แชร์

Bab 517

ผู้เขียน: Janice Sinclair
"Sebaiknya serahkan hal ini pada ayahmu. Lagian, dialah yang menikah."

"Ayahku nggak tertarik pada wanita mana pun."

"Kamu tahu?"

"Aku biasanya akan bertanya kepadanya apa pendapatnya tentang wanita-wanita itu, tapi penilaiannya terhadap wanita-wanita itu semuanya sama."

"Apa?"

Wilson berdehem pelan, lalu meniru Tristan berbicara, "Nggak kenal, jadi aku nggak akan buat penilaian apa pun."

Kiana bisa membayangkan betapa asal-asalan dan acuh tak acuhnya Tristan saat mengucapkan kata-kata itu.

"Dia
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 524

    "Apa yang kamu lakukan? Jangan gegabah!"Vanya terkejut dan segera melambaikan tangan kepada istri Faris."Kami adalah petani jujur dan pekerja keras yang datang ke kota untuk bekerja demi menghidupi keluarga kami, tapi kalian warga kota nggak memperlakukan para petani seperti kami sebagai manusia! Kenapa hidup kami begitu menyedihkan? Kalianlah yang mendorong kami ke jalan buntu!"Istri Faris menangis dan berteriak, yang dengan cepat menarik banyak perhatian.Anaknya masih kecil dan jelas ketakutan, lalu ikut menangis juga."Tapi bukan aku yang membuat suamimu terluka. Aku ....""Aku nggak peduli! Kamu harus bayar! Bukan hanya biaya pengobatansaja, tapi juga kompensasi. Kita sudah sepakat dua miliar. Kalian nggak boleh menipu kami!"Vanya jelas belum pernah bertemu orang yang begitu tidak masuk akal seperti ini. Untuk sesaat, dia bahkan tidak bisa menjelaskan dengan benar."Aku bisa bayar sebagian biaya rumah sakit untuk kalian ....""Kami nggak akan bayar sepersen pun!"Kiana menyela

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 523

    Kiana sedang minum air. Begitu mendengar kata-kata itu, dia hampir memuntahkannya."Uhuk, uhuk. Dia sendiri yang salah paham. Aku nggak bilang apa pun."Luis menoleh ke arah Kiana. "Pak Tristan bilang ke Wilson kalau kamu sudah meninggal. Aku sempat protes hal ini, tapi dia bilang ....""Bilang apa?""Ehem, ehem. Dia bilang yang sudah mati ya tetap mati. Orang yang sudah mati nggak akan tiba-tiba hidup kembali."Mata Kiana sedikit gelap. "Ya, dia benar. Baginya, aku sudah mati. Nggak akan hidup kembali lagi.""Kamu sudah terlalu dalam menyakitinya.""Ya, sangat dalam."Namun, dia tidak pernah menyesali keputusan yang telah dibuatnya.Nia akan membawa dua anak datang besok, tetapi dia akan menjemput Vanya dari rumah sakit, jadi dia tidak bisa berkumpul dengan mereka dulu. Nia dan anak-anak akan pergi ke audisi, kemudian mereka akan bertemu di apartemen Nia.Kalau Yuyu mendapatkan peran tersebut, mereka akan tinggal di Kota Yasel untuk sementara waktu. Kalau tidak, mereka akan kembali lu

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 522

    "Apa kamu punya kabar tentang Nathan?"Nyonya Tania mengatakan bahwa dia ingin menanyakan sesuatu padanya, tetapi Kiana tidak menyangka dia akan menanyakan masalah Nathan padanya. Hanya saja, Nathan ....Memikirkan Nathan saja sudah membuat hatinya sakit, apalagi rasa sakit itu tidak pernah berkurang selama bertahun-tahun.Namun, Nyonya Tania menjalani hidupnya tanpa beban sedikit pun dan tidak menyadari bahwa Nathan sudah mati. Mungkin Nyonya Tania hanya ingat masih ada orang seperti itu, jadi dia datang untuk bertanya padanya.Kiana menarik napas dalam-dalam. "Aku nggak punya kabar tentangnya."Mendengar itu, Nyonya Tania tidak begitu percaya."Kalian berdua sangat dekat sebelumnya, jadi aku rasa dia pasti akan menghubungimu.""Nggak ada.""Kamu pasti nggak ingin memberitahuku, atau dia memintamu untuk merahasiakannya dariku, tapi tolong beri tahu aku. Aku punya alasan untuk mencarinya."Kiana terdiam sejenak. "Kenapa kamu ingin mencarinya?"Nyonya Tania mengerutkan kening. "Ini masa

