Share

Bab 84 Deep Talk

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-30 08:25:20

Arlo benar-benar mematung. Mulutnya sedikit menganga, menatap Rea yang kini justru berdiri di depannya dengan kedua tangan bertumpu di pinggang, posisi menantang yang sangat tidak biasa bagi seorang Rea yang ia kenal.

Wajah Arlo yang tadinya hanya memerah, kini sudah berubah menjadi merah padam sampai ke tengkuk. Ia merasa oksigen di kamar itu mendadak menipis.

Bagaimana mungkin amnesia bisa mengubah kepribadian seseorang sedrastis ini? Rea yang dulu selalu menghindar, sangat pemalu, dan bahka
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 91 (TAMAT)

    Beberapa minggu telah berlalu, dan kediaman Ganendra kini terasa jauh lebih hidup. Tak ada lagi suasana dingin atau canggung, setiap sudut rumah kini dipenuhi oleh aroma parfum Rea dan tawa rendah Arlo yang kini lebih sering terdengar. Pagi itu, di balkon kamar mereka yang menghadap langsung ke taman, Arlo berdiri di belakang Rea yang sedang menikmati semilir angin. Arlo mengenakan seragam pilotnya lengkap, gagah dan berwibawa, namun sorot matanya melembut saat lengannya melingkar mesra di pinggang Rea, menarik punggung istrinya untuk bersandar di dada bidangnya. Rea, yang kini sudah terlihat sangat segar dengan gaun sutra berwarna pastel, menoleh sedikit dan mengusap rahang suaminya. "Kapten sudah siap bertugas hari ini?" Arlo mengecup bahu Rea yang terbuka, menghirup aroma vanila yang selalu membuatnya tenang. "Selalu siap. Terutama karena hari ini penumpang spesialku adalah pemilik Niskala sekaligus pemilik hatiku." Rea tertawa renyah, ia berbalik dalam pelukan Arlo da

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 90 Keinginan Rea

    Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden ruang VVIP, menyinari sudut-sudut kamar yang kini terasa jauh lebih tenang dibandingkan malam sebelumnya. Keheningan pagi itu hanya dipecah oleh suara rendah mesin monitor jantung yang berdetak dengan ritme yang stabil dan damai. Di depan pintu, Kyle dan Jane berdiri mematung. Jane yang baru saja hendak memutar kenop pintu, tiba-tiba menghentikan gerakannya. Ia menoleh ke arah ibunya dengan senyum tertahan, lalu memberikan isyarat agar Kyle melongok ke dalam dengan perlahan. Begitu pintu terbuka sedikit, sebuah pemandangan indah menyambut mereka. Di atas ranjang pasien yang cukup lebar itu, Arlo tidak lagi duduk di kursi samping. Ia tertidur di atas ranjang yang sama dengan Rea. Tubuh tegap Arlo tampak meringkuk melindungi istrinya, dengan satu lengan kekar yang melingkar sangat erat di pinggang Rea, seolah memastikan bahwa wanita itu tidak akan pergi ke mana-mana lagi. "Lihat itu, Mom," bisik Jane dengan suara y

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 89 Ingatan Yang Kembali

    Arlo perlahan melepaskan pelukan itu, meski tangannya masih terasa gemetar. Ia menangkup wajah Rea dengan kedua telapak tangannya, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata istrinya yang kini tak lagi kosong, melainkan penuh dengan luapan emosi yang nyata. "Kamu... kamu benar-benar ingat semuanya?" tanya Arlo dengan suara yang hampir berbisik, seolah takut jika ia berbicara terlalu keras, semua ini hanya akan menjadi mimpi. Rea mengangguk pelan di tengah isak tangisnya yang mulai mereda, namun air matanya tetap mengalir. Ia memegang punggung tangan Arlo yang berada di pipinya, merasakan kehangatan yang selama ini sempat terasa asing baginya. "Aku ingat semuanya, Arlo," ucap Rea dengan suara serak. "Aku ingat kita menikah karena wasiat terakhir Papa. Aku ingat betapa keras kepalanya aku saat itu, menuduhmu yang tidak-tidak, padahal kamu sedang berjuang membantuku melawan Bianca." Rea menarik napas pendek yang bergetar, mencoba menyusun kembali kepingan memori yang kini telah utuh di

