Share

Bagian ke-36

Author: Queen Sando
last update publish date: 2026-05-27 19:15:37

"Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin.

"Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan.

"Kemana mereka?"

"Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka.

"Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-37

    "Tuan, saya nggak enak sama nyonya Stela" ujar Widuri saat mereka melangkah keluar dari rumah Stela. "Apaan lu! kau gak enak sama Stela tapi kau gak pikirin perasaan aku?!" celetuk Zeka kesal sambil terus memegang erat lengan Widuri. "Bu-kan begitu tuan.." "Kau jangan lupa ya, aku yang udah buat kau terbebas dari monster sialan itu!" tukas Zeka. Kartu as! Widuri terdiam, tak bisa lagi menyangkal, dan memang seharusnya ia tak pantas untuk melakukan itu. Zeka benar, jika bukan karena kebaikan dari dirinya, entah bagaimana sekarang nasib Widuri. Tak ada pilihan selain patuh pada kehendak Zeka, toh bagi Widuri sebenarnya sama saja dengan siapa dia bekerja, yang penting ia sudah dapat pekerjaan dan peluang untuk bisa mendapatkan uang kini mulai terbuka. "Ayo cepat naik!" perintah Zeka saat ia sudah duduk di atas motor. Widuri merasa canggung, ia hanya menatapi motif sport itu sambil garuk-garuk kepala. "Ayo naik! jangan buang-buang waktu ku, aku bukan pengangguran yang gak a

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-36

    "Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin. "Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan. "Kemana mereka?" "Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka. "Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ada kolerasinya dengan dirinya. Dengan terburu-buru Zeka bergegas turun ke lantai bawah. "Kakkkk!!!???!!!!" teriak Zeka dengan suara lantang yang menggema di ruangan luas yang merupakan ruang tamu itu, dua orang pegawai yang sedang bersih-bersih seketika menghentikan pekerjaannya dan berdiri dengan sikap tegap. "Hei! apa kalian melihat nyonya?!" tanya Zeka pada dua orang itu. "Ta-di nyonya besar keluar" jawab salah satu dari mereka dengan suara yang hati-hati takut salah. "Apa dia bersam

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-35

    "Nona, ayo perkenalkan dirimu pada nyonya besar!" pinta si wanita berseragam. Widuri tampak takut dan malu. "Ayo!" desak si wanita. Widuri maju perlahan, kini posisinya sejajar dengan wanita berseragam yang tadi membawa dirinya ke tempat itu. "Sa-ya..." suara Widuri terdengar lirih dan terbata. "Dia hendak melamar pekerjaan disini!" celetuk pria yang duduk di hadapan si wanita. Wanita itu langsung melihat pada si pria yang tetap tenang dan asyik menikmati makanannya. Begitu juga Widuri, ia sama tersentak nya dengan wanita itu hanya saja ekspresinya jelas berbeda dengan wanita itu. Jika wanita itu langsung menatap aneh pada si pria secara langsung, Widuri hanya berani menggerutu tak jelas di dalam hati dengan kepala yang masih tertunduk, takut dan malu. "Oh, begitu rupanya, jadi, siapa namamu?" tanya si wanita lagi yang kini kembali mengalihkan tatapan pada Widuri yang masih tetap membenamkan wajahnya. "E..." "Aku menolaknya!" serobot si pria, entah mengapa ia seolah

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-34

    Sepeninggal pria itu, Widuri masih duduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang belum jua kembali terbalut pakaian sepenuhnya. Ia masih terguncang dengan peristiwa tak terduga yang baru saja terjadi. Seperti mimpi, ia terbangun dari tidur dengan perasaan bingung dan berharap semua yang sempat terjadi itu sungguh hangat sebuah ilusi. Bagaimana bisa ia dengan sengaja memamerkan tubuhnya di hadapan pria asing dan tanpa sedikitpun rasa malu, ia secara terang-terangan rela menukar tubuh polosnya itu dengan sejumlah uang. "Krekk!" pintu berderit pelan, Widuri gugup, ia yang belum sempat mengenakan kembali pakaiannya buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang nyaris bug*l itu, kedua matanya menyorot tajam ke arah pintu, memastikan siapa yang datang. "Maaf nona, sebaiknya nona segera bersiap" seorang wanita berseragam yang datang. "Pufff!" Widuri membuang nafas, agak lega, sebab semula ia pikir jika itu adalah pria tadi. Selesai bicara, wanita berseragam itu bergegas pergi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-33

