Partager

Bab 68. Murka

Auteur: SILAN
last update Date de publication: 2026-07-29 21:02:56

Rasa perih tamparan Daniel masih membekas di wajah Sierra, panas, menusuk, dan terasa seperti pengkhianatan yang membara. Wanita itu terlihat semakin murka, jari-jarinya bergerak perlahan menyentuh pipinya yang memerah, seolah ia tidak percaya bahwa pria yang selama ini ia anggap miliknya berani melakukan itu.

"Karena wanita yang keberadaannya entah di mana, kau sekarang berani menamparku?! " suara Sierra meninggi, meledak di malam yang sunyi. Matanya menyala dengan amarah yang tidak bisa ia ke
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 79. Membuka fakta

    Konferensi pers dilakukan dengan banyak sekali menghadirkan wartawan, sepertinya Andrew ingin semua orang tau kalau hari ini adalah waktunya ia bersinar kembali. Namun, harapannya itu mulai meragukan bahkan untuk dirinya sendiri setelah melihat Megan sudah berdiri di dekatnya, di depan semua wartawan yang Andrew undang. Bahkan, anak buahnya tidak bisa menghentikan Megan saat ini."Perkenalkan," suara Megan bergema di seluruh ruangan, jelas dan tegas. "Aku adalah putri sulung Giorgino Cornelius."Bisik-bisik mulai terdengar di antara para wartawan. Beberapa mulai mengangkat mikrofon lebih tinggi, bersiap menangkap setiap kata yang akan keluar dari mulut perempuan ini."Belasan tahun lalu, setelah pembantaian yang terjadi pada keluargaku, aku dan adikku, Adrian Cornelius, masih hidup. "Kalimat itu melayang di udara seperti bom yang siap meledak. Ruangan mendadak hening, lalu kembali dipenuhi bisik-bisik yang semakin keras."Belasan tahun aku dan adikku hidup di luar tanpa menggunakan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 78. 1 hari sebelumnya

    Semua orang melihat ke sumber suara, yang tidak lain adalah Megan.Perempuan itu melangkah maju dari antara kerumunan, membawa sebuah kotak kayu dalam dekapannya. Kotak tua dengan ukiran rumit yang terlihat antik, seperti sesuatu yang disimpan selama bertahun-tahun di tempat tersembunyi, menunggu saat yang tepat untuk muncul.Megan berjalan dengan langkah mantap menuju panggung. Lampu-lampu sorot mulai bergeser, meninggalkan Andrew yang pucat dan beralih ke arahnya. Semua wartawan, semua kamera, semua mata di ruangan itu kini terfokus pada satu orang.Megan Cornelius.Sebelum Megan melihat para wartawan, ia melihat lebih dulu ke arah Andrew. Bibirnya melengkung membentuk seringai puas, senyum yang mengatakan bahwa kemenangan ada di tangannya.1 hari sebelumnya."Kau masih terlihat tenang, saat Andrew berhasil mengambil stempel itu?" suara Megan naik satu oktaf lebih tinggi.Daniel menoleh, ia baru saja keluar dari ruangan bersama seorang pria, tampak baru saja membicarakan sesuatu yan

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 77. Masuk jebakan

    Sesuai dugaan Daniel, tiga hari kemudian konferensi pers besar digelar di salah satu hotel ternama di Barcelona. Puluhan wartawan memenuhi ruangan, kamera dan mikrofon mengarah ke panggung tempat Andrew Bosch berdiri dengan setelan hitam yang sempurna. Senyum percaya diri terukir di wajahnya, seolah ia telah memenangkan pertaruhan terbesar dalam hidupnya.Sejak pagi, berita tentang Andrew telah memenuhi berbagai media. Judul-judul besar bermunculan di semua kanal, mengguncang publik yang masih berguncang akibat skandal keluarga Bosch."Andrew Bosch Resmi Menjadi Pewaris Kekayaan Cornelius!""Stempel Keluarga Cornelius Ditemukan, Kekayaan Lama Segera Berpindah Tangan!"Kabar tersebut semakin besar setelah sebelumnya keluarga Bosch diterpa kekacauan akibat kecurangan dunia bisnis dan juga kematian Niel Bosch. Di tengah kehancuran yang hampir membuat nama keluarga itu kehilangan pengaruh, muncul satu kesempatan yang seolah dikirim untuk menyelamatkan mereka.Stempel keluarga Cornelius.B

