Share

Bab 617

Author: Hazel
"Tirta cuma ingin memberimu kejutan. Sekarang Pil Kecantikan sudah habis. Aku buatkan khusus untukmu dulu. Ayo, kita masuk," ucap Agatha sambil tersenyum kepada Nabila.

"Serius? Terima kasih banyak, Agatha. Oke, oke. Kita masuk." Nabila merangkul Agatha, menariknya masuk dengan senang. Dia tidak lupa menoleh memanggil Tirta, "Tirta, yang cepat sedikit!"

"Kenapa diam saja? Cepat masuk. Pil Kecantikan sangat populer. Aku juga mau coba. Aku penasaran dengan hasilnya," desak Betari yang menarik Agus
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** Lanjut
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2980

    Tirta tentu memperhatikan beberapa orang yang mengikutinya di belakang. Orang-orang itu hanya mengikuti dari jauh dan sama sekali tidak berniat untuk bertindak.Selain itu, kultivasi orang-orang itu rendah. Mereka hanya mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua sehingga tidak bisa mengancam keselamatan Tirta. Jadi, Tirta tidak memedulikan mereka.Anjing hitam yang duduk di labu ungu mengamati Nova dengan serius seraya meledek Tirta, "Pemuda sialan, kamu cukup hebat ya. Kamu taklukkan wanita cantik lagi begitu cepat. Sebelumnya kamu bilang nggak berniat macam-macam. Sekarang kamu sudah beraksi. Apa kamu mau berdebat lagi?"Sebelumnya anjing hitam mencium wangi tubuh wanita di hutan lebat. Tentu saja itu adalah wangi tubuh Nova dan lainnya.Anjing hitam yang sudah terlepas dari kejaran langsung menunjukkan ekspresi licik. Tirta mengomel, "Anjing sialan, jangan bicara sembarangan. Kalau bukan karena kamu bersikeras mengganggu lebah nirwana dan membuatku makan anggrek ular

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2979

    Setelah itu, Tirta berkata kepada Shanaya, "Tolong Tetua Shanaya pimpin jalan. Nanti kita berhenti di dekat sana saja.""Oke. Kamu ikut aku saja," timpal Shanaya. Selesai bicara, dia mengeluarkan labu ungu. Sesudah diperbesar, labu itu menjadi perahu yang melayang di langit.Sementara itu, Tirta menggendong Nova dan mengikuti Shanaya dengan menaiki Pedang Terbang.Tiba-tiba, terdengar teriakan anjing hitam dari bawah. "Pemuda sialan, aku dikejar orang. Kenapa kamu kabur? Cepat kemari dan bantu aku bunuh beberapa orang tolol ini!"Anjing hitam sudah berlari ribuan kilometer, bahkan kakinya hampir berasap. Di belakang anjing hitam, puluhan murid tingkat pembentukan jiwa tahap pertama dan kedua terus mengejarnya. Tubuh mereka dibasahi keringat, tetapi mereka tetap tidak menyerah.Dua murid yang berada di paling depan berteriak marah. Mereka merasa sangat sial mengalami hal buruk seperti ini."Anjing sialan, cepat menyerah!""Kamu melahap obat spiritual yang sekte kami siapkan untuk pengua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2978

    Anca mendengus dan menegaskan, "Kamu benar-benar cari mati! Sekarang kamu sudah melakukan kesalahan yang fatal. Aku pasti akan melaporkan hal ini kepada penguasa agung. Tiga utusan lainnya juga akan bekerja sama untuk mengulitimu dan mencincangmu."Anca menambahkan, "Tapi, kamu sudah menghinaku. Sebelum menyerahkanmu kepada mereka, aku tentu nggak akan melepaskanmu!"Anca tentu tidak tahu apa yang dilakukan Tirta. Dia hanya menganggap kemampuan Tirta sedikit lebih hebat darinya. Jadi, Anca tidak kabur dan ingin bertarung dengan Tirta.Saat menerjang Tirta lagi, kekuatan tempur Anca sangat intens dan kekuatan spiritualnya bergejolak. Serangan yang dilancarkannya sangat dahsyat sehingga membuat langit dan bumi berguncang. Kekuatan Anca jauh lebih kuat berkali-kali lipat daripada Rafif yang menggunakan teknik rahasia secara paksa untuk meningkatkan kekuatannya.Tirta membalas, "Kamu kira energiku terkuras setelah aku menghancurkan formasi dan membunuh Rafif? Makanya kamu mau menggertakku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2977