    "Tuan, saya rela melakukan apapun, ya, apapun asal anda mau membantu saya" ujar Widuri tiba-tiba sambil beranjak menuju ke tempat tidur, pikirnya semua pria di kota itu sama, sebab dari dua pria yang ia temui sebelumnya, mereka semua menginginkan hal yang sama dari Widuri. Dan mungkin saja pria yang ini juga demikian. Widuri sudah tak perduli pada apapun saat ini, bahkan satu-satunya harta yang ia miliki juga akan ia berikan pada pria itu yang penting ia bisa segera mendapatkan uang demi membayar hutang pada juragan Sarmo. Waktu Widuri tak banyak saat ini. Widuri duduk di atas tempat tidur dengan posisi tubuh yang ia atur sedemikian rupa agar terlihat sensual, dan seolah benar-benar sedang berpacu dengan waktu, gadis itu mulai menurunkan secara perlahan bagian atas dari bajunya yang kusut itu. Pemandangan yang cukup miris, beberapa waktu yang lalu ia mati-matian mempertahankan mahkota yang hanya akan ia serahkan suatu hari nanti pada pria yang benar-benar ia cintai, tapi kini tidak

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-32

    Widuri tertegun, saat pria itu melangkah perlahan, seketika ia kembali teringat akan satu hal penting, ibunya. Wanita tua nan malang itu tak tahu seperti apa kini nasibnya. Seumur hidup tak pernah barang sedetikpun mereka berpisah apalagi tanpa ada kabar dan juga kejelasan. Bahkan disaat-saat yang paling sulit paska meninggalnya sang ayah, Widuri tetap setia berada di samping sang ibu, memberikan dukungan luar biasa agar wanita itu tetap mau berjuang agar tetap hidup, meski dengan segala keterbatasan. Dan kini, sudah beberapa hari, jangankan uang delapan juta, kabar lun tak kunjung Widuri berikan pada ibunya yang entah apa masih sehat atau justru sudah terbaring sakit akibat tak sanggup menahan rasa takut dan sedih yang teramat karena tak kunjung mendapat kabar tentang sang anak. Dan juragan Sarmo, tinggal menghitung hari, pria arogan itu akan datang untuk menyita rumah milik orang tua Widuri, Widuri tak sanggup membayangkan ketakutan yang akan menyerang sang ibu, seorang diri mengh

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-4

    "Bu, Ibu!!" Suara Widuri terdengar girang, seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan oleh orang tuanya. Ia setengah berlari masuk kedalam rumahnya yang sepi. "Bu?!" "Ada apa Wid? Ibu di dapur!" Terdengar suara Juriah setengah berteriak. Widuri bergegas menuju dapur, ia sudah tak sabar

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-3

    Mata Widuri tak lekang sedikitpun dari sosok Minah yang benar-benar sudah berubah seratus persen. Ia yang dulu kurus, dekil, dan tak bisa bergaya, kini berubah menjadi gadis dengan paras cantik, tubuh yang bersih terawat, serta penampilan menawan yang seksi. Sekilas Widuri merasa iri melihat hal it

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-2

    "Bu, Wid mau ke rumah Wak Ijah!" Ucap Widuri di pagi hari saat sang ibu sedang memasak di dapur. "Ngapain pagi-pagi mau kesana?" Tanya Juriah sambil fokus pada kuali kecil yang berisi dua ekor ikan mujair, pemberian tetangga sebelah rumah yang baru panen ikan dari tambak kecil di belakang rumahnya

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-1

    "Pokoknya aku nggak mau tau, satu minggu lagi aku datang kesini, uangnya harus ada, kalo kau masih belum juga menyiapkan uang itu, maka kau dan anakmu harus angkat kaki dari rumah ini!" suara seorang pria paruh baya terdengar menggelegar memenuhi seisi ruangan yang sempit. "Ta-pi juragan, itu, itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status