Chapter: Bab 40 - POV Marwah (Mencari Tahu Kebenaran)“Kenapa Ibu tidak melanjutkan ucapan yang tadi? Apakah ada masalah tentang suamiku?” Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya seperti ini.Semua orang memang harus bertindak ketika dirinya sendiri tidak yakin dengan keadaan yang sedang dialaminya, karena tak selamanya diam bisa menyelesaikan masalah.Ibu itu tidak langsung menjawab, apapun yang sebenarnya terjadi, aku berjanji pada diriku tidak akan mudah marah selama mereka mau jujur dan berterus terang tanpa menyembunyikan apapun lagi dariku.Sedangkan aku juga sangat tidak mungkin jika harus bertanya kepada Gus Yusuf, kami bahkan tidak baik-baik saja akhir-akhir ini.“Bu? Tidak apa-apa, kan?” tegurku dengan sopan.“Ah, iya tidak apa-apa atuh, hehe tidak ada masalah sebenarnya tapi ....”Sedikit lagi saja semuanya akan terjawab tetapi lagi dan lagi gagal karena tertunda, setelah datangnya kembali gadis tersebut.“Ibu, bisa ikut aku sebentar? Maaf, ya, Teh. Ada masalah sedikit di dapur,” ucapnya.Aku tidak bisa berkata apapun
Zuletzt aktualisiert: 2023-07-22
Chapter: Bab 39 - (POV Marwah) Ketidakmampuan diri“Apa yang harus ku lakukan lagi untukmu, hmm? Aku sudah rela serta ikhlas menjalani kehidupan seperti ini, menjadi madu dari wanita lain, yang seharusnya dilakukan olehnya bukan olehku!”“Berhenti berbicara omong kosong seperti itu lagi, kita sudah menyepakati segalanya sejak awal, bukankah ini keinginan mu juga? Jangan lupakan itu, jangan lupa siapa yang merengek dan memohon untuk tidak ditinggalkan,” cecar Gus Yusuf, kedua matanya masih menatap jalanan tanpa mempedulikan ku sama sekali.Kemudian ku hentikan langkah kakinya dengan berjalan lebih cepat darinya, “Tunggu, aku yang merengek? Bukankah kamu yang berkata, akan tetap adil walaupun posisiku tidak seindah yang ku bayangkan, tapi mana? Beginilah seorang pria, mudah berjanji tapi tidak bisa membuktikan,” cela ku.“Katakan, apa yang sebenarnya terjadi padamu? Dan apa yang kamu inginkan? Sebagai seorang suami, aku terlihat seperti budak jika terus diperlakukan seperti ini olehmu, Marwah,” katanya dengan suara berat.Aku? Memperlaku
Zuletzt aktualisiert: 2023-05-10
Chapter: Bab 38 - Wanita Kedua Itu Duri“Sayang, ternyata Umi tidak bisa lama-lama hari ini, ada keperluan mendesak yang harus segera diselesaikan, apakah tidak apa-apa? Jika pembicaraan kita ditunda untuk sementara waktu?”Mendengar itu membuat ku semakin banyak berpikir tentang hal-hal yang seharusnya tidak ku pikirkan, karena jika apa yang dipikirkan ternyata salah, aku bisa memfitnah ataupun soouzon yang berlebihan.Terlebih lagi, orang yang saat ini berhadapan denganku adalah mertuaku sendiri, bukan sembarangan orang. Tidak mungkin juga jika mertuaku orang yang seperti itu, pikiran ini terganggu karena banyaknya tekanan, mungkin karena itu.“Umi benar-benar minta maaf, Sayang. Umi tidak janji tapi insya Allah akan secepatnya kembali datang ke sini, oke? Tunggu dan tetaplah bersabar, Umi sangat yakin, kamu bisa melewati ini semua dengan baik, karena kamu yang terbaik.”“Baik, Umi. Apapun yang terjadi aku akan tetap sabar dan menunggu, insya Allah akan ada waktu lagi, dimana kita akan kembali berbicara,” kataku dengan hel
Zuletzt aktualisiert: 2023-04-01