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 521

    "Sebenarnya, ini aku."Ujung telepon sana tiba-tiba menjadi hening, kemudian diikuti oleh napas berat."Kenapa kamu bersama putraku?""Dia ....""Kamu bawa dia ke mana?""Aku ....""Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan?""Bisa dengar aku bicara sampai selesai nggak?"Suara di ujung telepon tampak berusaha mengendalikan diri, meski masih dipenuhi amarah."Dulu kamu yang bilang nggak akan saling mengganggu lagi. Terus, apa yang kamu lakukan sekarang!""Aku nggak bermaksud mengganggu kalian. Hanya saja ... Wilson ingin aku menemaninya ke acara TK dan aku ... aku nggak menolak. Tapi aku janji nggak akan mengatakan hal-hal yang nggak seharusnya kukatakan padanya. Aku juga akan terus menjauh dari kehidupan kalian.""Kalian di mana sekarang? Aku akan menyuruh orang untuk menjemput Wilson.""Kami dalam perjalanan pulang ke kota. Wilson ... demam.""Kiana!""Aku akan segera membawanya ke rumah sakit. Aku ... maaf.""Jangan mendekati Wilson lagi. Kalau nggak, aku akan membuatmu menyesal!"Sele

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 520

    Keesokan paginya, Kiana memanggil Wilson untuk bangun, tetapi setelah beberapa kali memanggilnya, anak itu baru bangun. Melihat Wilson tampak lesu dan wajahnya memerah, Kiana segera mengulurkan tangan untuk menyentuh dahinya.Panas sekali!"Kamu demam!"Mungkin karena kehujanan tadi malam, jadi dia masuk angin dan demam.Kiana mengendong Wilson dan membantunya berpakaian sambil menghubungi guru.Wilson merasa canggung dan berusaha meronta."Aku nggak apa-apa. Aku bisa pakai baju sendiri."Namun begitu dia berhasil melepaskan diri dari pelukan Kiana, wanita itu menariknya kembali dan memeluknya erat."Aku ...."Kemudian, Kiana menempelkan wajahnya ke dahi Wilson, dengan hati-hati merasakan suhu tubuhnya."Sepertinya sekitar 37 atau 38 derajat Celcius. Pasti akan naik lebih tinggi lagi."Sambil berbicara, Kiana membantu Wilson mengenakan bajunya. Menyadari wajah anak itu makin memerah, dia menjadi makin khawatir. Dia mengendongnya dan buru-buru berjalan keluar."Aku ... aku bisa jalan se

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 519

    Kiana membuka pintu mobil. Doris bergegas menghampirinya dan bersiap memukulnya. Kiana meraih lengannya dan menepisnya."Kamu memindahkan mobilku tanpa izinku dan kemudian menyerangku! Kamu pikir aku mudah ditindas? Aku bakal panggil orang ke sini. Tunggu saja ...."Kiana sama sekali mengabaikannya, lalu keluar dari mobil dan pergi.Di halaman belakang, beberapa orang tua sudah bangun, membantu petani menyimpan gandum. Wilson ada di antara mereka. Dia menyapu butiran gandum hingga menjadi tumpukan.Tepat di saat itu, hujan mulai turun.Satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah mempercepat prosesnya dan berusaha menyelamatkan gandum sebanyak mungkin.Kiana juga ikut membantu. Dia menggunakan sekop untuk memasukkan gandum ke dalam karung.Hujan makin deras dan menjadi hujan lebat. Hujan membasahi semua orang, termasuk beberapa karung gandum terakhir. Melihat gandum yang basah kuyup, petani itu merasa tak berdaya. Dia hanya bisa memindahkannya ke dalam rumah untuk dikeringkan. Dia berh

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 106

    Itu hanya lantai tiga saja. Meski jatuh ke bawah, juga belum tentu bisa mati!Kiana menunjuk ke atas. "Kalau kamu mau mati langsung, aku sarankan, sebaiknya lompat dari atap saja."Usai meninggalkan kata-kata itu, Kiana pun berbalik dan berjalan keluar di bawah tatapan tidak percaya Yovan.Saat dia

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 99

    "Mana mungkin? Kita kan teman. Kamu hamil dan nggak punya tempat tinggal. Aku tentunya kasihan padamu.""Kenapa bilang kasihan? Kata-kata ini nggak enak didengar.""Kamu nggak suka dengar? Tapi aku rasa kamu kasihan sekali. Nggak ada yang peduli padamu, nggak ada yang mencintaimu, dan kariermu beran

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 95

    "Aku… aku masih ada urusan.""Semua orang ada di dalam. Setidaknya, kamu juga harus menampakkan diri, 'kan? Ayo masuk dan minum. Anggap saja kasih aku muka, oke?"Yovan berdeham pelan. "Mana mungkin aku nggak beri muka pada Tuan Melvin?"Melvin terkejut. Dia hanya memberinya sedikit dorongan. Tak di

  • Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan   Bab 86

    Makan malam dipesan di restoran taman, tempat yang sama di mana Yovan dan Rachel merayakan ulang tahun pernikahan ketiga mereka.Keesokan harinya, saat Kiana mau keluar, dia kebetulan berpapasan dengan Keluarga Sumargo, yang juga mau keluar.Mereka menganggap acara malam ini sangat penting, jadi mer

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status