Home / Romansa / Gadis Milik Sang Penguasa / Bab 22 Kau Suamiku!

Share

Bab 22 Kau Suamiku!

Author: Hayati Nur
last update publish date: 2026-09-14 10:25:22

Aura mengusap air matanya, ia bergegas keluar dari ruangan tersebut. Tujuannya saat ini adalah perusahaan Valerius Group. Ia akan mencari Xavier di sana, dan meminta maaf pada pria berwatak dingin itu.

Rasa bersalah kian menghantam jiwa Aura. Pria yang dia anggap sebagai monster kejam yang tidak memiliki rasa belas kasihan, nyatanya adalah seorang pria yang pernah ada di masa kecilnya dulu dan berusaha untuk menyelamatkannya dari kejahatan ayahnya sendiri.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 22 Kau Suamiku!

    Aura mengusap air matanya, ia bergegas keluar dari ruangan tersebut. Tujuannya saat ini adalah perusahaan Valerius Group. Ia akan mencari Xavier di sana, dan meminta maaf pada pria berwatak dingin itu.Rasa bersalah kian menghantam jiwa Aura. Pria yang dia anggap sebagai monster kejam yang tidak memiliki rasa belas kasihan, nyatanya adalah seorang pria yang pernah ada di masa kecilnya dulu dan berusaha untuk menyelamatkannya dari kejahatan ayahnya sendiri."Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak bisa mengingat kalau Xavier pernah menjadi bagian dari masa laluku?" lirih Aura seraya terus berjalan meninggalkan ruang kerja Xavier."Nyonya Muda ... anda mau ke mana?"Mendengar suara seorang pria yang sudah familiar di telinganya, Aura pun menghentikan langkah kakinya. Ia berbalik badan dan menatap lurus pada seorang pelayan berusia hampir lima puluh tahunan."Paman Jo," ucap Aura dengan bibir gemetar. "Aku ... Aku ingin menemui Xavier, Paman."Bola mata gadis itu kembali berkaca-ka

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 21 Rahasia Yang Terungkap

    Mina menatap Aura dengan sepasang mata yang memancarkan kejujuran sekaligus kejutan halus. Perubahan sikap Aura yang begitu mendadak, dari dingin menjadi kembali ramah seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya, membuat pelayan setia itu merasa lega. Rasa simpatinya pada wanita muda di hadapannya mengalahkan seluruh keraguannya."Tentu saja, Nyonya Muda," sahut Mina lembut seraya mengangguk pelan. "Apa yang bisa saya bantu? Apakah Anda membutuhkan sesuatu?"Aura menelan ludah, berusaha keras menyembunyikan getaran gugup di jemarinya. Ia mengusap pipi kirinya yang memar, memasang raut wajah penuh kesakitan seolah tak sanggup lagi menahan rasa perih."Pipi bekas tamparan Nyonya Elea kemarin ... rasanya mendadak sangat panas dan perih lagi, Mina," ujar Aura dengan suara yang dipelankan, sengaja dibuat lirih dan agak gemetar. "Krim dari dokter tidak mempan sama sekali. Dulu, aku selalu mengoleskan salep herbal khusus untuk luka memar. Tapi salep itu susah didapat, hanya bisa dibeli di

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 20 Ancaman Xavier

    Atmosfer di dalam ruangan rahasia itu mendadak menjadi pekat, seolah oksigen ditarik paksa keluar hingga ruangan tersebut terasa seperti hampa udara. Xavier berdiri di ambang pintu, bersandar kaku pada bingkai kayu tebal. Kemeja hitam yang dipakainya sedikit terbuka pada bagian atas, memperlihatkan dada bidangnya yang naik turun tidak beraturan.Meskipun wajah pria itu masih sepucat mayat akibat sisa-sisa serangan Gerd dan gangguan kecemasan yang belum sepenuhnya mereda, namun tatapan matanya tetap tajam mengunci pergerakan Aura hingga gadis itu tidak bisa berkutik."Seharusnya kau menuruti perintahku untuk tidur, Aura." Suara Xavier terdengar rendah, bergetar halus oleh kombinasi rasa sakit fisik dan amarah yang berusaha ia tahan.Dia melangkah maju, menyeret kakinya yang terasa berat. "Tapi kau justru dengan lancang masuk ke ruang kerjaku ... dan melanggar aturan ku."Aura menelan kasar air liurnya. Kakinya terasa gemetar, namun ia berusaha tetap mempertahankan posisinya yang berdir

