gelas ketiganya. ‘Lima tahun aku melepaskan mimpi demi menjadi bayangan dalam kesuksesanmu, Adrian. Lalu, ini balasanmu?’

Kadar alkohol yang tinggi mengaburkan pandangannya, samar-samar Yura melihat sosok tidak asing berjalan menuju ruangan VVIP, Dia bangkit dan mengikuti sosok itu dengan langkah goyah, lalu menerobos masuk.

Killian Volkov, duduk santai dengan dua kancing kemejanya yang terbuka. Garis wajahnya yang tegas dan tampan membuat Yura menegang. ‘Sempurna. Dia sosok yang tepat untuk menghancurkan Adrian,’ batinnya tersenyum sinis.

“Siapa yang mengizinkan kamu masuk, ayo keluar!” ujar asisten Killian.

Yura mengabaikannya, berjalan mendekat lalu dengan sengaja membiarkan tubuhnya kehilangan keseimbangan, jatuh di pangkuan Killian.

“Kurang ajar!” Asisten itu marah dan bergerak maju, siap menyeret wanita itu keluar tapi Killian mengangkat tangan, menghentikannya. Mengerti keadaannya, asisten itu melangkah keluar, meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.

Yura meletakkan tangannya yang gemetar di atas dada Killian yang kokoh. Aroma maskulin bercampur tembakau mahal memenuhi inderanya, membuatnya semakin pusing.

Setengah mabuk, Yura mengalungkan sebelah tangan ke leher Killian dan mendekatkan wajahnya, napas yang panas menerpa leher Killian.

“Tuan Volkov…” bisik Yura, suaranya yang parau terdengar lembut, matanya berkaca-kaca memancarkan keputusasaan.

Jemarinya membelai lembut hidung Killian turun ke garis rahang. “Kudengar kau suka merebut apa yang dimiliki Adrian Valerius, bagaimana kalau malam ini… kau merebut istrinya?”

Killian tidak bergerak, pria itu tidak terkejut juga tidak mendorongnya menjauh. Sepasang mata gelapnya tajam menatap langsung ke dalam manik mata Yura dengan pandangan menilai.

“Kau mabuk, Nona.” Suaranya pelan dan berat, bergetar seperti guntur di kejauhan.

“Aku tidak mabuk.” Yura terkekeh. Dia mencondongkan tubuhnya semakin mendekat, bibirnya hampir menyentuh daun telinga Killian. Belaian tangannya semakin turun, memainkan kancing teratas kemeja Killian yang terbuka.

“Adrian pasti kesal melihat istrinya bersamamu.” Yura berbisik dengan nada yang menggoda.

“Bukankah itu salah satu kemenangan yang memuaskan, Tuan?”

Killian menggeram, tangannya besar dan kuat mencengkram pinggang kecil Yura. Mendekatkan tubuh wanita itu tanpa jarak ke dadanya. Killian membalikkan posisi dalam satu gerakan, menjatuhkannya ke atas sofa. Jemarinya mencengkram rahang Yura, memaksanya mendongak dan menatap langsung sepasang mata Killian yang menatapnya tajam.

“Kau mencoba bermain api denganku, Nona?” Suara Killian begitu rendah dan dominan, membuat Yura sedikit gemetar.

Killian menyeringai tipis, “kau datang padaku dengan mata sembab, tubuh yang gemetar. Kau pikir aku tidak bisa melihat kau baru saja dihancurkan olehnya.”

Ibu jari Killian mengusap bibir Yura dengan sensual. “Kau menawarkan tubuhmu untuk balas dendam padanya,” bisik Killian, pandangannya menggelap saat menatap bibir Yura yang bergetar. “Tawaran yang menggoda, tapi aku tidak suka menyentuh wanita yang sedang menangisi pria lain.”

Yura menahan napas saat wajah Killian yang semakin mendekat hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. Aura dominan yang dikeluarkan terlalu kuat, mengikis sisa kesadaran Yura yang setengah mabuk.

“Aku memang suka merebut dan menghancurkan apapun milik Adrian.” bisik Killian dengan suara serak. “Merebut istrinya terdengar menarik, tapi aku tidak ingin wanita itu melakukannya dengan terpaksa. Aku ingin dia datang dengan sukarela, memohon padaku untuk menyentuhnya.”