Chapter: Bab 37 : Permintaan Sang Mertua Sudah hampir setengah jam Ibrahim terus saja menangis walaupun tidak pernah lepas dari gendongan ku, sebenarnya dia kenapa? Aku masih ingat jelas apa pesan dan amanah dari ayahnya, jangan pernah memberikan Ibrahim susu formula yang sudah dingin, tetapi aku benar-benar membuatnya dengan sangat baik, air yang masih hangat.Mungkin bukan karena itu, lantas apa yang membuat bayi menangis terus-menerus? Sungguh mendengar tangisannya, membuat ku tidak tega, rasanya hatiku ikut sakit.“Anisa, assalamualaikum ... apakah kamu ada di rumah? Anisa ....”Siapa itu? Ah, iya itu mungkin mertuaku sudah datang, aku memang sengaja tidak mengunci pintu rumah setelah tadi membuang sampah di luar, untuk memudahkan mertuaku ketika sudah datang ke rumah, karena bagaimanapun juga saat ini posisi serta situasi ku sangat tidak memungkinkan untuk turun ke lantai bawah, membukakan pintu ketika ada yang datang.Ibrahim sangat rewel, dia terus menangis dan tidak bisa aku tinggalkan begitu saja. Menunggu pemilik su
Zuletzt aktualisiert: 2023-03-30
Chapter: Bab 36 - Lempar Batu Sembunyi Tangan“Sekiranya kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik cari tahu sendiri deh, daripada sibuk mikir aku seperti apa, mending cari tahu suamimu itu kayak gimana,” cecar Marwah, aku lihat raut wajahnya seperti kesal, entah pada siapa.Aku hanya diam sembari menatap matanya dengan tatapan heran, mau sampai kapan dia lempar batu sembunyi tangan? Sudah jelas-jelas dia yang terlalu banyak misteri dan rahasia, Kenapa harus menuduh suamiku yang tak lain adalah suaminya juga.Lagipula sejauh ini sikap dan perilaku Gus Yusuf tidak ada yang harus dicurigai, memangnya apa? Aku lebih merasa Marwah lah biang dari semua misteri ini, yang sudah seharusnya aku pecahkan sesegera mungkin.“Jangan lupakan semua kata-kata ku tadi, Anisa. Aku memang istri kedua, aku sadar akan itu, tapi setidaknya aku masih memiliki hati nurani untuk tetap mengingatkan kamu,” ucap Marwah, lebih tenang dibandingkan sebelumnya.“Terima kasih, jika memang niat kamu baik untuk mengingatkan aku, akan lebih berhati-hati lagi,” sahut ku,
Zuletzt aktualisiert: 2023-03-22
Chapter: Bab 35 - Keliru “Kalau kamu juga penasaran dan mau ikut, sebaiknya bilang deh dari sekarang, jangan sampai kamu menyesal,” lanjut Marwah.Memangnya untuk apa? Apa yang akan terjadi hingga aku menyesal karena tidak ikut? Aku akui itu semua memang mencurigakan, akan tetapi ku tatap kembali bayi yang ku gendong, ternyata dia lebih berarti daripada rasa curiga ini terhadap semuanya.Jika aku ikut, itu sama saja membuat beban untuk ayahnya Ibrahim, lebih baik membiarkan mereka pergi dan cukup mendoakan saja dari kejauhan, perihal apa yang akan terjadi nanti, itu semua sudah kuasa Allah, segimana pun ditutupi pasti akan terungkap juga pada akhirnya.Hanya harus bersabar dan tak boleh gegabah, bisa saja memang itu hanya sebuah cobaan untuk hidup ku, agar lebih kuat dan bisa melangkah dengan baik ke depannya.“Ayolah, kamu juga pasti mau ikut, kan? Katanya, kamu penasaran dengan semua yang ....”“Enggak, aku akan di rumah saja. Apapun yang terjadi di sana, bagaimanapun itu, aku akan tetap berada di rumah, be
Zuletzt aktualisiert: 2023-03-22
Chapter: Bab 9 - Ku tak ingin tahu lagi!“Apa sebenarnya yang dia inginkan dariku? Bisa-bisanya, uff. Aku harus lebih cepat darinya, jika dia terus menganggu, bagaimana cara ku untuk bisa melupakannya?!”Semenjak kejadian di dalam mobil itu, aku tidak bisa melupakan segalanya walaupun sedikit, benar-benar tidak habis pikir dengan semua yang terjadi begitu saja.Sesampainya di apartemen pun, aku tidak melihat sosok Ayu, entah pergi ke mana dia, yang terpenting untuk saat ini adalah sangat membutuhkan keheningan untuk menyendiri dan berpikir jernih.Tidak harus terburu-buru untuk melupakannya, hanya saja semakin dia bertindak seenaknya, akan semakin sulit juga proses nya, itu saja yang ku takuti, dan tak ku inginkan.“Dari mana? Gak punya hati banget sama adik sendiri, gak mikir apa adiknya makan atau belum, kejam amat!”Baru saja napas ini bisa ku hela dengan tenang, tiba-tiba saja terdengar suara nyaring yang sudah tidak asing lagi bagi telingaku, setelah ku tengok ke belakang ternyata benar dia orangnya.“Apa? Kenapa cuma m
