공유

Bagian Ke-27

작가: Queen Sando
last update 게시일: 2026-03-08 09:50:26

Widuri sudah berada di dalam mobil, hasa dingin dari pendingin udara langsung menyergap tubuhnya yang lelah. Ia duduk persis di sebelah Zeka, hidungnya yang mungil itu mampu mencium aroma wangi yang entah aroma apa itu, ia tak paham, tapi yang jelas aroma itu sungguh hangat dan segar. Rasa takut dan canggung menghantui dirinya, ini jadi yang ketiga kali ia dibawa pergi oleh orang asing dengan tujuan yang entah apa dan kemana.

Sekilas ia sempat berfikir jika Zeka mungkin saja sang juru selama
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-39

    "Aku gak perduli bagaimana caramu untuk mendapatkan uang, yang jelas, aku mau kau bayar hutang itu!" ancam Zeka dengan raut wajah serius, Widuri bergidik, ngeri. Ia sungguh merasa frustasi, hutang pada juragan Sarmo tinggal menghitung waktu yang sudah hampir habis, kini ia juga harus dibebani dengan hutang pada Zeka yang jumlahnya berkali lipat dari hutang pada juragan Sarmo. Widuri diam, ia terus mencoba untuk berfikir, mencari solusi untuk masalah yang sangat berat ini. Keadaan menjadi hening, Widuri masih berdiri membatu dengan pikiran yang rumit, sedang Zeka tampak santai, ia menyandarkan rdi dinding bercat putih bersih dengan kedua tangan di silangkan di dadanya yang bidang, dua bola mata yang tajam dengan diam-diam terus mengamati sosok lusuh yang tertunduk lesu dihadapannya. "Em, begini saja, bagaimana jika kali ini aku bantu kau lagi?" ujar Zeka, suaranya yang jernih dan tegas itu memecah kesunyian yang sedang menguasai keadaan yang tak bersahabat dengan Widuri. Widu

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-38

    Setelah melalui perjalanan beberapa waktu, akhirnya Zeka dan Widuri sampai juga di rumah Zeka, bukan rumah, tempat itu lebih tepat disebut sebagai istana. Setiap jengkal dari tempat itu tak ada satupun yang tak ibdah dan estetik, semua dirancang dengan sedetil mungkin hingga sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah sebuah mahakarya manusia bernama rumah. Widuri tak henti berdecak kagum saat motor yang dikendarai Zeka mulai memasuki halaman rumah yang asri itu. Tadi saat ia pergi bersama Stela, ia tak bisa leluasa melihat keadaan sekitar sebab ia langsung menaiki mobil saat keluar dari tempat itu. Namun kini semua keindahan itu dapat sepenuhnya ia nikmati. "Selamat pagi tuan!" dua orang pria berseragam menghampiri Zeka yang sudah menghentikan motornya tepat di depan sebuah gazebo yang merupakan markas keamanan. "Turun!" perintah Zeka pada Widuri yang membuat lamunan Widuri buyar seketika. Dengan gugup Widuri segera turun, namun kedua matanya tetap tak lekang dari pemandangan

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-37

    "Tuan, saya nggak enak sama nyonya Stela" ujar Widuri saat mereka melangkah keluar dari rumah Stela. "Apaan lu! kau gak enak sama Stela tapi kau gak pikirin perasaan aku?!" celetuk Zeka kesal sambil terus memegang erat lengan Widuri. "Bu-kan begitu tuan.." "Kau jangan lupa ya, aku yang udah buat kau terbebas dari monster sialan itu!" tukas Zeka. Kartu as! Widuri terdiam, tak bisa lagi menyangkal, dan memang seharusnya ia tak pantas untuk melakukan itu. Zeka benar, jika bukan karena kebaikan dari dirinya, entah bagaimana sekarang nasib Widuri. Tak ada pilihan selain patuh pada kehendak Zeka, toh bagi Widuri sebenarnya sama saja dengan siapa dia bekerja, yang penting ia sudah dapat pekerjaan dan peluang untuk bisa mendapatkan uang kini mulai terbuka. "Ayo cepat naik!" perintah Zeka saat ia sudah duduk di atas motor. Widuri merasa canggung, ia hanya menatapi motif sport itu sambil garuk-garuk kepala. "Ayo naik! jangan buang-buang waktu ku, aku bukan pengangguran yang gak a