    Sudah jelas, Shanaya lebih takut kepada Anca daripada Rafif.Nova yang berdiri di samping juga sangat gugup. Ekspresinya berubah drastis dan kekuatan spiritual di dalam tubuhnya bersirkulasi. Dia terlihat seperti kelinci kecil yang ketakutan.Hanya Tirta yang bersikap tenang di tempat itu. Dia memandangi Anca dengan tatapan sinis yang tidak terlalu kentara.Anca menanggapi dengan ekspresi masam, "Oh? Kamu nggak tahu? Masalah ini sangat penting. Aku baru bisa melapor kepada penguasa agung setelah menyelidiki masalah ini. Kamu yang bantu aku untuk beberapa waktu ini."Sebelum Shanaya sempat menyetujui, tiba-tiba Anca memandang Tirta dan berkata lagi dengan perasaan tidak puas, "Oh iya. Siapa pemuda ini? Aku baru pertama kali melihatnya."Hal ini karena Anca menyadari Tirta sama sekali tidak takut setelah melihatnya. Hal ini membuat Anca tidak senang.Shanaya melihat Tirta sekilas, lalu menyahut dengan ragu-ragu, "Pak Anca, ini murid pria yang baru kurekrut. Hanya saja, kultivasinya terla

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2976

    Shanaya berkata dengan ekspresi ragu, "Lokasi penguasa agung sekitar 450 kilometer dari sini. Aku bisa tunjukkan jalan padamu. Demi keamanan, aku sarankan ... kamu pergi sendiri saja. Tinggalkan Nova di sini biar dia nggak terancam bahaya."Tirta tahu Shanaya tidak terlalu percaya dengan kemampuannya, jadi dia langsung menyetujui, "Tentu saja aku nggak keberatan."Shanaya dan Tirta tidak menyangka Nova malah berbicara dengan tegas, "Nggak .... Tetua Shanaya, sekarang aku sudah jadi ... kekasih Tirta. Aku ini calon istrinya. Sekalipun harus mendatangi tempat yang sangat berbahaya, aku tetap mau pergi bersamanya. Kalau terjadi sesuatu pada Tirta, aku nggak ingin hidup lagi."Ucapan Nova membuat Tirta tersentuh.Shanaya menyarankan dengan serius, "Nova, kamu harus pikirkan baik-baik. Jangan main-main dengan nyawa."Nova menyahut dengan yakin, "Tetua Shanaya, aku tahu kamu berniat baik. Tapi, kamu juga tahu sifatku. Setelah aku membuat keputusan, siapa pun nggak bisa membujukku. Bahkan gur

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2975

    Selesai bicara, air mata Nova mengalir lagi. Tirta ingin menghibur Nova, tetapi sekarang mereka tidak saling mencintai. Jadi, tidak ada gunanya Tirta menghibur Nova. Lebih baik Tirta diam saja.Shanaya menghibur Nova lagi, "Nova, kamu harus menjaga dirimu baik-baik. Ke depannya jalanmu masih panjang. Kalau gurumu tahu di alam baka, dia juga nggak ingin lihat kamu menangis setiap hari."Shanaya yang teringat sesuatu memberi tahu Nova tentang kehidupan Nayara sebelumnya di dunia fana, "Oh iya. Sebelum Tetua Nayara datang ke Sekte Hala, dia itu istri seorang pedagang di dunia fana. Dia juga punya seorang putra. Waktu bertahun-tahun sudah berlalu, kalau keturunan Tetua Nayara masih hidup, mungkin kamu bisa menjaga mereka.""Sebelum meninggal, Tetua Nayara sering diam-diam menceritakan masalah ini padaku. Dia sangat menyesal nggak bisa melihat putranya tumbuh sehat, lalu menikah dan punya anak. Dia juga nggak bisa memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang istri," lanjut Shanaya.Shanaya me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1706

    "Aku juga mau coba!" ujar Hizqil yang semangatnya membara. Dia segera menghampiri master itu. Kemudian, mereka mulai bertarung.Sesudah beradu puluhan jurus, Hizqil berteriak dengan antusias, "Ternyata memang benar! Walaupun aku nggak bisa mengalahkannya, dia juga nggak bisa menyakitiku! Air spiritu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1726

    Farida berdeham, lalu bertanya, "Iya, Tirta. Sebenarnya kamu sibuk apa di ibu kota?"Tirta menyahut, "Aku juga nggak ingin kembali begitu cepat. Tapi ...."Apa daya, Tirta terpaksa memberi tahu mereka 4 hari lagi ada kompetisi pasukan khusus internasional dan Orion akan kembali ke kediaman Keluarga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1675

    Tirta tidak tahu Devika mencari Marila untuk menanyakan kejadian semalam. Kalaupun sekarang Tirta tahu, dia juga tidak bisa menghalangi Devika.Setelah Tirta menggendong Bella masuk ke vila, ada orang yang menyambutnya dan membawanya ke halaman belakang vila. Tirta melihat Saba dan Yahsva di gazebo.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1711

    Tirta tertawa melihat anjing hitam menutupi bagian vital dengan ekornya. Dia juga terus mundur dengan ekspresi waswas. Hal ini karena seekor anjing yang menunjukkan gerak-gerik seperti ini sangat lucu.Tirta berujar, "Anjing hitam, jangan begitu. Aku nggak akan menyerangmu lagi. Turunkan kewaspadaan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status