Zuletzt aktualisiert: 2023-06-19
Chapter: Bab 8 - Ide Ku Berujung Tanda Tanya “Sungguh gila! Lepaskan, jangan macam-macam denganku, Wijaya!”Sudah berusaha untuk melarikan diri darinya, tetapi tetap saja sekuat apapun tenaga seorang wanita, akan tetap terkalahkan oleh tenaga laki-laki, apalagi seorang Wijaya. Jika dengan melarikan diri tidak berhasil dengan mudah, untuk mempercepat waktu, aku harus menggunakan cara yang lain.“Kenapa kamu ingin melarikan diri, hah? Apa kamu lupa? Sampai saat ini, kamu masih istriku, ada hak dalam dirimu!” hardiknya.Ku tatap kedua matanya yang terlihat sangat tajam, terkadang aku bisa melunak hanya dengan tatapan seperti itu, tetapi setelah kembali mengingat apa yang sudah terjadi, rasa itu perlahan semakin memudar dengan sendirinya.Rasa yang memang sudah salah sejak awal, tidak seharusnya dulu aku menyalahkan Andre atas apa yang terjadi, dan tidak seharusnya langsung percaya begitu saja pada sosok Wijaya, laki-laki yang bahkan semula tidak ku kenali.Ada beberapa hal juga yang belum bisa ku temukan jawabannya, seakan-akan eng
Zuletzt aktualisiert: 2023-04-08
Chapter: Bab 7 - Kegilaan Wijaya“Hello? Apakah masih ada orang?”Aku merasakan ada air yang terkena wajahku saat ini, benar saja ternyata Andre pelakunya. Benar-benar usil dan menjengkelkan, bagaimana mungkin bisa sudah berkepala tiga masih saja bersikap seperti dulu. Andre tetaplah Andre yang dulu aku kenal dengan sangat baik.“Nah, gitu dong. Masa harus dikepret dulu sama air baru sadar, kebiasaan,” cicit Andre masih dengan tawanya.“Ish, Andre! Hentikan, aku basah jadinya.”Setelah dia berhenti usil, aku baru menyadari bahwa air yang sedari tadi terkena wajahku adalah jus bukan hanya air biasa, oh Andre! Pantas saja wajah ini sangat lengket tak nyaman dirasa, ingin rasanya ku balas semua ulahnya hari ini akan tetapi dering telepon berhasil membuyarkan semua yang terjadi.Ku periksa ternyata bukan ponsel ku, lalu aku menatapnya dengan tatapan mata bertanya, seperti sudah mengerti akan arti dari kode mataku, Andre pun memeriksa ponsel nya masih berada di hadapan ku.Sesaat dia diam, aku pun diam menunggu pergerakan
Zuletzt aktualisiert: 2023-03-03
Chapter: Bab 6 - Merasa Dejavu Pagi-pagi sekali, aku sudah selesai mandi dan tentunya sudah berpenampilan rapi. Akan tetapi, kedua mataku berkaca-kaca pada saat diriku menatap pantulan diri ini pada cermin, apakah dulu aku sangat tidak menarik? Seperti badut Ancol, katanya.Sakit, sungguh menyakitkan jika kembali mengingat bagaimana Wijaya menghina ku secara blak-blakan kala itu. Jika bukan karena terlalu sibuk mengurus kepentingan nya, mungkin sejak dulu aku sudah rajin mempercantik diri.Jika ingin saling menyalahkan, tidak akan ada habisnya. Bagaimanapun dulu ku berbakti kepadanya, semuanya tak akan aku sesali, itu semua sudah ku ikhlaskan, hanya saja rasa sakit saat mengetahui perselingkuhan mereka yang sudah terjadi cukup lama, rasanya butuh waktu yang panjang untuk bisa memaafkan sekaligus melupakan.“Kak, minta tolong dong. Belikan aku makanan untuk sarapan, beli pakai gojek online atau apa kek, yang penting cepat sampai!”Huft, bisa-bisanya dia meminta ku untuk melayaninya seperti itu di saat semuanya sudah