Killian perlahan melepas cengkramannya pada rahang Yura. Jemarinya yang panjang bergerak turun, menyusuri leher jenjang Yura. Sentuhan panas pada kulitnya meninggalkan sensasi menggelitik yang membakar. Killian menyelipkan kartu nama hitam metalik ke dalam belahan rendah gaun hitam polos Yura.

“Pulanglah. Jernihkan kembali pikiranmu yang kacau itu.”

Temui aku besok pagi di kantorku dalam keadaan sadar, Nyonya Valerius. Kita bicarakan lagi… bagaimana caramu menjelaskan tentang malam ini.” Pria itu merapikan kemejanya lalu melangkah keluar dari ruangan VVIP.

Yura menatap sosok Killian yang menghilang dari balik pintu dengan napas terengah, wajahnya memerah. Detak jantungnya berdegup kencang. Dia memegang kartu itu erat. Firasatnya mengatakan harus menjauhi pria itu. Tapi melihat sorot mata Killian membuatnya ingin melangkah lebih dekat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 7

    Langkah kaki yang berat, konstan, dan berwibawa itu bergema di sepanjang koridor VIP St. Mary's Hospital, memecah keheningan yang sempat menyelimuti Adrian dan Rose. Adrian mendongak dengan kening berkerut, tapi kemudian seluruh otot di tubuhnya menegang, saat melihat siapa yang baru saja menapakkan kaki di area steril ini. Killian Volkov. Pria itu berdiri dengan setelan jas hitam yang melekat sempurna pada tubuh tinggi tegapnya. Aura mengintimidasi yang begitu pekat menguar dari tubuh Killian. Di belakangnya, Affan, asisten pribadinya berdiri dengan posisi tegap. Wajahnya tanpa ekspresi, seperti bayangan yang siap menjalankan perintah kapan saja. "Tuan Valerius?" Killian berhenti tepat di beberapa langkah di depan pintu. Sepasang mata elangnya yang gelap melirik sekilas ke arah papan nomor kamar, sebelum kembali ke arah Adrian dengan tatapan menilai. "Menarik. Saya tidak menyangka akan bertemu dengan Anda di bangsal perawatan anak seperti ini." Adrian mengepalkan tangannya ku

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 6

    “Leo, Kak Adrian… Pelayan menemukan Leo dalam keadaan pingsan di taman belakang rumah. Pelipisnya terluka, badannya juga panas. Aku takut sekali kak Adrian!” Ekspresi Adrian menegang, Meskipun dia tak begitu menyukainya, Leo tetap putra satu-satunya. Pewaris keluarga Valerius terluka membuatnya tak tega. “Di mana Leo sekarang?” “Aku langsung membawanya ke St. Mary’s Hospital. Kumohon cepat datang, kak. Aku tak tau harus berbuat apa…” Rose terisak pelan sebelum mengakhiri panggilan. Adrian segera menyambar jasnya dan berlari keluar ruangan. Di koridor ruang anak St. Mary’s Hospital, Rose duduk di kursi tunggu dengan wajah cemas. Matanya sengaja dikucek hingga memerah agar terlihat habis menangis. Dia mengenakan pakaian kasual yang rapi, bekas gigitan Leo di punggung tangannya sudah ditutupi dengan plester medis. Rose mendongak saat mendengar suara langkah kaki yang tergesa, Adrian berlari ke arahnya dengan wajah panik. Rose langsung berdiri dan memeluk Adrian, menangis sesegukan d

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 5

    Di dalam kamar utama kediamannya, Adrian dan Rose baru selesai memadu gairah. Pintu kamar yang sengaja dibiarkan terbuka, memancarkan cahaya lampu temaram ke arah lorong yang sepi. Di luar kamar, sepasang kaki kecil melangkah dengan gemetar di atas lantai marmer yang dingin. Bocah itu baru berusia empat tahun, berjalan pelan sambil memeluk erat boneka beruang kecilnya. Matanya sembab dan memerah, tidurnya terusik karena merindukan mamanya yang tiba-tiba menghilang sejak sore tadi. "Mama... Mama di mana..." Bisik Leo lirih dengan suara serak, menahan tangis. Saat melewati kamar orang tuanya, langkah kecil Leo terhenti. Dia mendengar suara-suara aneh. Dengan polos, bocah itu mendekat dan mengintip dari celah pintu yang terbuka. Di atas ranjang mamanya, dia melihat papanya sedang memeluk Tante Rose. Rose yang menghadap ke arah pintu, menyadari kehadiran Leo. Dia menyeringai licik dari bahu Adrian, dengan sengaja mempererat pelukannya pada Adrian. “Kak Adrian, anakmu mengintip.” b

