Share

Bagian Ke-28

Penulis: Queen Sando
last update Tanggal publikasi: 2026-03-28 17:12:28
Mobil meluncur, kecepatannya bertambah, membelah jalanan yang masih padat oleh kendaraan.

Malam terus merangkak, mengungkungi segenap penjuru alam dengan gelap dan dingin yang mulai menusuk.

Ada sedikit rasa tenang di dalam diri Widuri, ia kini mulai yakin jika pria yang ada di sampingnya adalah orang baik, lebih tepatnya, ia berharap kiranya dia menang orang yang baik, ia orang yang sungguh ingin menolong Widuri, membebaskan gadis itu dari belenggu ketidakpastian dan rasa terombang-ambing y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-37

    "Tuan, saya nggak enak sama nyonya Stela" ujar Widuri saat mereka melangkah keluar dari rumah Stela. "Apaan lu! kau gak enak sama Stela tapi kau gak pikirin perasaan aku?!" celetuk Zeka kesal sambil terus memegang erat lengan Widuri. "Bu-kan begitu tuan.." "Kau jangan lupa ya, aku yang udah buat kau terbebas dari monster sialan itu!" tukas Zeka. Kartu as! Widuri terdiam, tak bisa lagi menyangkal, dan memang seharusnya ia tak pantas untuk melakukan itu. Zeka benar, jika bukan karena kebaikan dari dirinya, entah bagaimana sekarang nasib Widuri. Tak ada pilihan selain patuh pada kehendak Zeka, toh bagi Widuri sebenarnya sama saja dengan siapa dia bekerja, yang penting ia sudah dapat pekerjaan dan peluang untuk bisa mendapatkan uang kini mulai terbuka. "Ayo cepat naik!" perintah Zeka saat ia sudah duduk di atas motor. Widuri merasa canggung, ia hanya menatapi motif sport itu sambil garuk-garuk kepala. "Ayo naik! jangan buang-buang waktu ku, aku bukan pengangguran yang gak a

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-36

    "Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin. "Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan. "Kemana mereka?" "Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka. "Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ada kolerasinya dengan dirinya. Dengan terburu-buru Zeka bergegas turun ke lantai bawah. "Kakkkk!!!???!!!!" teriak Zeka dengan suara lantang yang menggema di ruangan luas yang merupakan ruang tamu itu, dua orang pegawai yang sedang bersih-bersih seketika menghentikan pekerjaannya dan berdiri dengan sikap tegap. "Hei! apa kalian melihat nyonya?!" tanya Zeka pada dua orang itu. "Ta-di nyonya besar keluar" jawab salah satu dari mereka dengan suara yang hati-hati takut salah. "Apa dia bersam

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-35

    "Nona, ayo perkenalkan dirimu pada nyonya besar!" pinta si wanita berseragam. Widuri tampak takut dan malu. "Ayo!" desak si wanita. Widuri maju perlahan, kini posisinya sejajar dengan wanita berseragam yang tadi membawa dirinya ke tempat itu. "Sa-ya..." suara Widuri terdengar lirih dan terbata. "Dia hendak melamar pekerjaan disini!" celetuk pria yang duduk di hadapan si wanita. Wanita itu langsung melihat pada si pria yang tetap tenang dan asyik menikmati makanannya. Begitu juga Widuri, ia sama tersentak nya dengan wanita itu hanya saja ekspresinya jelas berbeda dengan wanita itu. Jika wanita itu langsung menatap aneh pada si pria secara langsung, Widuri hanya berani menggerutu tak jelas di dalam hati dengan kepala yang masih tertunduk, takut dan malu. "Oh, begitu rupanya, jadi, siapa namamu?" tanya si wanita lagi yang kini kembali mengalihkan tatapan pada Widuri yang masih tetap membenamkan wajahnya. "E..." "Aku menolaknya!" serobot si pria, entah mengapa ia seolah