Zuletzt aktualisiert: 2022-12-16
Chapter: Bab 5 - Antara Harta, Tahta, dan Cinta Pulang ke rumah untuk menyimpan beberapa yang ku beli tadi, memastikan juga apakah mereka masih mengikuti ku atau tidak, sejauh ini belum ada siapapun di luar, aku rasa memang keduanya berhenti saat di toko tadi.“Apa yang harus ku lakukan sekarang? Andre mati-matian membuktikan semuanya padaku, bahwa dimasa lalu dia sama sekali tak bersalah.”“Oh, iya? Lalu siapakah yang bersalah dimasa lalu? Aku, begitu maksudmu?”Ku terperanjat melihat sosok yang sudah ada di hadapan ku saat ini, sejak kapan dia ada di dalam rumah? Dan sejak kapan juga aku menjadi seseorang yang ceroboh, tidak mengganti kunci pintu rumah ini.Bagaimanapun juga aku tahu, jikalau dia masuk secara diam-diam mungkin karena bantuan kunci cadangan yang lama, dia masih simpan itu, atau ada cara lain? Entahlah ku tak ingin berpikir banyak saat ini.“Kenapa diam? Jawab, siapa yang dulu bersalah jika bukan laki-laki itu!”“Kamu, kamu lah seseorang yang sejak dulu bersalah tapi tak pernah mau mengaku salah, kamu juga yang mel
Zuletzt aktualisiert: 2022-11-13
Chapter: Bab 4 - Keserakahan Dibalas Kepintaran “Kalian?” Aku terkejut, bukan karena melihat kedatangan mereka berdua, tetapi ada orang lain yang ikut datang, aku tahu betul itu adalah seorang pengacara dari pihak mantan suamiku.“Nggak usah repot-repot, tanpa disuruh masuk pun masih ada hak nya kekasih ku, ayo ... langsung masuk, abaikan dia!”Ayu, adik kandung yang selama ini sudah ku besarkan dan ku beri dia kasih sayang yang tulus, ternyata dia juga yang telah membuat kehancuran pada hidup ku ini.Tanpa ingin berlama-lama menjadi sosok wanita lemah yang selalu dianggap bodoh, lebih baik ku telan perih dalam dada untuk sementara waktu, sampai pada tiba waktunya semuanya akan ku balas dengan keberhasilan ku.Di ruang tengah, kami mendiskusikan harta gono-gini yang sangat diinginkan oleh pihak mereka, akan tetapi pada saat diriku akan mengajukan pertanyaan penting, sosok pengacara itu seperti dengan sengaja berada di pihak ku, padahal kami tidak saling mengenal sebelumnya hanya cukup tahu saja. Bahkan, dia adalah pengacara nya man
Zuletzt aktualisiert: 2022-11-06

Trapped in Ex-Wife's Love
"Are you sure you can get out of this trap, Arka? The trap you created for yourself long ago."
The sentence haunted Arka's mind every time he looked at the woman who was now sitting gracefully on his lap. Amidst the glimmer of crystal lamps and the sheen of a gold dress, his ex-wife, Kania, looked like a queen who had just reclaimed her throne.
Arka knew they were no longer bound by a sacred vow.
Their divorce was final, signed on stamped paper years ago. Yet, in this private room, with the aroma of whiskey and Kania's challenging gaze, Arka once again became the helpless, foolish man.
Tonight was supposed to be the celebration of his new engagement. He was supposed to be celebrating a new chapter. But Kania's presence in the private lounge, in a high-slit dress that showed off her long legs, had ruined everything.
"You didn't have to come, Kania," Arka hissed, his voice choked.
Kania smiled cynically, caressing Arka's jaw with her cold fingers. "You're right, darling. I didn't have to come. But I had to make sure of one thing: that your heart... still belongs to me, just like before."
It turned out that getting out of the marriage was much easier than getting out of his ex-wife's love.
Will Arka continue his engagement? Or will he return to his ex-wife?