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 88 Menghilang

    Langkah kaki Arlo yang awalnya terasa ringan setelah mendengar kabar baik dari dokter, seketika berubah menjadi derap langkah penuh kepanikan. Begitu ia mendorong pintu ruang VVIP, dunianya seolah runtuh untuk yang kesekian kalinya dalam satu malam.Ranjang itu kosong. Sprei yang tadi kusut bekas tubuh Rea kini tampak dingin tak berpenghuni. Selimutnya tersampir di lantai, dan tiang infus berdiri tegak dengan selang yang menggantung, jarumnya dilepas paksa, menyisakan bercak darah kecil di atas kain putih itu."Rea?!" panggil Arlo, suaranya naik satu oktaf.Ia bergegas menuju kamar mandi dan membukanya dengan sekali sentakan. "Rea! Kamu di dalam?"Nihil. Kamar mandi itu kering dan kosong.Jantung Arlo berdegup kencang hingga terasa menyakitkan di dadanya. Ia berlari keluar ruangan, mengabaikan wibawanya sebagai seorang kapten pilot yang biasanya selalu tenang. Ia menghambur ke arah nurse station yang berada di tengah koridor."Di mana istri saya?!" teriak Arlo sambil menggebrak meja

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 87 Kabar Baik

    Tanpa membuang waktu, Arlo dibantu oleh Anthony langsung membawa tubuh lemas Rea kembali ke rumah sakit. Suasana yang tadinya hangat di kediaman Ganendra berubah menjadi ketegangan yang mencekam. Sirine ambulans pribadi keluarga itu membelah sunyi malam, sementara Arlo terus menggenggam tangan dingin Rea, merutuki dirinya sendiri karena terlalu cepat membuka luka lama. Setibanya di rumah sakit, Rea langsung dilarikan ke ruang intensif. Arlo berdiri mematung di depan pintu ICU, langkahnya tak bisa diam. Ia mondar-mandir dengan wajah yang sangat pucat, kemejanya sudah berantakan, dan napasnya belum juga teratur. Kyle hanya bisa duduk di kursi tunggu sambil terus merapal doa, sementara Anthony berdiri tegap di sudut lorong dengan tatapan yang sangat khawatir. Setelah menunggu beberapa jam yang terasa seperti selamanya, pintu ICU akhirnya terbuka. Dokter keluar sambil melepas maskernya. Arlo langsung menghambur maju, bahkan hampir menabrak bahu dokter tersebut. "Dokter! Bagaimana kondi

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 86 Kepingan Puzzle

    Arlo menarik napas panjang, mencoba mengendalikan gemuruh di dadanya. Dengan satu gerakan halus namun bertenaga, ia mengangkat tubuh Rea seolah tanpa beban dan perlahan merebahkannya di atas kasur yang empuk.Suasana kamar yang tadinya penuh godaan jenaka, seketika berubah menjadi sangat intens dan sarat akan ketegangan romantis. Rea, yang tadinya begitu berani menantang, mendadak merasa lidahnya kelu. Jantungnya berdegup kencang saat Arlo perlahan memosisikan tubuhnya di atasnya, menumpu berat badannya dengan kedua lengan kekar di sisi kepala Rea.Arlo menatap mata Rea dengan tatapan yang sangat dalam, mencari kejujuran di sana. "Kamu yakin, Rea? Apa kamu tidak akan menyesal jika kita melakukannya sekarang?" bisik Arlo dengan suara rendah yang menggetarkan.Rea menelan ludah, ia merasa terhipnotis oleh binar mata suaminya. Ia menarik napas panjang untuk mengumpulkan sisa keberaniannya. "Tidak... lakukan saja, Arlo," jawabnya lirih.Arlo memejamkan mata sejenak, seolah mengucapkan do

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 77 Keberadaan yang Terabaikan

    Kondisi Rea benar-benar memprihatinkan. Setelah ledakan emosi tadi, tubuhnya yang masih sangat rapuh seolah kehilangan sisa tenaganya. Ia kembali terbaring lemas dengan napas yang pendek, namun air matanya terus mengalir tanpa suara, membasahi bantal ICU yang putih bersih. Melihat istrinya menangi

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 72 Mendapatkan Balasan

    Marco berdiri tegak di depan pintu besi markas bawah tanah yang lembab. Ia menyalakan sebatang rokok, membiarkan asapnya membubung di udara yang pengap. Di sampingnya, dua anak buah Arlo yang dikenal paling kejam, Leon dan Vigo baru saja masuk ke dalam ruangan itu membawa tas perlengkapan yang bera

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 68 Tak Akan Tinggal Diam

    Lampu temaram di dalam ruang ICU terasa begitu dingin dan asing. Arlo, yang kini telah mengganti kemeja berdarahnya dengan pakaian bersih namun dengan wajah yang masih pucat pasi, melangkah masuk dengan sangat perlahan. Suara beeping dari monitor jantung yang teratur menjadi satu-satunya melodi di

  • Gadis Kesayangan Kapten Posesif    Bab 67 Menyalahkan Diri Sendiri

    Suasana di depan ruang operasi yang tadinya hening mencekam, mendadak berubah menjadi kepanikan yang nyata. Seorang perawat keluar dari pintu otomatis dengan gerakan sangat terburu-buru, langkah kakinya bergema cepat di sepanjang lorong rumah sakit. Arlo hanya bisa terpaku, jantungnya seakan berhen

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status