Share

Bab 35 - Keliru

Author: Ratu Halu
last update publish date: 2023-03-22 09:53:22

“Kalau kamu juga penasaran dan mau ikut, sebaiknya bilang deh dari sekarang, jangan sampai kamu menyesal,” lanjut Marwah.

Memangnya untuk apa? Apa yang akan terjadi hingga aku menyesal karena tidak ikut? Aku akui itu semua memang mencurigakan, akan tetapi ku tatap kembali bayi yang ku gendong, ternyata dia lebih berarti daripada rasa curiga ini terhadap semuanya.

Jika aku ikut, itu sama saja membuat beban untuk ayahnya Ibrahim, lebih baik membiarkan mereka pergi dan cukup mendoakan saja dari ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 40 - POV Marwah (Mencari Tahu Kebenaran)

    “Kenapa Ibu tidak melanjutkan ucapan yang tadi? Apakah ada masalah tentang suamiku?” Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya seperti ini.Semua orang memang harus bertindak ketika dirinya sendiri tidak yakin dengan keadaan yang sedang dialaminya, karena tak selamanya diam bisa menyelesaikan masalah.Ibu itu tidak langsung menjawab, apapun yang sebenarnya terjadi, aku berjanji pada diriku tidak akan mudah marah selama mereka mau jujur dan berterus terang tanpa menyembunyikan apapun lagi dariku.Sedangkan aku juga sangat tidak mungkin jika harus bertanya kepada Gus Yusuf, kami bahkan tidak baik-baik saja akhir-akhir ini.“Bu? Tidak apa-apa, kan?” tegurku dengan sopan.“Ah, iya tidak apa-apa atuh, hehe tidak ada masalah sebenarnya tapi ....”Sedikit lagi saja semuanya akan terjawab tetapi lagi dan lagi gagal karena tertunda, setelah datangnya kembali gadis tersebut.“Ibu, bisa ikut aku sebentar? Maaf, ya, Teh. Ada masalah sedikit di dapur,” ucapnya.Aku tidak bisa berkata apapun

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 39 - (POV Marwah) Ketidakmampuan diri

    “Apa yang harus ku lakukan lagi untukmu, hmm? Aku sudah rela serta ikhlas menjalani kehidupan seperti ini, menjadi madu dari wanita lain, yang seharusnya dilakukan olehnya bukan olehku!”“Berhenti berbicara omong kosong seperti itu lagi, kita sudah menyepakati segalanya sejak awal, bukankah ini keinginan mu juga? Jangan lupakan itu, jangan lupa siapa yang merengek dan memohon untuk tidak ditinggalkan,” cecar Gus Yusuf, kedua matanya masih menatap jalanan tanpa mempedulikan ku sama sekali.Kemudian ku hentikan langkah kakinya dengan berjalan lebih cepat darinya, “Tunggu, aku yang merengek? Bukankah kamu yang berkata, akan tetap adil walaupun posisiku tidak seindah yang ku bayangkan, tapi mana? Beginilah seorang pria, mudah berjanji tapi tidak bisa membuktikan,” cela ku.“Katakan, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Dan apa yang kamu inginkan? Sebagai seorang suami, aku terlihat seperti budak jika terus diperlakukan seperti ini olehmu, Marwah,” katanya dengan suara berat.Aku? Memperlaku

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 38 - Wanita Kedua Itu Duri

    “Sayang, ternyata Umi tidak bisa lama-lama hari ini, ada keperluan mendesak yang harus segera diselesaikan, apakah tidak apa-apa? Jika pembicaraan kita ditunda untuk sementara waktu?”Mendengar itu membuat ku semakin banyak berpikir tentang hal-hal yang seharusnya tidak ku pikirkan, karena jika apa yang dipikirkan ternyata salah, aku bisa memfitnah ataupun soouzon yang berlebihan.Terlebih lagi, orang yang saat ini berhadapan denganku adalah mertuaku sendiri, bukan sembarangan orang. Tidak mungkin juga jika mertuaku orang yang seperti itu, pikiran ini terganggu karena banyaknya tekanan, mungkin karena itu.“Umi benar-benar minta maaf, Sayang. Umi tidak janji tapi insya Allah akan secepatnya kembali datang ke sini, oke? Tunggu dan tetaplah bersabar, Umi sangat yakin, kamu bisa melewati ini semua dengan baik, karena kamu yang terbaik.”“Baik, Umi. Apapun yang terjadi aku akan tetap sabar dan menunggu, insya Allah akan ada waktu lagi, dimana kita akan kembali berbicara,” kataku dengan hel

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 37 : Permintaan Sang Mertua

