Home / Rumah Tangga / Ditalak Suami Saat Sukses / Satu Cerita Ribuan Support

Share

Satu Cerita Ribuan Support

Author: Eka Suswanti
last update publish date: 2026-06-06 23:00:56

Kata demi kata Rania tuliskan tentang kisah pilunya. Jalan pulih yang Rania pilih dengan membagikan segala dukanya. Dimulai dengan bagaimana kisah mereka bertemu lalu menikah.

"Maukah kamu menjadi teman hidupku? Aku akan menjagamu dengan cara terbaik yang kubisa," kalimat yang diucapkan Dori pada Rania kala itu.

Rania yang percaya dan yakin akan pilihannya. Iya mengiyakan dan menikah dengan Dori, penuh harapan. Didedikasikan segala waktu bahkan hidupnya untuk berjuang bersama.

"Aku mencintaimu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Ditemani Hingga Terlelap

    Daftar list barang, daftar event, dan segalanya tuntas malam itu juga bersama dua karyawannya. Rania terpikir untuk mencari karyawan bagian pembukuan, jadi bisa membantunya di saat update stok gudang seperti ini.Rasa bersalah sekali saat harus pulang larut malam, Rania kepikiran Gavin. Sejauh ini, Gavin tak pernah menuntut apa-apa sebagai anak. Tapi Rania sadar waktunya kian hari kian berkurang."Terimakasih ya Mba traktirannya," ucap salah satu karyawan Rania."Iya sama-sama. Semangat dan betah ya kerja dengan saya," jawab Rania tersenyum."Betah banget Mba," jawab kedua karyawannya serentak."Menurut kalian kalau misalnya kita tambah tim satu lagi, gemana?" tanya Rania."Ya gak papa Mba, terserah buk bos saja," jawab karyawannya."Gak papakan ya?" tanya Rania lagi."Iya gak papa Mba, kamikan cuma pekerja. Mba lo bosnya," jawab karyawannya.Pulang dari makan bareng karyawannya, Rania langsung menuju rumah. Jam 23:45 Wib baru tidak di rumah. Rania masuk ke kamar Gavin, anak semata wa

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Melepaskan Semua Masa Lalu

    "Terimakasih sudah hadir di kehidupanku, Nara. Sekarang aku akan meneruskan hidupku tanpa bayangan dirimu. Selamat tinggal, Nara," bisik Ethan pada dirinya saat sedang membakar semua tentang Nara. Ethan tidak mau menyimpan lagi tentang Nara karena tak ingin ada hati yang merasa diduakan nantinya di dalam hidupnya. Ethan mau dia seutuhnya untuk perempuan yang akan menemani hidupnya ke depan. "Gak ada kegiatan hari ini, Ma?" tanya Ethan ke Mamanya yang lagi duduk menyeduh teh. "Tadinya sih mau ada pergi senam, tapi gak jadi instrukturnya berhalangan hadir," jawab Mama. "Oh ya, Mama lagi pengen makan apa?" tanya Ethan. "Mama lagi pengen nimang cucu," jawaban Mama bikin Ethan yang lagi bikin kopi hampir saja tersiram air panas. "Asli bikin aku shock, Ma," ucap Ethan. "Jadi, kapan kamu mau melamar Rania?" tanya Mama. "Ma, pelan-pelan dong," ucap Ethan. "Menunggu apa lagi? Mama lihat kamu sudah bisa benar-benar move on dari Nara," jelas Mama. "Iya Ma, tapi Rania belum si

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Sampai Bertemu Lagi

    Gavin terlihat sekali tak ingin pisah dengan Ethan. Rania bisa merasakan anaknya semakin sayang dengan laki-laki yang menolongnya keluar dari masa-masa terburuk di hidupnya. Laki-laki asing yang memang hanya ingin menolong, hati yang begitu tulus. Sementara di sisi lain Ethan juga merasakan hal yang sama. Hatinya berat sekali melihat Gavin dan Rania akan terbang ke Semarang. Ada suara di hatinya yang berteriak meminta mereka untuk tetap tinggal. "Mamaku titip salam, senang bertemu denganmu katanya," ucap Ethan sebelum Rania masuk ke pintu keberangkatan. "Iya, salam juga dengan Mamamu ya," jawab Rania. "Semoga lain waktu ada waktu yang lebih panjang untuk kalian saling berkenalan ya," kata Ethan. "Iya, semoga. Aku masuk dulu ya," pamit Rania. "Iya, hati-hati ya," ucap Ethan. "Om Baik sampai ketemu lagi ya," kata Gavin sambil melambaikan tangannya masuk ke pintu keberangkatan. Rania dan Gavin menghilang dari pandangan Ethan, ia langsung ke parkiran untuk balik ke kantor

