Share

Foto yang Dirusak

Author: Senjaaaaa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-04 15:27:47

Amanda baru saja kembali dari rumah sakit. Tubuhnya lelah, kepalanya penuh, namun langkahnya tetap tegap saat memasuki rumah tua keluarga Mahesa.

Di ruang tengah, Rosa sudah menunggu.

Begitu melihat Amanda, Rosa langsung berdiri dan bergelayut di lengannya.

“Bagaimana, Tante?” tanya Rosa dengan suara dibuat selembut mungkin.

Amanda menepis tangan itu dengan satu gerakan cepat. Tatapannya tajam, dingin, jauh berbeda dari biasanya.

Rosa tertegun.

“Tante… kenapa?”

Amanda menatapnya l
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Rindu

    “Ya,” jawabnya singkat. “Tempat ini terlalu bagus untuk dilepas.” Ia berjalan masuk, membuka jasnya lalu melemparkannya ke sofa sebelum duduk santai. “Semua tatanannya sama seperti saat kamu pergi. Juga saat aku pergi.” Anya menoleh. “Kenapa kamu lakukan ini?” Nares mengedipkan mata pelan. “Karena…” Ia menyentuh sofa yang ia duduki. “Aku kangen tempat ini.” Tangannya bergerak pelan di atas kain sofa. “Aku kangen sofa ini. Kamar di sini.” Tatapannya naik ke arah Anya. “Kenangan yang aku tinggalkan di sini.” Jantung Anya berdetak lebih cepat. Apa dia sudah tahu tentang malam itu? batinnya.

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Sayangku

    Air mata sudah menggenang di pelupuk mata Anya. Ia menahannya sekuat mungkin agar tak jatuh. Ia tak mau terlihat rapuh di hadapan pria yang dulu menjadi pusat dunianya… dan sekaligus penghancurnya. Nares masih menggenggam tangannya. Tatapannya tak berpindah. Seolah enam tahun yang hilang tak pernah ada. Anya hendak membuka mulutnya untuk bicara,tiba-tiba ponselnya berdering. Suara itu memecah ketegangan seperti petir di tengah hujan. Anya refleks meraih ponsel dari tasnya. Ia melirik sekilas ke arah Nares sebelum mengangkatnya. Namun belum sempat jari-jarinya menyentuh ikon hijau, ponsel itu direbut. “Nares!” desis Anya. Nares menatap layar. Alisnya mengernyit. Nama yang tertera di sana membuat rahangnya mengeras. Sayangku ❤️ Tatapan Nares berubah. Cemburu dan emosi bercampur menjadi satu. Ia menoleh perlahan pada Anya. “Sayangku?” ulangnya, suaranya rendah. Anya cepat-cepat menghapus sisa air matanya, lalu menatap balik tanpa gentar. “Ternyata enam tahun ini k

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Pertemuan Setelah Enam Tahun

    Malam itu hujan deras mengguyur kota. Kini hanya tersisa gerimis tipis, namun genangan air masih memenuhi jalanan, memantulkan cahaya lampu kota yang temaram. Mobil Anya mogok. Leon sedang ke luar kota untuk urusan bisnis. Juan menemani Kyan dan Kiara di rumah, tak tahu apa pun tentang masalah ini, Anya sengaja tak memberi kabar. Ia tak ingin merepotkan siapa pun. Ia berjalan menyusuri trotoar, heels-nya sesekali terciprat air. Tangannya memeluk tas, matanya menatap layar ponsel. Lima menit lagi, taxi sampai. Ia mendengus pelan. “Katanya lima menit lagi…” Angin malam membuat rambutnya berantakan. Ia berdiri di bawah rintik gerimis, mencoba bersabar. Tiba-tiba... Sebuah payung hitam menaunginya. Anya mengernyit. Belum sempat menoleh, pergelangan tangannya digenggam erat. Refleks ia hendak menarik diri, namun payung itu justru diarahkan ke sisi jalan tepat saat sebuah mobil melaju kencang dan menyipratkan genangan air. Air itu hanya mengenai ujung sepatu mereka.

