แชร์

Bab 100 : Pertemuan Keluarga

ผู้เขียน: Maufy Izha
last update วันที่เผยแพร่: 2026-09-04 11:40:03

Karena kesibukan hari itu, Sinta bisa melupakan tentang penguntit itu sementara waktu. Apalagi, tiba-tiba ada beberapa pembacanya yang datang ke butik hanya untuk bertemu dengannya.

Mau tidak mau, Sinta pun harus mengobrol dengan mereka.

Saat jam pulang kerja, Sinta dan Lula berencana makan malam bersama. Namun, kali ini Arjuna dan Jay tidak ikut bersama mereka—lembur, katanya.

Sinta dan Lula pun tidak terlalu ambil pusing dan pergi berdua saja. Setelah makan, mereka berniat untuk pergi shoppin
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 185 : Sudah Lama Padam

    Arjuna menatap Sinta dengan binar penuh keterkejutan. Sinta tersenyum tipis, lalu kembali duduk di kursinya, tanpa melepaskan genggamannya pada jemari tangan Arjuna. "Bukan satu-satunya alasan? apa maksudnya, my queen?" Sinta menarik napas sejenak, kemudian menjawab, "Mas Bima tidak pernah ada untukku, Juna. Sikapnya selalu dingin padaku. Dia selalu memprioritaskan kebahagiaan Rashta di atas segalanya tanpa memperdulikan perasaanku. Dia juga membiarkan teman-teman maupun keluarganya menginjak-injak harga diriku, mempermalukanku, menghinaku lagi dan lagi. Itu semua sudah cukup untuk membunuh cintaku padanya." Sinta menggegam jemari Arjuna dengan erat, menatap lurus ke dalam manik mata pria itu. "Bahkan jika dari awal aku tahu Rashta adalah adik tiri Mas Bima dari hubungan gelap ibumu dan ayahnya, itu tidak mengubah kenyataan bahwa Mas Bima gagal menjadi suami yang baik. Rasa cintaku padanya memang sudah lama padam, Juna. Jadi perpisahanku dengannya sama sekali tidak ada hubunganny

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 184 : Kejujuran (Bagian 2)

    Arjuna kembali menatap Sinta, kemudian memainkan jemarinya yang bertumpu di atas meja. "Setiap malam, aku menunggumu di rumah sakit, dan kebetulan saat itu kamu keluar dari ruang rawat—tengah malam—dan nyaris terjatuh. Jadi, aku datang menemuimu untuk pertama kalinya setelah aku dewasa." Air mata Sinta jatuh. Ia tidak menyangka akan mendengar pengakuan seperti itu dari Arjuna. "Mengenai Tante Utari..." Arjuna mengetatkan rahangnya, jemarinya yang bertumpu di atas meja tampak gemetar. "Aku adalah satu-satunya saksi di tempat kejadian saat Tante Utari dibunuh." "Ap—apa?" "Maafkan aku, Sinta... Aku tidak—" "Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku?!" "Karena aku merasa takut. Takut kamu akan membenciku. Aku yang seharusnya menjadi saksi malah menghilang saat itu. Ayahku membawaku berobat ke luar negeri sesaat setelah tahu bahwa aku menyaksikan sebuah pembunuhan, dan saat itu aku hampir tidak pernah bisa tidur karena ketakutan." "Siapa? Siapa yang

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 183 : Kejujuran

    Arjuna mematung di tempatnya. Matanya terpaku pada lembaran kertas di tangannya, lalu beralih menatap Sinta yang kini menunduk dengan bahu yang bergetar menahan tangis. Jay, yang berdiri tak jauh di belakang Arjuna, menarik napas dalam-dalam dan melangkah mundur secara perlahan untuk memberikan ruang pribadi bagi mereka berdua. Arjuna perlahan duduk di hadapan Sinta. Tangan yang biasanya kokoh dan selalu memberikan kehangatan itu kini tampak sedikit gemetar saat meletakkan map merah di atas meja. "Sinta..." panggil Arjuna dengan suara parau, sarat akan rasa bersalah dan emosi yang berkecamuk. Sinta mendongak. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya meluncur membasahi pipinya. "Juna, tolong jawab dengan jujur. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Apa kamu tahu tentang kecelakaan Ibu?" Sinta kembali menunjuk ke arah map merah yang terbuka, memperlihatkan foto kecil Arjuna dan rekam medisnya. Arjuna memejamkan mata sesaat. Napasnya berat, seolah ada sesuatu yang tengah menghimp