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Meninjau Ulang Perasaan

    Rania membersihkan Gavin, mandi dan beres-beres sebelum tidur. Rania juga sudah bersiap tidur dengan piyamanya. Sebelum tidur pertanyaan Gavin bikin Rania merenung lama. "Bun, apa nanti kita bisa jalan-jalan lagi dengan Om baik?" tanya Gavin."Emangnya kenapa?" tanya Rania."Gavin senang, Om Baik boleh gak jadi keluarga kita Bun?" ucap Gavin bikin Rania bingung mau jawab apa."Emangnya menurut Gavin Om baik itu gemana orangnya?" tanya Rania ingin tahu apa yang dirasakan anaknya."Om baik itu seperti ayahnya Tino, Gavin pengen seperti Tino yang punya teman main Bun," ucap Gavin."Kan Gavin bisa main sama Bunda," jawab Rania."Gak seru Bun, kan laki-laki mainnya sama laki-laki dong Bun," jawab Gavin."Gitu ya, nanti kita tanyain ke Om baik ya," ucap Rania untuk mengalihkan pertanyaan itu."Oke deh Bun," jawab Gavin.Rania tak pernah cerita soal Dori yang masih hidup. Semua foto-foto masa kecil Gavin dan Dori juga tidak pernah Rania tunjukkan. Rania tidak siap untuk menceritakan luka it

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Bahagianya Gavin Keliling Jakarta

    Ethan tiba di hotel lebih dulu dari yang dijanjikannya ke Rania. Di meja resto Rania masih santai menikmati sarapan dengan Gavin. "Bun, itu Om baiknya," ucap Gavin menunjuk. "Oh ya," jawab Rania kaget. Ethan datang dengan senyum lebarnya. Ada sebuah paperbag yang dibawanya. "Ini buat Gavin," ucap Ethan. "Apa itu?" tanya Rania. "Gavin buka saja," kata Ethan. Rania membantu Gavin membuka hadiah yang dibawakan Ethan. Lalu Gavin tertawa riang sekali begitu melihat isinya sweater dino yang lucu. "Wuah, keren banget. Gavin mau pakai ini ya Bun," ucap Gavin. Ethan dengan sumringah membantu Gavin menggunakan sweater itu, ukurannya pas sekali di badan Gavin. "Kita mau ke mana Om?" tanya Gavin setelah mengenakan sweaternya. "Ada deh. Gavin selesaikan dulu makannya ya," ucap Ethan. "Siap Pak Bos," jawab Gavin ketawa. "Kamu gak perlu repot-repot," kata Rania. "Gak repot sama sekali, aku senang lihat Gavin senang," ucap Ethan. "Terimakasih ya," jawab Rania. Mereka

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Selamat Malam Jakarta

    Rania dan Gavin tiba di hotel jam 19:25 Wib. Ethan mengantarkannya sampai depan kamar hotel, membantu Rania membawa barang-barangnya. "Kalau ada apa-apa kabari ya," ucap Ethan. "Iya, aman," jawab Rania. "Mau aku belikan makan malam dulu?" tanya Ethan. "Gak usah aman, nanti tinggal gofood saja," ucap Rania. "Beneran?" tanya Ethan meyakinkan. "Iya, aman. Kamu hati-hati pulangnya," kata Rania. "Iya, selamat istirahat ya," ucap Ethan meningglkan Rania. "Ethan," panggil Rania. "Iya?" jawab Ethan. "Terimakasih ya untuk hari ini," kata Rania. "Iya sama-sama." Ethan tersenyum. Gavin langsung terlelap sampai di kamar hotel. Lelah sekali seharian. Rania mengecup kening penguat hidupnya selama ini, menyelimutinya, lalu duduk di depan balcon hotel. Menyeduh secangkir kopi, rasanya malam ini matanya enggap terlelap. Tak ada rasa lelah, Rania hanya merasa bimbang dengan situasi yang ia jalani. "Halo, kamu jangan begadang ya," ucap Ethan di telepon. "Hmmm, gak kok," jaw

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Titik Balik Kenyataan Pahit

    Hati ibu mana yang tidak hancur mendengarkan kabar luka dari anaknya. Ibu Rania yang datang menjemputnya, datang untuk membawanya pergi meninggalkan segala duka."Ikut Mama pulang, sudah cukup kamu berjuang," kata mamanya sebelum meminta Rania mengemas barang-barangnya."Mama selama ini diam bukan

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Rania yang Dijatuhi Talak

    Dori pulang dari kantor tanpa berbicara apa pun. Rania mengunci pintu dan mencabut kuncinya supaya Dori bisa membuka pintu sendiri tanpa membangunkannya. Dori memilih tidur di kamar sebelahnya. Sejak malam ini Dori dan Rania pisah kamar. Situasi ini berlangsung hampir satu bulan. Tanpa ada niat unt

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Kepercayaan Menjadi Kunci

    Hidup kadang memang tidak adil bagi mereka yang tulus. Kadang ketulusan dibalas dengan kejahatan yang tak terkira. Cinta Rania untuk suaminya tak pernah menuntut banyak, hanya ingin dicintai dengan ikhlas. Tak meminta kehidupan yang mewah, hanya ingin hidup yang berkah.“Gak papa, Mas. Ini saja sud

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Support Tulus Seorang Istri

    Perempuan tinggi semampai dengan bibir yang merah alami ini selalu tersenyum menyambut pagi. Pagi yang selalu hetic. Dikejar-kejar waktu menyiapkan beragam kue-kue basah di pagi hari tak membuat senyumnya menjadi kecut. Meja lipat yang tiap pagi ia buka. Kue-kye disusunnya di atas meja dengan rapi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status