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Pria jahat

    Sebelum Anya sempat protes, Juan sudah memijat lembut telapak tangannya. Gerakannya terampil, tekanan pas. Anya mengulas senyum kecil. Leon yang melihat itu hanya terdiam beberapa detik sebelum kembali fokus menyendok nasi. Ia menata empat piring di meja. Juan melirik. “Untukku mana?” Leon menatapnya datar. “Kamu siapa, ya?” “Hey, Leon. Kamu bisa bersaing dengan sehat nggak?” “Apa hubungannya?” Leon mengangkat bahu. “Mau makan? Ambil sendiri sana.” Juan mendengus pelan tapi tetap berdiri mengambil piringnya sendiri. Saat ia pergi, Kyan cepat-cepat kembali duduk di sebelah Anya. “ma, aku mau duduk di sebelahmu.” “Duduklah, sayang,” jawab Anya lembut. Saat Juan kembali dengan piring di tangan, ia mendengus melihat tempatnya sudah direbut lagi. “Kau serius?” gumamnya. Kyan menjulurkan lidah kecilnya. Akhirnya Juan mengalah. Ia duduk di kursi paling ujung, pa

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Sarapan bersama kehangatan

    Sementara itu, di kota yang berbeda dari hiruk-pikuk ibu kota, sebuah mobil putih berhenti pelan di depan rumah bergaya minimalis yang hangat dan asri. Anya turun lebih dulu, merapikan blazer tipis yang ia kenakan. Wajahnya terlihat lelah, tapi sorot matanya tetap tegar. Delia ikut turun dari sisi pengemudi. Wanita itu bukan sekadar atasan, tapi juga sosok yang banyak membantunya bangkit. “Perjalanan kali ini sangat melelahkan,” ujar Delia sambil meregangkan bahu. “Aku beri kamu dua hari untuk istirahat.” Anya tersenyum tulus. “Kau sungguh bos yang pengertian.” Delia terkekeh. “Kau sangat tahu aku.” Mereka tertawa ringan, seperti dua sahabat lama. Setelah saling melambaikan tangan, mobil Delia pun menjauh meninggalkan halaman. Belum sempat Anya membuka pintu pagar, dua bocah kecil sudah berlari keluar dengan tawa riang. “Mamaaaa!” Anya spontan

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Kepulangan

    Siang itu ibu kota terasa lebih lengang dari biasanya ketika sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat meluncur keluar dari area bandara dengan pengawalan di depan dan belakang. Kilau bodinya memantulkan cahaya matahari, memotong jalanan seperti penguasa yang kembali menagih takdir. Di dalam mobil, suasana sunyi. Sang sopir melirik melalui kaca spion, suaranya hati-hati. “Tuan sudah lama sekali. Kota ini sudah banyak berubah.” Pria yang duduk di kursi belakang itu tidak langsung menjawab. Wajahnya tegas, rahangnya mengeras, aura dingin bercampur karisma memenuhi ruang sempit itu. Jas hitamnya rapi tanpa cela. Matanya menatap lurus ke depan, tapi pikirannya melayang jauh. Ya. Banyak sekali yang berubah. Termasuk mungkin Anya… Enam tahun. Tanpa kabar. Tanpa penjelasan. Ia memutuskan semua kontak. Dengan keluarga. Dengan dunia. Dengan wanita yang ia tinggalkan. Dan sekarang ia kembali. Anya… aku kembali. Kita mulai dari awal, ya? batinnya lirih. Enam tahun sudah ia pergi tanpa ta

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Drama kampus

    Anya sudah rapi, tas tersampir di bahu, sepatu terpasang sempurna. Namun langkahnya terhenti di ruang tengah. Anya melirik ke arah tangga, menunggu. Leon sudah berdiri di dekat pintu, kunci mobil berputar-putar di jarinya. “Yuk, berangkat. Nanti telat,” katanya santai. Anya mengangguk, tapi m

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Pengakuan atau Perpisahan

    Pelukan itu masih terjadi. Nares berdiri kaku, sementara Anya tetap menempel di punggungnya. Di dalam kepalanya, sesuatu bertabrakan keras. Pergi… atau tinggal. Mengungkapkan… atau memendam selamanya. Jika ia diam, Anya akan baik-baik saja. Gadis itu akan tetap tertawa, kuliah, hidup tanpa

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Titik Terendah Nares

    Pagi masih muda ketika Nares tiba di kediaman Dito. Udara dingin belum sepenuhnya pergi. Rumah tua itu selalu memberi kesan tenang seperti tempat yang aman untuk mengambil keputusan besar. Dito sedang menikmati teh paginya ketika melihat Nares masuk. “Kamu datang pagi-pagi,” ucap Dito sambil ters

  • Gadis Kesayangan si Raja Neraka   Kecurigaan

    Nares bersandar di sofa, pandangannya kosong mengingat satu titik. Ruam di leher Anya. Bekas cakaran di punggungnya sendiri. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Ia terbiasa membaca pola. Dan pola ini jelas rusak. Di lantai, Anya dan Leon duduk berdampingan menonton drama. Anya tertawa kecil,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status