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 76. Jebakan

    Megan menatap Andrew dari balik kaca mobil. Pria itu masih berdiri dengan tenang di tengah jalan, pistol terselip di tangannya, seolah kedatangannya malam ini hanya untuk mengambil sesuatu yang sudah menjadi miliknya.Daniel yang terluka berusaha menahan Megan. "Jangan keluar."Namun Megan justru membuka pintu mobil."Megan."Ia turun perlahan, lalu menutup pintu di belakangnya. Tatapannya tidak lagi menunjukkan ketakutan. Meski tubuhnya masih lelah dan napasnya belum sepenuhnya stabil, ia berdiri tegak beberapa langkah di depan Andrew.Andrew mengangkat alis, kemudian tersenyum miring. "Kau ternyata lebih berani dari yang kukira."Megan mengepalkan kedua tangannya. "Aku tidak akan menyerah."Andrew terkekeh. "Kau yakin?""Aku sudah kehilangan terlalu banyak hal dalam hidupku. Aku tidak akan membiarkanmu mengambil sesuatu lagi dariku."Tatapan Andrew berubah tajam."Kalau begitu, jangan salahkan aku."Andrew maju lebih dulu.Megan berhasil menghindari pukulan pertamanya, lalu membalas

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 75. Tipuan

    Malam semakin larut ketika Daniel akhirnya berdiri dari sofa. Beberapa urusan sudah ia selesaikan, dan kini tinggal menunggu waktu sampai semua yang telah dipersiapkannya benar-benar berguna.Megan yang sejak tadi duduk memperhatikannya langsung mengangkat wajah. "Kita mau ke mana?"Daniel mengambil jaket hitam yang tersampir di kursi, lalu mengenakannya dengan tenang. "Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu.""Apa?"Daniel tidak langsung menjawab. Ia hanya memasukkan cincin ruby itu ke dalam saku dalam jasnya."Sesuatu yang mungkin akan membuatmu tercengang," ucapnya dengan nada setengah bercanda.Megan berdecak, tetapi tetap mengikuti langkah pria itu. "Apa itu berkaitan dengan stempel keluargaku?""Kau pintar menebak."Megan segera berdiri. "Selama bertahun-tahun benda itu disembunyikan. Tidak banyak orang yang tahu keberadaannya, dan kau mengetahuinya? Kalau begitu, kenapa baru sekarang kau memberitahuku?""Karena aku ingin memberitahumu."Daniel berjalan melewatinya menuju pin

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 74. Ada apa dibaliknya?

    Di dalam ruangan yang menghadap ke arah jendela besar, Daniel berdiri. Cahaya bulan malam masuk melalui kaca, menerangi sosoknya yang tegap dan diam. Di tangannya, sebuah cincin tengah ia pegang, cincin yang sama, yang pernah Daniel perintahkan pada Megan untuk mencurinya dari seseorang.Benda kecil itu tampak sederhana di bawah cahaya. Sebuah cincin dengan batu ruby merah tua yang tidak terlalu berkilau, tidak terlalu mencolok. Siapa pun yang melihatnya akan menganggapnya sebagai perhiasan murahan yang tidak bernilai.Tapi Daniel tahu lebih baik.Saat membayangkan sesuatu, mendadak seringai menghiasi bibir Daniel. Senyum yang penuh makna, senyum yang menunjukkan bahwa ia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain."Tidak akan lama lagi, " gumamnya pelan, suaranya nyaris menghilang di antara desiran angin malam.Ia menggenggam cincin itu lebih erat. Mau seperti apa pun, ia tidak boleh kehilangan benda ini. Cincin itu terlihat bukan seperti benda yang mahal, namun sesuatu yang

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 7. Daniel menjebaknya?

    Semalaman, Megan tidak benar-benar tidur. Ia hanya memejamkan mata… tanpa pernah benar-benar beristirahat.Langit di luar jendela perlahan berubah dari hitam pekat, menjadi abu-abu muram, lalu disusupi cahaya pagi yang dingin. Namun di dalam kepalanya… semuanya tetap gelap.Daniel.Nama itu berputa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 6. Pemaksaan

    Dengan sorot mata tajam penuh perlawanan, Megan menatap Daniel.“Lepaskan,” desisnya dingin.Senyum tipis terangkat di bibir Daniel, bukan karena patuh, tapi karena tertarik. Ia berjongkok santai, membuka ikatan di kaki Megan satu per satu.“Aku akan melepaskanmu,” ucapnya ringan, “tapi berjanjilah

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 5. “Tak ada jalan kabur

    Seorang pria. Berjalan dengan tenang. Tidak terburu-buru. Tidak panik.Namun jelas, mengikutinya.Darah Megan langsung berdesir dingin, panik. Sial! Apakah ia ketahuan?Tanpa pikir panjang, ia berbalik dan mempercepat langkahnya. Dari cepat… menjadi lari.Sepatu botnya menghantam aspal kasar, nafa

  • Falling for the Mafia’s Embrace   Bab 4. Apa aku ketahuan?

    Kata-kata pria itu terus berputar di kepala Megan.Bekerja denganku.Bukan ancaman biasa. Bukan pula sekadar tawaran. Ada sesuatu di balik nada suaranya, sesuatu yang membuat bulu kuduk Megan berdiri.Kenapa dia tidak melaporkannya?Kenapa justru… menginginkannya?Siapa sebenarnya pria itu?“Megan.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status