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 19 Bayang-bayang Rahasia

    Aura terpaku. Tenggorokannya terasa tersumbat saat mendengar kalimat itu dari bibir pucat Xavier. Seolah pria itu ingin berkata, 'dunia ini bukan hanya tentang dirimu, dan kamu harus mencaritahu semuanya sendiri.' Kata yang mungkin terdengar biasa, tapi bagi Aura itu adalah sebuah tantangan dan dia harus mencaritahu sendiri."Xavier, katakan padaku ... ada rahasia apa sebenarnya tentangku yang tidak aku ketahui?" cecar Aura, yang sejenak melupakan kalau saat ini kondisi Xavier sedang dalam keadaan sakit.Xavier tidak menjawab. Pria itu menyandarkan punggungnya pada kepala tempat tidur, memejamkan mata perlahan, menahan rasa sakit yang menyesakkan. Garis-garis keletihan di wajah tampannya tampak semakin jelas di bawah temaram lampu kamar."Kau ingin aku mencaritahu sendiri tentang semua kebenaran yang kau sembunyikan itu, Tuan Valerius?" "Tidurlah, Aura. Ini sudah terlalu malam, kau harus istirahat," bisik Xavier parau, mengabaikan tatapan mata menuntut yang dilemparkan istrinya."Bag

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 18 Antara Benci Dan Peduli

    Tubuh jangkung Xavier roboh tepat ke arah Aura. Tanpa memikirkan perih di pipinya yang masih berdenyut, Aura langsung menahan beban tubuh pria itu dengan sekuat tenaga.Napas Xavier terdengar berat, sementara tangannya masih mencengkeram erat bagian ulu hatinya. Serangan Gerd dan stres berat kembali menghantamnya."Xavier! Buka matamu, Xavier!" pekik Aura dengan gemetar. Langkah kaki yang tergesa memecah ketegangan di taman belakang. Mina pelayan senior di kediaman Valerius, bersama dua pengawal bertubuh tegap datang dengan langkah setengah berlari. Raut wajah mereka terlihat panik. Tanpa menunggu diperintah lagi, kedua pengawal itu langsung mengangkat tubuh Xavier dan membawanya ke kamar utama yang terletak di lantai dua.Aura mengekor di belakang dengan jantung yang berdegup kencang. Pikiran dan perasaannya kini bercampur aduk menjadi satu adonan yang membingungkan."Xavier, apa sebenarnya yang terjadi padamu?" gumam Aura di tengah rasa khawatirnya yang mencekik.Pria yang beberapa

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 17 Hinaan Untuk Aura

    "Aku bilang berlutut!" bentak Eleanor dengan suara yang mulai meninggi, memecah keheningan di area taman belakang.Keanggunan dan ketenangan yang semula ia pertontonkan, akhirnya menguap menjadi arogansi seorang wanita penguasa yang penuh dengan keangkuhan."Kau tidak memiliki hak untuk berdiri sejajar denganku di rumah ini! Kau harus tahu diri dan tahu dimana semestinya posisimu!" Jari telunjuk wanita yang berusia sudah tidak lagi muda itu menunjuk pada tanah halaman yang ditumbuhi oleh rerumputan hias.Degg.Jantung Aura berdetak kencang, ada kecewa dan amarah yang bergemuruh di dalam sana. Namun ia tidak mempunyai niat untuk membalas Eleanor saat itu juga."Ambilkan teh hangat untukku, dan serahkan dengan posisi berlutut di hadapanku." Wanita itu semakin menjadi, seolah ia mencari kepuasan di dalam penderitaan Aura.Jemari Aura mengepal dengan kuat, hingga buku-bukunya nampak memutih. Hinaan tentang dirinya yang dijual oleh Bramasta memang menghantam ulu hatinya, tetapi diperlakuka

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 5 Gairah Di Atas Ranjang

    Malam yang menegangkan itu terasa merayap dengan sangat cepat di kediaman Valerius. Kamar tidur berukuran luas yang di dominasi dengan warna hitam dan abu, menciptakan atmosfer yang intim sekaligus mengintimidasi.Aura berdiri di dekat jendela besar kamarnya dengan perasaan yang berkecamuk, menatap

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 4 Kebenaran Yang Dirahasiakan

    Kepanikan menyergap Aura sejenak, namun ia segera mengingat topeng kepalsuan yang baru saja ia kenakan pagi ini. Ia harus bersikap seolah tidak merasa melakukan kesalahan apapun, tidak boleh terlihat seperti maling yang tertangkap basah.Dengan gerakan anggun yang sengaja dibuat tenang, Aura memuta

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 3 Topeng Kepalsuan

    Semburat jingga di ufuk timur mulai menembus celah gorden, mengakhiri malam panjang yang membekukan sel saraf Aura. Tubuhnya masih terasa lemas, namun matanya memancarkan api yang berbeda dari tadi malam. Bukan api kemarahan, melainkan api yang penuh dengan kobaran semangat untuk bangkit dan menjad

  • Gadis Milik Sang Penguasa   Bab 2 Sangkar Emas Sang Penguasa

    Mansion Xavier tidak seperti rumah minimalis kediaman keluarga Bramasta Wijaya, yang terlihat hangat di permukaan namun busuk di dalam. Tempat ini adalah sebuah monumen kekuasaan yang jujur, dingin, megah dan tak tertembus oleh orang sembarangan. Terletak di puncak perbukitan yang terisolasi, bangu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status