Lesen
Chapter: Chapter 7 - Protection Kania allowed the audio recording on her phone to continue playing. Although it was only Olivia’s whimpering and flirtatious dialogue, it was enough ammunition to destroy Arka’s image as an honorable man. Disgust crawled over her, yet she held her ground.“Insane! They are actually doing it here, in the main living room,” Kania muttered, shifting her body to find a better vantage point.She could clearly see Olivia giggling coyly and the strange man, whom she now suspected was Olivia’s kept lover. However, beneath the heated scene, Kania sensed an oddity. The security in that area was too relaxed, and the foreign man looked like an actor merely following a script, devoid of any genuine threatening aura. Arka would never allow anyone else to appear stronger within his own mansion. Something felt wrong.Kania decided to search for Arka. If the man truly was inside, he would be in a more private space. She slipped through an old ventilation shaft toward the East Wing corridor—the area of
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-30
Chapter: Chapter 6 - An action "Kania? Dad wants to talk. Why are you already getting ready to leave this early?"Kania stood mute. This time, she would meet conflict with silence. If her Father had already started conspiring with Arka, her ex-husband, she knew perfectly well she would be trapped again. She wasn't that foolish. That stupidity had been shed, buried with her dark past."The money to pay this week's debt has been transferred to your account, Dad. I have to leave now," Kania stated coldly, rushing to abandon the place—a sanctuary that was supposed to be her source of comfort, now feeling suffocating.Observing his daughter's demeanor, a strong fatherly instinct surged within Mr. Eleanor. He wasn't blind. He knew Kania was distancing herself because of last night's incident."Wait, Dad can explain everything, Kania. One day, you yourself will be very grateful to that man. The man you've hated all this time. He—Arka—is not as bad as you think."Mr. Eleanor now appeared calmer, relieved that his former so
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-30
Chapter: Chapter 5 - The plan behind the planKania took a deep breath, trying to calm her violently pounding heart. Whatever they were talking about, she had to know. Curiosity and fear mixed into a single, suffocating knot. Slowly, she approached the door, pressing her ear to the thick wood, trying to catch faint scraps of the conversation."Yes, Sir. I know that. I'll take care of it as soon as possible," Arka's voice was heard, clearer this time. There was a familiar tone of seriousness and authority, a tone Kania had always heard when Arka was handling important work in the past.Then, her father's voice was heard again, this time with the hearty laugh Kania missed. "Ha ha ha! Good, son. You're always reliable. I trust you. I hope your plan goes smoothly. Don't worry about Kania. She's fine."Kania's heart sank. Don't worry about Kania? Her father said that to Arka? And what plan were they talking about? A plan that made Arka contact her father in the middle of the night?Kania stepped back, a dizzy spell assaulting her. Thi
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-26
Chapter: Chapter 4 - Something Will Happen“No, I don't think I know him. I don't even know who you mean, Miss Olivia.”Olivia knew that when someone was speaking but their eyes were looking away and opposite the person they were talking to, it meant there was a lie or something that might be hidden.However, Olivia had to postpone all that. She was more interested in finding Arka's whereabouts now. Since he asked permission to get food, he hadn't returned.Seeing Olivia leave just like that, Vero felt increasingly threatened, even though she could breathe a sigh of relief for now. One day, she too would be in trouble.In that small room, Arka was very patient with his ex-wife. He was strong in holding back from doing bad things, even though what the woman had said was utterly heartbreaking.“Why are you silent, Arka? Remember what I said today, okay? Now, be happy with that woman. I'm leaving!”As she was about to leave, Arka, who was still restraining himself, still pulled Kania's hand naturally, without hurting the person h
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-26
Chapter: Chapter 3 - In Trouble"Kania, you'd better leave now, don't continue your crazy plan, I'm saying this for your own good," Celine said.When Celine suddenly came and stopped her, it not only surprised Kania but also made her feel a little doubtful."What are you talking about? I don't understand, besides, this is an event that uses a special invitation, so I'm coming in because of that invitation," Kania pressed, of course, defending herself.Celine was not easily swayed by that; she was the only one in Arka's family who didn't easily trust anyone. That was the reason Kania started to feel hesitant about continuing her plan.When their eyes met and stared at each other, Kania could only quickly turn her face away; she was too lazy to make eye contact like that.There was a long silence between them until both felt tired of standing in that spot. Celine would not leave just like that before she truly made sure the sly woman had gone."What are you waiting for? Go, the main event is over, and no outsiders are
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-26
Chapter: Chapter 2 - The Beginning of the DestructionKania laughed softly, a sound that sounded melodious but venomous in Arka's ears. With slow movements that were deliberately made to torture him, he got off Arka's lap. There was no trace of fear on her beautiful face, only pure satisfaction at having managed to break down the man's defenses in a matter of seconds.The woman stood up straight, straightened her maroon dress which was slightly open, then stepped closer to Arka. His slender hands reached out, not to hug, but to straighten Arka's shirt collar which was messy due to his own actions."Don't be a hypocrite, Arka," Kania whispered right in front of her ex-husband's face. His fingers brushed the faint lipstick stain on the corner of Arka's lips with his thumb. "Your lips say 'go', but your crazy heartbeat says 'don't stop'.""Kania, enough!" Arka hissed, slapping the woman's hand roughly. He stood up, grabbed his jacket which was draped over the back of the sofa. "Exit through the side door. Don't let there be drama today."Th
Zuletzt aktualisiert: 2025-11-26