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 182 : Anak yang Familiar

    Sinta memandangi foto anak laki-laki berwajah rupawan namun memiliki sorot mata sendu itu dengan lekat. Ada getaran aneh di dalam dadanya—sebuah perasaan familiar yang sangat samar, seolah memanggil memori lamanya dari balik kabut masa lalu yang pekat. Jemarinya yang memegang pinggiran kertas perlahan membalik lembaran berikutnya. Mata Sinta membelalak saat membaca data pribadi di berkas medis lama dari sebuah rumah sakit luar negeri. Nama anak laki-laki itu tertulis jelas: Arjuna Pandawa, dengan catatan medis mengenai trauma fisik akibat kecelakaan lalu lintas belasan tahun lalu. Sinta membelalak sempurna saat melihat catatan kecelakaan itu menyebutkan nama sang ibu, Utari Saraswati. Trauma psikis? Arjuna mengalami trauma psikis karena kecelakaan yang dialami oleh ibunya? Apa maksud dari semua ini? Apa saat kejadian itu, Arjuna juga ada di tempat? Sinta kembali membuka halaman-halaman berikutnya dimana di sana terdapat rekam jejak Arjuna yang mencari tahu tentang Sint

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 181 : Aku Akan Menjelaskan Semuanya

    Sinta tertegun mendengar pernyataan Abimanyu. Membongkar rahasia Arjuna? "Apa maksudmu, Mas? Kalau kedatanganmu hanya untuk merusak kebahagiaanku, sebaiknya kamu pergi." "Sinta, aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu." "Untuk kebaikanku?" Sinta menarik napas dalam-dalam. Ia mencoba menekan amarahnya yang mulai bergejolak. "Mas, kamu bahkan tidak pernah memikirkan kebaikanku saat masih menjadi istrimu. Sekarang kamu tiba-tiba datang dan mengatakan hal aneh tentang calon suamiku, padahal aku akan menikah dengannya beberapa hari lagi." Abimanyu tampak menegang, rahangnya mengeras. Pria itu membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya hanya menyodorkan sebuah map berwarna merah kepada Sinta. "Aku tahu kamu membenciku karena kematian anak kita, tapi—" "Tidak, Mas, kamu salah paham. Aku sudah berhenti mencintaimu jauh sebelum kecelakaan itu terjadi." Abimanyu terperangah. "Apa maksudmu?" "Kamu mungkin lupa, jadi aku akan mencoba mengingatkanmu. Kamu ingat

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 180 : Rahasia Arjuna (Bagian 2)

    Setelah meninggalkan kantor polisi, Sinta tidak kembali ke kantornya. Karena pernikahannya dengan Arjuna hanya tinggal hitungan hari, Sinta melakukan tradisi keluarga, yaitu dipingit. Itu sebabnya selama beberapa hari ke depan sebelum hari akad tiba, Sinta akan tinggal di rumah neneknya.Mobil Arjuna sudah terparkir dengan rapi di halaman rumah Nenek Gayatri.Mulai besok, Sinta akan tinggal di sini, jadi Arjuna sudah tidak diperbolehkan untuk bertemu atau keluar bersama Sinta."Bagaimana kalau aku tinggal di rumah pamanmu?""Juna, hentikan..." Sinta terkekeh.Sudah dua hari Arjuna terus merengek gara-gara tidak boleh bertemu dengan Sinta selama seminggu ke depan sampai hari pernikahan."Bagaimana aku akan menjalani hari-hariku nanti?""Lebay. Kan kita bisa video call?"Arjuna tetap cemberut, wajahnya jadi sangat lucu kalau sudah begitu karena sangat berlawanan dengan tubuhnya yang tinggi besar."Kamu benar-benar mau menikah denganku tidak sih?""Mau, dong!""Kalau begitu, yang patuh,

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status