Share

Bagian ke-36

Author: Queen Sando
last update publish date: 2026-05-27 19:15:37

"Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin.

"Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan.

"Kemana mereka?"

"Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka.

"Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ad
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-52

    "Saya sudah siap tuan" ucap Widuri setelah sampai di ruangan tempat Zeka menunggu. "Astaga!" mata Zeka melotot, ia memandangi Widuri dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Apa kau tak punya baju lain?" tanyanya ketus. "Em, maaf tuan, apa ada yang salah?" tanya Widuri bingung, menurutnya ia sudah memakai baju yang paling bagus yang ia punya di dalam tas nya yang ia bawa dari kampung. Ya memang, harus diakui, itu sebenarnya bukan baju terbagus yang dia miliki. Baju-bajunya yang bagus sudah dilelang untuk biaya kehidupan saat ia masih di kampung waktu itu, jadi yang tersisa hanyalah pakaian yang ala kadarnya. Widuri tak bisa menyisihkan uang untuk sekedar membeli pakaian baru dengan model kekinian selayaknya anak muda seusia dirinya. Uang yang ia dapat dari bekerja sebagai pegawai di warung makan di kampungnya dulu ia gunakan untuk mencicil hutang dan juga untuk kebutuhan sehari-hari. "Bu Asihhh!!" teriak Zeka lantang. Tak lama muncul orang yang di panggil. "Saya tuan!" Asih d

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-51

    "Hei Widuri, sini!" langkah Widuri terhenti saat ia mendengar ada yang memanggil dirinya. Ada dua orang wanita muda yang berdiri di balik pintu. "Sini!" ucap mereka sambil melambaikan tangan. Widuri melangkah ragu. Ia tak kenal dengan mereka, meski di hari pertama bekerja, semua pegawai dikumpulkan untuk memperkenalkan Widuri sebagai anggota baru di rumah itu, tapi Widuri tentu tak tahu persis dengan mereka, sebab mereka tak memperkenalkan diri masing-masing. Selain Asih, Widuri saat ini hanya mengenal bik Yuyun dan Herlina, dua orang rekan kerjanya yang melakukan tugas yang sama seperti Widuri. Selain mereka, belum ada lagi orang di rumah itu yang Widuri kenal, ada begitu banyak orang yang bekerja, meski di rumah super besar itu hanya dihuni oleh Zeka seorang sebagai empunya rumah. Salah seorang dari mereka langsung menarik lengan Widuri, dan sebelum Widuri sempat bertanya, mereka sudah memberi kode pada Widuri untuk diam dan ikut saja kemana mereka pergi. "Kalian siapa?

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-50

    "Kok lama banget sih?! emang kau kira aku pengangguran yang gak ada kerjaan ya?!" semprot Zeka, ia kesal karena Widuri yang pamit mengambil nomer telepon pak RT, cukup lama dan membuat Zeka menunggu. "Maaf tu-an!" jawab Widuri takut. "Puffff!!" "Dikira gua nganggur kali!" gerutu Zeka. Widuri kian bertambah tak enak pada Zeka. "Ya udah, mana nomernya?!" "Em, saya udah cari-cari, tapi.." "Tapi apa?!" "Nggak ada tuan" "Lah kok bisa?!" Zeka kaget. "Saya juga nggak tau, padahal saya udah simpan di dalam tas, di tempat yang aman.." "Kalo udah disimpan di tempat aman kok bisa nggak ada?!" "Saya juga bingung tuan" suara Widuri parau, rasa kecewa kini menguasai dirinya, hilang sudah asa untuk bisa bicara dengan ibunya. Zeka melirik pada Widuri, dilihatnya gadis itu yang tertunduk lesu, ia juga tahu jika Widuri saat ini pasti sedang menahan air matanya agar tak jatuh. Tak tega juga Zeka melihat gadis itu. "Ini!" Zeka mengulurkan ponselnya pada Widuri. Widuri menga

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-49

    Asih sudah pergi, ia keluar ruangan itu sambil menutup pintu, seperti yang diminta Zeka, makin gusar lah Asih, ia merasa tak dihargai kali ini. Rasa takut akan adanya konspirasi antara Zeka dan Widuri mulai menggerayangi sekujur tubuhnya. "Apa mungkin gadis itu adalah orang yang dipersiapkan tuan untuk menggantikan aku?" "Aku sudah tak muda lagi, mungkin kinerjaku mulai melemah, itulah sebabnya tuan ingin menggeser posisi ku dengan orang lain yang lebih muda" "Ah, tidak! tidak! itu tak mungkin!" "Jika memang aku harus diganti, tentu seharusnya bukan gadis itu yang menggantikan aku, dia anak baru, apa yang dia tau tentang rumah ini dan orang-orang yang ada di dalamnya, kalaupun ada yang harus menggantikan aku, tentu itu orang yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang sama dengan ku, bukan gadis baru yang payah itu!" Asih mengomel lirih sambil bergegas pergi, dan tanpa ia sadari dari tempat yang tersembunyi ada dua orang yang diam-diam menguping percakapannya dengan dirinya s