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 4

    Killian menyeringai puas, Ekspresi kemenangannya tampan sekaligus mengerikan. Dia mengambil sebuah kunci kartu digital emas metalik dari dalam laci, meletakkannya di depan Yura. “Pindah ke penthouseku sore ini juga, Asistenku akan mengurus keperluanmu. Mulai besok pagi, permainan balas dendammu akan dimulai.” Penthouse milik Killian berada di lantai paling atas gedung kondominium paling eksklusif di jantung kota. Pintu lift privat berdenting pelan sebelum terbuka langsung di dalam ruangan, Yura menahan napas. Ruangan itu sangat luas, dingin, elegan dan mewah. Dominasi warna gelap dengan pencahayaan redup menciptakan kesan intim dan mengintimidasi sejak pandangan pertama. Yura melangkah perlahan melewati sofa besar di tengah ruangan, dia berhenti tepat di depan dinding kaca besar, menatap lampu-lampu kota yang mulai menyala di kejauhan. “Nyonya tidak membawa barang apapun, jadi Tuan menyiapkan semuanya untuk anda.” ucap asisten dengan sopan sambil membukakan pintu kamar utama

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 3

    Gedung pencakar langit Volkov Group berdiri megah di pusat kota, cahaya matahari memantul pada dinding kaca gelapnya. Di dalam lobi, sosok Yura menjadi pusat perhatian, gaun hitam polosnya masih sedikit lembab sisa badai hujan tadi. Rambut panjangnya dicepol asal-asalan, wajahnya pucat tanpa riasan. “Maaf, Nyonya. Anda tidak bisa menemui Tuan Volkov kalau tidak ada janji sebelumnya.” Resepsionis berkata dengan sopan, tapi tatapannya meremehkan penampilan Yura yang berantakan. Yura tak merasa terintimidasi sedikit pun, pengalamannya bertahun-tahun mendampingi Adrian dari balik layar membuatnya sangat memahami tabiat para pekerja seperti ini. Yura membuka tas kecilnya, mengeluarkan kartu nama hitam metalik dengan cetakan emas timbul lalu meletakkannya di atas meja dengan tenang. “Katakan pada atasanmu, Yura Leticia datang sesuai permintaannya.” Melihat kartu nama hitam metalik, wajah resepsionis itu pucat pasi. Itu kartu nama VIP milik bosnya, Killian Volkov yang dicetak terb

  • Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis    Bab 2

    Sinar matahari yang masuk dari celah gorden menusuk matanya saat Yura membuka mata. Yura mengerang parau saat kepalanya berdenyut menyakitkan. Matanya menatap langit-langit kamar yang tampak asing. Yura tersentak, seketika mendudukkan tubuhnya. Dia menatap pakaiannya yang berantakan lalu sekeliling ruangan yang tampak kumal. Ini bukan kamarnya. Bau lembab dan cat dinding yang mengelupas, ini motel murahan. Ingatannya berputar cepat. Semalam, setelah dia gagal merayu Killian. Yura berjalan keluar dari bar dengan langkah goyah. Saat sedang menunggu taksi, beberapa orang berbadan besar mencegatnya. Sebuah sapu tangan berbau menyengat membekap hidungnya, hingga kesadarannya hilang. "Aku... dijebak?" Bisik Yura dengan suara bergetar. Tangannya meraba tas kecilnya yang tergeletak di lantai. Dompet dan ponselnya masih ada, Yura menemukan kartu nama hitam metalik milik Killian yang terselip di dalam tasnya. "Pria itu..." Yura berbisik parau, menyentuh bibirnya saat mengingat kejadian mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status