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-34

    Sepeninggal pria itu, Widuri masih duduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang belum jua kembali terbalut pakaian sepenuhnya. Ia masih terguncang dengan peristiwa tak terduga yang baru saja terjadi. Seperti mimpi, ia terbangun dari tidur dengan perasaan bingung dan berharap semua yang sempat terjadi itu sungguh hangat sebuah ilusi. Bagaimana bisa ia dengan sengaja memamerkan tubuhnya di hadapan pria asing dan tanpa sedikitpun rasa malu, ia secara terang-terangan rela menukar tubuh polosnya itu dengan sejumlah uang. "Krekk!" pintu berderit pelan, Widuri gugup, ia yang belum sempat mengenakan kembali pakaiannya buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang nyaris bug*l itu, kedua matanya menyorot tajam ke arah pintu, memastikan siapa yang datang. "Maaf nona, sebaiknya nona segera bersiap" seorang wanita berseragam yang datang. "Pufff!" Widuri membuang nafas, agak lega, sebab semula ia pikir jika itu adalah pria tadi. Selesai bicara, wanita berseragam itu bergegas pergi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-33

    "Tuan, saya rela melakukan apapun, ya, apapun asal anda mau membantu saya" ujar Widuri tiba-tiba sambil beranjak menuju ke tempat tidur, pikirnya semua pria di kota itu sama, sebab dari dua pria yang ia temui sebelumnya, mereka semua menginginkan hal yang sama dari Widuri. Dan mungkin saja pria yang ini juga demikian. Widuri sudah tak perduli pada apapun saat ini, bahkan satu-satunya harta yang ia miliki juga akan ia berikan pada pria itu yang penting ia bisa segera mendapatkan uang demi membayar hutang pada juragan Sarmo. Waktu Widuri tak banyak saat ini. Widuri duduk di atas tempat tidur dengan posisi tubuh yang ia atur sedemikian rupa agar terlihat sensual, dan seolah benar-benar sedang berpacu dengan waktu, gadis itu mulai menurunkan secara perlahan bagian atas dari bajunya yang kusut itu. Pemandangan yang cukup miris, beberapa waktu yang lalu ia mati-matian mempertahankan mahkota yang hanya akan ia serahkan suatu hari nanti pada pria yang benar-benar ia cintai, tapi kini tidak

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-32

    Widuri tertegun, saat pria itu melangkah perlahan, seketika ia kembali teringat akan satu hal penting, ibunya. Wanita tua nan malang itu tak tahu seperti apa kini nasibnya. Seumur hidup tak pernah barang sedetikpun mereka berpisah apalagi tanpa ada kabar dan juga kejelasan. Bahkan disaat-saat yang paling sulit paska meninggalnya sang ayah, Widuri tetap setia berada di samping sang ibu, memberikan dukungan luar biasa agar wanita itu tetap mau berjuang agar tetap hidup, meski dengan segala keterbatasan. Dan kini, sudah beberapa hari, jangankan uang delapan juta, kabar lun tak kunjung Widuri berikan pada ibunya yang entah apa masih sehat atau justru sudah terbaring sakit akibat tak sanggup menahan rasa takut dan sedih yang teramat karena tak kunjung mendapat kabar tentang sang anak. Dan juragan Sarmo, tinggal menghitung hari, pria arogan itu akan datang untuk menyita rumah milik orang tua Widuri, Widuri tak sanggup membayangkan ketakutan yang akan menyerang sang ibu, seorang diri mengh

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-12

    Dengan diantar Minah, Widuri turun ke bawah, menuju ke tempat parkir mobil yang menjemput dirinya. Sepanjang menyusuri lantai demi lantai apartemen, pikirannya terus melayang tak tentu arah. Rasa bahagia karena akhirnya ia akan segera bekerja, kini berubah jadi rasa takut akan ketidakpastian pada a

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-11

    "Mon?! apa semua baik-baik saja?!" tegur Widuri yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Minah. "A, e, enggak a-da..!!" Minah kaget bukan main, ia tak menduga jika Widuri sudah ada di belakangnya. Ia mulai cemas, takut kalau ternyata Widuri sudah ada disitu sejak tadi dan ia mendengar percakapan M

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-9

    "Nah, gitu dong! itu baru cocok!" Minah menyeringai melihat Widuri yang mengenakan baju san sepatu yang tadi ia berikan. Sementara Widuri tampak tak nyaman, ia sibuk menarik bagian bawah bajunya agar menutupi kedua pahanya yang kuning Langsat dan mulus itu. Ia merasa malu memakai baju semacam itu

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-7

    "Brakkkk!!!" pria itu keluar kamar apartemen Minah sambil membanting pintu sehingga membuat Minah dan juga Widuri kaget bukan main. Widuri masih bersembunyi di balik pintu, ia memperhatikan Minah yang tampak gusar. "Dasar tua bangka sialan! datang-datang main minta duit aja, emang dia kira gampan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status