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-48

    "Mana Widuri??!!" suara Zeka lantang mengisi segenap ruangan mewah yang rapi namun sunyi meski ada beberapa orang pegawai yang berdiri tegap menunggu perintah. "Iya tuan!!" seorang wanita paruh baya datang dengan tergopoh-gopoh. Ia Asih Mulyana, manager di istana Zeka. Penampilannya rapi dengan rambut yang di Cepol klimis, celana kulot hitam panjang, blus lengan panjang motif bunga yang terlihat elegan, ia berjalan setelah berlari menuju tuannya yang sedang berdiri gusar. "Maaf tuan!" Asih tampak kikuk, ia sudah berada dihadapan Zeka, hanya dua meter jaraknya. "Mana Widuri?!" tanya Zeka sambil menatap liat ke seluruh ruangan yang adalah ruang tengah, tempat yang biasa digunakan untuk santai, meski pada hakikatnya ruangan itu seringkali dibiarkan kosong tanpa aktivitas apapun, selain dari kegiatan para pegawai yang membersihkan dan merapikan benda-benda yang ada di tempat itu. "Em, anak baru itu maksud tuan?" Asih menerka, ia tak ingin salah menjawab. "Ya! mana dia?!" "Sesu

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-47

    Zeka dan dua pengawalnya sudah melangkah keluar dari teras rumah Juriah. "Tuan!" pekik Juriah lirih. "Iya Bu?!" Zeka kembali terhenti langkahnya, ia memalingkan badannya, melihat pada wanita tua yang sedang berdiri di teras dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. "Bisakah anda sampaikan pada Widuri nanti jika anda sudah kembali ke kota?" "Tentang apa Bu?" "Minta ia untuk segera menghubungi ibu, ibu rindu" ujar Juriah dengan mata tua yang menyorotkan begitu banyak harapan. "Baiklah, ibu nggak usah khawatir, saya pasti akan sampaikan!" "Em, ter-terimakasih banyak atas kebaikan anda" ujar Juriah dengan wajah sendu menahan haru. Zeka hanya tersenyum kecil sambil mengangguk pelan, sebelum akhirnya sebuah mobil datang dan sejurus kemudian ia segera masuk ke dalam mobil itu. Dari dalam mobil, pria itu melambaikan tangannya ke arah Juriah yang membalas lambaian itu dengan wajah sedih, kayaknya seorang ibu yang melepas kepergian anaknya untuk menuju ke tempat yan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-7

    "Brakkkk!!!" pria itu keluar kamar apartemen Minah sambil membanting pintu sehingga membuat Minah dan juga Widuri kaget bukan main. Widuri masih bersembunyi di balik pintu, ia memperhatikan Minah yang tampak gusar. "Dasar tua bangka sialan! datang-datang main minta duit aja, emang dia kira gampan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-6

    "Taruh tas lu disitu!" ujar Minah saat ia membuka pintu apartemen yang merupakan tempat tinggalnya. Widuri mengekor langkah Minah, matanya liar menatap ke segenap penjuru ruangan. Kamar apartemen Minah tak begitu besar, tapi untuk ukuran orang yang tinggal seorang diri itu cukuplah luas. Barang

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-5

    Hari yang dinantikan Widuri akhirnya tiba juga, pagi-pagi sekali ia sudah bangun. Sebuah tas jinjing berwarna hitam yang berisi pakaiannya sudah siap di atas meja di ruang tamu. Ada juga sebuah tas kain kecil yang berisi bekal makanan. Juriah tampak sibuk kesana-kemari untuk mempersiapkan segala ke

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-4

    "Bu, Ibu!!" Suara Widuri terdengar girang, seperti anak kecil yang baru saja dibelikan mainan oleh orang tuanya. Ia setengah berlari masuk kedalam rumahnya yang sepi. "Bu?!" "Ada apa Wid? Ibu di dapur!" Terdengar suara Juriah setengah berteriak. Widuri bergegas menuju dapur, ia sudah tak sabar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status