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-36

    "Hei! mana gadis tadi?!" tanya Zeka dengan nada suara tinggi, tatapan yang tajam dan raut wajah yang dingin. "Maaf tuan, dia bersama nyonya besar" jawab seorang wanita paruh baya yang sedang merapikan meja makan. "Kemana mereka?" "Saya tidak tau tuan, tapi tadi setelah sarapan nyonya turun ke lantai bawah" ucap si wanita dengan kepala tertunduk tak berani untuk menatap Zeka. "Pufff!" Zeka membuang nafas, terlihat kecewa dia dan membuat si wanita menjadi serba meski sebenarnya itu tak ada kolerasinya dengan dirinya. Dengan terburu-buru Zeka bergegas turun ke lantai bawah. "Kakkkk!!!???!!!!" teriak Zeka dengan suara lantang yang menggema di ruangan luas yang merupakan ruang tamu itu, dua orang pegawai yang sedang bersih-bersih seketika menghentikan pekerjaannya dan berdiri dengan sikap tegap. "Hei! apa kalian melihat nyonya?!" tanya Zeka pada dua orang itu. "Ta-di nyonya besar keluar" jawab salah satu dari mereka dengan suara yang hati-hati takut salah. "Apa dia bersam

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian ke-35

    "Nona, ayo perkenalkan dirimu pada nyonya besar!" pinta si wanita berseragam. Widuri tampak takut dan malu. "Ayo!" desak si wanita. Widuri maju perlahan, kini posisinya sejajar dengan wanita berseragam yang tadi membawa dirinya ke tempat itu. "Sa-ya..." suara Widuri terdengar lirih dan terbata. "Dia hendak melamar pekerjaan disini!" celetuk pria yang duduk di hadapan si wanita. Wanita itu langsung melihat pada si pria yang tetap tenang dan asyik menikmati makanannya. Begitu juga Widuri, ia sama tersentak nya dengan wanita itu hanya saja ekspresinya jelas berbeda dengan wanita itu. Jika wanita itu langsung menatap aneh pada si pria secara langsung, Widuri hanya berani menggerutu tak jelas di dalam hati dengan kepala yang masih tertunduk, takut dan malu. "Oh, begitu rupanya, jadi, siapa namamu?" tanya si wanita lagi yang kini kembali mengalihkan tatapan pada Widuri yang masih tetap membenamkan wajahnya. "E..." "Aku menolaknya!" serobot si pria, entah mengapa ia seolah

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-34

    Sepeninggal pria itu, Widuri masih duduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang belum jua kembali terbalut pakaian sepenuhnya. Ia masih terguncang dengan peristiwa tak terduga yang baru saja terjadi. Seperti mimpi, ia terbangun dari tidur dengan perasaan bingung dan berharap semua yang sempat terjadi itu sungguh hangat sebuah ilusi. Bagaimana bisa ia dengan sengaja memamerkan tubuhnya di hadapan pria asing dan tanpa sedikitpun rasa malu, ia secara terang-terangan rela menukar tubuh polosnya itu dengan sejumlah uang. "Krekk!" pintu berderit pelan, Widuri gugup, ia yang belum sempat mengenakan kembali pakaiannya buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang nyaris bug*l itu, kedua matanya menyorot tajam ke arah pintu, memastikan siapa yang datang. "Maaf nona, sebaiknya nona segera bersiap" seorang wanita berseragam yang datang. "Pufff!" Widuri membuang nafas, agak lega, sebab semula ia pikir jika itu adalah pria tadi. Selesai bicara, wanita berseragam itu bergegas pergi

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-21

    "Bawa dia ke dalam!" suara direktur Willi terdengar tegas.Bos Reno tersenyum tipis tapi dalam."E, ada apa i-ni?!!" Widuri bingung dan takut saat kedua orang pria kekar itu menarik tangannya."Diam!!" hardik mereka sinis."Lepaskan aku!!" pekik Widuri yang tahu jika ia sedang dalam masalah."Hai c

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-20

    "Gimana Direktur? apa anda tertarik dengan tawaran saya?" tanya bos Reno setengah berbisik.Direktur Willi diam, ia hanya menarik nafas lirih namun begitu dalam.Suasana hening sejenak, direktur Willi masih terus menelanjangi diri Widuri dengan kedua bola matanya yang memicing. Sedang Widuri merasa

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-19

    Mata bos Reno liar menapaki setiap kata yang tertulis di atas beberapa lembar kertas putih. Tangannya mulai basah oleh keringat, Widuri yang berdiri di sampingnya miruk dengan ekor matanya, ia dapat melihat ada ketakutan di wajah pria itu. Ia tak tahu apa gerangan yang membuat bos Reno begitu gusar

  • Dijual Teman Dibeli Sultan   Bagian Ke-18

    "Ingat, jangan bicara apapun!""Jika kau berani melawan, aku tak akan segan untuk menghabisi mu detik ini juga!" ancam bos Reno pada Widuri, Widuri bergidik, ngeri, tak sanggup membayangkan derita apalagi gang sedang menanti dirinya.Ia hanya diam dengan jantung yang terus berdetak kencang, sangat

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status