    Sudah hampir setengah jam Ibrahim terus saja menangis walaupun tidak pernah lepas dari gendongan ku, sebenarnya dia kenapa? Aku masih ingat jelas apa pesan dan amanah dari ayahnya, jangan pernah memberikan Ibrahim susu formula yang sudah dingin, tetapi aku benar-benar membuatnya dengan sangat baik, air yang masih hangat.Mungkin bukan karena itu, lantas apa yang membuat bayi menangis terus-menerus? Sungguh mendengar tangisannya, membuat ku tidak tega, rasanya hatiku ikut sakit.“Anisa, assalamualaikum ... apakah kamu ada di rumah? Anisa ....”Siapa itu? Ah, iya itu mungkin mertuaku sudah datang, aku memang sengaja tidak mengunci pintu rumah setelah tadi membuang sampah di luar, untuk memudahkan mertuaku ketika sudah datang ke rumah, karena bagaimanapun juga saat ini posisi serta situasi ku sangat tidak memungkinkan untuk turun ke lantai bawah, membukakan pintu ketika ada yang datang.Ibrahim sangat rewel, dia terus menangis dan tidak bisa aku tinggalkan begitu saja. Menunggu pemilik su

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 36 - Lempar Batu Sembunyi Tangan

    “Sekiranya kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik cari tahu sendiri deh, daripada sibuk mikir aku seperti apa, mending cari tahu suamimu itu kayak gimana,” cecar Marwah, aku lihat raut wajahnya seperti kesal, entah pada siapa.Aku hanya diam sembari menatap matanya dengan tatapan heran, mau sampai kapan dia lempar batu sembunyi tangan? Sudah jelas-jelas dia yang terlalu banyak misteri dan rahasia, Kenapa harus menuduh suamiku yang tak lain adalah suaminya juga.Lagipula sejauh ini sikap dan perilaku Gus Yusuf tidak ada yang harus dicurigai, memangnya apa? Aku lebih merasa Marwah lah biang dari semua misteri ini, yang sudah seharusnya aku pecahkan sesegera mungkin.“Jangan lupakan semua kata-kata ku tadi, Anisa. Aku memang istri kedua, aku sadar akan itu, tapi setidaknya aku masih memiliki hati nurani untuk tetap mengingatkan kamu,” ucap Marwah, lebih tenang dibandingkan sebelumnya.“Terima kasih, jika memang niat kamu baik untuk mengingatkan aku, akan lebih berhati-hati lagi,” sahut ku,

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 35 - Keliru

    “Kalau kamu juga penasaran dan mau ikut, sebaiknya bilang deh dari sekarang, jangan sampai kamu menyesal,” lanjut Marwah.Memangnya untuk apa? Apa yang akan terjadi hingga aku menyesal karena tidak ikut? Aku akui itu semua memang mencurigakan, akan tetapi ku tatap kembali bayi yang ku gendong, ternyata dia lebih berarti daripada rasa curiga ini terhadap semuanya.Jika aku ikut, itu sama saja membuat beban untuk ayahnya Ibrahim, lebih baik membiarkan mereka pergi dan cukup mendoakan saja dari kejauhan, perihal apa yang akan terjadi nanti, itu semua sudah kuasa Allah, segimana pun ditutupi pasti akan terungkap juga pada akhirnya.Hanya harus bersabar dan tak boleh gegabah, bisa saja memang itu hanya sebuah cobaan untuk hidup ku, agar lebih kuat dan bisa melangkah dengan baik ke depannya.“Ayolah, kamu juga pasti mau ikut, kan? Katanya, kamu penasaran dengan semua yang ....”“Enggak, aku akan di rumah saja. Apapun yang terjadi di sana, bagaimanapun itu, aku akan tetap berada di rumah, be

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 7 : Dua Persamaan

    “Ning, ayo ... ke luar dulu, biar saya ajak kamu ke restoran dulu untuk makan siang,” ucapnya, aku yang masih bingung hanya mengangguk dan turun dari mobil sesuai dengan perintah nya.Mobil ditinggalkan begitu saja di pinggir jalan tadi, sedangkan kami memilih untuk makan siang terlebih dahulu agar

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 6 : Tatapan Yang Berbeda

    “Loh, kalian berdua ternyata ada di sini, Umi bingung tadi mencari kalian berdua, kirain sudah berangkat.”Kami terkejut karena kedatangan umi yang secara tiba-tiba seperti itu, aku tidak tahu lagi harus bagaimana setelah ini, bertanya pun rasanya sudah percuma.Agar tak terlihat seperti orang yang

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 5 : Suami Misterius

    Ada banyak pertanyaan yang sudah ku pikirkan sebelumnya, tetapi kenapa setelah ingin membahas nya aku tidak bisa seberani itu kepadanya. Malam ini, hal baik yang sudah seharusnya dilakukan pun tidak terjadi lagi, aku tidak menjawabnya, dan dia pun tak lagi memaksa untuk melakukan apapun.Selain han

  • Dinikahi Gus Misterius   Bab 4 : Seperti Apa Suamiku Itu?

    Tidak pernah terbayangkan olehku sebelumnya, setelah ku pakai pakaian itu, ternyata bukan hanya lekuk tubuh saja yang terlihat jelas, melainkan kemaluan ku oh tidak mungkin, mana bisa ku pakai seterusnya? Bagaimana nanti jika Gus Yusuf datang dan tidak bisa menerima penampilan ku yang seperti sekar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status